Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jodoh Itu Tidak Bersyarat
Esok harinya, Marwa bangun cukup pagi. Gadis itu harus segera bersiap karena sebentar lagi ia akan diajak oleh Rayyan bertemu dengan kedua orangtua pria itu.
Sebelum membersihkan diri, Marwa pergi memasak lebih dulu. Setelah selesai, Marwa langsung sarapan saja. Ketika sedang asyik sarapan tiba-tiba terdengar seseorang memencet bel.
Ting
Tong
"Siapa ya?
Marwa menghentikan kegiatan sarapannya lalu beranjak. Ia melangkah untuk membuka pintu didepan. Memangnya siapa yang bertamu sepagi ini.
Ceklek
"Dengan Mbak Marwa?" Tanya seorang pria yang tidak Marwa kenal sama sekali.
"Ya, Sayang sendiri.
"Ini ada kiriman bingkisan dari Tuan Rayyan.." Pria itu menyerahkan sebuah kotak bingkisan yang entah apa isinya. Marwa pun menerima bingkisan tersebut.
Sebelum benar-benar membuka kiriman dari Rayyan, Marwa melanjutkan sarapannya lebih dulu.
Semuanya telah selesai, Marwa membawa kotak dari Rayyan itu masuk kedalam kamar. Kemudian dibukalah kotak tersebut.
Gadis tersebut terdiam melihat sebuah pakaian didalamnya. Marwa melihat dengan seksama gaun dress indah yang berada dihadapannya. Kalau ditaksir kemungkinan gaun itu harganya sangat mahal. Dilihat dari penampilannya sudah sangat beda sekali.
Entah berapa harganya yang jelas Marwa tidak akan sanggup untuk membelinya. Karena bagi Marwa pakaian seharga dua ratus ribu saja sudah mahal apalagi pakaian yang dilihat merknya saja tak mampu dijelaskan dengan kata-kata.
"Duh, Kok aku mulai deg-degan ya.. " Marwa memegang dadanya yang berdegup kencang tak karuan. Bahkan semalam gadis itu tidak dapat memejamkan matanya karena ajakan Rayyan hari ini.
Siapa yang tidak deg-degan kalau tiba-tiba saja diajak bertemu dengan keluarga pria yang memintanya untuk menjadi istri dadakan. Apalagi ini adalah keluarga kaya raya. Seorang keluarga konglomerat yang mana jika soal jodoh selalu mencari yang setara.
"Mama Raski saja tidak mau denganku.. Apalagi keluarga Tuan Rayyan.. Sudah pasti aku akan ditolak.." Ucapnya pada seorang diri. Marwa menatap pantulan dirinya dicermin, Dia memang punya paras wajah yang lumayan. Namun fisik yang lainnya? Kakinya pincang, Apa mungkin keluarga itu mau dengan dirinya yang pincang ini.
"Gapapa.. Santai Marwa, Mau diterima atau tidak.. Yang penting tujuan kamu tercapai dulu.." Marwa menerima Rayyan bukan niat ingin mempermainkan perasaan pria itu. Marwa hanya butuh bantuan pria itu.. Setelahnya Marwa akan berusaha mencintai Rayyan dengan sepenuh hati.
"Lebih baik aku mandi dulu.. " Marwa melangkah kekamar mandi. Ia mulai membersihkan diri lebih dulu sebelum memakai gaun dress yang akan dipakai sebentar lagi.
Pakaian tersebut cukup sopan sekali. Sebuah gaun dress lengan panjang bahkan sudah mirip seperti gamis namun bukan gamis.
Tidak butuh waktu yang lama, Mantan Raski itu telah selesai. Marwa mulai mengenakannya, Tak disangka kalau pakaian itu langsung cocok ditubuhnya. Marwa tersenyum, Ternyata ia tidak seburuk itu.
Marwa mulai duduk dikursi yang dimana dihadapannya terdapat meja rias. Dengan polesan make up tipis diwajah Marwa memerhatikan pantulan dirinya dicermin.
"Bismillah..." Marwa mulai menyisir rambutnya. Memberikan jepit kecil sebagai hiasan.
Ting
Tong.
"Ah, Jangan-jangan itu Tuan Rayyan.." Marwa segera bangkit. Untung saja dia segera mandi tadi, Hingga Rayyan datang Marwa sudah siap.
"Sebentar..
Marwa mulai membuka pintu. Gadis itu tersenyum tipis saat berhadapan dengan Rayyan yang terdiam menatap wajah cantik itu.
Meski kata Mamanya haram menatap wanita cantik yang bukan mahramnya, Tapi sayangkan kalau dilewatkan.
"Sudah siap?" Tanya pria itu.
"Su.. Sudah Tuan..
"Apa? Tuan? " Rayyan menghela nafas panjang.
"Jangan panggil Tuan lagi.. Panggil saya dengan panggilan Mas.. Saya mau ajak kamu ketemu sama Papa dan Mama.. Masa iya panggil Tuan? " Marwa menunduk malu. Dia benar-benar belum siap sebenarnya.
"Ba.. Baik Mas.."
"Nah gitu dong.. Kalau gitu kan enak dengernya.. Yuk, Kita berangkat sekarang.." Marwa mengangguk. Gadis itu melangkah bersama Rayyan yang dimana langkahnya mengikuti langkah pria itu yang sangat begitu pelan sekali.
Mau digendong mana berani Rayyan. Kalau ketahuan, Sudah pasti akan di amuk dia oleh Mamanya.
"Masuklah.." Rayyan membukakan pintu untuk Marwa begitu keduanya telah sampai dibawah. Marwa pun masuk lalu duduk kemudian disusul oleh Rayyan sendiri..
Kendaraan roda empat itupun mulai melaju meninggalkan tempat tersebut. Tanpa disadari bahwa ada seorang wanita yang melihat keduanya..
"Itu siapa ya? Kok Kak Rayyan bawa wanita? Jangan-jangan itu wanita yang di maksud Kak Rayyan.." Ucap wanita itu dengan perasaan kesal serta mata yang mulai berkaca-kaca
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Apa yang menjadi ketakutan Marwa benar-benar tidak terjadi. Dalam bayangan gadis itu, Bahwa kedua orangtua Rayyan berwajah sangat dan judes.
Siapa yang akan menyangka kalau Papanya berwajah teduh, Sementara Mamanya adalah wanita bercadar dengan tutur kata yang lemah lembut sekali.
"Ini calon istri Rayyan?" Tanya Mama Adiba, Sebelah tangan Wanita paruh baya itu mengenggam tangan sang calon menantu.
"Astagaa.. Telapak tangannya lembut banget.. Sama seperti suaranya.." Batin Marwa yang terkagum dengan Ibu dari calon suaminya ini. Marwa menatap mata calon ibu mertuanya itu, Kalau dilihat matanya sangatlah jernih sekali. Jadi penasaran dengan wajahnya.
"Sudah siap menjadi istri Rayyan.." Mama Adiba melontarkan sebuah pertanyaan lagi. Marwa melirik Rayyan, Pria itu menganggukkan kepalanya.
"Si.. Siap Ma.." Mama Adiba tersenyum.
"Alhamdulillah.. Selama ini Rayyan sering cerita tentang kamu. Dan akhirnya pada hari ini, Dia benar-benar bawa kamu kesini.." Marwa menunduk tersipu malu. Semua keluarga Rayyan menerimanya dengan baik.
"Nak Marwa.." Kepala gadis itu medongak menatap Papa Damian.
"I.. Iya Pa..
"Selaku Papa dari Rayyan, Papa ingin bertanya sekali lagi ke kamu.. Kamu siap menjadi istri Rayyan dan menjadi menantu kami.." Dengan mantap Marwa mengangguk.
"Alhamdulillah Wawa siap menikah dengan Mas Rayyan.. Tapi sebelum itu Wawa minta maaf, Kalau Wawa tidak bisa menjadi menantu yang sempurna. Wawa hanya seorang yatim piatu yang tidak setara dengan kalian, Wawa juga punya kekurangan terhadap fisik Wawa.. " Marwa cukup sadar diri siapa dia. Dipersunting oleh pria keturunan konglomerat sungguh membuat jantungnya berdegup rak karuan.
"Kami tidak mencari yang sempurna nak.. Lagipula, Jodoh itu tidak bersyarat.. Jodoh tidak mengharuskan yang kaya dengan yang kaya.. Tidak mengharuskan yang tampan dengan yang cantik. Tidak pula mengharuskan yang sama-sama sempurna.. Rayyan pilih kamu, Berarti dia yakin kalau kamu sempurna dimatanya.." Mata Marwa berkaca-kaca. Setiap ucapan yang keluar dari bibir Mama Adiba selalu membuat hati Marwa tenang.
"Boleh Wawa minta peluk?" Mama Adiba tersenyum..
"Boleh dong.. Sini.." Marwa memeluk calon ibu mertuanya yang langsung disambut dengan baik oleh Mama Adiba.
"Mulai sekarang, Kamu tinggal disini ya.. Biar Rayyan saja yang tinggal diapartemen.. Kamu seorang gadis, Jangan sendirian diluaran sana.." Rayyan tersenyum melihat itu.
"Kira-kira kapan pernikahan ini akan dilaksanakan.. Lebih cepat lebih baik.." Kata Papa Damian..
"Dua minggu lagi Pa..
"Okey... Segera lakukan persiapan.." Rayyan mengangguk dengan hati yang berbunga-bunga. Tanpa mereka sadari kalau ada hari yang tersakiti dibalik pintu utama sana.
•
•
•
TBC
..... Buat nanti sore Othor gak up ya.. Karena ada kesibukan..🙏🥰
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,