seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 | ke pasar malam
happy reading
dimalam harinya afan mengajak devi pergi ke pasar malam, sesampainya disana mata devi berbinar. setelah melihat ada banyak macam macam permainan seperti komedi putar, biang Lala,kora kora dll.
afan menoleh ke arah devi lalu ia memanggilnya. "dev?"
devi reflek menoleh ke arah, afan sekilas. dan menjawab "ada apa?"
"mau naik permainan yang mana?" tanya afan
"naik biang Lala yuk" ucap devi
tanpa menunggu balasan afan, devi langsung menarik tangan afan dan langsung mengajaknya untuk naik biang lala. eitss jangan langsung naik aja mereka juga membayar terlebih dahulu dan mengantri sebelum naik.
akhirnya setelah mereka mengantri, kini giliran mereka buat naik.
"indah banget yah pemandangan nya kalo dari atas sini" ucap devi sambil melihat keluar
"lebih indahan lo" jawab afan reflek
"hah?"
"e-enggak gapapa"
"bisa bisanya gue keceplosan"batin afan
"sebenarnya tadi gue denger Afan ngomong apa, tapi pura pura gak denger aja lah" batin devi
Setelah menaiki biang Lala, kini keduanya langsung menaiki beberapa permainan yang ada di sana. setelah puas menaiki semua permainan yang ada di pasar malam, tiba tiba saja Devi
mengajak Afan untuk uji nyali. uji nyali yang di maksud Devi adalah memasuki rumah hantu.
"Lo yakin mau masuk kerumah hantu?" tanya afan
"yakin lah" ucap devu dengan yakin
"sekali kali uji nyali" sambungnya
"kalo Lo takut?"
"kan hantu bohongan mana mungkin gue takut, atau jangan jangan Lo lagi yang takut"
"nggak, ngapain gue takut"
"berarti Lo setuju kan? kita masuk kedalem"
"nggak"
"kok enggak? katanya gak takut gimana si"
"emang gak takut"
"kalo gak takut ayo kita uji nyali"
"kalo Lo nolak berarti Lo Cemen"
"yaudah iya"
"nah gitu dongg"
baru saja masuk ke dalam rumah hantu, Devi sudah reflek memegang tangan afan karna ketakutan.
"katanya gak takut?" ucap afan yang menyadari jika devi memegang tangan nya
"emang gak takut" devi melepaskan tangannya dari tangan milik afan
mereka melanjutkan perjalanan nya, dengan Devi yang berdiri tepat di belakang Afan. tiba tiba saja ada sosok putih putih berambut panjang berdiri di belakang devi, dan memegang pundak devi. devi pun terkejut ketika di belakangnya ada sosok putih putih yang berambut panjang. devi reflek berteriak sambil memeluk Afan dari belakang saking ketakutannya.
"aaaa hantuuu" teriak Devi
"dev dev, Lo ngapain teriak teriak sambil meluk gue"
"tadi di belakang gue ada hantuuu"
"mana?"
"gaada tuh"
"ish tadi beneran ada afann, takut beneran gueee"
"tadi bilang nggak takut?"
ayolahh siapa yang tidak takut coba kalo ruangannya begitu gelap dan ada sedikit bau bunga melati, bahkan ada sedikit suara suara seram dari dalam ruangan itu. makanya devi takut, awalnya devi mengganggap bahwa tidak seseram ini tapi setelah ia memasukinya, ternyata seseram itu memang.
"udah udah ayo kita cari jalan keluar" ucap afan sambil menggandeng tangan devi
"takut banget gue"
"makanya gausah sok Sok an mau masuk"
"iya iya nggak lagi deh, kapok gue"
lucu sekali devi ini tadi saja awalnya sok sok an mau ngajakin adu nyali eh tau nya dia sendiri yang ketakutan pikir afan
mereka melanjutkan perjalanan nya
hingga akhirnya mereka menemukan jalan keluar
"huft akhir nya keluar juga" ucap devi
"mau masuk lagi?"
"enggak"
"beli es yuk keliatan nya Lo harus gitu setelah di pegang hantu tadi"
"ishh jangan bahasa hantuu Jadi takut kann"
"iya iya enggak"
setelah membeli es, mereka meminumnya dan duduk di salah satu kursi disana.
"eum fan tunggu sini bentar ya"
"mau kemana?"
"beli gulali"
"gue beliin mau?"
"gausah repot repot"
"yakin mau beli sendiri? entar yang ada Lo di culik smaa hantu tadi lagi"
"jangan nakut nakutin deh"
"bercanda gue"
"mendingan kita beli bareng bareng bareng aja gimana fan?"
"boleh"
mereka membeli gulali, walaupun Afan tidak terlalu suka dengan gulali, tetapi ia tetap membeli dua gulali untuknya dan satu untuk devi.
setelah membeli gulali devi mempunyai ide lagi "fan ayo cepet cepetan ngehabisin gulali ini"
"yaudah ayo"
"dalam hitungan ketika kita mulai ya"
"iya"
"1...2...3..." Devi buru buru mengempiskan gulalinya lalu ia makan
"yeyyy menangg, Lo kalah"
"ga adil itumah"
"biarin wlekk"
"yang penting gue menang"
"iya iya Lo yang menang" Afan menatap devi dengan begitu bahagia, hingga tanggan kanan nya secara reflek mengelus rambut devi. devi yang mendapatkan elusan di kepalanya ia langsung menoleh ke arah afan, dan tersenyum ke arahnya. Afan pun membalas dengan senyuman hangat dan bahagia.
disisi lain, Mala dan vio sedang berjalan bersama di sekitar pasar malam. hingga mata mereka tertuju kepada kedua orang yang sedang bertatapan sambil mengeluarkan senyum hangatnya.
"ihh lucu deh mereka" ucap vio
"iya lucu" jawab Mala
"kapan ya mereka jadian?" tanya vio
"mana gue tau"
"tapi gue harap moga mereka cepet cepet jadian ye nggak vio?"
"iya, mereka berdua juga keliatannya saling cinta"
disamping vio ada eby dan Rakha yang
mendengarkan kedua gadis itu. hingga eby dan Rakha saling bertatapan, mereka tau jika afan mendekati devi hanya untuk balas dendam tapi seperti nya Afan jatuh cinta pada Devi.
"samperin mereka yuk gays" ucap vio
"biarin aja vioo" ucap eby
"kenapa?"
"biarin mereka berdua aja"
"yaudah deh"
"mendingan kita berempat pulang deh ini udah larut malem" ucap Rakha
dan di balas anggukan oleh mereka bertiga
kembali lagi ke devi afan, mereka masih saling tatapan hingga devi tersadar Afan terus saja menatap ia devi mengibaskan tangannya tepat di depan muka afan
"ekhem"
"eh sorry"
"iya gapapa fan"
"pulang yuk"
"ini juga udah malem"
"iya, gue anterin"
"iya fan"
mereka pulang, sesampainya didepan rumah devi.
"gue pamit duluan ya" ucap afan
"iya fan hati hati"
"besok mau gue jemput kesekolah?"
"bolehh"
"yaudah tunggu besok"
"asiapp"
"jangan begadang ya langsung tidur"
"iya fan iya"
"gue pamit dulu"
"dadadaa" devi melambaikan tangan nya kearah afan
dan Afan ia tersenyum