NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 131: Pil Darah Kerajaan Yan

Malam itu, di perbatasan utara Benua Tianyun yang berjarak puluhan ribu mil dari Ibukota Zhao, langit berawan tebal menutupi cahaya bulan.

Tidak ada kilatan petir, tidak ada suara langit terbelah. Di atas dataran tandus itu, ruang dimensi perlahan beriak tanpa suara, membuka sebuah celah hitam sempit. Tiga sosok berjubah menembus masuk layaknya hantu, segera menekan fluktuasi kultivasi Nascent Soul (Kelahiran Jiwa Baru) mereka hingga ke titik terendah.

Mereka adalah Tiga Utusan Bencana yang diutus langsung oleh Raja Iblis Xue Sha:

Utusan Gui Huo (Api Hantu) yang tubuhnya terbalut tulang terbakar, Utusan Xue Ying (Bayangan Darah) sang iblis wanita bersayap, dan Utusan Po Sui (Kehancuran) raksasa bermata empat.

"Tahan aura kalian," bisik Utusan Xue Ying, mengendus udara malam dengan cakar darahnya. "Aroma Tubuh Kaca Yin Primordial itu memang berasal dari benua fana ini, tepatnya di arah selatan. Namun... apakah kalian tidak merasakan sesuatu di udara ini?"

Utusan Gui Huo menggeram pelan, rongga matanya yang kosong menyala dengan api hijau. "Hukum ruang di dunia ini memiliki bekas luka. Di wilayah selatan itu, ada sisa-sisa tekanan spasial yang memusnahkan Jenderal Ba-Ghul lima tahun lalu. 'Monster' tak kasat mata itu sedang menjaga kerajaan tersebut."

"Jika kita menyerang langsung, kita mungkin akan memancing monster itu keluar sebelum kita sempat mengamankan wadah Yin," Utusan Po Sui, sang raksasa, mengusap dagunya yang berduri. "Raja Iblis Xue Sha memerintahkan kita membawa gadis itu hidup-hidup. Kita butuh pion untuk menguji kedalaman air Kerajaan Zhao, dan memancing monster itu ke tempat terbuka."

Mata merah ketiga utusan iblis itu menatap ke arah bawah, ke arah sebuah istana megah yang berdiri angkuh di wilayah utara. Itu adalah Istana Kerajaan Yan.

"Manusia fana adalah makhluk yang paling mudah dikendalikan oleh keserakahan," seringai Utusan Xue Ying mematikan. "Mari kita beri mereka sedikit hadiah."

Istana Kerajaan Yan.

Kaisar Yan, seorang pria paruh baya dengan wajah keras dan ambisius, sedang membanting cawan gioknya ke lantai aula takhta. Di bawahnya, para menteri dan jenderal berlutut gemetar.

"Penghinaan! Ini adalah penghinaan mutlak!" raung Kaisar Yan. "Utusan kita kembali dari pesta ulang tahun Kerajaan Zhao dengan wajah tertunduk! Tidak hanya Pangeran Ketiga mereka menyembuhkan Putri Su Yue dan mengambil aliansi Kerajaan Su, tapi Kerajaan Zhao kini bertingkah seolah mereka adalah penguasa mutlak benua ini!"

"Y-Yang Mulia," seorang jenderal tua memberanikan diri berbicara. "Keluarga Kerajaan Zhao memancarkan tekanan spiritual yang tidak masuk akal. Belum lagi dewa tak kasat mata yang kabarnya melindungi mereka. Jika kita mengerahkan pasukan..."

"Dewa?! Omong kosong!" potong Kaisar Yan. "Dunia ini milik manusia! Jika aku memiliki kekuatan, aku akan meratakan Ibukota Zhao menjadi abu dan merebut semua rahasia mereka!"

BAM!

Tiba-tiba, pintu perunggu raksasa aula takhta meledak menjadi serpihan debu. Angin dingin yang membawa bau anyir darah menyapu seluruh aula, mematikan semua obor dalam sekejap.

Di tengah kegelapan, tiga sosok melayang turun. Aura Nascent Soul yang mereka lepaskan, meski hanya satu persen dari kekuatan asli mereka, langsung membuat seluruh jenderal dan menteri Kerajaan Yan jatuh tersungkur, memuntahkan darah karena tekanan gravitasi absolut.

"S-Siapa kalian?!" Kaisar Yan terpaku di takhtanya, matanya membelalak dipenuhi teror murni.

Utusan Xue Ying melangkah maju, sayap kelelawarnya terbentang di balik jubahnya. Ia tersenyum, senyum yang memancarkan pesona iblis yang memabukkan sekaligus mematikan.

"Kami adalah dewa dari langit yang mendengar doamu, Kaisar Fana," ucap Xue Ying dengan suara merdu. Ia menjentikkan jarinya, dan sebuah botol kristal kecil melayang di udara, berhenti tepat di depan wajah Kaisar Yan.

Di dalam botol itu, terdapat puluhan pil berwarna merah pekat yang berdenyut layaknya jantung yang hidup. Aroma darah yang sangat manis dan menggoda menguar, membuat naluri Kaisar Yan bergejolak.

"Ini adalah Pil Darah Iblis Surgawi," Utusan Gui Huo menambahkan dengan suara seraknya yang menggema. "Telan pil ini, dan batasan fana kalian akan hancur. Jenderalmu akan memiliki kekuatan menyamai dewa perang tingkat Core Formation, dan kau, Sang Kaisar, akan menembus batas menuju kekuatan abadi. Tidak akan ada pedang di Kerajaan Zhao yang sanggup melukai kulit kalian."

Kaisar Yan menatap pil tersebut. Ambisi, rasa iri, dan kehausan akan kekuasaan membutakan akal sehatnya. Ia tidak peduli dari mana asal tiga entitas mengerikan ini. Jika ia bisa menghancurkan Kerajaan Zhao dan menguasai Benua Tianyun, ia rela menjual jiwanya!

"Apa... apa bayarannya?" tanya Kaisar Yan dengan napas memburu.

"Sangat sederhana," Utusan Po Sui menyeringai lebar. "Saat pasukan abadimu meratakan Ibukota Zhao, bawa Putri Su Yue dari Kerajaan Su hidup-hidup ke hadapan kami. Sisanya emas, wanita, nyawa keluarga Raja Zhao, dan takhta dunia fana adalah milikmu."

Tanpa ragu sedetik pun, Kaisar Yan mencengkeram botol kristal itu.

Malam itu, ribuan Pil Darah Iblis dibagikan kepada pasukan elit Kerajaan Yan. Jeritan kesakitan bergema di kamp militer saat tubuh manusia fana mereka dipaksa bermutasi oleh Qi Iblis. Otot mereka membesar, mata mereka berubah menjadi merah darah, dan rasa sakit mereka lenyap digantikan oleh kehausan akan pembantaian.

Beberapa Hari Kemudian. Ibukota Kerajaan Zhao, Paviliun Bambu Hijau.

Zhao Xuan sedang duduk santai meminum teh teratai di balkon paviliun. Di halaman bawah, Putri Su Yue sedang berlatih memadatkan Inti Es-nya di bawah pengawasan (tatapan mengancam) Xiao Mei yang berdiri sambil menyilangkan tangan di dada.

Tiba-tiba, udara di belakang kursi Zhao Xuan beriak. Jue Ying, Pemimpin Paviliun Assassin, muncul dari dalam bayangan dan berlutut dengan satu kaki.

"Tuan Asura," lapor Jue Ying, nadanya berat dan serius. "Mata-mata kita di wilayah Utara membawa kabar darurat. Kerajaan Yan baru saja mendeklarasikan perang total terhadap Kerajaan Zhao. Mereka telah menerobos dua benteng perbatasan kita hanya dalam waktu setengah hari."

Zhao Xuan terus menyesap tehnya tanpa menoleh. "Seingatku, Kak Tian sudah menempatkan elit kavaleri fana kita di sana. Apakah pasukan fana Kerajaan Yan sekuat itu?"

"Itulah masalahnya, Tuan," Jue Ying menundukkan kepala. "Pasukan Kerajaan Yan... mereka bukan lagi fana biasa. Mata mereka merah menyala, mereka tidak bisa dibunuh dengan panah, dan beberapa jenderal mereka bahkan bisa terbang menggunakan Qi berwarna darah yang sangat busuk. Pasukan perbatasan kita dibantai."

Mendengar kata 'Qi berwarna darah yang busuk', tangan Zhao Xuan yang memegang cangkir teh terhenti.

Di dalam lautan kesadarannya, Gu Tianxue Sang Iblis Tua langsung berseru. "Tuan! Itu adalah ciri khas dari kultivasi sekte Iblis! Kerajaan Yan pasti telah diberi Pil Darah oleh utusan Alam Iblis! Para iblis itu sengaja tidak menyerang langsung, melainkan menggunakan tangan Kerajaan Yan untuk menghindari deteksi Tuan!"

Zhao Xuan perlahan meletakkan cangkir tehnya ke atas meja kayu. Ujung bibirnya perlahan melengkung ke atas, mengukir senyuman tiran yang membuat Jue Ying menahan napas karena tekanan Niat Membunuh yang bocor.

"Jadi... anjing-anjing dari Alam Iblis itu mencoba bermain catur denganku di papan fana ini?" Zhao Xuan tertawa pelan, tawanya terdengar sangat dingin hingga angin musim semi terasa membeku. "Mereka bersembunyi di balik jubah kaisar fana untuk menguji kedalaman air istanaku dan menculik wadah Yin mereka."

Zhao Xuan berdiri. Jubah hitamnya berkibar pelan.

"Jue Ying."

"Hadir, Tuan!"

"Beri tahu Jian Yi, Tie Ba, Xin'er, dan Mu Bai. Sebarkan kelima Paviliun Sekte Langit Asura ke garis depan wilayah utara," perintah Zhao Xuan mutlak, matanya memancarkan kilatan dari tiga Roda Bintang yang siap berpesta.

"Biarkan pasukan Kerajaan Yan berbaris. Jika Iblis ingin menggunakan fana melawan fana, maka kita akan bermain dengan aturan mereka. Kita akan menguliti pasukan Kerajaan Yan itu satu per satu di medan perang terbuka, hingga tuan iblis mereka yang bersembunyi di balik layar terpaksa keluar dengan wajah menangis."

1
abyman😊😊😊
🤣🤣🤣 💪💪💪
eka suci
keahlian aktingnya makin mumpuni
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
REY ASMODEUS
welcome to azura, klan ye
Yanka Raga
🤩😎
Vinsen Haban
hmm💪💪💪
MoH saldi Saldi
aku aku aku 🤭🤭🤭😄
Yanka Raga
😎🤩
Vinsen Haban
mantap
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
eka suci
eh bukan sembarang reinkarnasi, keren tu cincin memilih tempat nya 🤭
eka suci
nungguin toh🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!