NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

FB : Daena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Malam itu, Mansion Lopez yang biasanya tenang berubah menjadi pusat gravitasi emosi. Sang Oma dan Opa, Mommy dan Mateo—benar-benar kehilangan wibawa mereka di depan Logan. Mommy Lopez bahkan sampai berkaca-kaca saat memohon, sesuatu yang jarang terjadi, agar Cassie mengizinkan cucu mereka menginap malam itu juga.

"Hanya satu malam, Cassie. Kumohon. Aku ingin mendengar ceritanya sebelum dia lahir," bisik Mommy Lopez dengan nada yang sangat rendah hati. Cassie, yang sebenarnya ingin segera lari kembali ke apartemennya, tidak sanggup menolak binar harapan di mata wanita tua itu.

Namun, kecanggungan yang sebenarnya baru dimulai saat waktu tidur tiba.

Cassie awalnya bersikeras ingin tidur di kamar tamu yang jauh dari jangkauan Zion. Namun Logan, anak yang biasanya mandiri itu, tiba-tiba menunjukkan sisi anak-anaknya. "Mom, ranjang Daddy sangat besar. Bisakah kita tidur bertiga? Aku ingin tahu rasanya punya keluarga yang utuh meski hanya satu malam," ucap Logan dengan mata bulatnya yang jujur.

Kata-kata itu adalah skakmat bagi Cassie. Ia tidak punya pilihan selain melangkah masuk ke dalam kamar pribadi Zion, ruangan yang selama sepuluh tahun ini menjadi tempat Zion mengurung diri dalam penyesalan.

Begitu pintu jati besar itu terbuka, Cassie mematung di ambang pintu.

Kamar itu tidak tampak seperti kamar seorang pewaris tahta Lopez yang rapi. Ruangan itu sangat luas, namun di sudut-sudutnya, deretan botol whisky dari berbagai merk, beberapa masih berisi, kebanyakan sudah kosong, berbaris seperti monumen kesedihan. Aroma maskulin bercampur dengan samar-samar bau alkohol yang tajam memenuhi udara.

Tapi yang membuat jantung Cassie nyaris berhenti adalah dindingnya.

Di sana, tidak ada lukisan abstrak mahal. Zion telah mencetak foto-foto mereka saat SMA dalam ukuran besar. Foto saat mereka tertawa di kantin, foto Cassie yang sedang merengut saat belajar, hingga foto mereka saat kelulusan. Di tengah dinding, terdapat sebuah bingkai yang paling besar, foto Cassie yang sedang tersenyum tulus, foto yang diambil Zion secara sembunyi-sembunyi sepuluh tahun lalu.

Zion, yang berjalan di belakang mereka, seketika tersentak. Ia baru tersadar bahwa ia belum sempat merapikan neraka pribadinya.

"Zion... apa ini?" suara Cassie bergetar, matanya menatap deretan botol alkohol dan galeri foto dirinya sendiri.

Zion bergerak cepat, mencoba menyingkirkan beberapa botol kosong dengan kakinya, wajahnya merah padam karena malu yang luar biasa. "Aku... aku hanya tidak bisa melupakanmu, Cass. Kamar ini adalah tempatku bicara dengan bayanganmu selama sepuluh tahun."

Logan berjalan mendekati salah satu foto besar ibunya. "Mommy sangat cantik di sini. Dan Daddy... Daddy terlihat seperti orang gila yang memuja Mommy," komentar Logan dengan kepolosan yang menusuk.

Zion berdehem, mencoba mengalihkan pembicaraan karena merasa malu rahasia "patah hati" terbesarnya terbongkar di depan sang anak. "Logan, ayo naik ke ranjang. Sudah larut."

Ranjang itu memang sangat besar, cukup untuk empat orang dewasa. Logan melompat ke tengah, sementara Cassie dengan sangat kaku duduk di sisi kiri dan Zion di sisi kanan. Ada jarak yang lebar di antara mereka, namun Logan menarik tangan keduanya agar saling bersentuhan di atas perutnya.

"Kenapa Daddy punya banyak botol minuman pahit?" tanya Logan tiba-tiba, matanya menatap barisan botol di meja nakas.

Zion terdiam, ia melirik Cassie yang sedang menatapnya dengan tatapan menghakimi namun juga penuh iba. "Itu... itu obat tidur Daddy, Logan. Daddy sangat sulit tidur karena selalu memikirkan Mommy-mu."

"Dan kenapa fotonya besar sekali? Mommy terlihat seperti raksasa di dinding itu," lanjut Logan.

"Karena di hati Daddy, Mommy-mu memang memenuhi segalanya. Tidak ada ruang untuk yang lain," jawab Zion lirih, matanya kini terkunci pada Cassie.

Cassie memalingkan wajah, menyembunyikan senyum tipis yang hampir muncul. Ia merasa canggung luar biasa. Di satu sisi, ia ingin marah karena Zion menyimpan fotonya tanpa izin, namun di sisi lain, melihat deretan botol alkohol itu membuatnya sadar bahwa Zion benar-benar menderita, sama seperti dirinya yang mengidam kondom strawberry di London.

"Zion, singkirkan botol-botol itu besok. Jangan biarkan Logan melihat gaya hidupmu yang berantakan," bisik Cassie tajam namun pelan.

"Akan kubuang semuanya, Cass. Sekarang aku sudah punya kalian, aku tidak butuh alkohol lagi untuk tidur," balas Zion dengan nada yang sangat tulus.

Suasana menjadi sunyi. Logan mulai terlelap karena kelelahan setelah hari yang panjang. Di tengah kegelapan kamar yang hanya diterangi lampu tidur temaram, Zion memberanikan diri mendekat, melewati tubuh Logan yang sudah bermimpi.

"Terima kasih sudah datang ke kamarku, Cassie. Setelah sepuluh tahun, akhirnya kamar ini tidak lagi terasa seperti makam," bisik Zion.

Cassie menatap wajah Zion dari dekat. Sisa-sisa aroma whisky masih ada, namun tatapan pria itu kini penuh dengan cahaya kehidupan. "Jangan berharap terlalu banyak, Zion. Aku di sini hanya untuk Logan."

"Aku tahu. Tapi aku akan membuatmu tetap di sini karena aku, bukan hanya karena Logan," Zion tersenyum tipis, senyuman yang dulu membuat Cassie jatuh cinta setengah mati.

Kecanggungan itu masih ada, menyelimuti mereka bertiga di atas ranjang besar itu. Namun di balik botol-botol whisky dan foto-foto masa lalu, ada sebuah benang merah yang mulai terajut kembali di tengah kegelapan malam Chicago.

Di luar pintu, si kembar Lionel dan Laxia sebenarnya masih mengintip.

"Lihat, Kak Zion benar-benar membuang botolnya ke bawah kolong tempat tidur," bisik Laxia sambil tertawa kecil.

"Ssttt! Biarkan mereka. Kak Zion butuh satu malam ini untuk menyadari bahwa doanya selama sepuluh tahun sudah dikabulkan," jawab Lionel sambil menarik adiknya menjauh.

🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Chandra Dewi
mangkanya atuh neng jangan asal asbun .. jangan lampiaskan amarah dan ego sendiri..ending nya jd sakit sendiri
Chandra Dewi
knp issa seakan dendem sama keluarga Lopez yg udh baik sama dia ?? aneh ..dia yg pergi sendiri malah nyalahin orang lain gak jaga dia ...saah sendiri ketipu sama BPK dajal...
BKN nya transaksi kerja terakhir nya dia abis itu bebas ??? BS pergi selamanya+duit banyak....BKN nya seharusnya dia bisa pergi sendiri ke Chicago dgn aman??? tanpa harus terlibat Victor?
aneh yg nyakitin siapa dendam ke siapa...bales dong ke bapak sama ibu tiri ...tp gak berani 🙏🤭

lebih gak tau diri gak sih issa ini ?? padahal keluarga Lopez baik bgt ke dia🙏
Nia Nara
Thor, novelmu keren. Banyak plot twistnya
ros 🍂: ma'aciww kak, jangan lupa baca novelku yang lain kak🥰
total 1 replies
Nia Nara
Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir — cu pat kay
ros 🍂: iya kak🥰
total 1 replies
Nia Nara
Logan masih sopan ya.. jarang loh anak muda begitu, biasanya nyosor terus hingga ambang batas
Nia Nara
Kenapa cassie kamu begitu mudah luluh ?
Nia Nara
Kalau aku jadi cassie juga gak akan pernah balikan. Apapun alasannya, pengkhianatan tetap pengkhianatan.
THAILAND GAERI
Heleh ujung2 nya balik ke bapaknya logan...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
eehh udah Tamat... Ceritanya bagus tapi perlu perlu dalam keadaan adem biar ga ke bawa esmosi bacanya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: ujisn kauak sekolah..😄😄
Insya allah tar aku intip Thor.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagian aneh, masa di rumah besar tapi kamar pribadi ga di kunci... ga masuk akal.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Kok nama ayahnya Issaura Clarissa Thor kayak nama perempuan.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: itu tandanya perlu Refreshing Thor biar Cair lagi.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dan 1 minggu lagi kamu akan jatuh cinta sama Issa, Logan.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kasian Issaura, semangat sampai kamu bisa keluar dari lingkungan ga nyamanmu Issa...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
keangkuhan Logan nurun dari Zion... emang enak di cuekin.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya mangkanya plek ketiplek banget.👍🤣🤣
punya lawan seimbang, Issaura adalah Cessie versi sekarang.🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di kirain bakal ada nambah anggota baru lagi tapi ternyata Logan masih satu²nya pangeran di keluarga kecilZion Cassie
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Keluarga Hangat dan Absurd.👍😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
bahagia selalu untuk kalian bertiga.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paksa Nikahkan saja tuh Zion sama Cassie, daddy Mateo biar mereka lebih bebas mau ngapain juga
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah keluarga Lopez menerima tanpa pandang status sosial jadi Cassie dan Logan bisa merasa aman dan nyaman... semoga Cassie ga keras kepala dan Zion belajar lebih peka.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!