Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Tungku Langit dan Bumi, Menyuling Kera Iblis
Angin berdesir keras merobek gendang telinga saat Lin Xuan menukik turun dari langit. Lempengan besi hitam seberat seratus ribu kati di tangannya membelah udara, meninggalkan jejak vakum yang memekakkan telinga.
Di bawah sana, Kera Iblis Darah Mutan mendongak. Mata merahnya yang segede lentera memancarkan kebrutalan absolut. Melihat seekor "serangga" manusia berani menyerangnya dari atas, monster itu memukul dadanya sendiri hingga terdengar dentuman seperti genderang perang raksasa, lalu mengayunkan tinjunya yang sebesar rumah untuk menyambut Lin Xuan.
"Mari kita lihat sekeras apa tulang Setengah Langkah Inti Emas!" raung Lin Xuan. Fisik Tulang Besi Kulit Giok diaktifkan hingga batas maksimal, memancarkan kilau putih pudar di bawah kulitnya.
BOOOM!
Besi hitam tumpul berbenturan langsung dengan kepalan tangan raksasa berbulu merah itu. Gelombang kejut yang tercipta meratakan sisa-sisa tebing di sekeliling Ngarai Tulang Hitam, mengirimkan badai debu dan pecahan batu hingga radius seratus meter.
Wusss!
Tubuh Lin Xuan terpental balik ke udara seperti peluru meriam. Ia membalikkan badannya di udara beberapa kali sebelum mendarat dengan keras di dinding tebing, kakinya menancap dalam ke dalam batu untuk menghentikan momentum.
Kedua lengannya mati rasa. Darah segar menetes dari sudut bibirnya.
Di bawah sana, Kera Iblis Darah meraung kesakitan. Tinjunya yang bisa menghancurkan artefak Kelas Roh berkeping-keping kini koyak parah. Darah hitam menyembur dari buku-buku jarinya yang retak akibat hantaman Pedang Pembelah Kekacauan.
"Bodoh!" omel Sang Demon Venerable di dalam pikiran Lin Xuan. "Kekuatan fisikmu memang setara dengan dua puluh ribu kati, dan pedangmu seratus ribu kati! Tapi monster itu didukung oleh Qi iblis yang nyaris menyentuh Alam Inti Emas! Jika kau terus mengadu tenaga kasar, meridianmu akan hancur sebelum kau bisa membunuhnya!"
Lin Xuan menyeka darah di bibirnya dengan ibu jari, matanya berkilat tajam menatap kera raksasa yang kini memanjat naik ke arahnya dengan kecepatan mengerikan.
"Lalu apa saranmu, Senior? Pedangku ini tidak memiliki bilah untuk mengiris lehernya," balas Lin Xuan cepat.
"Gunakan otakmu, pewaris Kekacauan! Apa esensi tertinggi dari Seni Alkimia yang kuajarkan padamu? Langit dan bumi adalah tungku, dan hukum alam adalah apinya! Mengapa kau hanya memurnikan rumput mati? Makhluk hidup yang dipenuhi Qi liar di depanmu ini... bukankah dia hanyalah 'Bahan Obat Berjalan' berukuran raksasa?"
Mata Lin Xuan seketika terbelalak. Sebuah pencerahan gila menghantam pikirannya layaknya kilat. Menjadikan medan perang sebagai tungku, dan musuh sebagai bahan pil? Ini adalah jalan iblis yang sesungguhnya!
RROOOAARRR!
Kera Iblis Darah membuka rahang raksasanya. Energi merah darah dan miasma beracun dari seluruh ngarai tersedot ke dalam mulutnya, memadat menjadi sebuah bola energi mematikan yang berdenyut-denyut.
Itu adalah Meriam Penghancur Darah—serangan pamungkas yang bisa meratakan sebuah gunung kecil!
"Menyuling kera raksasa? Ide yang bagus," Lin Xuan menyeringai lebar. Kegilaan di matanya kini menyamai gurunya.
Alih-alih menghindar, Lin Xuan melesat turun mendekati monster yang sedang mengisi daya serangan itu. Ia merogoh Cincin Penyimpanannya dan mengeluarkan belasan botol pil dan bahan obat beracun—semuanya adalah rampasan dari Wang Teng, sang alkemis Puncak Api Surgawi. Terdapat Bubuk Tulang Api, Akar Racun Matahari, dan Biji Api Meledak.
"Tuan Muda Wang, terima kasih atas donasi bahan bakar alkimiamu!" teriak Lin Xuan.
Dengan sapuan tangannya, Lin Xuan melemparkan semua bahan obat berunsur api ekstrem dan racun itu langsung ke arah mulut Kera Iblis yang menganga lebar. Bahan-bahan itu tersedot masuk oleh gaya tarik dari Meriam Penghancur Darah yang sedang terbentuk.
Monster itu tidak peduli. Perutnya seperti tungku besi, benda sekecil itu tak akan melukainya.
Namun, Lin Xuan tidak berhenti di sana. Tepat saat bola energi di mulut kera itu mencapai puncaknya dan siap ditembakkan, Lin Xuan menjentikkan jarinya.
Seberkas Api Kekacauan Primordial seukuran jarum melesat keluar, menyusup ke dalam mulut sang monster.
"Tungku Langit dan Bumi: Kondensasi!" seru Lin Xuan sambil melakukan segel tangan alkimia.
Api Kekacauan tidak membakar sang kera secara langsung. Sebaliknya, api itu seketika memurnikan semua Bubuk Tulang Api dan Akar Racun Matahari yang baru saja ditelan kera tersebut, mencampurkannya secara paksa dengan energi Meriam Penghancur Darah di dalam mulutnya.
Sifat elemen yang saling bertentangan dicampur secara brutal oleh hukum Kekacauan, menghasilkan ketidakstabilan energi yang absolut.
Mata Kera Iblis Darah tiba-tiba membelalak dipenuhi kebingungan, lalu berubah menjadi teror murni. Bola energi di mulutnya yang semula berwarna merah pekat, kini bersinar putih menyilaukan.
DUUUAAARRRRRR!
Sebuah ledakan alkimia internal yang luar biasa dahsyat meletus dari dalam mulut dan tenggorokan monster raksasa itu! Ledakan itu teredam di dalam tubuhnya, namun gelombang kejutnya membuat leher kera setebal batang pohon itu menggembung sebelum akhirnya memuntahkan pilar darah bercampur api abu-abu ke langit.
"AARRGGGHHH!" Monster setengah langkah Inti Emas itu jatuh terjengkang, meronta-ronta menghancurkan tebing di sekitarnya. Tenggorokannya hangus, dan pita suaranya hancur. Pertahanan Qi iblisnya runtuh seketika.
"Sekarang!"
Lin Xuan tidak menyia-nyiakan kesempatan seperseribu detik ini. Tubuhnya melesat menembus hujan darah monster itu bagaikan dewa kematian.
Ia mencengkeram erat Pedang Pembelah Kekacauan dengan kedua tangannya. Kali ini, ia menyalurkan seluruh sisa Api Kekacauan Primordial di Dantiannya ke dalam lempengan besi raksasa tersebut. Besi hitam legam itu kini memancarkan cahaya kelabu yang mendidihkan udara, mengubahnya menjadi sebuah besi cap raksasa bersuhu tak terhingga.
Targetnya bukanlah kepala atau jantung sang kera, melainkan kristal emas kemerahan yang menancap di dadanya—pusat dari setengah Inti Emas monster tersebut.
"Seni Pedang Bintang Jatuh Primordial: Ekstraksi Tungku Bintang!"
Lin Xuan menukik, memutar tubuhnya di udara untuk menambah momentum, lalu menghujamkan pedang raksasa yang menyala kelabu itu tepat ke tengah dada sang monster.
CRASSHHH!
Meski tumpul, beban seratus ribu kati yang didorong oleh gravitasi dan kecepatan ekstrem membuat besi hitam itu menembus tulang rusuk kera yang setebal pilar kuil. Ujung Pedang Pembelah Kekacauan menancap langsung ke dalam kristal emas kemerahan di dada monster itu.
Seketika, Api Kekacauan meledak dari pedang, memanggang sang monster dari dalam. Namun, api itu tidak menghancurkan kristalnya. Sebaliknya, layaknya seorang alkemis yang sedang menarik sari pati obat, Api Kekacauan menghisap seluruh esensi kehidupan, darah, dan basis kultivasi sang kera, menyalurkannya ke dalam kristal tersebut untuk "dimurnikan".
Tubuh raksasa Kera Iblis Darah mengejang hebat. Daging dan ototnya menyusut dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang. Kekuatan hidupnya disedot paksa untuk menyelesaikan proses "pemurnian pil" paling gila yang pernah terjadi di Benua Azure.
Hanya dalam sepuluh tarikan napas, monster raksasa itu berhenti bergerak. Tubuhnya yang seukuran bukit kini telah berubah menjadi mumi kering yang kehilangan seluruh kelembapannya.
Lin Xuan mendarat di atas bangkai kering itu dengan napas tersengal-sengal. Jubahnya compang-camping, dan cadangan Qi di Dantiannya benar-benar kosong. Menggunakan teknik ini memakan korban besar bagi tubuhnya.
Ia menarik pedang raksasanya. Bersamaan dengan tarikan itu, sebuah kristal berbentuk bulat sempurna seukuran kepalan tangan, memancarkan cahaya merah keemasan yang luar biasa murni, terangkat dari dada sang kera.
"Setengah Inti Emas murni... tanpa setetes pun energi iblis yang kotor," Lin Xuan tersenyum puas, memegang harta karun itu di telapak tangannya yang gemetar.
Benda ini bernilai puluhan kali lipat dari sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah yang ia dapatkan kemarin. Dengan ini, jalan menuju Pembentukan Fondasi tingkat puncak terbuka lebar.
Namun, sebelum Lin Xuan bisa duduk untuk memulihkan diri, ia tiba-tiba merasakan hawa dingin yang luar biasa menusuk menembus langit Ngarai Tulang Hitam, membekukan miasma darah yang tersisa menjadi butiran salju merah.
Lin Xuan mendongak ke arah langit.
Jauh di atas awan, sebuah kereta terbang mewah yang terbuat dari kristal es sedang melintas. Kereta itu ditarik oleh tiga ekor Burung Phoenix Salju yang mengepakkan sayapnya, meninggalkan jejak pelangi es di langit biru.
Mata Lin Xuan menyipit. Meski jaraknya sangat jauh, insting primordianya bisa merasakan sepasang mata kristal ungu dari balik tirai kereta es itu sedang menatap lurus ke bawah... tepat ke arahnya.
Itu adalah aura yang sangat ia kenal dari Hutan Iblis Azure.
"Istana Es Surgawi... Nona Mu," gumam Lin Xuan, menyarungkan pedang raksasanya perlahan. Senyum tipis mengembang di bibirnya. "Sepertinya perayaan ulang tahun Pemimpin Sekte Pedang Bintang akan jauh lebih meriah dari yang kuduga."
dan kalau bisa update nya jangan lama lama