NovelToon NovelToon
Ingat Aku Meski Kau Lupa

Ingat Aku Meski Kau Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Rebirth For Love / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:895
Nilai: 5
Nama Author: jaaparr.

Hellowwww
Ini adalah novel pertama sayaa.
Semoga sukaa ya 😍🙏

Sinopsis:
Bercerita tentang dua pasangan yang bucin banget di sekolah. Namun, karena suatu hal menyebabkan hubungan mereka menjadi renggang hingga ada di pinggir jurang, bahkan setelah jatuh pun mereka masih dihadapkan pada ribuan masalah.
Masalah apa ya kira-kira?
Yuk dibaca langsung ajaa!

Donasi ke aku:
Saweria: parleti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jaaparr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Kesempatan Kedua

Pria paruh baya itu mendongakkan kepalanya dan melihat ayah Arsa sudah berdiri di hadapannya.

Pria paruh baya itu gemetar bukan main, dari pandangannya pertama kali ke ayah Arsa, jelas bahwa ayah Arsa bukanlah orang sembarangan.

"Jadi kamu yang nabrak Arsa?" tanya sekali lagi ayah Arsa dengan suara yang semakin mengintimidasi.

"I-iya pak, maaf saya gak sengaja" pinta pria paruh baya itu dengan penuh ketakutan, hingga tanpa sadar ia berlutut di hadapan ayah Arsa.

Pria paruh baya itu bersujud tepat di bawah kaki ayah Arsa, memegang kaki ayah Arsa seolah-olah memohon untuk nyawanya.

"Maafkan saya pak, saya teledor dalam bermobil, jangan tuntut saya pak, saya tidak punya apa-apa" kata pria itu sembari menangis.

Asha yang melihat itu semua hanya bisa terdiam dengan hati yang tak tega. Ia merasa sangat kasihan kepada pria itu, tetapi dia juga kasihan kepada ayah Arsa.

Semua orang pasti akan memasang wajah ironi jika melihat kejadian itu, tetapi ayah Arsa sama sekali tak menunjukkan ekspresi apapun.

"Bermobil? Jadi hitungannya punya harta benda kan?" tanya ayah Arsa sembari mengelus-elus dagunya.

Asha, Cinta, dan pria itu sontak terkejut mendengar apa yang ayah Arsa tanyakan.

Sejak awal memang terlihat begitu aneh, saat anaknya kecelakaan motor begitu parah, mengapa ayah Arsa datang dengan begitu santai dan wajah yang datar?

Tak puas, ayah Arsa melihat ketiga orang di sekitarnya yang sedari tadi melihat dirinya dengan tatapan terkejut. Ia merasa bingung saat ini.

"Kenapa kalian melihat saya dengan tatapan seperti itu?" tanya ayah Arsa dengan tatapan yang tajam namun penuh tanda tanya.

"Pak, gara-gara kebodohan saya, anak bapak harus kritis sekarang..." jawab pria itu secara tiba-tiba mengakui semua kesalahannya begitu saja.

Ayah Arsa lalu menyipitkan matanya, seolah-olah berpikir dengan begitu kerasnya.

"Terus? Saya tidak peduli Arsa kenapa-napa," kata ayah Arsa sembari berlutut hingga sejajar dengan pria itu. Menatap matanya dengan penuh keseriusan.

Asha dan Cinta langsung terkejut begitu saja hingga mereka melihat satu sama lain.

Dalam hati, Asha bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dengan ayah Arsa hingga dia mengatakan hal kejam seperti itu.

"Yang saya pedulikan, Tuan, hanyalah ganti rugi. GANTI RUGI!" lanjut ayah Arsa dengan penuh penekanan sembari menunjuk-nunjuk dada pria itu.

"Om, anak om sekarat loh! Kok bisa malah mikirin harta?" potong Asha secara tiba-tiba tanpa sadar.

Ayah Arsa lalu mengedarkan pandangan ke arah Asha. Wajahnya kini berubah kembali menjadi datar dan ia berdiri secara perlahan.

"Siapa kamu?" tanya ayah Arsa sembari berjalan ke arah Asha dengan penuh kewibawaan.

Asha meneguk salivanya, tentu saja dia merasa sangat segan dengan ayah Arsa yang datang kepadanya bersama aura permusuhan.

Namun, Asha menolak gentar. "Saya pacarnya Arsa." Asha tidak memilih mundur, melainkan ikut berjalan ke depan ayah Arsa, lalu membalas tatapan tajam itu.

Di sisi lain, Cinta hanya bisa merinding melihat keberanian yang Asha tunjukkan untuk membela Arsa.

"Heh nona, kau gak tau seberapa mahal motornya itu" tegas ayah Arsa dengan nada suara yang sedikit nyaring.

"Terus? Nyawa gak ada harganya om sama se—" bantah Asha namun tiba-tiba ia terdiam.

"DIAM!!" bentak ayah Arsa dengan suara yang sangat nyaring dan menggelegar hingga bergema ke seluruh lorong rumah sakit.

Asha terdiam tanpa kata-kata, suara bentakan itu cukup untuk membuatnya trauma hingga terjatuh. Lalu menangis.

Dia tidak pernah menyangka sekalipun, bahwa Arsa memiliki ayah yang super monster seperti ini.

Cinta dengan sigap mendatangi Asha, mengelus-elus pundak Asha untuk menenangkannya. Namun, semakin lama tangisan Asha malah semakin terisak-isak.

Ayah Arsa menarik nafas panjang lalu berbalik ke arah pria yang menabrak anaknya itu.

"Kamu, kalau gak bisa balikin 60 juta rupiah dalam 24 jam. Siapkan diri untuk saya tuntut!" ancamnya lalu pergi dari ketiga orang tersebut dengan langkah yang cepat.

Sedari awal ternyata ayah Arsa sama sekali datang bukan untuk mengetahui bagaimana kabar anaknya, tetapi untuk menagih ganti rugi atas rusaknya motor.

Semua orang di sana baru kali ini bertemu dengan sosok ayah Arsa. Dan tidak pernah menyangka anak yang super friendly itu memiliki orang tua serusak ini.

"Cinta... Semua ini salah gwe, andai aja, andai gwe gak egois kemaren, pasti Arsa bakalan baik-baik aja" ungkap Asha sembari menangis.

"Enggak Asha, ini juga salah gw yang gagal jadi teman lo."

Pada akhirnya Cinta juga ikut menangis, dia merasa bersalah karena tidak bisa membantu Asha dan Arsa untuk segera berbaikan.

Pada akhirnya mereka saling merawat luka yang sama di masing-masing hati mereka.

Duduk berdua saling menghibur menunggu menunggu sang dokter keluar dari ruangan UGD, dan memberi kabar bagaimana kondisi Arsa sekarang.

Dan...

Pukul 02:41...

Asha dan Cinta ketiduran di rumah sakit itu sembari bersandar satu sama lain. Mereka tidak memperdulikan nyamuk yang berterbangan dan menggigit mereka.

Asha meskipun terlihat tidur, nyatanya dia masih berada dalam kondisi setengah sadar.

Pada saat dokter ruangan UGD keluar dan padahal hanya sedikit suara yang ditimbulkan oleh pintu. Asha terbangun begitu saja.

Asha melihat seorang dokter laki-laki keluar dari ruangan UGD itu dengan wajah yang begitu kelelahan.

Asha bangkit dari duduknya dan berjalan ke dokter itu dengan langkah begitu cepat.

"Bagaimana dok? Arsa..." tanya Asha dengan penuh harapan dan kecemasan. Suaranya bahkan begitu nyaring.

Dokter itu menunduk pelan lalu menggeleng, terpancar wajah yang begitu kecewa darinya.

Asha menarik nafas dengan berat, wajahnya benar-benar tidak bisa lagi berekspresi dengan semestinya.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin..." Akhirnya dokter itu membuka suaranya dengan kalimat keramat yang ditakutkan semua orang.

'Jangan bilang... Jangan katakan kalau Arsa benar-benar tiada?' batin Asha dengan tangan yang gemetar dan keringat dingin yang mengucur deras.

"Nyawanya memang berhasil diselamatkan, tapi..." Dokter itu ragu untuk melanjutkan.

Sekejap Asha merasa sangat tenang, tapi dia langsung merasa kesal karena dokter itu begitu bertele-tele.

Kekesalannya itu ia pancarkan dari dirinya yang menggigit bibirnya begitu saja dan tangan yang mengepal begitu keras.

"Kami belum bisa memastikan akan separah apa pengaruh geger otak yang dialaminya," jelas dokter itu dengan penuh keberanian, lalu berhenti sejenak menarik nafas.

"Tolong bersiap untuk kemungkinan terburuknya, mungkin saja fungsi berpikirnya akan terganggu. Sekian." Dokter itu lalu pergi dari hadapan Asha begitu saja.

Asha sebenarnya tak mengerti apa yang dokter itu jelaskan, tetapi hatinya begitu lega, sangat lega hingga dia menghembuskan nafasnya dengan kuat.

Ia lalu duduk kembali di sebelah Cinta yang masih tertidur. Perasaannya saat ini begitu senang nan riang gembira, mengetahui bahwa pujaan hatinya masih hidup.

"Arsa masih hidup... Dia masih hidup!" kata Asha kepada dirinya sendiri dengan senyuman yang begitu lebar.

Tangannya mengepal begitu kencang dan ia seperti ingin melompat saat itu saja.

Dia tidak peduli bagaimana geger otak mempengaruhi Arsa.

Hal penting saat ini dia tahu bahwa Asha masih hidup, masih akan dia lihat, dan masih akan terus memanggil namanya.

Tanpa ia sadari, ternyata Cinta memperhatikan Asha yang begitu kegirangan dengan senyum tipisnya.

"Selamat Asha, masih ada kesempatan kedua untuk lu" ucap Cinta kepada Asha yang turut senang akan kebahagiaan teman terbaiknya itu.

Asha lalu memeluk Cinta dengan begitu erat, dia tersenyum begitu lebar sembari tertawa. Tanpa sadar air mata haru jatuh membasahi pipinya.

"Ya Cinta..."

"Kesempatan kedua!" kata Asha.

TO BE CONTINUED

Horeeee gaa sii, Arsa akhirnya selamatttt wehhh, author aja seneng bangett asli, kegirangan sampe mau joget freefire 😭 hahahaha.

Eh eh eh, tapi klo gini koo malah jadi mirip ending ya 😱

'Tor jangan jangan ini cerpen doang ya?'

Wis bukan dong, jdi masih ada kelanjutannya ini, makanya follow gw biar dapat update selanjutnya.

Follow ig author ya!

@Jaaparr.

1
Maya Lara Faderik
sangat penasay..
tapi bikin Asha sungguh movie on Thor kalau bersama arsa itu menyakitkan jangan sia siakan airmataku ,..bahagiakan asha bersama orang lain juga supaya arsa merasakan kesakitan dan air mataku
jaaparr: Siapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!