NovelToon NovelToon
SURA Penahluk Siluman

SURA Penahluk Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana kabur

Memutar-mutar jari pada kulit Sura. "Katanya, kamu berhasil mengalahkan panglima Gola..."

"Hah?! Siapa yang bilang? Tidak, mana mungkin aku mengalahkannya." menggeleng cepat,

Sura begitu panik mendengar kabar angin yang bisa mengancam hidup. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan bagaimana raut kera besar itu jika mendengar kabar ini?

"Ingat ini... Semua yang kalian dengar, itu cuma berita bohong! Aku tidak sebanding dengan panglima Gola,"

"Jangan malu, Kelelawar sendiri yang menyebarkan kabar itu. Jadi beritanya tidak mungkin bohong!"

Mereka terus menghimpit, menarik paksa tubuh Sura yang berusaha menjauh.

"Dasar Kelelawar bodoh!" umpat Sura dalam hati,

"Dengar, kemarin aku memang menang tapi bukan melawan panglima Gola. Aku cuma menang melawan Kura, siluman reptil lemah..."

"Kalian kenal kan? Siluman reptil...Kura, cuma Kura." imbuh Sura terus menekan agar dianggap lemah,

Beruntung kemarin dia berhasil lolos dari amukan Gola. Namun jika kabar ini tersebar, kali ini Sura pasti takkan selamat.

"Kura?" serentak mereka tercengang,

Sura menganga, mulai senang mengira rencananya berhasil.

"Siluman yang punya cangkang keras itu, kan?"

"Jadi kamu mengalahkannya dengan tanganmu sendiri?"

"Aaa!! Aku jadi semakin menyukaimu..." seru siluman kelinci, mengusap-ngusap telinga panjangnya.

"Berhenti menyukaiku!!!" batin Sura meronta-ronta,

"Lho? Dulu kamu bilang, tidak akan tertarik dengan manusia!" tegur pelayan lain, seekor siluman babi.

"Itu kan dulu! Lagian cinta itu tidak bisa dipaksa. Iya kan, Sura?"

Dia memelas, mengedipkan mata, memandangi wajah Sura dengan penuh rayu.

"Sialan, pergi sana! Sura tidak suka wanita bertelinga panjang..."

"Kamu saja yang pergi! Sura tidak suka sama wanita buncit kayak kamu!"

"Sura, biarkan saja mereka bertengkar. Bagaimana kalau kita nikmati pemandangan ini sendiri," ajak pelayan berwujud siluman sigung.

Merangkul paksa dan menarik tubuh Sura menjauh dari dua pelayan yang masih beradu mulut.

"Hei! Dasar bau...berani-beraninya, kamu mencuri kesempatan!"

"Siapa yang kamu bilang bau?!"

"Apa kamu tidak sadar diri? Keringatmu itu bau busuk!"

"Lepaskan Sura!" sontak mereka kembali menarik tubuh Sura ke setiap sisi.

"Anu...apa kalian tidak ingin mendengar pendapatku?" lugas Sura tak dihiraukan,

Ketiganya terus saja berebut, saling tarik-menarik berusaha menguasai tubuh yang berdiri di tengah mereka.

Sura mengernyit, menggigit bibir bawah, sabar menunggu dan berharap mereka akan segera berdamai.

Namun ternyata butuh waktu lama, tenaga mereka terus saja bertambah. Sampai akhirnya tarikan itu merobek pakaian di tubuh Sura,

KREK!!

"Hhh...?" Sura tersentak kaget,

Bukan karena dadanya yang terekspos, tapi karena kehadiran wanita lain.

Tampak di kejauhan, Raja diam berpangku tangan menatap tajam ke arah keributan. Dari sudut pandangnya, Sura tampak asik bergurau dengan 3 pelayan istana.

Tatapan itu seakan mengatai Sura,

BUAYA DARAT!

MATA KERANJANG!

HIDUNG BELANG!

"Cih, memalukan." cibir Raja langsung berjalan pergi,

"Tunggu!"

Sura berlari pergi tanpa pamit, membuat 3 pelayan tadi kebingungan.

Berusaha menyusul langkah kaki yang begitu cepat menghilang. Sura berhenti di persimpangan lorong, menoleh ke segala sisi,

"Kemana dia tadi?"

Matanya terhenti melihat pada pintu kamar yang baru saja tertutup. Berpikir jika Raja ada di sana, kakinya langsung mendekat,

Namun malah mendapati Ratih sedang berdiri di dalam.

"Ratih? Kenapa kamu ada disini?"

Ratih tersentak, menoleh kebingungan bagai pencuri yang tertangkap basah.

"Anu, aku---" suaranya tertahan, keheranan melihat pakaian compang-camping di tubuh Sura.

Ratih menghampiri, dari dekat menemukan serpihan bulu, menempel di tubuh Sura yang berkeringat, bahkan mencium bau busuk.

"Apa yang mereka lakukan padamu?

"Ha? Ini---aku tadi habis dari halaman belakang," sahut Sura bingung menjelaskan,

Mana mungkin bercerita, kalau dia sedang diperebutkan para pelayan.

Sedangkan Ratih berpikir, Sura dipekerjakan paksa sebagai tukang bersing-bersih,

"Siapa yang mengantarmu kesini?"

Dia bertanya sembari melihat sekeliling, mencari keberadaan Raja. Namun tak ada siapapun, hanya ada mereka berdua,

"Tadi---aku datang bersama Raja,"

"Dimana dia sekarang?" tanya Sura antusias,

Ratih mematung heran melihat reaksi Sura. Bukan hanya percaya, tapi pria itu seakan tersihir, lebih mementingkan sosok yang tak ada di sana.

"Bima, ayo pergi dari sini!"

"Maksudku, tolong antarkan aku pulang."

"..." Sura terdiam, menatap dengan raut penuh tanda tanya.

"Semalam Raja berjanji, kalau aku berhasil membuat penawarnya...dia memperbolehkanku bertemu denganmu,"

"Oh, ya! Terima kasih untuk penawarnya. Berkat pertolonganmu, aku tidak jadi mati..." sahut Sura meringis,

"Jadi, apakah kamu bisa mengantarku pulang?"

"Tentu saja, ayo! Kita temui Raja, aku akan memintanya untuk mengantar---"

"Aku tadi sudah bertemu Raja. Dia sangat sibuk, katanya ada rapat mendadak dengan para tetua..." sanggah Ratih tergesa-gesa,

Seketika dia terdiam, menerbitkan senyum lemah lembut, nyaris saja menunjukkan niat aslinya.

Alih-alih mengajak kabur, Anubis menyuruh Ratih guna menipu Sura dengan berpura-pura memintanya ditemani keluar istana.

Lalu jika Sura tampak curiga, Ratih harus bisa mencari alasan dengan mengatas namakan sang Raja.

"Pantas, tadi dia langsung menghilang. Sepertinya lagi terburu-buru," batin Sura tak curiga.

"Rasa sukanya padaku tidak menurun. Padahal kita sudah lama tidak bertemu,"

Sura bergumam dalam pikiran, memandangi wanita berambut pendek yang tampak lebih kurus, kulit putihnya juga berubah kecoklatan.

"Padahal dia sangat menyukai rambut panjangnya. Sebenarnya apa yang terjadi?" benak Sura mulai penasaran,

"Kalau begitu, kita tunggu sampai Raja selesai rapat. Bagaimana?"

"Tidak bisa...aku sudah pergi terlalu lama, batas waktuku cuma sampai sore ini. Kalau sore nanti aku tidak pulang, tuan pasti membunuhku!"

"Jadi dia yang mengirimu ke sini?" lugas Sura penasaran.

Dia takkan menyangka kalau alasan itu hanyalah dusta. Kedatangan Ratih memang khusus demi pria yang dicintainya,

Tak...

Tak...

Tak...

Terdengar lirih suara langkah kaki di kejauhan. Ratih melirik panik ke arah pintu, jangan sampai ada siluman lain yang melihatnya di sana.

"Akanku ceritakan nanti, sekarang kita keluar dulu!" Ia bergegas menarik lengan Sura,

"Raja tidak bisa mengantar dan kalau menyuruh pengawal, takutnya ada rakyat yang salah paham...jadi dia menyiapkan kuda untuk kita,"

Ucapan Ratih berhasil membujuk Sura. Tanpa berkomentar pria itu mengikuti,

Hentak kaki mereka melesat cepat, melewati setiap lorong kosong tanpa penjaga.

"Dari mana kamu tahu jalan ini?"

"Sebelum menyusup, aku selalu mengawasi setiap sudut istana dari atas pagar." dustanya,

Padahal Anubis lah yang memberitahukan jalan pintas tercepat menuju gerbang belakang istana. Rute paling aman untuk mereka kabur,

Sebab jalan yang cukup rumit bahkan seringkali menyesatkan para pengawal. Raja tak pernah memperketat penjagaan di gerbang belakang,

"Yang Mulia, gawat! Penyusup itu kabur bersama Sura." sontak pengawal,

Siluman itu menunduk, memberi kabar pada Raja yang tengah berjalan dari ruang singgasana.

"..." Raja mengernyit, tangannya mengepal kuat.

Keheranan sebab baru saja dia melihat Sura bercanda ria dengan para pelayan. Merasa ada kejanggalan,

1
Lili
Seru thor😍
Lili
😍dapat rejeki banyak kalau gini
Anonymous
💪Gacor banget si Sura😍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!