NovelToon NovelToon
REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Tujuh tahun cinta, dibalas dengan kematian di tengah api. Di hari pernikahanku, aku baru tahu bahwa tunanganku, Aiden, telah memiliki anak dengan kakak tiriku.
Saat aku membuka mata, aku kembali ke masa lalu. Berdiri di depan pria yang paling ditakuti, Jerome Renfred. Dia adalah paman kandung Aiden—pria dingin yang diam-diam menangisi kerangkaku di kehidupan sebelumnya.
"Jadikan aku istrimu, Tuan Renfred. Mari kita hancurkan mereka bersama."
Aku hanya menginginkan pernikahan kontrak demi dendam. Namun, kenapa setiap kali aku terluka, pria dingin ini yang merintih kesakitan?
"Valerie, jangan pernah berpikir untuk pergi. Di mata dunia kita adalah kontrak, tapi di tempat tidurku, kamu adalah selamanya."
Aiden, bersiaplah memanggilku "Bibi". Karena sekarang, aku adalah milik pria yang paling kamu takuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Cinta di Antara Abu dan Tulang

Dunia tidak lagi memiliki warna bagi Valerie. Semuanya berubah menjadi abu-abu yang hampa. Sebagai roh, ia hanya bisa melayang di sudut gudang yang kini telah menjadi puing-puing hitam. Aroma bensin dan sisa daging yang terbakar masih tertinggal di udara, namun rasa sakit yang tadi menghancurkan tubuhnya telah sirna, digantikan oleh rasa dingin yang mencekam.

​Lalu, ia melihat pria itu.

​Sesosok pria berlari menerobos garis polisi dengan brutal. Rambutnya berantakan, jas hitam mahalnya ternoda jelaga dan debu. Jerome Renfred. Pria yang beberapa jam lalu membentaknya di dalam mobil, kini bersimpuh di atas tanah yang masih terasa panas.

​"Valerie... tidak... tidak mungkin!"

​Suara Jerome pecah. Itu adalah raungan keputusasaan yang tidak pernah Valerie duga bisa keluar dari manusia sedingin Jerome. Dengan tangan yang gemetar hebat, Jerome perlahan memunguti sisa-sisa tulang putih yang telah menghitam.

​Itu adalah sisa raga Valerie.

​Dengan kelembutan yang menyayat hati, Jerome menyusun kerangka itu ke dalam sebuah peti putih bersih yang sangat indah—peti yang ia pesan khusus dan ia atur setiap detailnya sendiri seolah tengah menyiapkan ranjang pengantin.

​"Maafkan aku... aku terlambat," bisik Jerome. Air matanya jatuh, membasahi tulang-belulang yang tak lagi bernyawa itu. Ia meletakkan mawar putih di atas tengkorak Valerie, lalu mencium jendela kaca peti itu dengan pengabdian yang nyaris gila.

​Valerie, yang selama ini menganggap Jerome sebagai musuh karena hasutan Aiden, hanya bisa menangis tanpa air mata menyaksikan pemandangan itu.

​Jerome tidak membiarkan kematian Valerie berlalu begitu saja. Dalam satu malam, ia menjelma menjadi iblis yang sesungguhnya.

​Valerie menyaksikan bagaimana Jerome menyeret Aiden dan Serena kembali ke gudang terkutuk itu. Aiden merangkak di lantai, kedua kakinya telah dihancurkan oleh anak buah Jerome tanpa ampun. Di sampingnya, Serena menjerit-jerit dengan wajah cantik yang kini penuh luka memar.

​"Paman! Tolong! Aku keponakanmu!" teriak Aiden histeris, memohon belas kasihan.

​Jerome berdiri di depan mereka, menggenggam foto pertunangan Valerie yang sudah hangus di tepinya. Matanya merah, tidak ada lagi jejak kemanusiaan di sana.

​"Keponakan?" Jerome terkekeh gelap, suara yang sanggup membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. "Aku tidak punya keponakan yang berani membakar jantungku hidup-hidup."

​Tanpa ragu, Jerome menyiramkan bensin ke sekeliling mereka dengan tangannya sendiri. Ia meniru setiap detail kekejaman yang mereka lakukan pada Valerie.

​"Kalian sangat menyukai api, bukan?" Jerome menyulut korek api emasnya. "Maka nikmatilah panasnya neraka yang kalian ciptakan sendiri."

​Wush!

​Api berkobar hebat. Valerie melihat Aiden dan Serena meronta-ronta, menjerit kesakitan saat api mulai melahap kulit mereka. Jerome tetap berdiri diam di depan kobaran itu. Matanya tidak berkedip sedikit pun, menonton musuhnya menjadi abu dengan kepuasan yang mengerikan.

​Hujan turun dengan deras, seolah ikut meratapi kebodohan yang pernah dilakukan Valerie semasa hidup. Sebagai roh, ia berdiri di samping nisan granit hitam yang masih basah. Nama yang terukir di sana terasa begitu asing sekaligus menyakitkan: Valerie Vaughn.

​Di depan gundukan tanah merah itu, Jerome Renfred berdiri tegak. Jas hitamnya basah kuyup, rambutnya lepek menutupi matanya yang hancur. Ia tidak lagi tampak seperti CEO agung yang ditakuti, ia hanya seorang pria yang kehilangan seluruh dunianya.

​"Tuan Jerome... mari kita kembali. Hujan semakin deras," bisik Raka, asistennya, dengan suara gemetar karena cemas.

​Jerome tidak bergerak. Tangannya mencengkeram nisan batu itu hingga buku jarinya memutih. "Raka... apakah dia kedinginan di bawah sana?"

​"Tuan..."

​"Dia takut gelap. Dia benci kesunyian," gumam Jerome dengan suara yang pecah berkeping-keping. "Dan aku... aku membiarkannya sendirian di dalam api itu."

​Tiba-tiba, Jerome merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan bening—racun saraf yang mematikan. Tanpa ragu, ia menenggak cairan itu hingga habis di depan makam Valerie.

​"Tuan! Apa yang Anda lakukan?!" Raka menjerit panik.

​Jerome menghiraukan teriakan itu. Dengan sisa tenaganya, ia melompat turun ke dalam liang lahat yang belum ditutup sempurna. Ia membuka paksa tutup peti putih milik Valerie. Di sana, di antara sisa abu dan tulang yang telah disusunnya rapi, Jerome merebahkan tubuhnya. Ia meringkuk di dalam peti yang sempit itu, memeluk kerangka Valerie dengan erat seolah wanita itu masih memiliki detak jantung.

​"Tutup petinya, Raka..." bisik Jerome saat darah hitam mulai mengalir dari bibirnya. "Biarkan aku di sini... bersamanya. Jangan pisahkan kami lagi. Aku sangat mencintainya."

​Napasnya tersengal, namun sebuah senyum tipis terukir saat ia mencium tengkorak dingin sang kekasih. "Tunggu aku, Val... kali ini, aku akan memelukmu selamanya..."

​Tangan Jerome yang gemetar perlahan terkulai di atas tulang rusuk Valerie. Pria itu mengembuskan napas terakhirnya di dalam peti yang sama, memeluk sisa raga Valerie dalam kegelapan abadi. Sesuai wasiat mengerikannya, mereka dikuburkan dalam satu peti—dua nyawa yang tak sempat bersatu di dunia, kini bersatu dalam kematian.

​Roh Valerie menjerit sejadi-jadinya di atas liang lahat. Ia ingin menarik Jerome keluar, ingin berteriak bahwa pria itu terlalu berharga untuk mati bersamanya.

​Jika Tuhan memberiku kesempatan... aku tidak akan membiarkan pria ini masuk ke dalam peti itu lagi. Aku akan menjadi alasan baginya untuk tetap hidup!

​Tepat saat sumpah itu terucap di dalam batinnya, sebuah cahaya putih yang menyilaukan menarik roh Valerie dengan paksa, menelan segala kegelapan dan penyesalannya.

...****************...

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jadi bingung ayah Jerome siapa kakeknya Aiden atau Silas yang kemaren mau membawa Valerie ketika salah paham di Kuil Jerome
Ariska Kamisa: maaf kakak itu aku revisi karna rancu kakak POV nya. 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
3 kli aj
Mifta Nurjanah
cie main lgi
Mifta Nurjanah
cie diunboxing
Aidil Kenzie Zie
berarti semua orang punya mata-mata
aditya rian
Jerome tidak tahu kah dia juga terlahir kembali ?
aditya rian
ini mah mistis jatuhnya
aditya rian
tuh kan jatuhnya dark romance ini sih
aditya rian
obsesinya serem sih
aditya rian
dark banget sih ini
aditya rian
ceritanya kompleks bukan hanya kelahiran kembali atau reinkarnasi tapi ditambahkan aroma aroma dark romance nya juga ini, karena obsesi Jerome itu menurut ku dark banget sampe dia mempersembahkan dirinya untuk merasakan hal yang sama dengan wanita yang di cintai nya.
aditya rian
mampir ahh
Aidil Kenzie Zie
nggak ada sapaan ayah mertua kah
Ariska Kamisa: menantu durhaka🤭🤣
total 1 replies
Aku Agni
Sukaaa
Aku Agni
lanjuutttttt
Aku Agni
fix ini mah bapak Blackwood
Aku Agni
obsesinya tu yg kecintaan banget ya
gaby
Tp kesannya malah jadi seolah2 Jerome melindungi Valeri bukan karena cinta, tp lebih karena ingin melindungi dirinya sendiri. Karena bila Valery luka, maka Jerome ikut merasakan sakitnya. Bisa2 Valeri salah paham, dkira Jeromi cuma berusaha melindungi dirinya sendiri
Ariska Kamisa: "Wah, jeli banget bacanya! Memang sisi 'egois' Jerome ini yang bikin hubungan mereka makin pelik. Tapi apakah Jerome benar-benar hanya takut sakit, atau justru dia rela menahan sakit itu supaya Valeri nggak ngerasain sendirian? Terus pantengin bab selanjutnya ya, karena Valeri bakal mulai ngerasain dilema yang sama!"🙏
total 1 replies
gaby
Ini namanya cinta sejati yg sehidup semati. Bila wanitanya terluka, sang pria ikut merqsakan sakitnya. Bukan kaya laki2 di luaran sana yg mengaku cinta mati ke istrinya, tp di belakang istri dia kawin lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!