Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Dasar Jurang dan Sang Naga Tulang
Angin bergemuruh di telinga Li Jian bak raungan ribuan iblis. Kecepatan jatuh mereka menembus kegelapan jurang semakin tidak masuk akal. Di pelukannya, Xiao Ling membenamkan wajahnya ke dada Li Jian, tubuhnya gemetar hebat menanti benturan mematikan yang tampaknya tak terhindarkan.
Namun, kepanikan tidak pernah ada dalam kamus Li Jian. Mata peraknya memindai kegelapan, mencari celah di antara bongkahan jembatan batu yang ikut runtuh bersama mereka.
"Buka matamu, Xiao Ling! Pegang leherku erat-erat!" teriak Li Jian mengalahkan deru angin.
Ia melepaskan pelukannya dari pinggang gadis itu, membiarkan Xiao Ling berpegangan padanya bak koala. Dengan kedua tangannya kini bebas, Li Jian menggenggam gagang Gerhana yang baru saja berevolusi.
Ia memutar tubuhnya di udara, mengarahkan kakinya ke salah satu bongkahan batu raksasa yang jatuh di dekat mereka. Menggunakan Seni Langkah Bintang Jatuh, ia menendang batu tersebut.
BOOM!
Batu itu hancur menjadi debu, namun daya tolaknya melontarkan tubuh Li Jian dan Xiao Ling melesat ke arah dinding jurang.
Begitu dinding batu hitam yang dipenuhi pedang patah itu berada dalam jangkauan, Li Jian mengayunkan Gerhana dan menancapkannya sekuat tenaga ke dinding tebing.
ZRAAAASSS!
Bilah energi es setipis sayap jangkrik pada sisi tumpul Gerhana mengiris batu keras itu bagai pisau panas membelah mentega. Bunga api bercampur serpihan es meledak ke segala arah. Pedang itu merobek dinding jurang menciptakan luka vertikal sepanjang ratusan meter, secara drastis mengerem kecepatan jatuh mereka.
Hawa Yin yang ekstrem menyalur dari pedang ke dinding, menciptakan jalur es panjang yang menahan beban mereka hingga akhirnya mereka meluncur turun dengan kecepatan yang aman.
Brak!
Sepatu bot Li Jian menghantam dasar jurang, menciptakan gelombang kejut kecil yang menyapu debu berusia ribuan tahun. Ia melepaskan Gerhana dari dinding tebing dan mengatur napasnya yang sedikit memburu.
"Kita sampai," ucap Li Jian, menurunkan Xiao Ling yang kakinya langsung lemas begitu menyentuh tanah. Gadis itu terengah-engah, wajahnya sepucat kertas, namun ia menyadari bahwa ia masih hidup.
Li Jian tidak membuang waktu menenangkan gadis itu. Pandangannya langsung terpaku pada pemandangan di hadapannya.
Dasar Makam Pedang Terlarang sama sekali tidak gelap. Tempat ini diterangi oleh pendaran cahaya biru kehitaman yang luar biasa indah namun mematikan. Tanah yang mereka pijak bukanlah batu, melainkan kristal es hitam yang memancarkan aura Yin yang sangat pekat.
Di tengah-tengah gua raksasa tersebut, melayang sebuah bola cairan seukuran kepala manusia. Cairan itu bergolak lambat, memancarkan pusaran energi murni yang membuat Dantian Li Jian berdenyut kelaparan.
"Inti Netherworld..." desah Yueyin di dalam pikiran Li Jian. Untuk pertama kalinya, suara Sang Kaisar Es terdengar bergetar karena emosi yang murni. "Energinya jauh lebih murni dari yang kuduga. Jika aku menyerap itu, aku tidak hanya akan pulih sepuluh persen, tapi aku bisa mewujudkan tubuh ilusiku di luar giok untuk waktu yang singkat. Ambil itu, Li Jian!"
Li Jian melangkah maju, tangannya terulur. Namun, baru tiga langkah ia berjalan, seluruh gua kristal itu bergetar hebat.
GRRRRRR...
Bukan suara geraman binatang buas biasa, melainkan suara ribuan pedang logam yang saling bergesekan.
Di belakang Inti Netherworld, terdapat sebuah gundukan raksasa yang awalnya dikira Li Jian sebagai tumpukan batu. Gundukan itu mulai bergerak. Perlahan-lahan, sesosok raksasa bangkit dari tidurnya.
Itu adalah seekor naga.
Namun, naga ini tidak memiliki daging atau sisik. Seluruh tubuhnya sepanjang tiga puluh meter tersusun dari tulang-belulang raksasa berwarna hitam legam. Setiap ruas tulangnya diukir dengan rune pedang kuno yang memancarkan kebencian. Di dalam rongga matanya yang kosong, menyala api jiwa berwarna biru pekat.
Naga Tulang Netherworld. Binatang buas penjaga yang lahir dari ribuan tahun endapan Niat Pedang dan Yin absolut.
Aura yang dipancarkannya menyapu gua tersebut seperti badai topan. Xiao Ling kembali terpelanting ke belakang, nyaris kehilangan kesadaran hanya karena terpaan auranya.
"Bina Pondasi tahap menengah," suara Yueyin kembali dingin dan tajam, memberikan peringatan mematikan. "Tulang-tulangnya telah bermutasi menyatu dengan logam pedang purba. Serangan fisik biasa tidak akan meninggalkan goresan sedikit pun padanya. Jangan ceroboh!"
Naga Tulang itu menundukkan tengkorak raksasanya, menatap Li Jian yang berdiri tegak bak semut di hadapannya. Rahangnya terbuka lebar, memperlihatkan barisan gigi yang terbuat dari patahan pedang-pedang legendaris.
ROAAAARR!
Semburan api jiwa berwarna biru bercampur badai pedang tak kasat mata meledak dari mulut sang naga, menyapu lurus ke arah Li Jian dengan tujuan melelehkan tubuh dan jiwanya menjadi ketiadaan.
Li Jian tidak gentar sedikit pun. Ia justru tertawa. Tawa yang menggema, menantang raungan sang naga kematian.
"Kau lahir dari kematian, dan aku adalah dewa yang akan memakan kematian itu sendiri!"
Li Jian memutar Gerhana di tangannya. Cairan Qi peraknya meledak maksimal, menutupi seluruh tubuhnya dalam zirah es absolut. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, bersiap menyambut semburan api jiwa sang Naga Tulang secara langsung.
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
semangat & lanjuuuut thor
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏