NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Di dalam kamar pelayan yang sempit namun sangat bersih di paviliun belakang mansion, Issaura sedang sibuk mengganti seprai bantalnya dengan gerakan menghentak-hentak kesal. Wajahnya yang cantik, meski tanpa riasan, tampak memerah karena emosi yang meluap.

"Apa katanya tadi? Jangan bawa masalah? Dasar Tuan Muda sombong! Sok berkuasa!" Issaura mengomel dengan suara berbisik, namun penuh penekanan. Mulutnya komat-kamit menirukan gaya bicara Logan yang dingin. "Dia pikir dia siapa? Polisi moral? Aku juga tidak sudi berada di sini kalau bukan karena ibu tiriku yang gila itu!"

Issaura mengibaskan bantalnya dengan keras hingga menimbulkan bunyi plak. "Wajahnya memang tampan, persis Tuan Zion, tapi sifatnya... ugh! Dingin sekali, seperti kulkas dua pintu. Pantas saja orang-orang memanggilnya Pangeran Es."

AIa tidak menyadari bahwa di ruang kerja pribadi yang terhubung dengan sistem keamanan mansion, Logan sedang duduk santai di depan deretan layar monitor CCTV. Salah satu layar menampilkan sudut kamar pelayan (area umum, bukan area privasi) di mana Issaura tampak sangat sibuk awal menggerutu sendiri.

Logan menyandarkan punggungnya, satu tangannya memutar-mutar bolpen platinum milik ayahnya. Di depannya, sebuah map digital yang dikirimkan oleh Cris sudah terbuka.

Data: Issaura Clarissa. Status: Melarikan diri dari perjodohan paksa keluarga konglomerat tekstil.

Logan hanya menatap layar itu dengan datar. Setelah mengetahui latar belakang Issaura, ia merasa sedikit tenang. Gadis ini bukan ancaman bagi keamanan keluarganya. Menurut analisisnya, Issaura hanyalah seorang gadis malang yang mencoba bertahan hidup.

Namun, ada satu hal yang membuat Logan tetap waspada dan bersikap sangat kasar pada Issaura: Trauma Fans Fanatik.

Sebagai putra tunggal keluarga Lopez yang memiliki wajah bak model dan kekayaan tak berseri, Logan sudah kenyang menghadapi kegilaan para wanita di kampus. Ia pernah mendapati seorang mahasiswi menyuap satpam hanya untuk masuk ke lokernya, bahkan ada yang pernah nekat menyamar menjadi staf kebersihan di kampus hanya untuk mencuri botol minum bekasnya.

Itulah ketakutan terbesar Logan. Ia tidak ingin privasi Mommy dan Daddy-nya terganggu oleh penyusup yang menyamar menjadi pelayan hanya untuk mendekatinya.

"Jika dia memang fans fanatik yang menyamar, dia aktris yang sangat hebat," gumam Logan pelan sambil melihat Issaura yang sekarang sedang memarahi bantalnya sendiri karena salah posisi.

Sore harinya, Zion berjalan masuk ke ruang kerja Logan. Pria itu baru saja kembali dari pertemuan klub otomotifnya. Ia melihat putranya masih menatap layar monitor yang menampilkan aktivitas di paviliun belakang.

"Masih mengawasi pelayan baru itu, Logan?" tanya Zion sambil terkekeh, ia duduk di sofa kulit di seberang meja Logan.

"Aku hanya memastikan dia bukan salah satu dari gadis-gadis gila di kampusku, Dad," jawab Logan tanpa mengalihkan pandangan. "Kau tahu sendiri bagaimana mereka. Aku tidak ingin Mommy merasa tidak nyaman di rumahnya sendiri karena ada orang asing yang mencoba memotret kamar kita diam-diam."

Zion menggelengkan kepalanya melihat sifat anaknya yang sangat waspada—atau lebih tepatnya, sangat skeptis terhadap lawan jenis. "Logan, Logan... kau ini benar-benar duplikat Cassie dalam hal kecurigaan. Tapi dengar, aku sudah bicara dengan Bi Sumi. Gadis itu bekerja dengan sangat baik. Dia bahkan tidak berani menatap wajahku saat aku lewat."

"Itu mungkin bagian dari aktingnya," bantah Logan.

Zion tertawa terbahak-bahak. "Haha! Kau terlalu percaya diri, Nak. Memang kau tampan, tapi tidak semua wanita di dunia ini ingin menyusup ke rumahmu hanya untuk melihatmu tidur. Kadang-kadang, seseorang benar-benar hanya butuh perlindungan."

Zion berdiri, menepuk bahu Logan dengan kuat. "Jangan terlalu keras padanya. Dia mengingatkanku pada Mommy-mu saat di London. Berlari sendirian, ketakutan, namun tetap berusaha terlihat angkuh. Jika kau terus mengintimidasi dia, aku yang akan melaporkanmu pada Mommy."

"Haha! Nikmati saja permainan detektifmu ini. Tapi ingat, jangan sampai kau sendiri yang terjebak dalam pesona pelayan yang kau benci itu," goda Zion sebelum keluar dari ruangan.

Malam itu, Issaura merasa sangat haus. Ia memutuskan untuk keluar dari paviliun menuju dapur utama untuk mengambil air minum. Ia berjalan dengan sangat pelan, berusaha tidak menimbulkan suara di atas lantai kayu yang mewah.

Namun, saat ia berbelok di dekat ruang perpustakaan, ia menabrak sesuatu yang keras. Sangat keras.

"Aduh!" Issaura memegangi dahinya.

"Sudah kubilang jangan bawa masalah, dan sekarang kau malah berkeliaran di tengah malam seperti pencuri," suara dingin itu menusuk indra pendengar Issaura.

Issaura mendongak. Di sana, Logan berdiri dengan mengenakan kaos oblong hitam dan celana training, tampak jauh lebih santai namun tetap saja menyeramkan.

"S-saya hanya haus, Tuan Muda," jawab Issaura, mencoba memasang wajah sedingin mungkin meski jantungnya berdegup kencang karena takut ketahuan identitas aslinya. "Apa minum air juga termasuk membawa masalah di rumah ini?"

Logan menyipitkan mata, ia melangkah maju, membuat Issaura terpaksa mundur hingga punggungnya menyentuh dinding. Logan mendekatkan wajahnya, menatap lurus ke balik kacamata besar Issaura.

"Jika kau haus, ada air di paviliun pelayan. Kenapa harus ke dapur utama?" tanya Logan penuh selidik. "Apa kau sedang mencari jalan menuju kamarku? Atau mencoba memasang alat penyadap?"

Issaura membelalakkan matanya. "Apa?! Tuan Muda benar-benar... sombong sekali! Siapa juga yang mau ke kamar Anda? Saya lebih baik tidur di gudang daripada harus melihat wajah ketus Anda setiap hari!"

Issaura segera mendorong dada Logan dengan kedua tangannya, sebuah tindakan yang sangat berani bagi seorang pelayan, dan berlari kembali ke paviliunnya tanpa membawa air minum.

Logan terpaku di tempatnya. Ia menyentuh dadanya yang baru saja didorong oleh Issaura. Sentuhan itu... kecil, namun bertenaga. Dan yang paling penting, tatapan mata Issaura tadi bukanlah tatapan memuja seorang fans. Itu adalah tatapan kemarahan yang murni.

"Dia benar-benar bukan fans gila," pikir Logan dalam hati.

Di kamarnya, Issaura kembali komat-kamit. "Gila! Dia benar-benar gila! Dia pikir aku ini apa? Fansnya? Dasar narsis! Aku harus segera keluar dari rumah ini sebelum aku mati karena tekanan batin!"

Sementara itu, di kamar utama, Zion yang sedang membaca buku melirik Cassie yang sedang tertawa kecil melihat sesuatu di ponselnya.

"Ada apa, Cass?"

"Lihat ini," Cassie menunjukkan layar CCTV yang ia akses dari ponselnya, menampilkan adegan Issaura mendorong Logan di lorong. "Anakmu baru saja ditolak oleh seorang pelayan. Ini rekor baru bagi seorang Logan Mateo Lopez."

Zion tertawa puas. "Aku suka gadis itu. Dia punya nyali. Chicago akan menjadi sangat menarik sebentar lagi."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!