NovelToon NovelToon
MENOPANG LANGIT Di ATAP YANG ASING

MENOPANG LANGIT Di ATAP YANG ASING

Status: tamat
Genre:Slice of Life / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Hamil di luar nikah / Berbaikan / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi orang lain, ia adalah definisi kemandirian yang sempurna. Namun, di balik punggungnya yang tegap, tersimpan luka yang tak pernah dipeluk siapa pun.

Ia tumbuh dalam rumah yang penuh, tetapi merasa seperti yatim piatu di tengah hiruk-pikuknya. Sejak kecil, ia dipaksa menelan rindu pada orang tua yang merantau, hanya untuk kembali dan mendapati dirinya sebagai orang asing yang selalu salah. Tanpa pembelaan, tanpa kasih sayang, ia belajar satu hal: satu-satunya orang yang bisa ia andalkan adalah dirinya sendiri.

Namun, sampai kapan seseorang bisa terus menjadi "langit" yang kokoh tanpa pernah runtuh? Ketika semua keinginan harus dipenuhi sendiri dan setiap air mata harus disembunyikan, ia mulai kehilangan jejak akan perasaannya sendiri.


Di rumah yang seharusnya menjadi pelabuhan, ia justru tenggelam dalam kesepian yang paling sunyi. Mampukah ia menemukan jalan pulang ke dirinya sendiri, ataukah ia akan terus menopang langit itu sampai hancur berkeping-keping?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Malam di Uluwatu terasa magis. Restoran yang dipilih Pradipta terletak di bibir tebing, di mana suara deburan ombak Samudra Hindia yang menghantam karang menjadi musik latar yang alami. Cahaya lilin kecil di atas meja kayu mereka menari-nari ditiup angin laut yang sejuk.

Alana sudah mengganti pakaian proyeknya dengan gaun slip dress satin berwarna hitam yang sederhana namun elegan. Rambutnya yang biasa diikat rapi kini dibiarkan tergerai. Pradipta, yang mengenakan kemeja linen putih, menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara kekaguman dan rasa hormat.

"Kamu tampak... sangat berbeda malam ini, Alana," ujar Pradipta setelah pelayan menyajikan dua gelas wine merah. "Bukan seperti asisten manajer yang selalu mencatat jadwal saya."

Alana tersenyum tipis, jemarinya memainkan tangkai gelas. "Mungkin karena untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, saya tidak merasa sedang dikejar oleh hantu-hantu tagihan atau rasa bersalah, Pak."

Pradipta terdiam sejenak, lalu menyesap minumannya. "Berhenti memanggil saya 'Pak' untuk malam ini. Di luar kantor, saya hanya Pradipta."

Keheningan yang nyaman menyelimuti mereka. Alana menatap lampu-lampu kapal nelayan di kejauhan, lalu memberanikan diri bertanya. "Tadi di pesawat, Anda bilang Anda juga pernah menjadi 'batu karang'. Apa yang terjadi, Pradipta?"

Pradipta meletakkan gelasnya, tatapannya menerawang jauh ke arah kegelapan laut.

"Sepuluh tahun lalu, saya adalah Alana versi pria," Pradipta memulai dengan suara rendah. "Saya anak tunggal yang memikul semua ambisi ayah saya. Saya bekerja delapan belas jam sehari untuk menyelamatkan perusahaan keluarga yang hampir bangkrut. Saya tidak punya teman, tidak punya waktu untuk jatuh cinta, bahkan tidak punya waktu untuk berduka saat ibu saya meninggal."

Alana mendengarkan dengan saksama. Ia tidak menyangka pria sekuat Pradipta memiliki luka yang serupa.

"Ayah saya terus menuntut lebih. Saat saya berhasil menyelamatkan perusahaan, dia meminta saya membeli aset-aset mewah untuk gengsinya. Sampai suatu hari, saya tumbang. Serangan jantung ringan di usia tiga puluh dua," lanjut Pradipta. "Dan kamu tahu apa yang ayah saya katakan saat saya di rumah sakit? Dia tidak bertanya apakah saya sakit. Dia bertanya, 'Siapa yang akan menandatangani kontrak besok kalau kamu di sini?'"

Alana merasakan dadanya berdenyut perih. Ia seolah bercermin pada kisah itu. "Lalu, apa yang Anda lakukan?"

"Saya berhenti," jawab Pradipta tegas. "Saya menjual semua saham saya di perusahaan keluarga, memutus akses keuangan ayah saya selama setahun, dan pindah ke luar negeri. Saya hancur berkeping-keping sebelum akhirnya membangun diri saya kembali dari nol. Itulah sebabnya saya mengenali retakan di matamu, Alana. Karena saya pernah memilikinya."

Pradipta menjangkau tangan Alana di atas meja, menyentuhnya dengan lembut namun memberikan kekuatan. "Kamu tidak perlu hancur sampai masuk rumah sakit seperti saya untuk menyadari bahwa kamu berharga, Alana."

Mata Alana berkaca-kaca. Bukan karena sedih, tapi karena merasa divalidasi. Selama ini ia merasa sendirian dalam penderitaannya, dianggap sebagai anak yang "beruntung" karena sukses, padahal kesuksesannya adalah penjara.

"Terima kasih sudah membagi cerita itu," bisik Alana. "Saya merasa... tidak lagi seperti orang aneh yang egois karena meninggalkan rumah."

"Kamu tidak egois," Pradipta menatapnya tajam. "Kamu hanya sedang belajar untuk tidak tenggelam bersama orang-orang yang menolak untuk belajar berenang."

Malam itu, di bawah taburan bintang di langit Bali, Alana merasa sebuah beban besar benar-benar terangkat dari pundaknya. Untuk pertama kalinya, ia melihat masa depan bukan sebagai deretan kewajiban, melainkan sebagai kemungkinan. Dan di hadapannya, ada Pradipta—pria yang bukan hanya atasannya, tapi seseorang yang memahami bahasa sunyinya.

1
falea sezi
resain lah oon
falea sezi
jangan betele tele
falea sezi
prett bgt muter doank. g jelas. ne novel. pantes g ada like wong peran utama. oon bkin mual
Lilack Sunrise: pakai lah bahasa Indonesia yang baik dan benar , kamu kayaknya yang oon semua tulisan di kasih titik.gagap loe
total 1 replies
falea sezi
resain pergi jauh dr. dipta yg. plin plan. pengecut dr ortu toxic
falea sezi
Resain aja alana pradipta aja goblok
falea sezi
bodoh di manfaatnya ortunya diem aja pergi lah bego
Desi Santiani
yaa tamat thor
RM
bagus bgt kenapa sepi pembaca y
byyyycaaaa: Terim ma


terimakasih sudah mampir kak🙏🤗
total 1 replies
RM
bagus banget kenpa sepi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!