NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam

Malam itu, Queenstown dibalut badai salju tipis yang membuat suasana di dalam kamar Kenneth terasa semakin terisolasi dan panas.

Hazel kembali ke sana, tidak lagi dengan keraguan, melainkan dengan rasa lapar akan pengkhianatan yang nyata.

Di atas ranjang besar berbahan sutra gelap itu, Hazel membiarkan Kenneth kembali menguasainya. Suasana sangat intens, hanya terdengar suara napas yang memburu dan gesekan kulit yang memanas.

Kenneth bergerak dengan dominasi yang tenang namun menuntut, seolah setiap sentakannya adalah cara ia menegaskan bahwa Hazel adalah miliknya, bukan milik James.

Sambil melingkarkan kakinya di pinggang kokoh Kenneth, Hazel mendongak, matanya sayu akibat gairah namun bibirnya menyunggingkan senyum sinis.

Di tengah sentakan yang membuatnya terus mendesah nikmat, ia mulai bercerita.

"Ken... kau tahu apa yang paling lucu?" bisik Hazel, suaranya terputus-putus saat Kenneth mencium lehernya dengan kasar.

"James... dia begitu bangga dengan aktingnya. Tadi siang, dia menatap mataku dan bersumpah bahwa dia merasa berdosa karena terus merasa bergairah padaku, tapi dia harus menahannya demi pernikahanku nanti."

Hazel tertawa rendah, sebuah tawa yang terdengar sangat kontras dengan teriakan nikmatnya. "Dia begitu pintar menipu. Dia bilang tangannya gemetar setiap kali menyentuhku karena dia takut terlepaskan... padahal aku tahu, tangannya gemetar karena dia baru saja kelelahan memuaskan wanita lain di ruang musik."

Kenneth berhenti sejenak, menumpu tubuhnya dengan kedua tangan, menatap Hazel tepat di manik matanya. Ia menyapu keringat di dahi Hazel dengan ibu jarinya yang dingin.

"Dan kau tetap tersenyum padanya?" tanya Kenneth, suaranya serak dan berat.

"Aku tersenyum sangat manis, Ken," sahut Hazel sambil menarik tengkuk Kenneth agar wajah mereka kembali sejajar. "Aku bahkan memujinya sebagai pria paling terhormat di New Zealand. Dia sangat puas mendengar itu. Dia tidak tahu kalau saat dia membual tentang kesucian, aku justru membayangkan bagaimana rasanya kau berada di dalamku seperti ini."

Mendengar itu, gairah Kenneth seolah tersulut lebih hebat. Ia tidak suka berbagi, bahkan hanya dalam sebuah sandiwara. Kenneth kembali membungkam bibir Hazel dengan ciuman yang menuntut, sementara junior nya kembali bekerja dengan kekuatan penuh, menghujam Hazel tanpa ampun.

Hazel berteriak keras, suaranya menggema di ruangan itu. Ia menikmati setiap rasa sesak dan penuh yang diberikan Kenneth. Baginya, rasa sakit dan kenikmatan dari Kenneth jauh lebih jujur daripada setiap kata-kata manis yang keluar dari mulut murahan James.

"Terus, Ken... buat aku lupa kalau pria menjijikkan itu pernah menyentuh tanganku," racun Hazel di sela desahannya.

Kenneth tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mempercepat temponya, memastikan bahwa malam ini, Hazel benar-benar kehilangan suaranya hanya untuk menyebut namanya, bukan nama sahabatnya yang malang itu.

Mereka terjebak dalam lingkaran gairah yang kotor namun memabukkan, sementara James di luar sana masih merasa sebagai pemenang dalam permainan yang sebenarnya sudah ia kalahkan sejak awal.

Suasana kamar yang tadinya dipenuhi suara desahan berat kini perlahan menjadi sunyi, hanya menyisakan deru napas yang saling bersahutan.

Hazel menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenneth yang masih naik-turun, jarinya menelusuri garis otot di perut pria itu yang masih terasa tegang.

"Ken," panggil Hazel pelan, suaranya serak dan sensual di bawah temaram lampu kamar. "Siapa wanita yang tidur denganmu pertama kali? Wanita yang mendapatkan malam pertamamu?"

Hazel menjeda sejenak, ada kilat kecemburuan sekaligus rasa penasaran di matanya. "Kurasa wanita itu sangat beruntung. Kau... kau jauh lebih hebat dari apa yang pernah kubayangkan tentang seorang pria."

Kenneth tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang sekali ia perlihatkan pada dunia. Ia mengelus rambut Hazel dengan lembut, lalu mengecup kuncup telinganya.

"Kau ingin tahu?" bisik Kenneth rendah. "Wanita itu... adalah orang yang sekarang sedang berada di pelukanku. Kaulah orang yang beruntung itu, Hazel."

Hazel tertegun. Ia melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh untuk menatap wajah Kenneth, mencari tanda-tanda kebohongan di sana. Namun, mata Kenneth tetap tenang dan sedingin es, jujur tanpa celah.

Hazel kemudian tertawa hambar, kepalanya menggeleng pelan.

"Jangan bercanda, Ken," ucap Hazel sinis. "Kau penguasa di sini. Kau punya segalanya. Bagaimana mungkin pria seperti Kenneth Karl Graciano tidak pernah menyentuh wanita hingga usiaku datang padamu?"

Hazel mencondongkan tubuhnya, membisikkan sesuatu yang berani di depan wajah Kenneth. "Malam ini... aku sedang tidak dalam masa subur. Dan karena aku sedang merasa sangat bahagia bisa mengkhianati James bersamamu, aku akan memilih untuk percaya pada kebohongan manismu itu. Kau boleh mendesah atas namaku, Ken. Kau boleh melepaskan segalanya di dalam sini, sesukamu."

Hazel menarik napas panjang, matanya menatap tajam ke arah Kenneth.

"Tapi jujur padaku... apakah yang dikatakan Aiden waktu itu benar? Bahwa kau... kau benar-benar masih murni sebelum malam ini?"

Kenneth meraih pinggang Hazel, menariknya kembali hingga tubuh mereka tidak menyisakan jarak sedikit pun. Ia membiarkan Hazel merasakan kehangatan dan ketegangan tubuhnya yang kembali bangkit.

"Aiden jarang sekali bicara benar, tapi kali ini... dia tidak salah," ujar Kenneth, suaranya terdengar seperti janji yang sakral. "Aku tidak pernah membiarkan sembarang orang menyentuhku. Bagiku, tubuh adalah tentang kendali. Dan aku hanya memberikan kendali itu pada seseorang yang layak mendapatkannya."

Kenneth membalikkan posisi mereka, kini mengurung Hazel di bawah tubuhnya yang dominan. "Aku tidak peduli kau percaya atau tidak tentang status murni itu, Hazel. Yang perlu kau tahu hanya satu, sejak awal aku melihatmu di bawah pohon Oak itu, aku sudah memutuskan bahwa hanya kau yang boleh merasakan bagaimana rasanya menjadi milik seorang Graciano."

Tanpa menunggu balasan lagi, Kenneth membungkam bibir Hazel, menyatukan kembali tubuh mereka dalam gairah yang lebih liar dari sebelumnya.

Kali ini, setiap sentakan Kenneth seolah membuktikan bahwa ia memang baru saja menemukan rumah untuk seluruh hasrat yang selama ini ia kunci rapat.

Hazel hanya bisa memejamkan mata, berteriak nikmat saat Kenneth benar-benar melepaskan segalanya di dalam dirinya, menyebut nama Hazel dengan nada yang begitu posesif dan penuh pemujaan.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍🥰

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!