NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:121.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Mark Smith—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di Universitas of Oxford tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Mark pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Mark bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Mark tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Simfoni di Ruang Terlarang

...–Balasan yang Tak Terduga–...

Suasana makan malam di mansion Smith malam itu terasa sangat aneh. Keheningan yang tercipta bukan lagi keheningan yang dingin dan menusuk, melainkan keheningan yang penuh dengan ketegangan yang sulit dijelaskan.

Sheena hanya menunduk, sibuk mengaduk-aduk sup di mangkuknya tanpa benar-benar memakannya. Pipinya masih terasa hangat setiap kali teringat kejadian di mobil tadi sore. Sementara itu, Mark yang duduk di ujung meja tampak beberapa kali berdehem, mencoba memotong kesunyian namun suaranya seolah tertahan di tenggorokan.

"Sheena," panggil Mark akhirnya. Suaranya rendah dan serak, membuat Sheena tersentak kecil.

"Y-ya?" Sheena mendongak sedikit, namun segera membuang muka saat matanya bertemu dengan tatapan Mark yang gelap dan intens.

"Soal yang di mobil tadi..." Mark menjeda kalimatnya. Ia meletakkan sendoknya, lalu bangkit berdiri. Postur tubuhnya yang menjulang membuat ruang makan itu terasa sempit seketika. "Ikut aku ke ruang kerja sebentar. Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu sebagai balasan."

Sheena mengerutkan kening. Balasan? Balasan apa? Dengan langkah ragu, ia mengekor di belakang Mark menuju lantai atas.

Sheena melangkah ragu mengikuti Mark masuk ke dalam ruang kerjanya. Begitu pintu terbuka, langkahnya terhenti seketika. Matanya membulat, menatap sekeliling dengan binar kekaguman yang tidak bisa disembunyikan.

Ruangan itu sangat luas, lebih menyerupai sebuah galeri musik pribadi daripada ruang kerja seorang CEO. Di salah satu sudut, jejeran gitar akustik dan elektrik tersusun cantik di dinding, berkilau di bawah lampu temaram. Di dekat jendela besar, sebuah set drum lengkap berdiri dengan gagah, bersanding dengan sebuah grand piano hitam yang tampak sangat elegan.

"Mark... ini semua milikmu?" Bisik Sheena takjub. Ia berjalan mendekat, jemarinya hampir menyentuh tuts piano yang dingin. "Indah sekali. Aku tidak tahu kau menyukai musik sehebat ini."

Sheena menoleh ke arah Mark dengan senyum tulus, sebuah pemandangan yang seketika membuat napas Mark tercekat. Namun, pria itu tidak sedang ingin membahas koleksi musiknya. Tujuannya membawa Sheena ke sini jauh lebih mendesak.

Mark berjalan mendekat tanpa suara. Ia tidak berhenti sampai jarak di antara mereka hilang sama sekali. Sheena yang merasa suasana mendadak berubah menjadi intens, perlahan mundur hingga punggungnya menyentuh tepian piano.

"Kau menyukainya?" Tanya Mark, suaranya rendah dan dalam, bergema di antara instrumen musik di ruangan itu.

"Ya... sangat suka," jawab Sheena pelan, ia mulai merasa gugup dan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata kelam Mark.

Mark mengulurkan tangan, mengangkat dagu Sheena dengan lembut agar gadis itu kembali menatapnya. "Ada yang lebih indah daripada ruangan ini, Sheena. Dan dia sedang berdiri tepat di depanku."

Wajah Sheena merona hebat. Ia meremas ujung bajunya, merasa dunianya seolah berputar. "Mark, kau—"

Kalimat Sheena terhenti saat Matthias menunduk. Dengan sangat perlahan—memberi waktu jika Sheena ingin menolak—Mark menempelkan bibirnya di atas bibir Sheena.

Berbeda dengan ketegangan di parkiran tadi siang, ciuman ini terasa sangat lembut dan penuh perasaan. Sheena tertegun, matanya perlahan terpejam saat merasakan kelembutan yang tak terduga dari pria yang biasanya bersikap kaku itu. Ia tidak memberontak, tangannya yang gemetar justru meremas baju kaos milik Mark, membalas sentuhan itu dengan malu-malu.

Hanya ada suara detak jantung mereka yang saling bersahutan di tengah kesunyian ruang musik itu.

Saat Mark akhirnya melepaskan tautan mereka, ia menempelkan dahinya ke dahi Sheena. Ia bisa melihat betapa merahnya wajah istrinya saat ini, dan itu adalah pemandangan paling cantik yang pernah ia lihat.

"Itu balasan untuk yang tadi sore," bisik Mark lembut.

Sheena menggigit bibir bawahnya, benar-benar kehilangan kata-kata. Rasa malu yang luar biasa menyergapnya, membuatnya tidak sanggup berlama-lama menatap pria itu. Dengan gerakan kikuk, ia memutar tubuhnya dan bergegas keluar dari ruangan itu.

"Aku... aku mau tidur!" Serunya kecil sambil setengah berlari, meninggalkan Mark yang masih berdiri di samping pianonya.

Mark menatap kepergian Sheena dengan senyum tipis yang tak kunjung hilang. Ia menyentuh tuts piano, menekan satu nada rendah yang berdenting indah di ruangan itu—sama indahnya dengan perasaan yang mulai bersemi di hatinya malam ini.

1
Edel1215
Saran thor: umur mark 34 tahunan, kalo 24 tu berasa masih mudah bgt, org umum kalo tamat kuliah itu 21 atau 22. Jd berasa bocah sm bocah
W.s • Bae: no sayang, ini sudah segala perhitungan. usia 24 itu lulusan S2. sesuai perhitungan angka usia^^😍
total 1 replies
Fajar Mulia Fitri Maharani
keren cerita nya thor😍
Witha.tarti
Telat ...untuk membaca ini...
Dara Fitriani
seru ceritanya
Inarrr Ulfah
monyat gak tuh🤣🤣🤣
destiana
keren🥰🥰
destiana
aaaaaaaaaa🤗🤗🤗 keren banget ceritanya Thor😘😘😘
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Sri Menanti
mantap thorrrr... 🥰🥰😍keren karya mu.
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
W.s • Bae: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
W.s • Bae: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!