Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 6
"Elea, ayolah ...aku minta uang!" rengek Gahzi saat mereka berada di dalam kamar.
Elea sedang bermain game di ponselnya, hanya melirik sekilas ke arah sang suami yang mendekat ke arahnya.
"Berisik Bang ah! Ini aku lagi push range tau!" kesal Elea.
"Makanya biar aku nggak ganggu kamu, cepat kirim aku uang, dua puluh juta saja cukup!" kembali Ghazi merengek kepada Elea.
"Nggak ada! Lagian buat apa sih masih mainan sama para cewek itu! Kamu emangnya nggak takut nanti kena apes gegara mereka? hari apes itu gak pernah tercantum di kalender! Nggak semua dari mereka itu cuma memanfaatkan uang dan Popularitas kamu saja, akan ada wanita yang ingin mendapatkan lebih dari sekedar itu. kamu tau apa itu? Status dan pengakuan jelas darimu, karena dia lebih pintar! Dengan begitu akan mendapatkan keuntungan lebih banyak! Uang mengalir deras dan menjadi Nyonya Gabin Ardhani!" omel Elea tanpa melihat ke arah suaminya.
"Sudah aku katakan carilah wanita yang beneran kamu sukai dan layak kamu jadikan istri menggantikan aku kelak. Agar aku juga bisa mencari jodohku yang sesungguhnya, pria yang mencintai dan juga mencintaiku. Menjadikan akurat tuh satu-satunya di rumah dan di hatinya. Tidak sperti kamu! Ratunya cuma ngontrak beberapa hari kayak hotel doang! Berhenti bermain-main!" Cerocos Elea kembali.
"Ah elah, berat banget ucapanmu! Malah makin bikin aku pusing tau! Ayolah tolong aku sekali ini saja Elea, aku udah terlanjur janji kepada dia! Uang Lima juta mana cukup!" kembali Ghazi merengek.
"Tidak ada! Aku nanti yang kena omel papi! Males kalau berdebat sama bapak-bapak rempong! Urusannya akan sangat panjang! Tahan aja keinginanmu itu, bilang aja sakit perut jadi nggak bisa dating apalagi sampai ke ho-tel seperti biasanya!" jawab Elea membuat Ghazi kesal dan mengambil ponsel Elea.
"Balikin Ghazi... Kamu ini kenapa sih!", kesal Elea.
"Heh dengar Elea! Aku ini memang sering gonta-ganti cewek cantik untuma ku ajak makan atau sekedar menemani aku ke acara! Tapi aku tak pernah sampai melakukan hal yang ada di dalam otakmu itu! Aku masih tau batasan!" kesal Ghazi karena otak Elea isinya gak buruk tentang dia.
"Terserah! Tapi intinya kamu bukan pria baik dan setia! Bukan tipe aku juga, bodo amat! Tapi selagi masih menikah dengan aku! Ikuti aturan yang sudah kita sepakati bersama dengan kedua orang tua kita juga! Lagian aku tak peduli kamu mau ngapain sama mereka!" jawab Elea membuat Ghazi menatap sekilas ke arah Elea yang terlihat kesal padanya.
Elea terus mencoba mengambil ponselnya di tangan Ghazi yang malah di angkat tinggi-tinggi sedangkan Elea tak bisa menjangkaunya karena Ghazi lebih tinggi darinya. Elea beberapa kali meloncat mengambil ponsel di tangan suaminya. Hal itu membuat Ghazi terkekeh, karena Elea tak bisa menjangkaunya juga. Malah Ghazi semakin sengaja membuat Elea kesal, karena menurutnya wajah Elea saat marah dan kesal sangat lucu.
"Ghazi, balikin nggak! Aku lagi push range tau! Asem kamu Ghazi! Nggak ada kerjaan banget! Sana tuh, biasanya juga chat-chatan sama cewek-cewek kamu!"kesal Elea.
"Nggak! Kamubtuh harusnya belajar jadi istri yang baik, suami ada di dalam kamar tapi malah main ponsel! Itu namanya nggak sopan tau!" celetuk Ghazi spontan.
"Halah, suaminya juga malah mikirin cewek lain! Buat apa harus aku pedulikan? Isi otaknya juga cuma ada para cewek sexy dan cantik! Aku juga nggak suka cowok modelan kamu, Pria tak punya pendirian dan nggak setia dengan satu wanita!"
"Tuh kan kamu tau kalau kita sama-sama nggak saling suka. Tapi masalahnya sekarang hobi aku jadi sulit terwujud. Jadi please mohon kerjasamanya ya Elea! Agar aku juga bisa dapatkan calon istri idamanku! Karena kamu juga bukan wanita tipe aku! Semuanya rata, nggak ada indah-indanya!" jawab Ghazi tanpa menurunkan tangannya yang memegang ponsel Elea.
Mendengar ucapan Ghazi Jang menghinanya membuat Elea semakin kesal. Dia memang bukan wanita yang selalu menggunakan pakaian ketat! Tapi dia lebih suka menggunakan baju yang longgar, karena lebih leluasa bergerak. Seperti sekarang dia menggunakan kaos oversize dan celana pendek saja. Sesantai itu memang penampilan Elea dasi dulu. Tak pernah menggunakan baju yang press body.
"Nggak akan! Apalagi kamu sudah menghinaku seperti itu!" kesal Elea.
Dia mencoba mengambil ponselnya dengan berjingkrak sehingga malah menabrak badan kekar Ghazi dengan keras. Hingga membuat pria itu terjengkang dan duduk di sofa dengan Elea jatuh di atasnya. Akheinya tanpa sengaja bibir mereka bertemu dan sepersekian detik membuat kedua mata mereka melotot tak percaya. Hingga akhirnya berkedip-kedip dengan bibir yang masih menempel. Wajah keduanya bahkan memerah, entah apa yang masing-masing mereka rasakan. Padahal sah saja sih, mereka juga sudah suami istri kalau mau melakukan hal lebih pun.
"Ghaziii.... kurang ajar kamu! Itu ciuman pertama aku untuk suami aku tau!" teriak Elea kesal dan memukul bahu Ghazi.
Tak terima ciuman pertama yang dia jaga malah mendarat di bibir pria playboy di depannya. Kejadian tak terduga dan sangat cepat yang membuat Elea menyesal dan juga kesal.
"Ah elah, lihat dulu posisinya! Siapa yang sebenarnya nyosor duluan! Lagian aku juga suami kamu kali! Heboh bener dah, mana sini kamu mau lagi kan?" jawab Ghazi sambil terkekeh malah membuat semakin Elea mencak-mencak.
"Tapi aku nggak mau ciuman pertama aku sama suami modelan kamu yang tukang sosor ke cewek lain! Entah berapa banyak tuh bibir kamu pake buat nyosor para cewek itu! Astaga kenapa hidupku begini amat! Nggak rela pokonya Ghazi! Aku nggak rela!" kesal Elea melempar Ghazi dengan bantal sofa.
"Aneh Lu! Kamu yang nyosor duluan kamu juga yang mencak-mencak! Udah ayo tidur! Kalau besok sulit di bangunkan, jangan salahkan kalau aku tinggalkan kamu ke kantor! Kamu tahu sendiri mobil kita cuma satu!" ujar Ghazi yang moodnya hilang untuk bertemu dengan Dona.
Tapi karena insiden dengan Elea barusan membuatnya mendadak malas bertemu dengan wanita itu. Bahkan sebelumnya dia sangat menggebu Ingi bertemu dengan Dona. Wanita itu juga terus menghubungi Ghazi, tapi dia abaikan. Elea masih merengut kesal di atas sofa, Ghazi berbalik mematikan lampu dan menggendong Elea dengan kaki yang terlipat.
"Tidur!" ucap Ghazi.
"Aku benci kamu Ghazi! Aku benci! Ciuman pertama aku nggak bisa balik lagi!" kesal Elea.
"Ya udah sini aku balikin lagi!" jawab Ghazi santai mendekat tapi di tendang Elea.
"Dasar gi-la!" umpat Elea menarik selimut dan menutupi hingga kepalanya. Ghazi hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan