Aroel Mahardika kembali ke desa setelah lima tahun pergi, diam-diam tanpa memberi tahu siapa pun. Tujuannya hanya satu: menenangkan hati yang selalu gelisah. Tapi desa itu menyimpan lebih dari sekadar ketenangan.
Di Saung Langit, tempat yang pernah menjadi saksi masa lalunya, Aroel dipukul secara misterius. Tidak ada saksi, tidak ada jejak, hanya rasa sakit yang nyata. Di tengah sawah, seorang bocah kecil muncul dan menghilang dengan tatapan yang penuh teka-teki. Warga desa terlalu tenang, terlalu diam, seolah menyimpan sesuatu yang tidak ingin mereka ungkapkan.
Siapa yang memukulnya?
Apa maksud bocah itu selalu muncul di tempat yang salah?
Dan rahasia apa yang selama ini disembunyikan oleh desa dan Saung Langit?
Setiap langkah Aroel menimbulkan pertanyaan baru, dan setiap jawaban yang ia dapat justru menimbulkan lebih banyak ketegangan. Dalam atmosfer yang menekan, emosinya meledak antara marah, takut, salah tingkah, dan penasaran. Masa lalu yang kelam, rahasia yang tersembunyi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arroels, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Konflik Tak Berdarah
Aroel duduk tidak jauh dari Putri,ia duduk dengan santai sesekali melirik Putri,Banyak pertayaan yang belum terjawab dari bibir Putri,Mereka saling menatap,Putri Membuka Pembicaraan.“Kau… kenapa selalu ada di sisiku?” Putri bertanya, sorot matanya tajam. “Kenapa aku merasa… tidak bisa mempercayaimu sepenuhnya?”Aroel menelan napas, mengingat kembali hari itu di Saung Langit, saat Putri muncul dan menolongnya dari pukulan tak terduga. Hatinya berdebar sedikit, tapi ia menahan nada suaranya tetap datar. “Aku… tidak bisa menjelaskannya sekarang,” jawabnya pelan. “Tapi percayalah, niatku tidak pernah buruk padamu.Putri mengerutkan kening, mata membesar. Putri melanjutkan kembali ucapanya dengan suara rendah tapi tegas. “Aku tidak bisa mengerti siapa kau sebenarnya.”
Aku juga mengucapkan terima kasih,Atas kebaikan mu,Membiarkan aku tinggal di saung langit,dan sementara aku tidak tau di mana engkau tinggal,ucap Aroel .Aroel tersenyum tipis, menahan diri. “Aku bukan siapa yang kau pikirkan,” katanya. “Tapi aku mengerti kalau kau melihatnya begitu.”Aku sadar,memang kita tidak pernah komunikasi sebanyak ini,Setiap aku bertanya,Kecurigaan mu Padaku selalu datang,Aku Faham,tapi aku pun harus tau,siapa orang yang memukulku tempo lalu,dan siapa bocah itu yang selalu muncul tiba-tiba,Mengapa Engkau menolongku,jika mencurigaiku.Ucap Aroel dengan Nada Tegas.
Belum sempat Putri merespon, terdengar ledakan keras dari gang di samping pasar. Peluru melesat, menancap tepat di dekat mereka. Putri tersentak, mundur beberapa langkah, tubuhnya menegang.Aroel langsung menunduk, refleks, tapi tetap menghadap Putri.Tiba -tiba beberapa Preman muncul dari gang, menutupi jalur tembakan, bergerak cepat tapi wajar.Orang-orang di pasar berteriak dan menunduk, beberapa bersembunyi di balik meja dagangan.
Putri menatap Aroel, jantungnya berdebar.Semua yang ia lihat membuatnya semakin yakin pria di depannya adalah sosok berbahaya, sosok yang dikelilingi anak buah siap bertindak. Tapi ada hal yang membingungkan,Aroel tetap tenang, tidak panik, dan sorot matanya tetap fokus padanya.
Putri menahan napas, tapi ia tidak bergerak. Sorot matanya tetap tajam, curiga, menilai setiap gerak Aroel. “Aku… aku tidak bisa percaya begitu saja. Kejadian ini membenarkan kecurigaan ku,bahwa kau bukan orang baik,Yang kulihat… semua ini membuatmu terlihat seperti bos mereka,” katanya, nada suaranya rendah tapi jelas.Aroel menatapnya lama. “Aku tidak mengerti apa Maksud pembicaraan mu,dan Kenapa kau menuduhku seperti itu,jawab Aroel.
Kau tidak memgerti maksudku,kau lihat beberapa Preman itu seolah melindungimu dari penembakan ini,Apakah kau bos Mereka,Tanya Putri.belum sempat Aroel menjawab seseorang menepuk bahunya.Rahman spontan Aroel memanggilnya,Boss Aroel jawab Rahman,Senyum kecilnya memberi sinyal bahwa situasi sudah aman. Tapi bagi Putri, semuanya tetap menegangkan, misterius, dan berbahaya.
Tak berapa lama Rahman Berbisik Pada Aroel,Semua terkendali,Tenang saja,bisikknya.Kecurigaan Putri semakin besar,Pasar kembali normal perlahan. Pedagang menata ulang dagangan, pembeli mulai bergerak. Sementara Rahma memberika intruksi kepada Anak buahnya,secara masif anak buah rahma pergi meninggalkan mereka.dan hanya berberapa saja yang masih berada di dekat mereka,tetap berjaga tapi tidak mencolok.Aroel dan Putri tetap saling menatap.Perlahan Putri mulai bergeser pergi dengan penuh kecurigaan dan ketakutan.
Aroel memahami situasi yang di alami Putri saat ini,Ia tidak tau kenapa insiden ini terjadi di saat krusial seperti ini,saat mereka sedang membuka percakapan.dengan kejadian ini di dalam hati Aroel,Akan sulit untuk berbicara dan bertanya lebih jauh.
Bersambung...