NovelToon NovelToon
COLD MAFIA, WILD FLAME

COLD MAFIA, WILD FLAME

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Damian Alveros adalah CEO berwajah dingin yang memimpin jaringan mafia berbahaya di balik kekuasaannya. Hidupnya terkontrol, tanpa emosi, tanpa celah.

Semua berubah ketika ia bertemu Lyra Arsetha—gadis bar-bar yang tak sengaja menyelamatkannya di negara asing dan tanpa sadar terseret ke dunia gelap yang seharusnya tak pernah ia sentuh.

Ia adalah badai yang tak bisa dikendalikan.
Ia adalah es yang tak bisa dicairkan.

Namun di tengah pengkhianatan, kejar-kejaran maut, dan perang mafia internasional, mereka menemukan satu kebenaran berbahaya:

Semakin mereka mencoba menjauh…
semakin takdir memaksa mereka bertahan bersama.

Ketika cinta lahir di medan perang, hanya ada dua pilihan—
hidup berdampingan… atau hancur bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Tabrakan di Negeri Orang

BAB 1 — Tabrakan di Negeri Orang

Hujan turun tipis membasahi sudut jalan Chinatown, menetes dari lampion merah yang berayun pelan diterpa angin malam. Jalanan ramai tapi terasa asing—khas negara orang yang tidak pernah tidur.

Di tengah keramaian itu, Lyra Arsetha berdiri sambil mengunyah chicken skewer panas dengan ekspresi puas.

“Astaga… enak banget,” gumamnya sambil menatap peta di ponsel. “Tapi kenapa jalan pulang jadi ga jelas begini?”

Ia mengerutkan kening. Tanda GPS berputar-putar seperti sedang mabuk. “Oke, Lyra. Kau cuma nyasar. Lagi. Biasa.”

Ia tertawa kecil, lalu berjalan masuk ke gang kecil yang temaram. Lampu neon memantul di genangan air, menciptakan warna-warni yang kontras seperti lukisan kacau. Namun Lyra tak takut; gelap adalah tempat favoritnya sejak lama.

Tapi malam itu tanpa Lyra tahu … gelap justru menyembunyikan sesuatu.

Seseorang dengan Langkah kaki cepat. Suara napas yang berat. Dan bayangan seseorang berlari terpincang menuju gang tempat Lyra berada.

Lyra menoleh—dan matanya membesar.

Seorang pria tinggi, mengenakan setelan hitam mahal bercampur darah, muncul dari ujung gang dengan tatapan setajam bilah baja.

Damian Alveros.

Aura dingin mengelilinginya, kontras dengan luka-luka segar di wajah dan bajunya. Tapi meski terluka, ia tetap berjalan lurus, tegak, dan berbahaya di sertai dengan aura dinginnya—seperti raja gelap yang tidak pernah jatuh. Seperti iblis yang baru keluar dari neraka.

Lyra hampir tersedak tusuk sate yang masih ia pegang.

“Eh—Mas? Kamu… tau nggak kamu bocor di tiga tempat?” tanyanya polos.

Pria itu menatap Lyra tanpa emosi. Seolah dunia di sekelilingnya tidak penting. Seolah darah yang menetes dari dadanya hanyalah gangguan kecil dan sudah terbiasa dengan luka-luka tersebut.

“Pergi,” katanya datar.

Lyra berkedip. “Hah? Aku cuma tanya—”

Tiba-tiba, seorang pria lain muncul dari belakang Damian, membawa pisau panjang, mengendap-endap siap menusuk.

Refleks Lyra bergerak lebih cepat dari pikirannya.

Ia menendang keras—tepat menghantam rahang pria itu.

BRUK!

Penyerang terhempas ke dinding dan pingsan seketika.

Damian berhenti. Menatap Lyra. Untuk pertama kalinya, ada sedikit—sangat sedikit—ekspresi di wajahnya.

Kejutan.

Lyra menyeringai. “Lumayan kan? Ini yang namanya refleks atlet nasional, Bang.”

Damian tidak menjawab. Tapi matanya menilai Lyra dalam senyap, dia memandang Lyra dari atas sampai bawah. seperti sedang memproses informasi yang tidak masuk akal.

Langkah kaki lain terdengar dari arah gang luar—banyak, cepat, dan bersenjata. Damian memutar tubuh, terlihat siap bertarung meski tubuhnya hampir roboh.

Lyra menelan ludah. “Ehm… mereka teman kamu?”

“Tidak,” jawab Damian, suaranya rendah dan dingin. “Mereka datang untuk membunuhku.”

Lyra menatapnya beberapa detik. Seperti memikirkan sesuatu.

Lalu ia menarik napas panjang.

“Oke, kalau gitu…” Ia melempar tusuk satenya yang suda habis dimakannya ke tanah, crack.

“…aku ikut.”

Damian menoleh cepat, seolah tidak percaya seseorang yang baru ditemuinya—di negara asing—begitu saja memilih bertarung dan membantunya.

Dia merasa tidak percaya apalagi dia melihat tubuh Lyra yang kecil.

“Terserah kau,” katanya akhirnya. “Jangan menghalangiku dan menjadi beban.”

Lyra tersenyum lebar, menepuk-nepuk tangannya. “Santai. Aku bukan tipe cewek yang lari dan menjadi beban.”

Teriakan dalam bahasa asing terdengar mendekat. Langkah-langkah berat mengepung dari dua arah.

Damian mencabut pistol dari balik jas yang sudah robek. Lyra mengepalkan tangan.

Dan untuk sesaat… dunia berhenti di antara mereka.

Si dingin dan si liar.

Si tajam dan si berapi-api.

Pertemuan yang seharusnya tak pernah terjadi… tapi malam itu, takdir sedang tidak bercanda.

“Siap?” Damian bertanya singkat.

Lyra meretakkan leher. “Lebih dari siap.”

Dari balik bayangan, musuh pertama melompat masuk.

Dan babak baru dalam hidup mereka—dimulai dengan darah, adrenalin, dan satu tendangan bar-bar dari gadis yang seharusnya tidak ada di sana. Gadis yang mencari jalan pulang tapi nyasar di gang sempit.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!