NovelToon NovelToon
Menyusui Bayi Mafia

Menyusui Bayi Mafia

Status: tamat
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan rahasia / Ibu Pengganti / Mafia / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Di mansion mewah yang terasa seperti penjara berlapis emas, Aruna terjebak dalam dilema mematikan:
Menyelamatkan ibunya dengan tetap menjadi bagian dari dunia berdarah ini.
Atau melarikan diri sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada sang bayi—dan ayahnya yang iblis.
"Dia memintaku memberikan hidup bagi anaknya, tanpa menyadari bahwa akulah yang sedang sekarat dalam genggamannya."
kepoin di malam Minggu, bikin malam Minggu mu lebih bermakna dengan sosok aruna dan dante

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Isolasi dan Belenggu Kasih Sayang

​Waktu adalah konsep yang abstrak di dalam kamar yang terkunci. Bagi Aruna Salsabila, waktu tidak lagi ditandai oleh pergeseran matahari di cakrawala, melainkan oleh bunyi klik mekanis dari kunci pintu yang diputar dari luar—sebuah suara yang kini menjadi pemicu trauma kecil di jantungnya.

​Sudah tujuh puluh dua jam sejak upaya pelariannya yang gagal. Tiga hari sejak Dante Valerius menghancurkan ponsel di bawah sepatunya seolah-olah dia sedang menghancurkan harapan Aruna. Kamar mewah ini, dengan segala sutra, marmer, dan emasnya, kini terasa lebih sempit daripada sel penjara bawah tanah. Oksigen di sini terasa berat, seolah setiap helai napas yang diambil Aruna sudah dipantau dan dimiliki oleh pria yang mengurungnya.

​Aruna duduk di sudut ruangan, di atas lantai marmer yang dingin, memeluk lututnya erat-alih. Ia tidak lagi mengenakan gaun indah yang disiapkan pelayan. Ia tetap mengenakan gaun tidur hitam yang sudah kusut, rambutnya yang biasanya harum melati kini berantakan, menutupi sebagian wajahnya yang kuyu. Ia merasa dirinya perlahan-lahan memudar, kehilangan identitas sebagai mahasiswi cerdas, dan berubah menjadi sekadar bejana nutrisi bagi pewaris mafia.

​Dada Aruna berdenyut nyeri. Produksi ASInya tidak berhenti hanya karena dia depresi. Sensasi berat dan penuh itu adalah pengingat fisik bahwa dia masih terikat secara biologis pada kediaman ini. Setiap kali dia mendengar tangisan Leonardo dari balik dinding, hatinya tersayat. Ia merindukan bayi itu, meski ia membenci ayahnya. Itulah ironi paling pahit dalam hidupnya saat ini: ia mencintai anak dari pria yang menghancurkan dunianya.

​Klik.

​Pintu terbuka. Aruna tidak bergerak. Ia mengira itu adalah Bibi Elena yang membawakan nampan makanan hambar yang dipenuhi nutrisi tinggi. Namun, langkah kaki yang terdengar berbeda—berat, berirama, dan penuh otoritas.

​Dante Valerius masuk.

​Pria itu berdiri di ambang pintu sejenak, membiarkan bayangannya yang besar menutupi tubuh Aruna yang meringkuk. Dante tidak mengenakan jas. Ia hanya mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan lengan digulung, memperlihatkan tato hitam yang merambat di kulitnya seperti tanaman merambat yang beracun. Di tangannya, ia membawa sebuah keranjang bayi berbahan anyaman halus.

​Dante meletakkan keranjang itu di tengah ruangan, lalu berjalan mendekati Aruna. Ia berlutut di hadapan gadis itu. Ruangan yang luas itu seketika terasa sangat sempit karena kehadirannya.

​"Sampai kapan kau akan melakukan aksi mogok makan ini, Aruna?" suara Dante rendah, tidak ada amarah di sana, hanya nada tenang yang justru lebih menakutkan. "Kau menyiksa dirimu sendiri, dan secara tidak langsung, kau menyiksa putraku."

​Aruna mendongak perlahan. Matanya yang merah menatap Dante dengan kebencian yang murni. "Kau yang menyiksaku, Dante. Kau membunuh jiwaku. Kenapa kau tidak sekalian membunuhku saja?"

​Dante mengulurkan tangan, jemarinya yang kasar mengusap helai rambut yang menutupi wajah Aruna. Aruna tersentak mundur, namun Dante dengan cepat mencengkeram dagunya, tidak keras, namun cukup kuat untuk memaksa Aruna menatapnya.

​"Mati adalah jalan keluar yang terlalu mudah, mawar kecilku," bisik Dante. "Dan aku tidak mengizinkanmu pergi ke mana pun. Kau butuh alasan untuk hidup? Aku punya satu untukmu."

​Dante merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah tablet tipis. Ia menyalakan layarnya dan meletakkannya di depan wajah Aruna.

​Layar itu menampilkan rekaman langsung. Aruna terkesiap. Di sana, ibunya sedang berbaring di tempat tidur yang jauh lebih mewah daripada di ICU sebelumnya. Ruangan itu luas, dengan jendela besar yang menghadap ke taman lavender yang tenang. Seorang perawat sedang mengusap tangan ibunya dengan lembut, sementara seorang dokter sedang memeriksa monitor yang menunjukkan detak jantung yang stabil dan kuat.

​"Itu adalah sanatorium pribadiku di lereng gunung," kata Dante, matanya terus mengawasi reaksi Aruna. "Hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk ke sana. Ibumu tidak lagi menjadi 'pasien' di rumah sakit umum yang kotor. Dia adalah tamuku. Dia mendapatkan terapi stimulasi saraf terbaru dari Swiss. Lihat tangannya, Aruna."

​Di layar, jemari ibu Aruna tampak bergerak sedikit—sebuah gerakan refleks yang sangat kecil, namun bagi Aruna, itu adalah sebuah keajaiban.

​"Ibu..." Aruna terisak, tangannya gemetar ingin menyentuh layar itu.

​"Dia bisa bangun bulan depan, atau tahun depan. Semua itu tergantung padamu," Dante menarik tablet itu kembali. "Aku bisa memberikan kehidupan yang paling indah baginya, atau aku bisa menghentikan semua peralatan itu dalam satu jentikan jari. Pilihan ada di tanganmu, Aruna. Apakah kau ingin menjadi martir yang depresi, atau kau ingin menjadi wanita yang menyelamatkan ibunya?"

​Ini adalah manipulasi tingkat tinggi. Dante tidak hanya menggunakan kekerasan; ia menggunakan harapan sebagai belenggu. Aruna merasa dirinya jatuh ke dalam lubang gelap di mana tidak ada benar atau salah, yang ada hanya bertahan hidup.

​"Apa yang kau inginkan dariku, Dante?" suara Aruna pecah.

​"Aku ingin kepatuhanmu yang mutlak. Bukan karena takut, tapi karena kau sadar bahwa hanya aku yang bisa melindungimu dan ibumu." Dante berdiri, lalu mengambil Leonardo dari keranjang. Bayi itu mulai merengek, mencari kehangatan. "Dia membutuhkanmu. Berikan dia apa yang menjadi haknya."

​Aruna menerima Leonardo ke dalam pelukannya. Rasa hangat bayi itu seketika meluluhkan dinding pertahanan mentalnya. Ia duduk di tepi tempat tidur, perlahan membuka kancing pakaiannya. Dante tidak pergi. Ia duduk di kursi kayu di depan Aruna, memperhatikan setiap gerakan Aruna dengan tatapan yang kini tidak lagi klinis, melainkan penuh obsesi.

​"Kau sangat cantik saat bersamanya," gumam Dante. "Seolah-olah kau memang dilahirkan untuk berada di rumah ini."

​"Aku dilahirkan untuk menjadi diriku sendiri, bukan propertimu," sahut Aruna sambil menatap Leonardo yang mulai menyusu dengan tenang.

​Dante berdiri dan mendekat. Ia berdiri di belakang Aruna, tangannya memegang bahu Aruna sementara matanya menatap pantulan mereka di cermin besar di depan tempat tidur. "Dunia luar adalah tempat yang kejam bagi gadis sepertimu, Aruna. Kau melihat bagaimana Don Salieri menatapmu malam itu? Dia melihatmu sebagai komoditas. Aku melihatmu sebagai jantung dari rumah ini."

​Dante merogoh sakunya lagi, kali ini ia mengeluarkan sebuah kalung emas putih dengan liontin berlian berbentuk tetesan air. Ia memakaikannya ke leher Aruna. Dinginnya logam itu menyentuh kulit Aruna, terasa seperti borgol yang dipercantik.

​"Besok malam, akan ada pesta besar di mansion ini. Peresmian yayasan Leonardo Valerius. Semua keluarga besar dan rekan bisnisku akan hadir," Dante berbisik di telinga Aruna, napasnya terasa hangat dan berbahaya. "Aku akan memperkenalkanmu sebagai tunanganku."

​Aruna tersedak napasnya sendiri. "Tunangan? Kau bercanda! Aku adalah ibu susunya, Dante! Semua orang akan tahu!"

​"Biarkan mereka tahu. Biarkan mereka tahu bahwa kau adalah wanita yang memberiku pewaris, dan wanita yang akan menjadi istriku. Dengan begitu, tidak akan ada yang berani menyentuhmu atau ibumu. Status ini adalah perisaimu."

​"Atau ini adalah caramu mengunci pintunya secara permanen?"

​Dante tersenyum—sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. "Mungkin keduanya. Persiapkan dirimu, Aruna. Seorang desainer akan datang sore ini untuk mengukur gaun merahmu. Aku ingin kau tampil menakjubkan. Kau harus terlihat seperti wanita yang mencintaiku di depan mereka semua."

​Dante membungkuk, mencium kening Aruna dengan lembut namun penuh penekanan, seolah sedang menandai wilayahnya.

​"Ingat layar tablet tadi, Aruna. Jangan lakukan kesalahan. Karena di pesta besok, kesalahan terkecilmu bisa berakibat fatal bagi banyak nyawa."

​Dante keluar dari kamar, dan kali ini, ia tidak mengunci pintunya. Namun, bagi Aruna, pintu yang terbuka itu terasa jauh lebih menakutkan daripada pintu yang terkunci. Ia kini tahu bahwa ia tidak lagi bisa lari. Dante telah membangun jembatan emas menuju neraka, dan Aruna harus berjalan di atasnya dengan senyuman demi keselamatan ibunya.

​Di pelukannya, Leonardo melepaskan hisapannya, tertidur puas. Aruna menatap kalung berlian di lehernya, lalu menatap bayangan dirinya yang tampak asing. Dia bukan lagi Aruna sang mahasiswi. Dia adalah pion utama dalam permainan catur berdarah Dante Valerius.

1
Widia Aldiev
nggak buyar buyar Thor ceritone koyo Tante sepur wae 😭😭😭
putri lindung bulan: ya kk, akan ada kejutan di bab selanjutnya,baca aja dulu nanti kita akan di buat baper oleh mereka berdua
total 1 replies
Widia Aldiev
Dante kemampuan kau membawa Aruna dan Leonardo pergi pasti para iblis masih mengejar kalian
Widia Aldiev
sampai kapan perang ini akan terjadi Aruna bagaikan binatang buruan yg harus segera di tangkap dan di jadikan santapan liar para pemangsa 😭😭😭
Widia Aldiev
sebegitu mengerikannya dunia mafia kasihan Aruna dan Leonardo 😌😌
Widia Aldiev
mengandung bawang Bombay 😭😭😭😭 akhirnya mereka bersatu apakah Dante akan menikahi Aruna Thor agar mereka menjadi keluarga yg utuh,semoga setelah ini semua mereka hidup berbahagia tanpa ada embel" mafia 🤧😅
Widia Aldiev
WAWWWWW KEREEEEEN THOR 🔥🔥🔥❤️❤️❤️SUNGGUH IMJINASI YG SANGAT LUAR BIASA SEPERTI NONTON FILM LAGA DI BIOSKOP 🥳🥳🥳🥳
Widia Aldiev
dirimu pantas di sebut sebagai RATU VALERIUS Aruna karena kamu yg menyelamatkan Leonardo dan menjadi ibu baginya 🔥🔥🔥 tetap tegar dan terus berjuang demi masa depanmu dan Leonardo ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
oooh Aruna semoga kalian selamat dan bisa hidup bebas juga bahagia 😌😌
Widia Aldiev
😤😤😤😤😪😪😪 kasihan si kecil Leonardo di usia yg masih bayi harus ikut berpetualang kedua orangtuanya
Widia Aldiev
semoga kamu g menyesal Aruna dengan semua yg kamu lakukan pada Dante 😌😌
Widia Aldiev
gmana g bimbbang si Aruna jika dia merasa hanya di manfaatkan saja...yg tegar Aruna dunia memang tak seindah yg di bayangkan..sekedar menghibur diri anggap saja simbiosis mutualisme dirimu dengan Dante 😌😌
Widia Aldiev
terlanjur basah ya sudah mandi sekali...itulah ungkapan yg menurutku pas buat Aruna hidup di dunia bawah yg penuh dengan kekerasan dan taktik tipu daya kalo g pinter" menguasai ya hanya akan berakhir jadi mangsa,lebih baik jadi pemangsa ya Aruna selamat menikmati kehidupan mu yg baru Aruna selamat datang di dunia tipu tipu 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
yaaaaah adegan hot hot popnya menggantung di udara dan lenyap begitu saja padahal udah fokus banget ini bacanya berharap akan ada....😅🤣🤣🤣
Widia Aldiev
MANTAB teka teki mulai terjawab satu persatu dan Aruna makin tak bisa lepas dari Dante karena ia kunci dari semua drama mengerikan yg terjadi 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
BODOH kamu Aruna cari mati namanya jika kau sayang ibumu menurutlah gadis kecil jngan buat Dante menjadi monster yg sesungguhnya lihatlah dia akan melahapmu mentah" 🔥🔥🔥
Widia Aldiev
serasa nonton film beauty and the best 😅😅Aruna hidup dengan monster seram tp menginginkannya sebagai pendamping dengan cara yg ekstrim...lanjut Thor ❤️❤️❤️
Widia Aldiev
lihatlah Aruna betapa Dante melindungi dirimu dari para musuhnya so jangan buat Dante naik pitam lagi ya...dapatkan hatinya dan nikmati semuanya yg ia berikan
Widia Aldiev
tak usah ambil pusing dengan kata" wanita yg tak bisa memiliki Dante seutuhnya,lakukan tugasmu Aruna nikmati jalani ingat sekejam" nya Dante dialah yg berjasa terhadap keselamatan ibumu Aruna jangan kau lupakan hal itu,anggap semua balas budimu terhadap Dante,urusan yg lain kamu tak perlu ikut campur,kalo bisa taklukkan Dante ingat seberbahayanya buaya pasti ada pawangnya 😄😄
Widia Aldiev
karyamu sungguh sangat luar biasa Thor ❤️❤️❤️q sampe ikut merasakan suasana di cerita ini merinding,takut, terintimidasi semua jadi satu, bagai jadi pemeran Aruna diri ini 🔥🔥😅😅🙏🙏
Widia Aldiev
semua ada konsekuensinya Aruna jika kamu patuh kamu akan selamat dan bisa melihat ibumu,kini setelah semua kebodohan yg kamu lakukan akhirnya kamu jadi tawanan sesungguhnya oleh Dante bahkan dirimu tak lagi leluasa menemui Leonardo yg menjadi pelita dalam hidupmu 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!