NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Badai di Elgar Group

Pukul delapan pagi. Suasana di lobi Elgar Group yang biasanya sibuk dengan langkah cepat karyawan, mendadak membeku. Sean Nathaniel Elgar masuk melalui pintu utama, namun kali ini ia tidak berjalan sendirian dengan wajah datar.

Tangannya menggenggam erat jemari Lyra Graceva. Ia tidak peduli bahwa Lyra mencoba menarik tangannya berkali-kali dengan wajah pucat pasi.

"Sean, lepaskan... semua orang melihat kita," bisik Lyra, nyaris menangis karena malu.

Sean tidak menjawab. Ia terus melangkah menuju tengah lobi, di bawah lampu kristal besar yang megah. Ia memberi kode pada asisten keamanannya untuk menghentikan semua orang yang hendak masuk ke lift.

"Perhatian semuanya!" suara bariton Sean bergema, memenuhi seluruh ruangan.

Ratusan karyawan, termasuk Seryl yang sedang memegang kopi, berdiri mematung. Keheningan yang mencekam menyergap.

"Selama ini kalian mengenal wanita di sampingku ini sebagai Sekretaris Graceva. Profesional, kompeten, dan tanpa cela," Sean menjeda kalimatnya, menatap Lyra dengan tatapan posesif yang membara. "Tapi mulai detik ini, aku tidak ingin mendengar kalian memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Hormati dia sebagaimana kalian menghormatiku. Karena Lyra Graceva adalah Nyonya Elgar, istri sahku."

Gubrak! Gelas kopi di tangan Seryl jatuh menghantam lantai. Bisikan-bisikan seperti lebah yang terusik mulai memenuhi ruangan.

"Istri?!"

"Jadi selama ini mereka sudah menikah?"

"Pantas saja syalnya tidak pernah lepas!"

Sean mengabaikan semua kericuhan itu. Ia menarik Lyra lebih dekat, mencium keningnya di depan semua orang—sebuah klaim publik yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun. "Siapa pun yang berani membicarakannya di belakang, atau meragukan posisinya, silakan ambil surat pemecatan kalian di HRD sore ini. Paham?"

"Paham, Pak Sean!" jawab para staf serempak, meski dengan wajah yang masih syok.

Sean membawa Lyra masuk ke lift pribadi, meninggalkan kerumunan yang meledak dalam gosip. Di dalam lift, Lyra bersandar di dinding, napasnya tersengal.

"Kau menghancurkan segalanya, Sean. Karirku, ketenanganku... semuanya hancur," lirih Lyra.

"Aku membangunkan tahta untukmu, Lyra. Bukan menghancurkanmu," jawab Sean dingin sambil menekan tombol lantai teratas.

Sementara itu, di lantai bawah, Celia berdiri di balik pilar dengan tangan gemetar karena amarah yang luar biasa. Air mata kemarahan mengalir di pipinya yang dipoles make-up mahal. Ia meremas ponselnya hingga buku jarinya memutih.

Tanpa berpikir panjang, ia menekan sebuah nomor yang sudah lama ia simpan.

"Halo? Tante Elgar?" suara Celia bergetar, penuh dengan nada aduan.

"Celia? Ada apa, Sayang? Kenapa suaramu seperti itu?" suara seorang wanita paruh baya yang terdengar anggun namun angkuh menjawab dari seberang sana. Itu adalah Mama Sean, Nyonya Besar Elgar.

"Sean, Tante... Sean sudah gila! Dia baru saja mengumumkan di depan seluruh kantor bahwa dia sudah menikahi sekretaris rendahan itu! Dia mempermalukanku di depan semua orang!"

Hening sejenak di ujung telepon, sebelum terdengar suara tawa dingin yang meremehkan. "Menikah? Sean tidak mungkin sebodoh itu, Celia. Dia hanya sedang bermain-main."

"Tidak, Tante! Aku melihatnya sendiri! Dia menciumnya! Dia bilang wanita itu Nyonya Elgar!" Celia terisak. "Bagaimana dengan perjodohan kita? Tante sudah berjanji padaku!"

Suara Nyonya Elgar mendadak berubah menjadi setajam silet. "Sekretaris itu... siapa namanya? Lyra? Gadis yang ibunya seorang suster tunggal itu?"

"Iya, Tante! Wanita jalang itu!" Celia menghasut dengan penuh kebencian. "Dia pasti menggunakan tubuhnya untuk menjebak Sean. Dia sama saja seperti ibunya, Kirana. Wanita yang melahirkan anak haram tanpa suami! Mana mungkin darah Elgar dikotori oleh keturunan seperti mereka?"

"Tenanglah, Celia," ujar Nyonya Elgar dengan nada yang sangat membenci. "Aku tahu siapa wanita itu. Darah memang tidak pernah berbohong. Jika ibunya saja seorang wanita murahan yang bisa hamil tanpa laki-laki yang bertanggung jawab, maka anaknya pun tidak akan jauh dari itu. Dia hanya wanita jalang yang sedang mencoba peruntungan di keluarga kita."

"Tante harus melakukan sesuatu! Aku tidak mau kehilangan Sean!"

"Jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan noda seperti itu mengotori nama Elgar. Aku akan datang ke kantor Sean siang ini. Kita lihat, apakah gadis kecil itu masih bisa berdiri tegak setelah aku membongkar siapa dirinya yang sebenarnya di depan semua orang."

Celia tersenyum penuh kemenangan di balik air matanya. "Terima kasih, Tante. Aku akan menunggumu."

Di ruang kerja Sean, Lyra duduk dengan gelisah. Ia merasa firasat buruk sedang mendekat. Sean yang sedang duduk di kursinya tampak begitu tenang, seolah ia baru saja memenangkan perang besar.

"Kenapa kau tegang begitu, Sayang?" tanya Sean sambil menyesap kopinya.

"Ibumu, Sean. Dia pasti akan tahu. Dan dia tidak akan pernah menerimaku," ujar Lyra jujur. "Dia tahu siapa ibuku. Dia tahu aku lahir tanpa ayah. Baginya, aku adalah aib."

Sean berdiri, berjalan ke arah Lyra, lalu mendudukkan gadis itu di pangkuannya—posisi favoritnya sekarang. Ia mencium leher Lyra yang penuh tanda merah dengan posesif.

"Biarkan dia tahu. Biarkan seluruh dunia tahu," bisik Sean dengan suara parau. "Jika dia menolakmu, maka dia menolakku. Jika dia menghinamu, maka dia menghinaku. Kau adalah bagian dari diriku sekarang, Lyra. Tidak ada satu pun orang, termasuk ibuku, yang boleh menyentuh milikku."

"Tapi Sean—"

"Diamlah dan layani suamimu," potong Sean sambil membungkam bibir Lyra dengan ciuman yang menuntut, tidak menyadari bahwa di luar sana, badai yang sesungguhnya—dalam wujud Nyonya Elgar—sedang bergerak menuju arah mereka untuk menghancurkan segalanya.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!