Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas dibalik masker
Sabtu sore itu, sebuah mobil sedan hitam mewah, (bukan motor bisingnya) berhenti dua blok dari rumah Kate. Alarick keluar dengan setelan santai namun mahal, kaos hitam oversized, celana kargo, dan sebuah masker hitam yang menutupi separuh wajahnya.
Di tangannya, ia membawa tas belanja dari butik ternama yang ia kirimkan ke Kate sejam sebelumnya.
"Pakai ini. Kita pergi ke tempat di mana nggak ada yang kenal kita sebagai Si Genius atau Si Berandalan," tulis Alarick dalam pesan singkatnya.
Ketika Kate keluar, Alarick sempat terpaku. Kate mengenakan dress sutra berwarna champagne yang dibalut dengan long coat tipis berwarna krem. Rambutnya ditata jatuh bergelombang, dan ia juga mengenakan masker putih. Dengan riasan tipis yang menonjolkan matanya yang jernih, Kate tidak lagi terlihat seperti anak yatim piatu yang kesulitan biaya sekolah. Ia terlihat seperti putri bangsawan atau anak pengusaha properti kelas atas.
"Lo... cantik banget, Kate. Sampai gue ragu mau bawa lo keluar atau sembunyiin lo lagi di kamar," bisik Alarick saat Kate masuk ke dalam mobil.
"Jangan berlebihan, Al. Aku merasa seperti orang asing dengan baju seharga biaya kuliahku ini," balas Kate canggung, meski hatinya berdesir melihat tatapan memuja Alarick.
Mereka memilih Grand Galeria, mal paling eksklusif di pusat kota. Alarick menggandeng tangan Kate dengan erat, jemarinya bertautan posesif. Meskipun keduanya mengenakan masker dan topi, aura Alarick terlalu kuat untuk diabaikan. Postur tubuhnya yang tinggi tegap, cara jalannya yang angkuh, dan jam tangan Richard Mille yang melingkar di pergelangan tangannya adalah magnet bagi mata-mata yang terlatih.
Di lantai dua, dekat butik perhiasan, seorang fotografer paparazzi amatir yang biasa meliput gaya hidup anak-anak konglomerat sedang mengincar objek foto. Matanya yang jeli langsung menangkap sosok Alarick.
"Itu... Valerius, kan? Pewaris tunggal Valerius Group?" bisik fotografer itu pada rekannya. "Tapi siapa cewek di sampingnya? Elara? Bukan, tinggi dan bentuk tubuhnya beda. Cewek ini kelihatan jauh lebih elegan."
Cekrek! Cekrek!
Tanpa disadari Kate dan Alarick, beberapa foto diambil dari berbagai sudut. Foto yang memperlihatkan Alarick sedang membungkuk lembut hanya untuk merapikan rambut Kate yang berantakan, dan foto saat Alarick menatap Kate dengan binar mata yang tidak pernah ia tunjukkan pada dunia.
Malam itu, saat Alarick baru saja mengantar Kate pulang, sebuah unggahan di akun gosip terkenal "Elite Secret" meledak.
[BREAKING: THE ICE KING HAS MELTED?] Pewaris Valerius Group, Alarick Valerius, tertangkap kamera sedang kencan mesra di Grand Galeria. Siapa perempuan misterius di balik masker itu? Gayanya terlihat sangat berkelas, apakah ini tunangan rahasia yang selama ini disembunyikan keluarga Valerius? Sorry, Elara, looks like you’ve been replaced!
Dalam hitungan menit, foto-foto itu tersebar di grup WhatsApp SMA Garuda dan SMA Pelita.
Di rumahnya, Elara menjerit histeris hingga membanting vas bunga di kamarnya. "Siapa perempuan jalang ini?! Alarick nggak pernah mau jalan ke mal sama aku!" teriaknya sambil menatap tajam foto tangan perempuan yang digenggam erat oleh Alarick.
Sementara itu, di sebuah kafe tempat anak-anak SMA Pelita nongkrong, Bara Mahendra menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Ia memperbesar foto itu, fokus pada gelang perak tipis di pergelangan tangan si perempuan misterius. Gelang itu... ia pernah melihatnya. Itu gelang yang selalu dipakai Kate, dan dia tau, itu gelang satu-satunya warisan dari ibunya.
"Nggak mungkin," gumam Bara. "Kate dan Alarick? Gadis genius dan sampah jalanan itu? Ini pasti salah."
Senin pagi di SMA Pelita adalah neraka bagi Kate. Semua orang berkumpul di koridor, membicarakan foto yang viral itu.
"Kate, lo udah lihat?!" Maya langsung menyergap Kate di depan gerbang. "Alarick punya pacar! Dan gila, ceweknya kelihatan kayak anak sultan. Elara pasti kalah telak! Tapi kasihan ya, wajahnya ketutupan masker, jadi kita nggak tahu siapa saingan berat se-ibu kota itu."
Kate mencoba mengatur napasnya yang memburu. "Mungkin itu cuma kerabatnya, May."
"Kerabat mana ada yang tatapannya kayak mau nelan gitu, Kate! Alarick natap cewek itu kayak cewek itu adalah dunianya. Sumpah, gue iri banget!"
Kate berjalan melewati kerumunan dengan kepala menunduk. Ia merasa seperti berjalan di atas tali tipis yang siap putus. Rahasia ini bukan lagi sekadar rahasia kecil, ini telah menjadi perburuan nasional di dua sekolah.
Tiba-tiba, ponsel di saku seragamnya bergetar. Pesan dari Alarick.
Alarick V: Semua orang lagi nyari tahu siapa 'Putri' gue. Jangan takut. Kalau ada yang berani buka masker lo secara paksa di sekolah, bilang sama gue. Gue bakal bikin mereka menyesal punya mata.
Kate tersenyum getir. Alarick mungkin merasa ini adalah bentuk perlindungan, tapi bagi Kate, ini adalah awal dari badai yang sesungguhnya. Terutama saat ia melihat Elara turun dari mobil mewahnya di depan gerbang SMA Pelita, gadis itu sengaja datang ke sekolah Kate untuk mencari tahu siapa perempuan yang telah mencuri "miliknya".
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading😍😍