NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:876
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Nabila.." panggil Reynaldo kepada Nabila yang fokus memakan es krim.

"Astaga dia datang!! Apa yang harus ku lakukan!!" ucap Nabila dalam hati. Kini jantungnya berdetak lebih kencang, bukan karena berdekatan dengan Reynaldo, namun gara-gara hal bodoh yang dia lakukan tadi. Bagaimana tidak, Nabila telah membuat kesalahan besar.

"Oke Nabila, keep calm... Oke, lagian tadi aku sedang tertidur dan tidak sadar sama sekali.." ujar Nabila, terus fokus dengan es krimnya.

"Heiii monyett kecil, apa kau tuli? Aku memanggilmu sedari tadi kau tidak menjawab apapun!!" ucap Reynaldo kini duduk di samping Nabila yang fokus dengan es krimnya dan memalingkan wajahnya dari Reynaldo.

"Ohh kau memanggilku? Maafkan aku.." ucap Nabila terlihat sangat lembut.

"Apa yang kau makan??"

"Aku sedang memakan es krim.."

"Boleh aku meminta sedikit..?"

"Silakan, ambil saja ini.." ucap Nabila tidak seperti biasanya, biasanya wanita ini akan sangat pelit jika itu menyangkut dengan es krimnya dan cokelatnya.

"Tumben dia tidak seperti biasanya..! Apa dia kesurupan.." ucap Reynaldo.

"Tidak, aku masih sadar.." ujar Nabila.

"Terus? Biasanya kau sudah berbicara dengan kecepatan rata-rata.."

"Aku sedang belajar tenang saja.."

"Pfffttttt .... Hahaha itu tidak cocokk denganmu monyet kecill.." ucap Reynaldo tertawa.

"Setidaknya aku sedang berusaha.." ujar Nabila tetap tenang agar Reynaldo tidak membahas tentang kejadian memalukan tadi.

"Kamu akan sakit jika harus makan es krim terlebih dulu, seharusnya kamu makan sesuatu untuk mengisi perutmu. Aku khawatir kamu di Korea akan merepotkanku nantinya.."

"Tenanglah aku bisa merawat diriku.."

"Kamu seperti benar-benar kesurupan Nabila.."

"Mungkin sajaaa.." ucap Nabila kelewat santai.

"Apa yang kau pikirkan..?" ucap Reynaldo kini bingung dengan tingkah Nabila.

"Memikirkan hal bodoh saja.."

"Kamu memang bodoh!"

"Shiittt!! Tenang Nabila, sabar.., setidaknya aku tidak terlalu bodoh Reynaldo!" ucap Nabila hampir kembali ke mode tengilnya.

"Baiklahh, sepertinya kamu ingin mengumpatku tadi tapi kamu menahannya, itu sangat sakit.."

"Aku akan belajar untuk itu.."

"Nabila.."

"Hemmmm.."

"Kamu malah menghabiskan es krimnya, terus bagianku mana??" ucap Reynaldo heran kala es krim tadi telah habis akibat ulah Nabila.

"Kamu bisa meminta kepada mereka.."

"Tidak, aku ingin yang punyamu!"

"Apa kamu buta? Ini sudah habis Reynaldo.."

"Kalau begitu kamu harus bertanggung jawab..."

"Gilaaa yah, apa aku harus terjun ke bawah gitu untuk mencari es krim untukmu!"

"Bukan ituuu, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan Vano Junior.." ucap Reynaldo menggoda Nabila.

"Sialannn, kecilkan suaramu bangsat!" ucap Nabila terkejut kala mendengar ucapan Reynaldo. Dengan cepat Nabila menutup mulut Reynaldo.

Reynaldo yang kini senang Nabila kembali ke mode tengilnya. Entah mengapa melihat Nabila seperti biasa adalah candu untuk Reynaldo.

"Kemarilahh, kamu harus bertanggung jawab, bagaimana bisa kamu menodaiku begitu saja saat tanganmu berusaha menodaiku.." ucap Reynaldo yang langsung menaikkan Nabila dalam pangkuannya dan menghadap dengannya.

"Reynaldo apa yang kau lakukan..! Apa kau tidak malu, semua orang melihat kita..!" ucap Nabila sambil memukul dada Reynaldo.

"Kalian semua tutup mata!!" teriak Reynaldo kepada para pengawal pribadi mereka yang berada di sana. Dengan cepat seluruh pengawal mengambil penutup mata dari dalam laci kecil yang berada di bawah bagian kursi jet itu.

"Kau lihat, semua sudah menutup mata.." bisik Reynaldo kepada Nabila.

"Dasarrr kadal Mesummm!! " teriak Nabila kencang membuat semua pengawal menahan tawanya.

"Kaliaaan awasss saja tertawa!!" teriak Nabila kepada para pengawal yang sedang menahan senyum.

"Bagaimana Nyonya Nabila Wijaya Mahkota.. aku harap kamu bertanggung jawab atas ulahmu!! Lihatlah aku yang masih suci sekarang sudah ternodai.." ucap Reynaldo dengan suara sedih.

"Iiiiihhh menjijikan sekalii! Diam, mulutmu! Tidak ada sejarahnya wanita menodai pria.."

"Adaa ..."

"Siapa?"

"Kamuu.."

"Reynaldo!!!"

"Apaa??"

"Brengsek!!"

"Tidak.."

"Iyaaa.."

"Kenapa?"

"Tau ahhh.."

"Nabila?"

"Hemm"

"Pipimu memerahhh, apa yang kau bayangkan..?"

"Tidak ada..!!"

"Klaim?"

"Yakin?"

"Ahhhhh kadal air mesum!! Jelekk!! Psikopat!! Pemaksa!! Nyebelin!!" teriak Nabila sambil memukul-mukul dada bidang Reynaldo.

"Harusnya aku yang berbicara seperti itu, apa kamu lupa kamu yang mesum Sayangg.." bisik Reynaldo.

Mendapat bisikan itu jelas membuat Nabila merinding dengan ulah Reynaldo.

"Reynaldooo hentikan atau aku akan membunuhmu!!"

"Jika kamu melakukan itu maka aku akan menerkammu!!"

"Otakmuuu mesummmmmm!!!!! Aku inginnn pulangggg.." rengek Nabila bak anak kecil.

"Cupp..!" Reynaldo mencium bibir Nabila dengan lembut. Merasakan bibir manis Nabila.

Nabila yang terkejut dengan aksi Reynaldo hanya terdiam sambil menatap mata Reynaldo.

"Kamu masih ingin berteriak lagii.." ucap Reynaldo kini menatap mata indah Nabila.

"Siaaalllaaannn!!! Itu ciuman pertamaku, bagaimana kamu bisa mengambilnya!! Kauuu dasarrr Mesummm! Kadall airrr sialaann! Psikopat jenis kadall air biawak sungai Nil!!" teriak Nabila kepada Reynaldo.

Lagi dan lagi Reynaldo dengan cepat mengunci mulut Nabila dengan mengecup bibir Nabila dengan lembut, bahkan Reynaldo memberikan sensasi lebih pada bibir Nabila.

"Bagaimana Nyonya.. kamu ingin berteriak lagi??" ucap Reynaldo menatap Nabila.

Nabila dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Hahahahah kamu tahu, kamu seperti itu sangat lucu!!" ucap Reynaldo tersenyum kemenangan.

"Reynaldo bajingann!" ucap Nabila langsung menutup kembali mulutnya.

Reynaldo merapikan rambut halus yang berusaha menutupi mata Nabila.

Nabila yang melihat perlakuan Reynaldo yang lembut membuat dia merasa kenyamanan yang selama ini dia cari, yah setelah kepergian seseorang yang pernah mengisi hatinya.

"Kauu di mana kakkk?? Aku merindukanmuu? Apa kau sudah bahagia? Bagaimana denganku..? Aku sekarang menuju Korea, kau tahu tempat ini adalah tempat yang ingin aku temui bersamamu..." ucap Nabila dalam hati. Entah mengapa setelah sekian lama berlalu, setelah sekian lama dia selalu berharap seorang pria yang selama ini dia tunggu tidak pernah kembali, membuat Nabila menutup hatinya. Dia percaya bahwa cinta pertamanya itu akan datang dan menjemputnya pergi.

"Heiii ada apaaa, mengapa kamu menangiss.., apa aku menyakitimu..??" ucap Reynaldo bingung kala melihat air mata mengalir dari sudut mata indah itu. Nabila tetap terdiam dalam lamunannya.

"Nabila..? Apa aku menyakitimu?? Heiii.. ada apa denganmu?? Jangan menangiss lagiii heii aku minta maaf.." ucap Reynaldo panik melihat Nabila yang tadi terus berteriak kini tiba-tiba menangis.

"Hahhh?? Kau.. tidakkk.. aku tidak apa-apa ..!" ucap Nabila yang langsung menghapus air matanya dengan kasar.

"Nabila hati-hatii, tanganmu bisa melukai wajahmu nanti.." ucap Reynaldo menepis lembut tangan mungil Nabila.

Nabila yang mendapat perlakuan lembut Reynaldo dengan cepat memeluk tubuh Reynaldo dengan erat. Menumpahkan semua tangisnya dalam pelukan Reynaldo.

 

"Permisi..? Apa di sini ada seorang pengantar makanan bernama Nabila??" ucap Ryan yang kini telah sampai di Kafe di mana Nabila bekerja sebagai pengantar makanan paruh waktu.

"Maaf Tuan, Nabila sudah tiga minggu tidak bekerja di kafe ini lagi, untuk alasannya kami tidak tahu, tiba-tiba dia hilang kabar.." ucap manajer kafe itu.

"Apa kalian memiliki nomor teleponnya?"

"Nomornya sudah tidak aktif lagi Tuan, kami juga sudah berusaha menghubunginya namun dia tidak ada kabar sampai sekarang.." ucap manajer itu dengan ramah.

"Nabila kamu di mana?? Mengapa kamu menghilang..? Heii aku kembaliii!!" lirih Ryan dalam hati. Bagaimanapun ada rasa sakit yang sulit untuk dijelaskan pria itu.

"Nabila...kamu di mana..?? Aku sudah kembali, aku akan membawamu pergi sekarang..? Aku akan membawamu pergi ke tempat yang selalu kamu inginkan.. Tuhan tunjukkan padaku di mana dia berada.." ucap Ryan sedih.

Dua insan saling merindukan, namun tidak ada satupun di antara mereka tahu keadaan satu sama lain.

 

"Apa yang membuatmu menangis Nabila?? Mengapa kamu menyimpan semua sendiri..? Tidak bisakah kamu menceritakan masalahmu kepadaku..." ucap Reynaldo dalam hati sambil mengelus-elus punggung Nabila dengan lembut.

"Ma-maafkan aku jika aku melukaimu.." ucap Reynaldo lembut menenangkan istrinya yang masih menangis dalam pelukannya.

Dengan cepat Reynaldo mengambil telepon genggamnya, mengirimkan pesan kepada Bram, untuk meminta pramugari menyiapkan makanan mereka. Mungkin saja dengan makanan itu Nabila akan tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!