NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Nabila yang kini menikmati makanannya pun memilih tidak menunggu Reynaldo selesai mandi.

"Kamu tidak menungguku??" ucap Reynaldo yang baru saja keluar dari kamar mandinya.

"Aku sangat lapar, jadi aku makan terlebih dulu.." ujar Nabila sambil mengunyah.

"Kamu sepertinya menikmati sekali.."

"Hemm.. aku lapar! Lagipula makanannya enak" ucap Nabila sambil menggelengkan kepalanya dengan tersenyum manis.

"Baiklah Nyonya, selesaikan sarapanmu.. kita akan kembali ke penthouse"

"Tapi aku ingin jalan-jalan!"

"Kakimu masih sakit.."

"Tapi aku masih bisa pergi.."

"Bagaimana kamu bisa pergi dengan kaki seperti itu.."

"Heheh kan kamu ada, kamu bisa menggendongku kan.." ucap Nabila tersenyum manis kepada Reynaldo.

"Tidakk!! Kamu harus beristirahat.." ucap Reynaldo tegas.

"Ta-taappiii??"

"Aku tidak suka penolakan Nabila, beristirahat dulu hari ini, besok kita akan jalan-jalan"

"Terserah lakukan semua sesukamu" ucap Nabila lesu.

"Jangan memasang wajah seperti itu, kamu sangat jelek!" ucap Reynaldo menggoda Nabila yang kini terlihat sedang menatap sinis ke arah Reynaldo. Reynaldo ikut menyantap makanan yang tadi diantar oleh pelayan tadi setelah selesai makan Reynaldo mengambil obat yang disarankan dokter padanya untuk Nabila.

"Minum.. biar kaki dan tanganmu tidak sakit.." ucap Reynaldo sambil memberikan beberapa butir pil obat.

Nabila yang melihat itu mengambil obat itu kemudian menelan obat anti nyeri itu. Setelah selesai Nabila memutuskan untuk mengganti pakaian. Setelah itu mereka bersiap untuk kembali ke penthouse.

Nabila yang sulit berjalan kini dibantu oleh Reynaldo. Menggendong wanita itu ala bridal style menuju ke basement parkiran hotel itu.

Beberapa pengawal mengikuti pergerakan Reynaldo dan Nabila.

Kali ini pengawal yang membawa mobil itu. Seperti biasa Nabila yang selalu tertidur ketika di dalam mobil kini sedang bergelayutan manja dalam pelukan Reynaldo.

Reynaldo sendiri tidak pernah merasa risih dengan hal itu. Setiap harinya Reynaldo akan merasa bahagia jika Nabila bersikap lembut dan manja kepadanya, namun Reynaldo akan merasa frustasi jika sedetik pun tidak mendengar ocehan absurd dan ketengilan Nabila.

Setelah perjalanan hampir dua jam kini mereka telah sampai di penthouse besar milik Reynaldo.

Nabila yang masih pulas tertidur pun kini berada dalam gendongan Reynaldo. Reynaldo membawa Nabila ke kamar mereka, mungkin Nabila bisa sepulas itu juga karena efek obat yang diberikan tadi.

Reynaldo dengan lembut meletakkan gadis itu di atas ranjang. Reynaldo melirik luka perban paha dan tangan Nabila, dengan lembut Reynaldo mengganti perban itu, melakukannya dengan sangat lembut agar Nabila tidak meringis kesakitan.

Setelah selesai Reynaldo mencium kening wanita itu. Dan berlanjut Reynaldo mengurus tugas-tugasnya melalui laptop.

Tokkkkk...!tokkk!!tokkkk!!!

"Masuk!" ujar Reynaldo.

Bram datang menemui Reynaldo, seperti biasa Bram akan melaporkan beberapa laporan mengenai pekerjaan, terutama mengenai keadaan bagian-bagian kekuasaan mereka.

"Tuan, lokasi barat saat ini sedang diincar oleh Pratama Group. Mereka mengincar daerah kekuasaan kita.. Dan Thalita kini sedang mengacau di perusahaan Mahkota. Dan sebelumnya dia membuat keributan di Mall milik Tuan." ujar Bram memberi laporan.

"Biarkan saja, kita tidak bisa pulang untuk dua hari ini.."

"Tapi Tuan..?"

"Biarkan saja mereka bergerak sesuka mereka, lagipula si monyet kecil itu belum keliling Korea. Jika kita pulang, mansion akan penuh dengan teriakannya" cetus Reynaldo kepada Bram.

"Baik Tuan"

"Bagaimana dengan keadaan pria itu?"

"Pria itu masih bersenang-senang dengan dana yang dia dapat darimu Tuan, tapi saat ini beberapa kali rumahnya didatangi oleh seseorang, dan ada seorang pria yang sedang mencari keberadaan Nyonya Nabila Tuan."

"Pria? Maksudmu?"

"Iya Tuan, pria itu sempat menghajar orang tua Nyonya Nabila, pria itu terus berteriak menanyakan tentang keberadaan Nyonya."

"Siapa dia?"

"Dari gelagatnya pria itu sangat khawatir dengan keberadaan Nyonya Tuan, dan sepertinya dia bukan orang sembarangan.." ucap Bram menjelaskan kepada Reynaldo.

Reynaldo memang memberikan beberapa pengawal untuk mengawasi Dika. Dia sengaja memberikan beberapa pengawal agar tidak mengganggu Nabila lagi.

"Tetap awasi pergerakannya dan cari informasi siapa pria yang mencari Nabila!" ujar Reynaldo yang langsung diangguk iya oleh Bram. Kemudian Bram memutuskan meninggalkan kamar itu.

Sekarang Reynaldo sedang tidak dapat fokus memeriksa email baru, dalam pikirannya siapa pria yang mencari monyet kecilnya.

Bukan hanya itu.

Reynaldo mengingat perkataan Nabila mengenai waktu mereka, tinggal tersisa 74 hari lagi.

Reynaldo berjalan mendekat ke arah Nabila. Berbaring di sebelah istrinya itu. Menatap wajah cantik gadis itu.

"Mengapa kamu mempertanyakan waktu? Apa kamu ingin segera pergi?.. Bagaimana jika aku meminta kamu tetap di sini, tidak ada waktu yang membatasinya? Apa kamu menderita di sini? Sampai kamu harus menghitung hari-hari pernikahan ini..!! Kamu tahu monyet kecil aku takkan pernah melepaskanmu, tak peduli tiga bulan dan seterusnya, kamu harus tetap di sini, berdiri sebagai Nyonya Mahkota" gumam Reynaldo dalam hati sambil membelai wajah putih itu.

"Kamu akan gila jika terus memandangiku seperti itu" ucap Nabila yang masih menutup matanya. Nabila tahu saat ini suaminya itu sedang memandangi wajahnya.

"Apa kamu pura-pura tidur?"

"Aku terbangun karena tanganmu mengganggu tidurku, lagipula mengapa kamu menggangguku!" ucap Nabila kini memandang wajah Reynaldo.

"Hemmmm aku ingin melanjutkan yang tertunda!" ucap Reynaldo tersenyum miring.

Plakkkk!!!" Nabila memukul lengan kekar Reynaldo.

"Whatt!! Awas otak mesum! Kadal air..! " pekik Nabila mendorong Reynaldo meskipun dorongan itu tidak terlalu keras.

"Heheh yang tadi masih tertunda sayang.. ." ucap Reynaldo menggoda Nabila.

"Pergii Sanaaa! Jangan ambil kesempatan Anda yah Tuan Reynaldo yang terhormat.."

Reynaldo dengan cepat menarik pinggang ramping Nabila untuk mendekat ke arahnya.

"Heiii apa yang kamu lakukan!" teriak Nabila.

"Aku hanya ingin melihatmu sedekat ini, tenanglah aku takkan menggodamu"

"Dasarr pria anehh! Ingat yahh Tuan Reynaldo Wijaya Mahkota pernikahan kita hanya sampai tiga bulan!, Lagipula kamu harus menepati janjimu untuk aku kuliah, bulan depan aku akan mendaftarkan kuliahku!"

"Lakukan apa yang kamu mau, aku hanya ingin seperti ini!" ucap Reynaldo menatap wajah Nabila, bahkan Reynaldo kini membenamkan wajahnya di ceruk leher Nabila, entah kenapa leher Nabila menjadi tempat candu Reynaldo.

Dari situ Reynaldo bisa mendengar deru napas Nabila.

"Jika kamu seperti ini terus kamu akan sulit berjauhan dariku kadal air!"

"Aku memang sudah sulit untuk menjauh darimu" ucap Reynaldo kini memasukkan tangannya ke dalam kaus Nabila. Mengelus punggung lembut istrinya itu. Nabila membiarkan Reynaldo melakukannya karena Nabila tahu pria itu hanya sedang bermanja-manja dengan dirinya.

"Reynaldo!!"

"Apa?"

"Aku boleh bertanya?"

"Apa??"

"Kamu mengenal Wijaya Group? Dari Kota Perak?"

"Hem, kami akan melakukan kerja sama setelah pulang dari Korea"

"Kamu serius??"

"Yah ada apa? Apa kamu memiliki masalah dengan Wijaya Group?"

"Tidak aku hanya bertanya saja" ucap Nabila membelai rambut Reynaldo.

"Jika memang Wijaya Group akan bekerja sama dengan Reynaldo, kemungkinan besar itu adalah Kak Zayn, dan apa Kak Zayn telah kembali? Dia pasti mencariku tapi aku tidak ada.. aku harus menemuinya dan memintanya untuk membawamu seperti janjinya. " gumam Nabila dalam hati.

"Nabila?"

"Iyaaa apa?"

"Bagaimana jika aku membatalkan surat perjanjian kita! Pernikahan tiga bulan itu kita hapus saja!"

"Apa?? Kamu ingin kita berpisah? Baiklahh aku rasa tugasku telah selesai untuk menjadi istri pura-puramu, lagipula kita udah bertindak sejauh ini. Jauh lebih baik kita akhiri saja" ucap Nabila kini menatap wajah Reynaldo. Tapi ucapan itu membuat perasaan dalam hati Nabila begitu sakit, ada rasa yang memang ingin dia lepas dari status pernikahan tanpa cinta itu, namun ada rasa yang membuat dia tidak bisa jauh dari kadal airnya.

"Tidak jadi! Perjanjiannya akan berlanjut sampai tiga bulan" ucap Reynaldo tiba-tiba.

"Kayaknya konsepnya gak gini tadi, tapi sepertinya dia memang ingin segera mengakhiri pernikahan ini! Dasar monyet menyebalkan" gerutu Reynaldo dalam hati.

"Dasar Gak jelas!"

"Kamu sendiri tidak peka!"

"Heii itu kata-kataku!"

"Pinjam"

"Awas aku ingin keluar aku bosan tidur terus"

"Kamu ingin ke mana?"

"Mau mandi kenapa? Mau ikut?"

"Heheh boleh.."

"Dasar mesumm!! awas aku ingin makan"

"Aku hanya akan mesum kepadamu monyet!" ucap Reynaldo mencium bibir Nabila. Nabila yang terkejut hanya mampu diam. Kemudian dia melepaskan ciumannya. Bukannya marah Nabila hanya menggeser tubuhnya.

"Awas aku ingin memakan sesuatu.."

"Ayo aku antar!" ucap Reynaldo bangun kemudian dia menggendong Nabila bak koala.

Nabila yang melihat itu hanya terkekeh kecil sambil memandang wajah tampan suaminya itu.

"Aku masih bisa berjalan Reynaldo.."

"Gak papa aku masih bisa menggendongmu seperti ini setiap hari, bahkan sampai kamu menua pun aku masih bisa menggendongmu"

"Bagaimana sampai tua jika kita hanya sampai tiga bulan bodoh!"

"Kalau begitu jangan ada tiga bulan"

"Hahahah jangan bercanda!"

"Bagaimana jika aku tidak bercanda?.."

"Hemmm entahlah! Lagipula aku lapar"

"Kamu akan gemuk jika terus makan"

"Tidak apa-apa, lagi pula jika aku gendut dia tidak akan marah" ucap Nabila seperti mengingat perkataan seseorang mengatakan soalnya tentang jika nanti berat badannya bertambah.

"Dia??"

"Lupakan saja aku ingin makan suamiii terbaik kontrakku, ku harap hanya kamu yang pertama dan terakhir menjadi suami kontrak! Aku tidak ingin lagi bermain-main tentang pernikahan" ucap Nabila kini membenamkan wajahnya di ceruk leher Reynaldo.

Reynaldo yang mendengar itu terdiam.

Sekilas dia melihat wajah sang Mommy yang sedang memandangnya dengan tatapan sedih.

"Mommy.. I'm so sorry.." gumam Reynaldo dalam hati.

Kini mereka telah sampai di ruang makan besar penthouse itu. Nabila kemudian diturunkan Reynaldo dari gendongannya. Nabila membuka lemari es melihat apa ada camilan yang bisa dia konsumsi.

Terus melihat lemari pendingin itu penuh dengan ice cream dan juga coklat.

Nabila melirik Reynaldo seraya meminta izin kemudian Reynaldo hanya mengangguk setuju.

Di meja makan itu terlihat Nabila sibuk dengan camilannya sedang Reynaldo dengan kopinya.

Nabila sesekali melirik Reynaldo yang fokus dengan tab-nya yang baru saja diantar oleh Bram.

"Bram!!" ucap Nabila.

"Iya Nyonya?"

"Kamu bisa tidak membawaku ke Namsan Seoul Tower sekarang.."

Reynaldo yang mendengar itu langsung melirik ke arah Nabila.

"Besok!"

"Aku ingin sekarang..! Agar sampai di sana saat sunset, aku ingin melihat pemandangan sunset dari atas Namsan Seoul Tower Reynaldo.."

"Kakimu?"

"Aku masih bisa jalan, lagipula ini hanya luka ringan.."

"Mengapa kamu terlalu memaksa ingin ke sana?"

"Ada sesuatu hal yang ingin. Aku lakukan, ayolahhh plisss!" ucap Nabila merengek memohon.

"Nah.. siapkan mobil!" ucap Reynaldo memberikan tab itu kepada Bram dan meminta menyiapkan mobil untuk bersiap ke Namsan Seoul Tower.

"Ayo! Ganti pakaianmu kita akan ke sana" ucap Reynaldo kini berdiri di samping Nabila.

Saat Nabila berdiri hendak berjalan.

Lagi-lagi gerakan cepat Reynaldo menggendong tubuh Nabila.

"Astagaa kamu membuatku terkejut.." cetus Nabila.

"Kamu jalan saja masih seperti itu, biar cepat aku menggendongmu"

"Heheh terima kasih.." ucap Nabila kini mengalungkan tangannya ke leher Reynaldo.

"Bagaimana kita harus segera bertemu..?" ucap Thalita kepada seseorang.

"Baiklah katakan tempatnya kita akan bertemu" ucap seorang wanita dari balik telepon genggam milik Thalita.

Kini Thalita bergegas untuk segera pergi ke tujuan tempat dia menaruh janji dengan seseorang yang akan membantunya melepaskan Reynaldo dari Nabila.

Kini Thalita bersiap menuju lokasi tempat mereka bertemu.

Sesampainya di sana perempuan itu belum hadir sehingga Thalita memesan minuman itu terlebih dahulu.

"Lama sekali jalang itu!" gerutu Thalita.

"Maaf.. membuatmu menunggu aku baru saja landing dari Jerman. Apa tujuanmu menghubungiku sampai kamu mengirimku uang 20 juta dolar...?"

"Kamu akan mendapat 100 juta dolar jika kamu mau bekerja sama denganku"

"Kerja sama apa yang kamu inginkan?"

"Kamu hanya kembali membuat Reynaldo, mencintaimu Luna!"

"Kamu gila!! Reynaldo sudah sangat membenciku bangsat!"

"Reynaldo yang sekarang jauh lebih dari dulu! Kekayaannya bahkan lebih besar dibandingkan kekasih idiot yang kamu manfaatkan itu Luna!"

"Hahah apa yang dia miliki!"

"Kekuasaannya sekarang jauh lebih besar! Kamu bisa mencari informasi tentangnya lewat internet kamu tahu itu semua bisa menjadi sarang uangmu hahah"

Luna dengan cepat mengambil telepon genggamnya untuk mencari informasi tentang Reynaldo.

Saat melihat itu mata Luna tiba-tiba berbinar dan dari bibirnya tersirat senyuman jahatnya.

"Bagaimana?"

"Baiklahh!!" ucap Luna kini menatap wajah Reynaldo dari biografi mengenai Reynaldo.

1
Adin Syarif
ceritanya bagus
Nur Holis
sangat serruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!