NovelToon NovelToon
Sinyal Dari Lantai 4.5

Sinyal Dari Lantai 4.5

Status: tamat
Genre:Fantasi / Misteri / Action / Tamat
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Di dunia ini, semua gedung tinggi secara hukum tidak boleh memiliki lantai 13 atau 4. Namun, seorang pemuda bernama Genta , seorang tukang servis lift yang punya insting tajam, menemukan bahwa lantai-lantai yang "hilang" itu sebenarnya ada secara fisik, tapi hanya bisa diakses dengan kode lift tertentu.

Lantai-lantai tersembunyi ini (Lantai 4.1, 4.2, dst.) adalah kantor pusat "Konsorsium Semesta "organisasi yang mengatur segala hal "kebetulan" di dunia. Mulai dari kenapa sandal jepit selalu hilang sebelah, sampai kenapa harga cabai naik tiba-tiba. Genta tidak sengaja terjebak di Lantai 4.5 dan membawa kabur sebuah "Remote Pengatur Sial".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tekanan Tinggi

Pelabuhan Ratu di tengah malam terlihat seperti kanvas hitam yang ditumpahi tinta perak. Suara ombak yang menghantam karang terdengar seperti deru server raksasa yang sedang mengalami overheat. Di sebuah dermaga pribadi yang tersembunyi di balik tebing, Genta berdiri menatap sebuah benda yang lebih mirip tangki septik raksasa daripada kapal selam.

"Sarah, kamu serius kita mau masuk ke dalam 'kapsul kopi' karatan ini?" Genta mengetuk lambung kapal selam mini yang diberi nama 'The Sub-Routine' itu. Suaranya terdengar nyaring dan... tipis. "Ini kalau kena tekanan air tiga ribu meter, kita bakal jadi geprek manusia dalam hitungan detik."

"Jangan menghina estetikanya, Genta," Sarah muncul dari bawah dek dengan wajah yang cemong oleh oli mesin. "Ini adalah kapal selam riset milik Konsorsium yang gagal diproduksi karena desainnya dianggap 'terlalu jujur'. Lambungnya terbuat dari campuran titanium dan serat karbon yang sudah saya suntikkan dengan kode [ROOT] milikmu. Secara fisik dia mungkin terlihat ringkih, tapi secara probabilitas, kapal ini adalah benda paling keras di lautan saat ini."

Aki datang membawa beberapa tabung oksigen dan sekarung beras. "Kita butuh logistik, Genta. Di bawah sana tidak ada warung nasi padang. Dan ingat, semakin dalam kita menyelam, semakin kuat 'Sinyal Statis' dari realitas yang akan mencoba mengacaukan pikiranmu. Lautan bukan hanya berisi air, tapi juga memori dunia yang tidak terpakai."

Genta menarik napas dalam-dalam, aroma garam dan karat memenuhi rongga parunya. Sejak insiden di Menara Sembako, dia merasa ada sesuatu yang berubah pada obeng magnetiknya. Alat itu kini sering bergetar sendiri setiap kali Genta mendekati air.

"Kenapa kita harus ke dasar laut, Ki? Bukannya dunia sudah bebas?" tanya Genta sambil membantu mengangkut tabung oksigen.

"Dunia memang sudah bebas di permukaan, Nak," jawab Aki dengan nada serius yang jarang ia tunjukkan. "Tapi 'Hardware' asli dunia—server fisik yang menyimpan cetak biru keberadaan kita—ada di palung terdalam. Selama server itu masih menyala dengan pengaturan lama, Konsorsium atau siapa pun yang punya kode akses masih bisa melakukan 'Hard Reset'. Mereka bisa menghapus seluruh populasi manusia dan mengulanginya dari zaman batu hanya dengan satu perintah 'Format C:'."

Genta tertegun. Jadi, semua perjuangannya selama ini hanya untuk menghancurkan "layar" dan "keyboard"-nya saja, sementara "CPU"-nya masih berjalan di bawah sana.

"Oke," Genta mengencangkan baut pada pintu palka kapal selam. "Mari kita benerin CPU dunia ini biar nggak bisa di-format sembarangan."

Persiapan berlangsung intens selama tiga hari. Genta menggunakan kemampuan [ROOT] nya untuk melakukan sinkronisasi antara sistem navigasi kapal dengan insting teknisinya. Dia tidak lagi melihat layar monitor; dia bisa merasakan suhu air, tekanan hidro.statis, dan keberadaan monster laut hanya melalui getaran di ujung jarinya.

Malam keberangkatan pun tiba. Badai kecil mulai mengguncang pelabuhan, seolah-olah alam semesta sedang mencoba memberikan peringatan terakhir.

"Sistem siap," Sarah memberikan aba-aba dari kursi operator di dalam kapal selam yang sempit. "Oksigen 100%, Integritas lambung 98%, Keberuntungan Lokal... stabil di angka netral."

Genta duduk di kursi pilot, memegang tuas kendali yang sudah ia modifikasi dengan bagian dari kunci inggris emasnya yang dulu. "Aki, siap buat perjalanan paling gelap seumur hidup?"

Aki tersenyum tenang sambil memegang tasbih digitalnya. "Saya sudah pernah hidup di zaman tanpa listrik, Genta. Kegelapan bukan hal baru buat saya."

KLIK. WUUUUSH.

Pintu palka terkunci rapat. 'The Sub-Routine' perlahan tenggelam, meninggalkan permukaan air yang bergejolak. Cahaya bulan perlahan memudar, digantikan oleh kegelapan biru tua yang pekat.

Di kedalaman lima ratus meter, gangguan pertama mulai muncul.

"Genta, ada anomali di sonar!" Sarah berteriak. "Benda-benda di sekitar kita... mereka tidak terdaftar di database biologi laut!"

Genta melihat ke luar jendela kaca tebal. Di sana, di antara kegelapan, ia melihat kawanan ubur-ubur yang tubuhnya bukan terbuat dari jeli, melainkan dari susunan kode biner yang berpendar oranye. Mereka berenang mengelilingi kapal selam, mengeluarkan suara statis yang terdengar seperti tangisan bayi.

"Itu 'Data Plankton'," bisik Aki. "Sisa-sisa pikiran manusia yang bocor dari server bawah laut. Jangan dengarkan suaranya, Genta. Fokus pada navigasi!"

Genta mempercepat laju kapal. Namun, tekanan mulai meningkat. Dinding kapal selam mulai berderit, mengeluarkan suara logam yang meregang. Krek.Sebuah retakan kecil muncul di pojok jendela depan.

"Sarah! Lambungnya nggak kuat!" teriak Genta.

"Tekanannya terlalu besar karena ada 'Dinding Logika' di depan kita! Sistem menolak kehadiran kita!" Sarah mengetik dengan panik.

Genta melepaskan tuas kendali dan menempelkan telapak tangannya langsung ke dinding kapal yang retak. Dia tidak menggunakan alat. Dia menggunakan dirinya sebagai jembatan.

"Akses Root: Structural Integrity Over ride!" gumam Genta.

Cahaya putih mengalir dari tangan Genta, merambat ke seluruh dinding kapal selam. Retakan itu tidak hilang, tapi berhenti menjalar. Genta merasakan beban berton-ton air seolah menekan pundaknya secara langsung. Darah mulai keluar dari hidungnya.

"Genta, kamu menahan beban laut dengan kesadaranmu!" Aki memegang pundak Genta, mencoba menyalurkan ketenangan.

"Saya... saya teknisi lift..." Genta terengah-engah, matanya memerah. "Saya biasa nahan beban kabin berton-ton... ini cuma air... cuma air..."

Tiba-tiba, sonar mengeluarkan suara 'PING' yang sangat panjang dan dalam. Di depan mereka, di dasar palung yang gelap, muncul sebuah struktur bangunan yang sangat megah namun mengerikan. Sebuah menara terbalik yang tertancap di dasar laut, dikelilingi oleh ribuan kabel raksasa yang bergerak-gerak seperti tentakel cumi-cumi purba.

Itulah dia. The Core. Jantung dari segala realitas.

"Kita sampai," bisik Sarah dengan takjub.

Namun, di depan gerbang menara terbalik itu, sudah menunggu sesuatu yang membuat nyali Genta menciut. Sebuah kapal selam perang raksasa milik Konsorsium yang bertuliskan 'ARCHITECT-01'.

Sebuah pesan masuk ke layar monitor mereka. Pesan video dari Kenji, yang kini tampak lebih menyeramkan dengan sebagian wajahnya tertutup masker oksigen perak.

"Selamat datang di kuburanmu, Genta," suara Kenji terdengar dingin lewat radio. "Kamu pikir aku akan membiarkanmu menyentuh 'Sor Code' dunia? Di sini, di bawah tekanan tiga ribu atmosfer, tidak ada yang namanya kehendak bebas. Yang ada hanyalah hukum fisika yang mutlak. Dan hukum fisika mengatakan... benda kecil akan hancur oleh benda besar."

Kapal selam Kenji mulai membuka pintu peluncur torpedonya.

Genta menyeka darah di hidungnya dan tersenyum sinis ke arah kamera. "Kenji... kamu mungkin punya kapal besar. Tapi kamu lupa satu hal tentang teknisi lift."

"Apa itu?" tanya Kenji.

"Kita paling jago kerja di ruang sempit dan penuh tekanan."

Genta menarik tuas 'Manual Over drive'. Kapal selam kecil itu mendadak berputar gila, meluncur lincah di antara kabel-kabel raksasa, menuju pintu masuk menara terbalik.

Pertempuran di dasar dunia baru saja dimulai. Dan kali ini, tidak ada jalan untuk naik kembali sebelum semuanya selesai diperbaiki.

1
Melissa McCarthy
mantap bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!