NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Apa aku seburuk itu?

.

“Di mana Sharmila?” tanya Devan yang saat ini sudah berdiri di depan rumah Sharmila.

“Tuan Devan, Anda?" Pelayan yang membuka pintu terkejut mendapati keberadaan Devan di sana. "Apa yang Anda lakukan di sini?" tanya pelayan.

Devan menatap tidak suka ke arah pelayan. "Kamu tidak tahu aku siapa? Aku adalah calon suami Sharmila. Berani-beraninya kamu mempertanyakan keberadaanku di sini? Apa kamu sudah bosan bekerja?”

Pelayan mengerutkan kening. Memangnya siapa yang tidak tahu jika pernikahan mereka berdua telah dibatalkan, dan Nona Sharmila telah menikah dengan pria lain?

Devan hendak menerobos masuk tetapi pelayan dengan tegas merentangkan kedua tangannya.

“Ini adalah perintah dari Nona Sharmila, Anda tidak boleh lagi masuk ke dalam rumah tanpa izin dari Nona.”

Devan mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam ke arah wanita itu yang juga menatapnya dengan tatapan yang sama.

"Dasar pelayan rendahan. Kalau aku sudah menikah dengan Sharmila nanti, orang yang pertama kali aku singkirkan dari rumah ini adalah kamu!” ucapnya jangan ujung telunjuk yang mengarah tepat di depan mata wanita itu.

Namun, tampaknya wanita itu sama sekali tidak gentar. Tangannya yang terentang tak juga turun. Matanya yang menatap tajam juga tak surut. Sudah lama ia tidak menyukai jika nonanya bersama dengan Devan yang angkuh dan terlalu semena-mena dalam memerintah.

“Jika Anda memaksa menerobos, maka saya tidak akan segan untuk memanggil polisi," ancamnya.

Devan menghela nafas kesal, namun juga tak bisa berbuat apa-apa. “Baiklah, katakan padaku ke mana Sharmila pergi!" Terpaksa dia harus mengalah.

"Nona sedang pergi ke rumah tuan besar. Jika mau ada bisa menemuinya di sana!"

Dada Devan berdegup dengan kencang. Tuan besar? Itu berarti Kakek Julian. Dia menikah dengan Sharmila karena perjodohan yang dahulu diatur oleh kakek Julian dengan kakeknya yang telah meninggal.

Batalnya rencana pernikahan mereka adalah kesalahannya, jika sekarang dia menemui kakek Julian sebelum berbicara dengan Sharmila, mungkin itu akan membuat kakek Julian marah padanya. Oh tidak, ia harus bertemu dengan Sharmila dulu sebelum menemui kakek Julian. Jika dia bisa melunakkan hati Sharmila, maka urusan kakek Julian adalah hal kecil.

“Aku akan menunggu di sini," ucap Devan yang akhirnya duduk di salah satu sofa yang ada di teras.

“Terserah," ucap pelayan. “Tapi jika Anda berani menerobos, saya benar-benar akan memanggil polisi." Setelah berkata demikian, pelayan itu meninggalkan Devan seorang diri. Masuk ke dalam rumah lalu mengunci pintu.

*

*

*

“Ke mana saja sebenarnya Sharmila pergi? Apa benar dia ke rumah Kakek? Kenapa lama sekali, apa saja yang mereka bicarakan?" Devan berkali-kali mendengus kesal, mengumpat, memaki. Semua sumpah serapah keluar dari mulutnya.

Pria yang menengok jam berkali-kali, namun yang ditunggu tak juga muncul, bahkan sampai hari ini mulai gelap. Berulang kali mencoba menelepon Sharmila, tetapi panggilannya tetap saja tak tersambung.

Memegangi perutnya yang terasa lapar, karena bahkan tak seorangpun pelayan yang datang menghidangkan makanan atau minuman.

“Pelayan-pelayan kurang ajar!" makinya. “Lihat saja, setelah aku menikah dengan Sharmila, aku pasti akan memecat mereka semua!”

Tapi, lagi-lagi dia hanya bisa memaki seorang diri. Sementara malam semakin gelap, dan Sharmila tak juga datang.

“Mungkin lebih baik aku mencari makan dulu di restoran, setelah itu baru aku kembali,” gumamnya lalu beranjak dari tempatnya duduk.

*

*

*

Sementara itu, wanita yang sedang ditunggu-tunggu oleh Devan.

Di halaman luas rumah kakek Julian, Sharmila dan Zayden baru saja masuk ke dalam mobil. Kakek Julian baru melepaskan mereka setelah selesai makan malam.

Di dalam mobil, Sharmila duduk dengan kesal, lagi-lagi Zayden masuk ke mobil mendahului dirinya tanpa berinisiatif membukakan pintu untuknya. Walaupun ada sopir yang membukakan pintu untuknya, tetap saja itu membuat Sharmila merasa kesal.

Apa pria itu tidak bisa bersandiwara sedikit saja. Walaupun memang kakeknya tidak melihat, karena pria tua itu telah bergelung selimut.

“Jalan!" Zayden memberikan perintah pada sopir, setelah dirinya duduk dengan nyaman menyandarkan punggung tangan bersedekap dan dua mata terpejam.

Sopir mengangguk tanpa suara lalu mulai melajukan mobil.

“Arya!" Sharmila menoleh ke arah Zayden ingin bicara. Tapi nampak olehnya pria itu seperti sudah tertidur pulas bahkan tidak merespon panggilannya.

“Cepat sekali dia tidur," gumamnya. Wanita yang kemudian ikut menyandarkan punggung dan bersedekap. Ingatannya menerawang ketika dirinya dan Zayden masih berada di rumah kakek.

Sharmila melihat Zayden melayani kakeknya dengan sepenuh hati. Bercerita bersama, bermain catur, jalan-jalan di taman belakang, bahkan sampai menjelang tidur pun, masih Zayden yang melayaninya, membantu minum obat, juga menutup tubuh kakeknya dengan selimut. Sama sekali tak nampak raut keberatan di wajah pria itu.

“Arya, kamu beneran sudah tidur?" Sharmila kembali menoleh ke arah Zayden. Sama sekali tak ada respon. Hanya terdengar dengkuran halus milik pria itu di dalam kabin yang sunyi.

Sharmila memiringkan tubuhnya dan menatap lekat pria di sampingnya. Wajah yang tampak tenang dalam tidur. “Sebenarnya kamu cukup tampan," gumamnya dalam hati. “Bahkan kamu lebih tampan dari Devan.”

"Arya,” Sharmila menggoyang lengan pria itu, namun tetap tak ada respon, membuat Sharmila menghela nafas lelah.

“Arya, walaupun kamu tidak dengar, aku tetap berterima kasih, karena kamu sudah baik sama Kakek,” ucapnya. “Ya,,, walaupun aku tahu itu cuma sandiwara. Tetap saja aku berterima kasih karena kamu sudah membuat kakekku bahagia,” lanjutnya. Tangannya terulur hendak menyentuh wajah pria itu, namun dia tarik kembali.

Wanita yang kembali menghadap ke depan dan menyadarkan punggungnya.

“Aku juga tidak pernah menyangka akan ada hari di mana aku harus bekerja sama dengan musuh yang dulu sering membuliku ketika sekolah,” ucapnya lagi.

Mata yang menerawang jauh, seakan mengingat sesuatu yang telah lampau dan harusnya dilupakan.

"Tapi kamu jangan khawatir, kerja kerasmu ini aku akan membayarnya mahal. Kamu tidak akan merasa rugi sedikitpun. Asalkan aku bisa melihat kakek bahagia, aku pasti akan mengorbankan apapun.”

Sharmila menguap sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya perlahan terpejam. Wanita yang akhirnya terjatuh dalam buaian mimpi. Suasana kabin kembali hening tanpa suara. Hanya dengkuran halus yang terdengar dari arah Sharmila.

Byar…

Mata Zayden yang semula terpejam rapat, terbuka sempurna. Merubah posisi yang semula bersandar, menjadi miring menghadap lurus ke arah Sharmila, menatap lekat wajah wanita itu.

“Bersandiwara? Jadi menurutmu aku seburuk itu?”

1
Ari Sawitri
gimana sih sdh menikah kok tinggal dirumah masing-masing ya?? walaupun menikah krn kesepakatan harusnya ya tetap 1 rumah ya .. 🤔
Ari Sawitri
harusnya David jg didepak dr keluarga Natakusuma..toh bibinya Sarmila sdh meninggal. apalagi Vivian yg hanya orang luar. 😒😤
v_cupid
wahhh
Zakaria Nasution
kebanyakan masalalu
v_cupid
mulai deh
v_cupid
sip cerita nya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih kak
total 1 replies
Marina Tarigan
kedua veo oni bodoh soal perasaan pintar dlm minpin perusahaan mknya keterbukaan perlu dlm pernikahan
Marina Tarigan
katanya impoten sarmila juga pernah menhangka begitu
Marina Tarigan
hantam saja Karina semoga kamu bisa kalau kau berhasil terima kasih hancurpun lenya dari muka bumi ini emang kami pikori kami tdk makan dari perusahaan itu mampus pun kamu semua ke naraka sana apa urusan kami
Marina Tarigan
jgn binatang yg serakah itu menang thour sdh cukup korban ayahnya Aria yg korban dan mati sdh cukup aria yg susah payah membesarkan perusahannya itu berkembang buat Karina dan Tristan sepeperti Devan yg salah yg hancur bukan yg kerja keras
Marina Tarigan
hancurkan Tristan biadap sm kek ibunya serakah kurang ajar biadap mau merebut punys orang yg sdh kamu plototi uang ayahnya Rian sampai dipenjara dan meninggal ulah Karina biadap itu tak selamanya kamu bisa moroti orang niadap
v_cupid
waahh musuh baru muncul
v_cupid
lucu
Marina Tarigan
semoga otong Devan tifur selamanya karena niatnya mau meniduri Sarmila gak jadi deh
Marina Tarigan
hancur bagi orang yg menganggap sepele pd hal yg sangat pentimg masa pernikahan yg tgl beberapa memit lagi ditunda besok dimana letak otaknya sdh salah berulah terus nilmati daja nak
Marina Tarigan
terima ksh penyelamat semoga Devan tgl nama saja ya upah orang gila
Marina Tarigan
dlm situasi imi sedikit aku rasa Sarmila kurang peka pd hal sdh ber kali2 Devan selalu mengusiknya aturannya kantor itu kantor besar kgm lawan dgn kata2 membangkitkan kemarahan tpi dhn kelembutan supaya bisa terhinfar dr orang yg sdh lepas kendali tapi karena imo verita halu boleh2 saja harus pake taktik bukan marah2
Marina Tarigan
good Devan baru Devan namanys bagus sekali tdk bisa secara baik kekerasan ya semoga berhasil dan akibatnya Sarmila akan makin benci padamu dan keselamatanmu mkn terancam beserta perusahaanmu bodat
Marina Tarigan
orang gila mau merampas istri orang aneh
Marina Tarigan
tak ada itu seberaninya menilai orang presiden istrinya saja tak berani bertindak begitu ini artis ya 1 triliun honornya sekali manggung ya. ada2 saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!