" Sah..."
Kanaya tertegun mendengar kata sakral yang keluar dari mulut seseorang pria yang dia rindu kan selama ini.
matanya menatap nanar sepasang pengantin yang tersenyum bahagia.
Apa ini???....bukankah dia yang seharusnya duduk di sana,bukankah seharusnya namanya yang di sebut dalam janji suci itu,bukankah gaun pengantin itu seharusnya dirinya yang memakainya, itu adalah gaun pilihannya.
Apa ini?... Sandiwara apa ini?....lelucon apa ini?...
Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah restoran yang berkelas, ia tersenyum bahagia menatap kotak kecil yang ada ditangannya.
" Aisar...naura sudah berangkat ke luar negeri pagi tadi " mendengar itu pria yang dipanggil Aisar itu sontak melempar kotak kecil yang di pegangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ULAH SI KEMBAR
Kanaya kini berdiri di depan rumah yang sangat megah berlantai tiga, Kanaya menatap rumah itu dengan kagum.
" Apa benar ini rumah kalian " keduanya mengangguk.
" kalian gak bohongkan" keduanya menggeleng.
kanaya menatap kembali kedua bocah kembar itu dan kemudian menatap kembali rumah mewah itu.
" ternyata mereka anak orang kaya, Apa nanti aku nggak di tuduh menculik ya , sekejam apa ya daddynya ,sampai anak sekecil mereka sampai kabur" pikir kanaya.
FLASHBACK ON
" Daddy...daddy..." teriak si kembar di pagi hari, mereka memasuki kamar daddy nya dan mengguncang guncang tubuh Aisar yang masih terlelap.
" Daddy...daddy..banun mana mommy anin, oma bilang daddy pergi jemput mommy balu anin "
Aisar yang masih mengantuk karena semalaman tidak tidur, karena sakit hatinya dan kemarahan nya pada kekasihnya nya.
" Anin, hentikan daddy ngantuk "
" katakan dulu mana mommy anin " kata anin dan masih menguncang tubuh daddynya.
" mommy...mommy terus, kenapa kalian selalu minta mommy, sudah ada daddy sama oma apa tidak cukup untuk kalian, kenapa kalian merepotkan sekali " teriak Aisar marah dan langsung bangun dari tidurnya.
twins terkejut melihat daddy nya berteriak, anin nampak ketakutan ia beringsut mundur dan memeluk abi.
Aisar menatap kedua anaknya dengan tatapan tajam.
" Apa kalian tidak bisa diam, daddy pusing melihat kalian, apa tidak bisa kalian buat hidup daddy tenang sebentar " kata aisar dengan masih marah, anin yang ketakutan menangis di dalam pelukan abi, sedangkan abi menatap tajam daddy nya.
" Diam... jangan menangis kepala daddy pusing..pergi sana " Abi langsung membawa adiknya itu keluar dari kamar daddynya.
Dari situlah akhirnya si kembar kabur dari sekolahnya.
FLASHBACK OFF
sebenarnya sebelum mereka bertiga berdiri di depan rumah mewah ini, tadi terjadi begitu banyak drama dari si kembar karena tak ingin pulang ke rumahnya, tapi pada akhirnya Kanaya bisa memberi penjelasan sehingga mereka mau pulang kembali ke rumahnya.
Sebenarnya si kembar tidak tahu di mana alamatnya sehingga membuat kanaya semakin bingung dan pada akhirnya kanaya Mencoba untuk memeriksa tas punggung si kembar dan dari situlah kanaya menemukan alamat tempat tinggal si kembar.
Kanaya menemukan nomor ponsel dan alamat rumah di dalam tas si kembar. tapi si kembar tidak mau pulang jika tidak diantarkan oleh Kanaya sampai di rumah dan pada akhirnya berdirilah Kanaya sekarang di depan rumah mewah milik si kembar.
" Ayo, aku antar kalian sampai gerbang" kata kanaya dan kemudian ia berjalan mendekati gerbang, tapi saat menoleh ke samping kiri dan kanan ia tak melihat si kembar, lantas ia berhenti dan menoleh kebelakang, dan ternyata si kembar masih berdiri di tempatnya tadi dan tak beranjak satu langkah pun.
" kenapa kalian di situ,ayo ...sini " si kembar menggeleng .
" Apa lagi ?"
" dak mau kalau di antal campai gelban, aunty janji katanya mau itut macuk " kata anin .
" Nanti kalau daddy marahin kita lagi gimana aunty, pasti daddy marah lagi kalau tahu kita kabur " kata Abi.
" Iya daddy kalau malah menyelamkan aunty, nanti kita di matan hidup hidup " sahut anin.
kanaya menghela nafasnya, kenapa setelah pulang dari bali nasibnya begitu tragis, di tinggal tunangan kawin sekarang malah terjebak dengan dua bocah kecil yang kabur dari rumahnya.
" Baiklah, ayo masuk " kata kanaya.
Sesampainya di depan gerbang ia menekan tombol yang ada di situ, dan tak lama kemudian gerbang terbuka.
" Tuan muda kecil ,nona muda " kata sang penjaga terkejut melihat anak majikannya yang sudah menggambarkan seisi rumah sudah kembali.
" Tuan ,nona apa kalian baik-baik saja, bari panggil nyonya besar, sampaikan Tuan dan nona muda sudah kembali " kata penjaga itu pada temannya.
Temannya itu langsung berlari menuju rumah utama.
" Mari Tuan muda silakan masuk " Abi langsung menarik tangan kanaya untuk ikut masuk.
penjaga itu menatap kanaya dengan kening berkerut dan Abi menyadari itu.
" Dia aunty yang menolong aku " kata abi dengan nada tegas. walaupun usianya masih kecil tapi nada Abi saat berbicara terlihat tegas dan seperti orang dewasa.
ketiganya berjalan ke rumah utama, jaraknya cukup lumayan sih.
Di pintu utama seorang wanita setengah baya berlari menghampiri mereka.
" Sayang..." seru wanita itu dan kemudian memeluk kedua bocah itu.
" kalian kemana saja...Ya Alloh terima kasih " ucap wanita itu dengan tangisan nya dan berkali-kali mencium kedua bocah itu.
" Oma wajah anin bacah cemua kena ingus oma " kata anin dengan lucu.
wanita yang dipanggil Oma itu langsung berhenti menciumi kedua bocah itu dan kemudian mengusap air matanya.
" Maaf sayang, oma bahagia sekali, oma cemas sekali ,syukur lah kalian nggak apa-apa , ayo kita masuk" kata oma dan berdiri dari jongkoknya.
" lho siapa gadis cantik ini?" kata oma saat melihat kanaya berdiri di belakang cucunya.
Kanaya tersenyum dan mengangguk kepalanya.
" selamat malam tante " sapa naya.
" Dia aunty yang bawa anin cama abang pulang " jawab anin .
" Oh iya ...terimakasih banyak nak " kata sarah oma si kembar, naya tersenyum tipis dan mengangguk kepalanya.
" guys...kalian sudah sampai di rumah, sekarang tante mau pulang dulu ya "
" No..!!" seru anin, yang membuat beberapa orang di situ terkejut.
" aunty macuk dulu " kata anin dan langsung menarik tangan kanaya.
" pak sardi tolong hubungi Aisar katakan si kembar sudah pulang " perintah sarah pada penjaga rumah.
" Di ruang tamu kanaya duduk di apit si kembar dan di depan mereka duduk bu sarah,kanaya menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan si kembar.
bu sarah nampak terharu " Terimakasih nak, terimakasih banyak, entah apa yang terjadi jika tidak ada nak naya " kanaya tersenyum.
" Abi ...anin ..." tiba-tiba Aisar berteriak dan mendekati ke dua anaknya.
Nampak wajah lelah dan khawatir terlihat di raut muka Aisar.
" Kemari ..kalian " Anin dan Abi langsung memegang erat tangan kanaya.
" Apa kalian tidak dengar daddy bicara"
si kembar semakin erat memegang tangan kanaya.
" Sabar nak ...mereka gak apa apa " kata bu sarah.
" Abi ..anin .." seru Aisar tak menghiraukan ibunya, matanya menatap tajam si kembar.
tiba-tiba anin menangis kencang dan memeluk kanaya.
" Daddy nakal...daddy kayak monster...daddy jahat..." teriak anin dalam tangisnya.
Aisar berjalan mendekati kedua anaknya hendak mengambil mereka, tapi kanaya langsung berdiri di depan Aisar dan menyembunyikan si kembar di belakang nya.
Kening Aisar berkerut menatap seorang gadis berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam.
" Siapa kamu, minggir"
kanaya menggeleng " jika anda masih emosi, maka aku akan tetap di sini melindungi si kembar "
" Siapa kamu??"
" bukan siapa siapa, aku hanya ingin melindungi si kembar dari seorang ayah yang seperti monster "
" mereka anakku, kamu tidak ada urusan dengan kami "
" sekarang mereka akan menjadi urusanku "
Aisar semakin mengerutkan dahinya.
" jika Anda masih emosi, masuklah ke kamar anda, basuh muka anda dan cuci kaki anda, kalau perlu ambil air wudhu dan shalat sekalian biar setan setan yang menempel di tubuh anda pergi, dan biar hati anda menjadi tenang "
" kamu pikir aku kesurupan..dasar gadis gila..cepat minggir berikan si kembar padaku " kata aisar dengan masih nada tinggi.
" tidak akan "
bu sarah yang melihat pertikaian itu tersenyum tipis.
" Ternyata si kembar sudah menemukan calon mommynya " batin bu sarah dan bu sarah melirik ke arah si kembar.
Aisar menatap kanaya dengan tajam, dan kemudian beralih menatap si kembar.
Si kembar yang bersembunyi di belakang kanaya mengintip ke arah daddynya dan kemudian menjulurkan lidahnya.
" Sudahlah nak, sekarang yang penting twins Sudah kembali, bersihkan badanmu, kemudian makan malam, mama akan siapkan makanan malam " kata bu sarah.
Aisar menatap kanaya dengan tatapan tajam, kanaya pun tak kalah sengit menatap nya.
" Siapa gadis ini berani sekali menatapku seperti itu, kenapa ia bisa bersama si twins, bahkan berani membela twins " kata hati Aisar dengan langkah menuju ke kamarnya.
" Baiklah, kalian sudah aman, daddy kalian tidak akan marah lagi sama kalian, sekarang aunty boleh pulang kan "
" No...."
#####
Assalamualaikum HAPPY READING readers
jangan lupa jejak cintanya...