NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Letnan

Jodoh Sang Letnan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Ikuti saya di:
FB Lina Zascia Amandia
IG deyulia2022

Setelah hatinya lega dan move on dari mantan kekasih yang bahagia dinikahi abang kandungnya sendiri. Letnan Satu Erlaga Patikelana kembali menyimpan rasa pada seorang gadis berhijab sederhana yang ia temui di sebuah pujasera.

Ramah dan cantik, itu kesan pertama yang Erlaga rasakan saat pertama kali bertemu dengan gadis itu. Namun, ketika hatinya mulai menyimpan rasa, tiba-tiba sang mama membawa kabar kalau Erlaga akan dikenalkan pada seorang gadis anak dari leting sang papa. Sayangnya, Erlaga menolak. Dia hanya ingin mendapatkan jodoh hasil pencariannya.

Apakah Erlaga pada akhirnya menerima perjodohan itu, atau malah justru berjodoh dengan gadis yang ia temui di pujasera?

Yuk, kepoin kisahnya di "Jodoh Sang Letnan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Benang yang Kusut, Hati yang Terpaut

     Sore itu langit berwarna abu-abu keunguan, seolah mencerminkan suasana hati Syafina yang tidak menentu. Sejak pertemuan traumatis dengan Dokter Prita di depan restoran tempo hari, keceriaan yang biasanya terpancar dari wajah gadis itu mendadak redup.

     Undangan pernikahan yang mulai dicetak, jadwal fitting terakhir, hingga urusan katering seolah kehilangan kesannya. Di mata Syafina, bayangan Prita yang begitu percaya diri dan menyebut-nyebut nama Syapala terus berputar seperti kaset rusak.

     ​Selama tiga hari terakhir, Syafina memilih untuk menarik diri. Ia sengaja mematikan notifikasi ponselnya, mengabaikan puluhan pesan WhatsApp dan panggilan telepon dari Erlaga. Saat di kampus, ia akan keluar melalui gerbang belakang atau menumpang mobil temannya hanya untuk menghindari mobil Erlaga yang setia menunggu di depan gerbang.

     ​Ia butuh ruang. Ada rasa sesak yang tidak bisa dijelaskan saat menyadari bahwa pria yang akan menjadi suaminya memiliki sejarah yang begitu rumit dengan wanita lain, terutama dengan Syapala, yang kini berstatus sebagai kakak iparnya sendiri.

     ​Di tempat berbeda, di dalam ruang kerjanya, Erlaga duduk dengan tatapan kosong menghadap tumpukan berkas. Pikirannya kacau. Sebagai seorang perwira, ia terbiasa menghadapi musuh yang nyata di medan tempur, namun menghadapi aksi diam seorang wanita yang dicintainya ternyata jauh lebih sulit.

     ​"Syafina... tolong jangan begini," gumamnya lirih sambil menatap foto profil WhatsApp Syafina yang kini kosong.

     ​Erlaga menyadari satu hal, masa lalunya seperti sedang menagih hutang. Dulu, ia pernah melakukan kesalahan besar dengan mengkhianati Syapala akibat hasutan Prita. Kini, ia tidak ingin sejarah kelam itu terulang dan menghancurkan masa depannya bersama Syafina. Ia tahu, kata-katanya saja tidak akan cukup. Syafina membutuhkan bukti, bukan sekedar janji atau pembelaan diri.

     ​Dengan tekad bulat, Erlaga mengambil kunci mobilnya. Ia harus melakukan satu manuver terakhir untuk menyelamatkan benteng cintanya. Ia harus mempertemukan dua wanita yang paling berarti dalam sejarah hidupnya, Syapala dan Syafina.

     ​Setelah melalui drama penolakan yang panjang, termasuk Erlaga yang nekat menunggu di depan rumah Syafina selama empat jam di bawah gerimis hujan, akhirnya Syafina luluh. Dengan mata yang sembab, ia setuju untuk ikut bersama Erlaga ke sebuah kafe pribadi yang sudah dipesan.

     ​"Fina hanya ingin kebenaran, Kak. Bukan pembelaan," ujar Syafina dingin saat mereka berada di dalam mobil.

     ​Erlaga mengangguk pelan, tangannya mencengkeram kemudi dengan erat. "Kakak tahu. Karena itu, Kakak membawa seseorang yang bisa memberikan kebenaran itu secara utuh."

     ​Saat mereka memasuki ruangan privat di kafe tersebut, sosok Syapala sudah duduk dengan tenang. Wajahnya yang teduh dan pembawaannya yang anggun langsung menyambut mereka.

     Ada senyum tulus di bibir Syapala, senyum yang tidak menyiratkan dendam sedikit pun.

     ​Syafina duduk dengan kaku. Jantungnya berdegup kencang. Ia menatap Syapala, mencari-cari jejak masa lalu di mata wanita beranak satu itu.

     ​"Mbak Syapala... maaf kalau Fina mengganggu waktu Mbak," suara Syafina bergetar.

     ​Syapala menggeleng lembut, ia meraih tangan Syafina yang terasa dingin. "Tidak, Fina. Justru Mbak senang kita bisa bicara. Kak Laga sudah menceritakan semuanya. Tentang Prita, dan tentang keraguan kamu."

     ​Syafina menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian. "Benarkah Mbak Syapa pernah ada hubungan dengan Kak Laga? Dan... hubungan kalian saat ini seperti apa? Fina mohon katakan dengan jujur agar Fina tidak ada keraguan di masa depan. Fina tidak ingin membangun rumah tangga di atas puing-puing masa lalu yang belum selesai."

     ​Syapala terdiam sejenak, matanya menerawang ke depan, lalu kembali menatap Syafina dengan seksama.

     ​"Kami memang pernah punya hubungan. Jauh sebelum Dokter Prita datang ke dalam kehidupan Kak Laga. Bahkan, kami sudah di tahap yang sangat serius, hampir saja menikah," ungkap Syapala jujur. Kalimat itu sempat membuat Syafina terkesiap, namun ia tetap mendengarkan.

     ​"Lalu, apa yang terjadi?" tanya Syafina lirih.

     ​"Sayang sekali, saat itu Kak Laga berhasil kena hasut tanpa mencari dulu kebenarannya. Dia begitu mudah terkena tipu daya Dokter Prita. Prita adalah sosok yang manipulatif. Dia mengarang cerita tentang Mbak, memfitnah Mbak, dan membuat Kak Laga percaya bahwa Mbak sudah tidak ingin menjalin kasih dengannya. Hubungan kami hancur karena orang ketiga yang licik."

     ​Syapala menjeda, memberikan ruang bagi Syafina untuk mencerna informasi yang dia ceritakan itu. "Tapi, Syafina, dengarkan Mbak. Itu adalah masa lalu yang sudah berlalu. Sekarang, Mbak adalah istri dari abang kandung Kak Laga. Kami sudah berdamai dengan keadaan. Kak Laga yang kamu lihat sekarang bukanlah Kak Laga yang dulu mudah terhasut. Dia sudah jauh lebih matang, lebih bijaksana, dan tidak lagi gegabah dalam mengambil keputusan."

     ​Syapala meremas lembut jemari Syafina. "Tentang Dokter Prita... Mbak mohon, jangan dengar apa-apa lagi darinya. Dia hanya wanita yang tidak bisa melihat orang lain bahagia. Dia hanya ingin menghancurkan setiap hubungan baru yang dibangun oleh Kak Laga karena ia merasa gagal memilikinya secara utuh. Mbak yakin, Kak Laga memilihmu bukan karena kamu 'standar' seperti katanya, tapi karena kamu adalah pelabuhan yang dia cari setelah badai panjang."

     ​Mendengar penjelasan yang begitu tulus dari Syapala, benteng pertahanan Syafina runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya tumpah. Ia merasa malu karena sempat meragukan ketulusan Erlaga, dan ia merasa tersentuh dengan kebesaran hati Syapala yang mau membantunya.

     ​"Mbak... terima kasih. Terima kasih banyak," isak Syafina.

     ​Erlaga yang sejak tadi hanya diam memperhatikan dari sudut ruangan, merasa dadanya sesak oleh rasa haru. Ia mendekat, berlutut di samping kursi Syafina, dan menatap gadis itu dengan pandangan memohon.

     ​"Syafina, maafkan Kakak karena masa lalu Kakak sempat melukaimu. Kakak tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, tapi Kakak janji akan menjaga masa depan kita dari gangguan siapa pun," bisik Erlaga dengan suara bariton yang dalam.

     ​Syafina menatap Erlaga, lalu beralih ke Syapala. Ia melihat ketulusan di mata keduanya. Rasa cemburu yang tadinya membakar dadanya perlahan padam, digantikan oleh rasa percaya yang lebih kuat dari sebelumnya.

     ​"Fina minta maaf karena sudah menghindar, Kak," ucap Syafina sambil menyeka air matanya.

     ​Malam itu, setelah pertemuan dengan Syapala berakhir, Erlaga segera mengantar Syafina kembali ke rumahnya, Erlaga duduk di belakang setir dengan perasaan lega yang luar biasa. Ia merasa seolah baru saja memenangkan pertempuran paling menentukan dalam hidupnya.

     ​Ia sangat berterima kasih pada Syapala. Jika bukan karena penjelasan wanita itu, mungkin hubungannya dengan Syafina sudah berada di ujung tanduk. Erlaga menyadari betapa beruntungnya ia pernah mencintai dan mengenal sosok seperti Syapala.

     Meskipun cinta mereka tidak berakhir di pelaminan, namun persahabatan dan kebesaran hati Syapala telah menjadi penyelamat bagi kebahagiaannya bersama Syafina.

     ​"Terima kasih, Syapa, Kakak Ipar. Kamu memang wanita luar biasa," gumam Erlaga dalam hati.

     ​Kini, tidak ada lagi keraguan. Tidak ada lagi bayang-bayang Prita yang bisa mengusik mereka. Satu bulan menuju pernikahan terasa kembali indah. Erlaga berjanji dalam hati, ia akan menjaga Syafina dengan segenap jiwa raganya, menjadikannya wanita paling bahagia sebagai balasan atas kepercayaan yang telah diberikan kembali kepadanya.

Apakah setelah ini masih akan ada ujian sebelum mereka melangsungkan pernikahan?

Jangan lupa dukungannya. Yang belum ikuti Author, jangan lupa ikuti profilnya ya.

NB; Sebelum saya melanjutkan ke bab selanjutnya, izinkan saya sebagai umat Nabi Muhammad menyampaikan mohon maaf lahir dan batin dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa 1 Ramadhan 1447 H, yang jatuh pada hari Kamis besok, ucapan ini saya sampaikan bagi pembaca yang menjalankannya. Semoga amal ibadah puasa Ramadhan kita tahun ini diridoi Allah dan berlimpah pahala. Aamiin....

1
Esther
gak ada capeknya Laga....habis latihan langsung ngerjain istri😄
Lina Zascia Amandia: Lagi hangat2nya pengantin baru, heheh....
total 1 replies
Ayudya
lanjut kak
Ikaaa1605
Kiw kiw😅
Nice1808
romantis bnget🤣🤣lanjut thor
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sabar shafina. erlaga juga kangen kamu
Kasandra Kasandra
lanjut
Nar Sih
sabarr ya fina,tiga hri gk lama kok ,pasti nanti stlh suami mu pulang puas,,in deh lepas rinduu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Patrick Khan
ahhhh apa q aja yg di tinggal suamik kerja luar kota malah seneng gk karuan🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: hahaha.. iya kak
total 4 replies
Nice1808
sabar fina cuma 3 hari ntar laga pulang rindu nya menggebu2😃😃😃
Ayudya
sabar Fina hanya 3 hari ntar kalau Uda pulang peluk yg erat jangan lepaskan🤣🤣🤣🤣🤣
Eva Tigan
persiapkan diri ..jiwa dan raga saja Syafina..ini Pak Kapten pulang pasti rindunya menggebu gebu,harus siap segera digempur entah sampai berapa Ronde..😄
Eva Tigan: yup benar.. kekuatan prajurit pasti ekstra kuat di darat ,laut dan udara ..bahkan di atas ranjang sekalipun 😄
total 2 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
shafina, semangat tunjukkan prestasimu yaa
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semangat yaw😊
Nar Sih
sabarr fina ,jgn dgr kata ibu,,persit yg lain nya ,💪
Nar Sih
semagatt fina 💪jdi ibu persit 👍
Esther
dimana2 ya kalau yang senior itu selalu sok berkuasa.
Esther
Memakai seragam persit pertama kali....semangat Fina
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 double up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!