Cerita ini bercerita tentang seorang gadis bernama Viona yang tidak pernah dianggap apalagi di terima oleh keluarganya. Karena sang mama meninggal ketika melahirkan nya dan saudara kembarnya Vivian.
Bahkan ayah kandungnya tidak pernah menganggap nya ada . Lebih parahnya Viona dianggap pembawa sial oleh keluarganya.
Setelah Viona tumbuh dewasa dan pergi dari rumah orang tua nya. Malah badai semakin kuat menghantamnya. Gagalnya pernikahan nya karena saudara kembarnya.
Tolong jangan kasih Rate jelek ya! Kalau tidak berkenan membaca silahkan di skip saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayya mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara ulang tahun
Benar saja dua minggu setelah Viona mendengar pembicaraan tentang acara ulang tahun Vivian yang akan diadakan di rumah .Saat ini semua orang sedang sibuk mempersiapkan semuanya. Sementara Viona memilih untuk pergi meninggalkan rumah karena kemarin tuan Sebastian berpesan pada bu Minah untuk tidak membiarkan Viona berkeliaran di sekitar rumah ketika acara berlangsung.
Sejak pulang sekolah tadi , Viona berpamitan pada bu Minah untuk pergi ke rumah temannya. Bu Minah pun mengizinkan Viona pergi dengan syarat tidak boleh pulang petang.Dengan mengayuh sepeda nya. Viona pergi ke suatu tempat yang biasa dia kunjungi untuk berbagi keluh kesah . Bukan ke rumah teman nya melainkan ke makam Oma Selasih dan opa Arbian.
Sekalian ke makam mama nya, karena makam mereka semua bersebelahan.
" Assalamualaikum Oma,opa , mama!" Vio datang " ujarnya sembari membawa kantong plastik hitam di tangan nya .
Dan tangan satunya lagi ada paper bag yang bertuliskan nama salah satu toko kue di sekitar sana.
Viona kecil lebih dulu berdoa untuk keluarganya yang telah tiada Walaupun dia tidak begitu pandai tapi setidaknya dia bisa mengirim bacaan al-fatihah untuk para almarhum dan almarhumah.
" Mama...oma ...Opa. Tadi sebelum kesini Vio sudah beli kue lho!" ucapnya dengan senyum gembira.Padahal dalam hatinya menahan tangis.
" Viona juga dapat bonus lilin sama korek api. Tadi si penjualnya nanya sama Vio. Vio mau cari kue rasa apa? Tapi Vio takut uangnya kurang jadi Vio pilih ukuran paling kecil".ucapnya polos.
" Tadi kakak penjualnya itu juga nanya sambil bercanda Vio di suruh siapa beli kue . Atau beli buat teman Vio. Vio jujur kalau hari ini ulang tahun Vio. Mereka baik banget langsung ngasih bonus lilin. Tadinya Vio juga tidak punya korek api. Pas Vio mau beli malah di kasih gratis. Kan lumayan tiga ribu bias buat beli es cekek!" candanya.
Vio mengeluarkan kur yang ada di dalamnya . Dan benar aaja ukuran kue itu sangat kecil.
" Lihat ini! Cantik kan kue nya . Kaya Vio!" celetuknya lagi di depan tiga makam orang yang sangat ia sayangi.
Viona kecil menyalakan lilin kemudian bernyanyi lagu ulang tahun untuk dirinya sendiri " Happy birthday to me..happy birthday to me" begitulah lirik lagu yang telah di ubahnya sendiri.
Sembari meneteskan air mata ,Viona meniup lilin itu setelah sebelumnya dia mengucapkan harapannya dalam hati.
" Aku hanya ingin bahagia, dan di sayang semua orang!" harapan kecil namun belum pernah gadis kecil itu rasakan.
*
Tiga jam sudah Viona berada di makam itu. Bahkan gadis kecil itu sempat tertidur disana tadi. Hari sudah mulai sore, itu artinya Viona harus segera pulang sebelum acara ulang tahun untuk Vivian diadakan.
Gadis itu berjalan ke tempat dimana sepedanya berada. Tapi alangkah terkejutnya Viona ketika melihat Bu Alma dan beberapa teman sekelasnya sudah ada di gerbang pintu masuk dan keluar makam itu.
" Selamat ulang tahun Viona!" ucap mereka semua serempak.
" Kalian semua kenapa bisa tahu kalau aku ada disini?" tanya Viona polos.
" Tadi ibu yang mengabari mereka, karena ibu tidak sengaja melihat kamu masuk ke makam ini sendirian tadi. Pas ibu lihat kamu malah tiup lilin sendirian disana. Makanya bu Alma berinisiatif melakukan semua ini.Hampir dua jam lho kita disini nungguin kamu!" ucap bu Alma.
Viona langsung meminta maaf, beruntung saja semua teman Viona anak yang baik dan tidak ada yang protes satu pun.
Sebagai perayaan bu Alma mentraktir mereka semua makan bakso di depan gang sana.
Walaupun dengan sederhana, tapi ini perayaan ulang tahun pertama yang di rasakan oleh Viona.
Tanpa sadar gadis itu meneteskan air mata. Dan itu tak luput dari pandangan bu Alma.
"Sudah jangan sedih lagi ya! Kita semua ada disini buat kamu " ucap Bu Alma.Entah kenapa sejak pertama bertemu dengan Viona, hatinya tergerak untuk selalu melindungi dan peduli pada gadis kecil itu.
Waktu sudah semakin sore, Viona harus segera pulang. Tak lupa dia mengucapkan terimakasih pada gurunya itu.
Viona melanjutkan perjalanan pulangnya.Sesampainya di depan rumah benar saja sudah banyak orang disana . Namun bukan tamu tapi event organisers yang sedang bertugas untuk acara malam nanti.
" Wah pasti meriah sekali !" batin Viona.
Viona buru-buru masuk lewat pintu samping seperti biasa. Tanpa Viona ketahui juga jika Papanya yaitu tuan Sebastian memperhatikannya dari balkon yang ada di kamarnya.
"Sayang ! Anak itu sangat mirip dengan mu . Kenapa harus dia yang sangat mirip dengan mu. Kenapa bukan Vivian. Tapi aku tak akan goyah , Karena dia kamu harus pergi meninggalkan kami selamanya!" gumam Sebastian.
Sementara Winda dan Yang Na sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Yang Na sedang di kamar nya,menatap foto keluarga dimana ada empat orang disana.
Foto itu tak lain adalah foto keluarganya . Dalam foto itu terlihat jelas ada dua orang remaja yang tersenyum bahagia dli tengah dirinya sendiri dan sang suami.
"Kenapa selalu ada yang hilang dari hati ini. Kenapa aku merasa sepi walaupun disini banyak orang ?" tanya Yang Na sembari mengelus lembut wajah suami nya di foto itu. Tak di pungkiri wanita tua itu kini merasa kesepian. Setelah suaminya pergi untuk selamanya.Kemudian di susul anak gadisnya . Sedangkan anak lelaki nya entah kemana. Sejak kejadian tujuh belas tahun yang lalu. Saat dirinya tidak setuju dengan wanita pilihan anaknya sendiri.
Dan bodohnya Yang Na dan sang suami malah memberi pilihan konyol. Fajar harus memilih antara keluarga dan sang kekasih. Dan ini berakibat putusnya hubungan keluarga antara mereka.
Dan sekarang penyesalan Yang Na benar-benar terasa. Namun Yang Na berusaha berfikir positif. Untung ada Winda yang selalu menemaninya.
Padahal Yang Na tak tahu jika Winda ada maksud tersembunyi dengan selalu mendekatinya.
Kenyataannya Winda sangat mencintai Sebastian. Dulu Winda sudah lebih dulu menikah namun tak mempunyai anak. Begitu mendengar Fara saudara sepupu nya meninggal Winda langsung bergerak cepat dengan meminta berpisah dari suaminya.
Perceraian itu berjalan dengan lancar .Karena mantan suami Winda tidak ingin terlalu banyak drama. Karena mungkin juga jodoh mereka hanya sampai disini.
Tapi Winda malah membuat cerita bohong dengan mengarang cerita tentang penyebab perpisahan mereka . Winda mengaku pada keluarganya jika mantan suaminya itu ringan tangan .Winda juga mengatakan jika suaminya itu terus mengatakan jika dirinya itu mandul.
Padahal mantan suami Winda adalah orang yang baik. Dia sangat sabar menghadapi Winda yang angkuh dan suka seenak jidatnya sendiri.
***Bahaya ini kalau tante satu ini beneran nikah sama Sebastian.Viona bisa di jamin digeprek tiap hari.Kasihan banget Viona.