NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menembus Batas

Langit malam di atas Sekte Pedang Awan gelap gulita, tanpa bintang, seolah-olah langit sendiri sedang menahan napas menyaksikan apa yang akan terjadi di gubuk reyot di pinggiran asrama murid luar.

Han Luo duduk telanjang dada di tengah ruangan. Di depannya, di atas piring kayu kecil, tergeletak sebuah pil berwarna putih susu yang memancarkan aroma obat yang tajam dan menyegarkan.

Pil Pembersih Sumsum - Kualitas Menengah.

Bagi murid jenius seperti Liu Feng, pil ini hanyalah permen untuk mempercantik kulit. Tapi bagi Han Luo yang memiliki "Akar Roh Campuran Lima Elemen" yang tersumbat lumpur kotoran duniawi, pil ini adalah kunci untuk membuka gerbang neraka... dan surga.

"Bakat tubuh ini sampah," gumam Han Luo, menatap dadanya yang kurus. "Meridianku sempit seperti selokan tikus. Qi tersendat di setiap persimpangan. Tanpa pil ini, aku butuh bertahun-tahun untuk mencapai Tingkat 4."

Dia tidak ragu. Dia mengambil pil itu dan menelannya bulat-bulat.

Sensasi dingin menyebar di tenggorokannya, turun ke lambung, lalu...

BOOM!

Meledak.

Bukan rasa dingin lagi, tapi rasa panas yang membakar. Seolah-olah dia baru saja menelan bara api cair.

"Argh!" Han Luo menggertakkan gigi, tubuhnya kejang seketika.

Energi obat itu mengamuk di dalam tubuhnya, menerobos masuk ke dalam pembuluh darah, otot, dan tulang sumsumnya. Rasa sakitnya berbeda dengan saat melatih Sutra Seribu Wajah. Jika Sutra Seribu Wajah adalah rasa sakit diiris pisau, maka Pembersihan Sumsum adalah rasa sakit digilas roda besi.

Kotoran-kotoran hitam berminyak mulai merembes keluar dari pori-porinya. Baunya busuk luar biasa, seperti telur busuk dicampur bangkai tikus yang direndam selokan.

"Keluarkan... semuanya..." desis Han Luo.

Matanya merah, urat-urat di lehernya menonjol. Dia memaksakan kesadarannya untuk tetap terjaga, mengarahkan arus Qi yang kacau untuk menghantam sumbatan di titik akupunktur utamanya.

Krak!

Sumbatan pertama di meridian tangan kanan jebol. Krak! Sumbatan di kaki kiri hancur.

Selama empat jam, Han Luo bertarung melawan tubuhnya sendiri. Lantai kayu di bawahnya basah oleh keringat hitam dan lendir berbau busuk.

Menjelang pagi, rasa sakit itu perlahan mereda, digantikan oleh sensasi ringan yang luar biasa.

Han Luo membuka matanya. Pandangannya jauh lebih tajam. Dia bisa melihat partikel debu yang melayang di udara. Dia bisa mendengar suara jangkrik di jarak seratus meter.

Dan yang paling penting... Qi di dalam tubuhnya mengalir lancar seperti sungai kecil, tidak lagi tersendat.

"Pembentukan Qi... Tingkat 4!"

Han Luo mengepalkan tinjunya. Bang! Suara ledakan udara kecil terdengar. Kekuatan fisiknya meningkat dua kali lipat. Tapi dia tidak berhenti.

"Masih ada sisa energi obat. Dan aku punya 10 Pil Pengumpul Qi."

Han Luo gila. Kultivator normal akan istirahat setelah pembersihan sumsum untuk menstabilkan fondasi. Tapi Han Luo tahu dia tidak punya waktu. Long Tian sedang berlatih gila-gilaan dengan obat dari Peri Lin.

Dia mengambil botol Pil Pengumpul Qi, menuangkan tiga butir sekaligus ke mulutnya.

"Lanjut!"

Energi spiritual murni meledak lagi. Han Luo memutarnya menggunakan teknik pernapasan dasar sekte yang dia modifikasi sedikit dengan prinsip Pernapasan Kayu Mati agar lebih efisien menyerap energi tanpa kebocoran.

Pagi berganti siang. Siang berganti malam. Han Luo tidak keluar gubuk.

Baru pada tengah malam hari kedua, dia berhenti.

Aura di sekeliling tubuhnya bergetar, lalu memadat.

Pembentukan Qi Tingkat 5!

Han Luo menghembuskan napas panjang, mengeluarkan uap abu-abu kotor dari paru-parunya.

"Dua tingkat dalam dua hari," Han Luo menyeringai puas, meski tubuhnya lengket menjijikkan. "Ini baru kecepatan yang pantas untuk seorang Transmigrator."

Dia berdiri, tulang-tulangnya berbunyi krek-krek memuaskan.

Masalah sekarang: Bau.

Gubuk itu baunya seperti jamban umum yang tidak dibersihkan setahun. Jika ada murid lain lewat, mereka pasti curiga ada mayat di dalam.

Han Luo segera mengambil ember air, menggosok tubuhnya dengan kasar hingga kulitnya merah. Dia membakar dupa murahan untuk menutupi bau, dan membuka jendela lebar-lebar.

Setelah bersih dan mengenakan jubah baru, Han Luo merasa seperti orang baru. Tubuhnya lebih berisi, kulitnya sedikit lebih cerah (efek pembersihan), dan matanya memiliki kilatan tajam yang tersembunyi.

Dia mengambil pedang besinya.

"Sekarang, mari kita coba teknik itu."

Han Luo menyalurkan Qi Tingkat 5-nya ke pedang. Kali ini, alirannya lancar dan eksplosif.

Tebasan Bayangan Kilat!

Sret!

Tidak ada suara angin. Hanya kilatan samar di udara. Kaki meja kayu di sudut ruangan terpotong rapi, seolah-olah dipotong laser. Bagian atas meja itu tidak jatuh selama dua detik, baru kemudian merosot pelan.

"Cepat," Han Luo mengangguk. "Masih belum sempurna, tapi cukup untuk membunuh kultivator Tingkat 6 jika mereka lengah."

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di luar gubuk.

Langkah kaki yang berat dan banyak. Bukan murid biasa.

"Geledah setiap gubuk! Ada pencuri yang masuk ke Gudang Senjata!" suara teriakan terdengar.

Han Luo mengerutkan kening. Gudang Senjata? Dia tidak mencuri apapun dari sana. Siapa yang berani membuat keributan di sekte?

Brak!

Pintu gubuk Han Luo ditendang terbuka.

Tiga murid dari Divisi Penegakan Hukum (berbaju hitam dengan garis merah) berdiri di sana dengan wajah garang.

"Keluar!" bentak pemimpin mereka. "Kami menerima laporan ada aura mencurigakan dari gubuk ini! Baunya busuk seperti mayat!"

Han Luo segera memasang wajah bodoh dan ketakutan. "K-Kakak Senior! Saya... saya hanya sedang diare parah selama dua hari! Maafkan baunya!"

Pemimpin itu menutup hidungnya dengan jijik. "Diare? Menjijikkan. Tapi baunya memang seperti kotoran, bukan mayat segar."

Salah satu anak buahnya masuk, mengacak-acak tempat tidur Han Luo. Dia tidak menemukan apapun.

"Bersih, Ketua."

"Tunggu," Pemimpin itu menatap Han Luo tajam. "Kultivasimu... Tingkat 5?"

Han Luo membeku sesaat. Sebulan lalu, dia tercatat Tingkat 3. Naik dua tingkat secepat ini bagi murid berakar roh sampah adalah anomali.

"S-Saya..." Han Luo tergagap, otaknya berputar cepat. "Saya menggunakan semua tabungan saya untuk membeli Pil Darah Binatang di pasar gelap... Saya putus asa ingin lulus ujian bulanan..."

Pil Darah Binatang adalah pil terlarang yang murah tapi memiliki efek samping merusak potensi masa depan demi kenaikan instan. Itu alasan yang logis untuk orang bodoh.

Pemimpin itu tertawa mengejek. "Pil Darah Binatang? Pantas saja baumu busuk. Kau menghancurkan masa depanmu demi kenaikan semu. Sampah tetaplah sampah."

Mereka kehilangan minat. Murid yang merusak fondasinya sendiri tidak layak dicurigai sebagai pencuri hebat.

"Ayo pergi. Cek gubuk sebelah!"

Mereka pergi, meninggalkan Han Luo yang masih membungkuk gemetar.

Begitu mereka jauh, Han Luo tegak kembali. Matanya dingin.

"Hampir saja," desisnya. "Kenaikan tingkat yang terlalu cepat menarik perhatian. Aku harus menyembunyikan auraku kembali ke Tingkat 4 menggunakan Sutra Seribu Wajah mulai besok."

Tapi kejadian ini memberinya informasi: Penjagaan sekte sedang ketat. Seseorang benar-benar mencuri sesuatu dari Gudang Senjata.

Siapa?

Di Novel tidak ada insiden pencurian gudang senjata di awal cerita.

Apakah... efek kupu-kupu lagi?

Atau... ada pemain lain yang masuk ke papan catur ini?

Han Luo menatap ke arah Puncak Utama yang gelap.

"Dunia ini semakin menarik."

1
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
Deevy Tresiyana
parah parah si autor kereeen coy😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!