NovelToon NovelToon
System Cek In Harian: Dunia Kultivator

System Cek In Harian: Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Harem
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemenangan dan Konsekuensi

Arena Utama masih dipenuhi debu dan asap dari ledakan dahsyat tadi. Formasi pelindung retak di beberapa titik, membuktikan betapa kuatnya tabrakan antara Tebasan Penghancur Langit Luo Chen dan Naga Angin Surgawi Liu Yang.

Luo Chen merasakan tubuhnya gemetar hebat. Efek Ledakan Naga Emas mulai memudar, dan kelemahan yang dijanjikan sistem mulai menyerang. Otot-ototnya terasa seperti terbakar, Qi dalam dantiannya hampir habis, dan penglihatannya mulai kabur.

Tapi dia tidak boleh jatuh. Tidak sekarang. Tidak saat Liu Yang masih berdiri.

Di seberang arena, Liu Yang dalam kondisi yang tidak lebih baik. Pil Peledak Kekuatan yang dia minum memberikan kekuatan sementara, tapi sekarang efek sampingnya mulai terasa. Meridiannya rusak di beberapa tempat, organ dalamnya terluka dari ledakan tadi, dan yang lebih parah—dia sudah menggunakan semua kartu trufnya.

"Aku... tidak akan kalah..." Liu Yang mengangkat Pedang Angin Naga yang sudah retak. Tangannya gemetar hebat, darah menetes dari sudut bibirnya. "Aku... Liu Yang... dari Keluarga Liu yang terhormat... tidak akan kalah pada sampah sepertimu..."

Dia melangkah maju dengan goyah, mencoba mengumpulkan Qi untuk satu serangan terakhir.

Luo Chen juga melangkah maju. Pedang Bayangan Bulan masih utuh di tangannya, tapi dia hampir tidak punya kekuatan untuk mengayunkannya.

"Kita sama-sama sudah di batas," kata Luo Chen dengan suara serak. "Tapi perbedaannya adalah... aku masih punya ini."

Dia mengambil Pil Pemulihan Qi dari ring penyimpanannya—salah satu pil yang dia buat bersama Lin Daiyu—dan menelannya dengan cepat.

Energi pil mengalir dalam tubuhnya, memulihkan sedikit Qi yang terkuras. Tidak banyak, tapi cukup untuk satu serangan terakhir.

"CURANG!" teriak Liu Yang dengan marah. "KAU CURANG!"

"Tetua Chen bilang kita boleh menggunakan item apapun," jawab Luo Chen dengan tenang sambil mengambil posisi bertarung terakhir. "Kau yang memilih tidak membawa pil pemulihan karena terlalu percaya diri."

Liu Yang meraung frustasi. Dia menyerang dengan putus asa—serangan yang tidak terkoordinasi, tidak efisien, murni dari emosi.

"MATILAH!"

Pedangnya mengayun dengan sisa kekuatan yang dia punya.

Luo Chen mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu—gerakan terakhirnya. Tubuhnya menghilang dan muncul di samping Liu Yang.

"Tebasan Langit Beku."

Dia mengayunkan pedangnya dengan semua Qi yang tersisa. Bukan tebasan yang kuat, bukan tebasan yang cepat, tapi tebasan dengan timing yang sempurna.

SYUUUT!

Bilah perak melewati pertahanan Liu Yang yang sudah terbuka lebar dan mengenai pergelangan tangan kanannya—tepat di titik meridian utama.

CTAK!

Pedang Angin Naga terjatuh dari tangan Liu Yang yang mati rasa.

Luo Chen menendang pedang itu jauh-jauh, lalu mengarahkan Pedang Bayangan Bulan ke leher Liu Yang.

"Menyerah," katanya dengan suara dingin. "Atau aku akan mengambil kepalamu."

Liu Yang menatap mata Luo Chen—mata yang penuh dengan tekad dan keseriusan. Pemuda itu tidak bercanda. Kalau Liu Yang tidak menyerah, Luo Chen benar-benar akan membunuhnya.

"Aku... aku..." Liu Yang gigi gemeretuk. Egonya menolak untuk menyerah. Tapi instinct bertahan hidupnya lebih kuat.

"AKU MENYERAH!" teriaknya akhirnya dengan wajah penuh air mata—entah karena rasa sakit fisik atau rasa sakit ego yang hancur.

Arena meledak dengan sorak-sorai yang luar biasa!

"DIA MENANG!"

"LUO CHEN MENANG!"

"MURID TERLUAR MENGALAHKAN MURID INTI!"

"INI MUSTAHIL TAPI INI NYATA!"

Tetua Chen melompat masuk ke arena dengan wajah yang masih shock. Dia menatap kedua peserta—keduanya terluka parah, keduanya hampir mati—lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"PEMENANGNYA... LUO CHEN!"

Sorak-sorai semakin keras. Seluruh arena bergetar dari teriakan ribuan murid.

Luo Chen menurunkan pedangnya dan langsung jatuh berlutut. Kelelahan menyerang tubuhnya seperti tsunami. Pedang Bayangan Bulan terjatuh dari tangannya yang sudah tidak punya kekuatan.

Tapi dia tersenyum. Senyum kelelahan tapi penuh kepuasan.

Dia menang.

Melawan segala rintangan, melawan segala probabilitas, dia menang.

[Selamat! Host telah menyelesaikan Quest: Kalahkan Liu Yang]

[Reward: 500 Poin Kontribusi, Akses ke Gudang Sekte tingkat Murid Dalam, Status dinaikkan menjadi Murid Dalam]

Suara sistem menggema di kepalanya, tapi Luo Chen sudah terlalu lelah untuk merespons. Penglihatannya mulai gelap.

Dia melihat tiga sosok berlari masuk ke arena—Lin Daiyu dengan wajah penuh air mata bahagia, Xiao Yao dengan ekspresi lega yang luar biasa, dan Wang Xiaoxiao dengan senyum puas.

"Luo Chen!" Lin Daiyu mencapainya duluan dan langsung memeluknya. "Kau menang! Kau benar-benar menang!"

"Bodoh," kata Xiao Yao sambil berlutut di sampingnya, tapi suaranya lembut. "Kenapa kau memaksakan diri sampai sejauh ini?"

"Karena aku berjanji tidak akan mati," jawab Luo Chen dengan lemah sambil tersenyum pada Xiao Yao.

Wang Xiaoxiao berjongkok di depannya dan mengelus rambutnya dengan lembut. "Pertunjukan yang bagus. Sangat bagus. Kau membuatku semakin tertarik."

Luo Chen tertawa kecil sebelum akhirnya kesadarannya menghilang.

Luo Chen terbangun tiga hari kemudian di Paviliun Penyembuhan—tempat di mana murid yang terluka parah dirawat. Kamarnya bersih dan nyaman, jauh lebih baik dari kamar asramanya yang lama. Aroma obat-obatan herbal menguar di udara.

Dia mencoba bangkit tapi tubuhnya masih sakit di mana-mana.

"Jangan bergerak dulu," suara lembut Lin Daiyu terdengar dari samping tempat tidur.

Luo Chen menoleh dan melihat Lin Daiyu duduk di kursi dengan mata sembab—seperti baru menangis. Di sampingnya ada Xiao Yao yang berdiri dengan tangan terlipat, dan Wang Xiaoxiao yang duduk di ambang jendela sambil mengayunkan kakinya.

"Kalian... bertiga di sini?" tanya Luo Chen dengan suara serak.

"Kami bergiliran menjagamu selama tiga hari," jawab Xiao Yao. "Lukamu sangat parah. Healer bilang kau hampir mati karena kelelahan Qi ekstrem dan kerusakan meridian."

"Tapi kau selamat," Lin Daiyu menggenggam tangannya dengan erat. "Itu yang penting."

"Liu Yang?" tanya Luo Chen.

"Dia juga di paviliun ini, dua kamar dari sini," jawab Wang Xiaoxiao sambil tersenyum miring. "Tapi kondisinya lebih parah dari mu. Meridiannya rusak permanen di beberapa tempat karena efek samping Pil Peledak Kekuatan. Kultivasi nya turun dari Foundation Establishment tingkat 3 menjadi tingkat 1."

Luo Chen terdiam. Jadi Liu Yang benar-benar membayar mahal untuk kekalahan ini.

"Keluarga Liu sangat marah," lanjut Wang Xiaoxiao. "Mereka menuntut sekte untuk menghukummu karena 'melukai murid inti secara berlebihan.' Tapi Kepala Sekte menolak karena ini adalah duel resmi yang disaksikan semua orang. Lagipula, Liu Yang yang menggunakan pil terlarang dan teknik terlarang duluan."

"Jadi aku aman?"

"Untuk saat ini," Xiao Yao menjawab. "Tapi hati-hati. Keluarga Liu tidak akan diam begitu saja. Mereka pasti akan mencari cara untuk membalas dendam."

Luo Chen mengangguk. Dia sudah menduga itu. Tapi setidaknya untuk sekarang, dia punya waktu untuk pulih dan menjadi lebih kuat.

"Oh iya," Lin Daiyu tiba-tiba ingat sesuatu. "Kau sudah dinaikkan menjadi Murid Dalam! Kepala Sekte sendiri yang mengumumkannya kemarin! Kau sekarang resmi menjadi Murid Dalam ranking sepuluh!"

"Ranking sepuluh?" Luo Chen terkejut. "Secepat itu?"

"Tentu saja!" Lin Daiyu bersemangat. "Kau mengalahkan murid inti Foundation Establishment tingkat 3 dengan kultivasi Qi Refining tingkat 7! Itu prestasi yang luar biasa! Bahkan beberapa murid dalam yang sudah Foundation Establishment pun tidak yakin bisa melakukannya!"

Wang Xiaoxiao tertawa. "Dan yang lebih menarik, banyak murid yang sekarang menjadi fans mu. Mereka memanggilmu 'Naga Emas yang Bangkit' karena aura naga emas yang kau keluarkan saat pertarungan."

Luo Chen menggeleng dengan senyum tipis. Popularitas mendadak ini tidak dia harapkan, tapi mungkin akan berguna.

"Istirahat lah dulu," kata Xiao Yao dengan lembut. "Kami akan kembali nanti. Kau perlu banyak istirahat untuk pulih sepenuhnya."

Ketiga gadis itu bersiap untuk pergi, tapi sebelum keluar, masing-masing memberikan sesuatu pada Luo Chen.

Lin Daiyu memberikan sebuah kantong berisi pil-pil pemulihan terbaiknya. "Untuk mempercepat penyembuhanmu."

Xiao Yao memberikan sebuah manual teknik. "Ini teknik pedang tingkat Langit dari keluargaku. Pelajari dengan baik."

Wang Xiaoxiao memberikan sebuah batu jade kecil. "Ini akan membantumu berkomunikasi denganku dari jarak jauh. Kalau ada masalah, hancurkan batu ini dan aku akan datang."

Luo Chen menerima semua hadiah itu dengan hati yang penuh. "Terima kasih. Untuk semuanya."

"Untuk apa teman," kata Lin Daiyu sambil tersenyum.

"Kau sudah berjanji tidak akan mati," kata Xiao Yao dengan nada yang hampir tidak terdengar. "Jadi jangan pernah lupa janji itu."

"Dan aku masih menunggumu untuk 'lebih dari sekedar ciuman' yang aku janjikan," Wang Xiaoxiao mengedipkan mata dengan nakal sebelum tertawa dan keluar.

Setelah mereka pergi, Luo Chen berbaring di tempat tidur sambil menatap langit-langit. Tubuhnya sakit, tapi hatinya penuh.

Dia punya tiga gadis yang peduli padanya. Dia punya status baru sebagai murid dalam. Dia punya reputasi sebagai "Naga Emas yang Bangkit."

Tapi yang paling penting—dia masih hidup. Dan dengan sistem cek-in harian, dia akan terus menjadi lebih kuat.

[Waktu cek-in berikutnya: Besok, 07:00]

Luo Chen tersenyum. Ya, besok akan ada hadiah baru lagi. Dan hari-hari setelahnya juga.

Perjalanannya baru saja dimulai.

Dua minggu kemudian, Luo Chen sudah pulih sepenuhnya. Bahkan lebih dari pulih—tubuhnya terasa lebih kuat dari sebelumnya. Selama dua minggu itu, dia tidak menyia-nyiakan waktu. Setiap hari dia cek-in dan mendapat berbagai hadiah:

Hari ke-8: Pil Pemurnian Darah (meningkatkan kualitas darah dan mempercepat regenerasi)

Hari ke-9: Manual Teknik Tinju "Kepalan Harimau Besi" (tingkat Langit)

Hari ke-10: Gelang Penyimpanan (ring penyimpanan upgrade dengan kapasitas 100 meter kubik)

Hari ke-11: Pil Fondasi Emas (membantu memperkuat fondasi kultivasi)

Hari ke-12: Buku "Ensiklopedia Ramuan Langka" (pengetahuan tentang ribuan ramuan)

Hari ke-13: Pedang Kembar "Yin-Yang" (tingkat Langit, pedang kembar yang bisa dikombinasikan)

Hari ke-14: Teknik Meditasi "Keheningan Abadi" (mempercepat pemulihan dan kultivasi)

Dengan semua hadiah ini, kekuatan Luo Chen meningkat pesat meski dia tidak breakthrough tingkat kultivasi. Dia fokus pada pemantapan fondasi dan penguasaan teknik-teknik yang sudah dia punya.

Hari ini adalah hari pertamanya sebagai murid dalam resmi. Dia pindah dari asrama murid terluar yang sederhana ke asrama murid dalam yang jauh lebih baik—kamar pribadi dengan ruang kultivasi tersendiri, pemandangan indah ke taman sekte, dan berbagai fasilitas yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Tapi yang paling penting, sekarang dia punya akses ke Gudang Sekte tingkat Murid Dalam—tempat di mana berbagai teknik, pil, dan senjata tingkat tinggi disimpan.

Luo Chen berjalan menuju Gudang Sekte dengan langkah mantap. Jubah biru tuanya sebagai murid dalam berkibar pelan. Di dadanya terpasang lencana dengan ukiran naga—simbol murid dalam ranking sepuluh.

Murid-murid yang dia lewati membungkuk hormat. Beberapa bisik-bisik dengan nada kagum:

"Itu dia, Naga Emas yang Bangkit!"

"Dia yang mengalahkan Liu Yang!"

"Aku dengar dia baru berusia delapan belas tahun tapi sudah sekuat ini!"

Luo Chen mengabaikan semua perhatian itu dan terus berjalan. Dia sampai di depan Gudang Sekte—bangunan besar dengan pintu perunggu raksasa yang dijaga oleh formasi tingkat tinggi.

"Luo Chen, murid dalam ranking sepuluh," katanya sambil menunjukkan lencana.

Pintu terbuka secara otomatis, mengenali auranya yang sudah terdaftar dalam sistem sekte.

Di dalam gudang, rak-rak besar penuh dengan berbagai barang berharga. Ada ribuan manual teknik, ratusan botol pil, puluhan senjata spiritual, dan berbagai item langka lainnya.

Seorang tetua tua duduk di meja depan—Tetua Yun, penjaga gudang yang terkenal dengan pengetahuannya yang luas.

"Luo Chen," sapanya dengan senyum tipis. "Aku sudah mendengar tentangmu. Murid terluar yang naik menjadi murid dalam dalam waktu dua minggu. Prestasi yang luar biasa."

"Terima kasih, Tetua."

"Sebagai murid dalam ranking sepuluh, kau punya akses ke lantai satu dan dua gudang ini. Kau bisa mengambil satu item per bulan secara gratis, atau membeli lebih banyak dengan poin kontribusi." Tetua Yun menunjuk ke tangga yang menuju lantai atas. "Silakan lihat-lihat."

Luo Chen menghabiskan dua jam menjelajahi gudang. Ada begitu banyak barang menarik—teknik pedang tingkat Langit, pil breakthrough tingkat tinggi, armor spiritual, bahkan beberapa artefak kuno dengan kekuatan misterius.

Tapi akhirnya dia memilih satu item yang paling berguna untuk kondisinya sekarang:

"Manual Teknik Kultivasi: Jalan Menuju Foundation Establishment."

Ini adalah manual yang menjelaskan secara detail bagaimana cara breakthrough dari Qi Refining tingkat 9 ke Foundation Establishment dengan aman dan efektif. Sangat penting untuk langkah berikutnya dalam perjalanan kultivasinya.

Setelah mendaftarkan pilihannya dengan Tetua Yun, Luo Chen keluar dari gudang dengan hati puas.

Di luar, seseorang sudah menunggu.

Zhang Wei—pemuda gemuk yang dulu memukuli tubuh aslinya sampai mati. Tapi sekarang ekspresinya sangat berbeda—penuh rasa takut dan hormat.

"Luo... Luo Gongzi," sapanya sambil membungkuk dalam. "Aku mohon maaf atas semua yang telah aku lakukan padamu dulu. Aku bodoh. Aku buta. Aku—"

"Berhenti," potong Luo Chen dengan tenang. "Aku tidak peduli dengan masa lalu. Kalau kau benar-benar menyesal, buktikan dengan tindakan mu ke depan. Jangan mengintimidasi murid yang lebih lemah lagi."

Zhang Wei mengangguk berkali-kali dengan wajah penuh lega. "Terima kasih atas kebaikan hatimu, Luo Gongzi! Aku akan ingat!"

Luo Chen meninggalkannya dan berjalan menuju area latihan murid dalam. Di sana, dia punya janji dengan seseorang.

Xiao Yao sudah menunggu di halaman latihan yang sama di mana mereka pernah berlatih sebelum duel. Tapi hari ini ekspresinya berbeda—ada senyum kecil di wajahnya yang biasanya dingin.

"Kau datang," sapanya.

"Kau yang memintaku datang," jawab Luo Chen sambil tersenyum.

"Iya, karena..." Xiao Yao melangkah lebih dekat, wajahnya sedikit memerah. "Karena aku belum memberikan hadiah yang sebenarnya."

"Hadiah yang sebenarnya?"

"Yang kemarin di arena... itu hanya pendahuluan," bisiknya sambil semakin mendekat. "Ini yang sebenarnya."

Dia berjinjit dan kali ini mencium bibir Luo Chen—bukan ciuman cepat seperti yang dilakukan Wang Xiaoxiao, tapi ciuman yang lembut, hangat, dan penuh perasaan.

Luo Chen terkejut beberapa detik, tapi kemudian membalas ciuman itu dengan lembut.

Mereka berpisah setelah beberapa saat, keduanya dengan wajah memerah.

"Itu..." Xiao Yao tidak bisa menatap mata Luo Chen, "adalah terima kasih karena kau tetap hidup. Dan juga... karena aku..."

"Karena apa?"

"Karena aku menyukaimu," akhirnya dia mengakui dengan suara yang sangat kecil. "Sejak aku melihat tekadmu yang tidak menyerah, aku mulai menyukaimu."

Luo Chen tersenyum lembut dan menggenggam tangan Xiao Yao. "Aku juga menyukaimu, Yao-er."

Xiao Yao akhirnya menatapnya dengan mata berkaca-kaca tapi juga bahagia. "Jangan panggil aku dengan nama manja seperti itu... aku malu..."

"Kenapa? Kau sekarang adalah gadis ku kan?"

"Aku..." Xiao Yao mengangguk kecil. "Iya."

Mereka berdiri di bawah pohon sakura yang mulai berbunga, tangan saling menggenggam, hati saling terhubung.

Ini adalah permulaan dari hubungan yang akan tumbuh lebih dalam seiring waktu.

Tapi Luo Chen tahu—dia juga punya perasaan pada Lin Daiyu dan Wang Xiaoxiao. Dan di dunia kultivasi ini, seorang pria kuat bisa punya lebih dari satu pendamping.

Tapi itu adalah masalah untuk hari lain. Untuk sekarang, dia hanya ingin menikmati momen ini dengan Xiao Yao.

Karena setelah semua pertarungan, semua penderitaan, semua usaha keras—dia akhirnya punya sesuatu yang berharga untuk dilindungi.

Dan dia akan menjadi lebih kuat untuk melindungi semua orang yang dia sayangi.

Perjalanan menuju puncak kultivasi masih sangat panjang.

Tapi dengan sistem, dengan teman-teman, dan dengan orang-orang yang mencintainya—Luo Chen yakin dia bisa mencapai puncak itu.

Satu langkah pada satu waktu.

[Akhir Bab 9]

[Status Terkini:]

Kultivasi: Qi Refining Tingkat 7

Status: Murid Dalam Ranking 10

Hubungan: Xiao Yao (Pacar), Lin Daiyu (Teman Dekat), Wang Xiaoxiao (Teman Istimewa)

Musuh: Keluarga Liu

Tujuan Berikutnya: Mencapai Qi Refining Tingkat 9 dan Breakthrough ke Foundation Establishment

1
Gege
judulnya system check in harian tapi ga ada cheat buat ngalahin lawan kawan kuatnya.. misal waktu ruang kultivasi abadi jadi satu menit setara satu tahun...biar segera MC nya kuat dan berjaya dimasa hadapan..🤣
Wahyu🐊: Nanti ku Revisi oke
total 1 replies
Gege
perasaan ganti hari ga ada check in ga dapat hadiah othor lupa apa bagaimana ini...
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!