NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Anak Pungut

"Liana! Kamu bisa jelaskan? Ini tespek milik siapa?" Sarah dengan berapi-api keluar dari dalam kamar Liana dan menunjukkan tespek di tangannya.

Deg,, Liana terkejut bukan main saat rahasianya diketahui oleh ibunya. Raut wajahnya seketika menciut, bingung  hendak memberinya penjelasan.

"Sekali lagi Ibu tanya sama kamu! Ini tespek milik siapa?!" Kembali Sarah mengulanginya.

"A—aku nggak tahu Bu, itu bukan milikku," bantah Liana. Tak ada cara lain selain harus berbohong. Ia berharap Ibunya percaya akan penjelasannya.

"Mustahil kalau kamu nggak tahu! Ini tespek ibu dapatkan dari kamar mandi mu! Tentunya bukan milik ibu atau saudaramu yang lain kan? Jangan buat alasan untuk membodohi kami, Liana!"

Suara Sarah kali ini agar terdengar keras hingga semua orang langsung bergegas untuk menemuinya. Satu demi satu anggota keluarganya datang dan ikut menyaksikan perdebatan Sarah dengan Liana.

"Ada apa Bu, apa yang kalian perdebatan?" tanya Candra, sang ayah yang hendak pergi ke kantor.

"Lihatlah! Di tanganku ini ada sebuah tespek yang sudah dipakai, dan hasilnya garis dua. Tadi aku menemukannya di dalam kamar mandi Liana. Sudah jelas kan, kalau dia lagi hamil!"

"Apa? Hamil?" Beberapa orang yang ada di ruangan itu refleks menoleh pada Liana. Di situ Liana hanya bisa pasrah kalaupun mendapatkan omelan dari semua pihak keluarganya.

"Liana! Jelaskan sama Ayah! Apa benar yang dikatakan oleh ibumu itu? Apa benar kau sedang hamil?"

Di situ Liana hanya diam menunduk dengan air matanya yang tak lagi bisa dibendung. Ia sendiri juga baru tahu kalau saat ini di rahimnya telah tumbuh janin. Ia pikir kejadian malam itu tak akan berpengaruh pada kehidupannya. Ia juga tidak sengaja tidur dengan pria misterius yang tidak pernah ditemui sebelumnya.

"Liana! Kamu masih punya mulut kan? Kalau kamu nggak berani jawab berarti memang benar kau telah hamil anak haram!"

Celetukan ayahnya cukup menohok, tapi ia juga tidak menyalahkan, karena pada dasarnya rahimnya ditumbuhi janin tanpa tahu siapa ayahnya.

"Ayah..., maafkan aku. Memang benar aku hamil, tapi aku tidak sengaja!"

"Apa kau bilang? Hamil tidak sengaja? Memangnya kau hamil sama hantu? Bisa-bisanya kau buat alasan yang tidak masuk akal!" Karina, kakak perempuan menyahut. "Ayah, ibu! Setelah kejadian ini apa kalian masih ingin mempertahankannya di rumah ini? Kalian nggak takut aib ini tersebar luas? Jika sampai orang-orang di sekitar sini mengetahui Liana tengah hamil tanpa suami apa tanggapan kalian?"

Sarah dan Candra saling berpandangan. Mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh anak perempuannya. Jika saja tetangga mengetahui bahwa Liana tengah hamil tanpa suami, pasti mereka bakalan berpikir buruk mengenai keluarganya. Selama ini keluarga mereka cukup disegani, jika salah satu keluarganya membuat aib, maka kepercayaan masyarakat bakalan sirna. Tidak..., semua orang tidak boleh mengetahui kehamilan Liana.

"Liana jujur..., sebagai orang tua aku cukup kecewa dengan tindakanmu yang begitu ceroboh. Bisa-bisanya kau mengandung tanpa adanya status pernikahan. Sekarang ayah tanya sama kamu, siapa laki-laki yang sudah menidurimu? Dia harus bertanggung!"

Dengan matanya Liana mendongak menatap ayahnya. Dia menggeleng pelan dengan menggumam. "Maaf Ayah, aku tidak tahu siapa yang sudah meniduriku. Aku dijebak, aku dikasih obat."

"Dikasih obat? Obat apaan Liana! Sudahlah..., memang dasarnya kau wanita murahan! Sudah berapa pria yang sudah menidurimu!"

Lagi-lagi Karina melayangkan kata-kata kasar yang menyakiti perasaannya, namun ia bungkam, karena setiap jawabannya dianggap salah.

"Apa maksud ucapanmu itu Karina?" tanya Sarah.

"Ibu tanya saja sama dia! Sudah berapa pria yang berhubungan dengannya. Apa ibu pikir dia gadis baik-baik? Kalian itu sudah ditipu dengan wajah kalemnya!"

Sarah maupun Candra mendelik dengan kilatan amarah yang tak lagi tertahan. Sejak kecil sudah berjuang keras untuk membesarkannya, kini setelah tumbuh dewasa malah mengundang aib keluarga.

"Liana! Apa benar yang dikatakannya oleh Karina? Kau sudah menjual diri di luar sana?"

Liana menggeleng. "Itu tidak benar Bu, aku nggak pernah melakukan yang kakak tuduhkan," jawab Liana.

"Sudahlah Liana! Nggak usah banyak alasan. Buktinya sekarang kau hamil kan? Kau bahkan tidak tahu siapa ayah dari anakmu itu. Kau sungguh memalukan!"

Candra mengeratkan giginya dengar sorot matanya tajam. Dia yang tak memiliki kesabaran lagi langsung menyeret Liana keluar dari dalam rumahnya.

"Pergi! Aku tidak memiliki anak sepertimu! Aku tidak bisa menampung jal*ng kecil sepertimu!"

"A-ayah! Tolong jangan usir aku dari sini. Aku ingin tetap tinggal di sini!"

"Kau pikir kami akan mempertahankan wanita  murahan sepertimu! Dasar anak tidak tahu diuntung! Kalau bukan karena pertolonganku, mungkin kau bakalan mati di dalam tumpukan sampah! Kami sudah merawatmu dengan penuh kasih, tapi seperti inikah balasanmu!"

Di sela-sela tangisnya Liana tercengang mendengar penjelasan ayahnya. Seketika itu tubuhnya menegang kaku meresapi celetukan ayahnya.

"Ayah, apa maksud ucapanmu itu?"

"Apa kau masih tidak memahami ucapan ayah, Liana? Perlu kau ketahui saja, kau itu hanya anak pungut! Kau itu tidak diinginkan oleh keluargamu! Kau bukan bagian dari keluarga kami! Kalau bukan karena belas kasih kami mungkin kau sudah menjadi bangkai di tumpukan sampah."

Degub jantung Liana seketika berdetak kencang. Pikirannya hanyut terngiang-ngiang oleh celetukan ayah dan juga kakak perempuannya. Ia masih tidak percaya dengan penjelasan mereka bahwa dirinya bukanlah bagian dari keluarganya. "Ini tidak mungkin! Kakak bohongin aku kan? Aku ini anak ayah sama ibu! Aku dibesarkan di keluarga ini. Kalian bahkan tidak pernah bilang kalau aku ini bukan anak kandung kalian. Apa karena kehamilanku kalian tidak mengakuiku lagi sebagai anak?"

"Memang benar apa yang dikatakan oleh ayahmu dan kakakmu itu, Liana! Kami ini bukanlah keluargamu. Kau itu sudah untung-untungan kami rawat hingga besar, tapi apa balasanmu? Sudah tidak menguntungkan malah mendatangkan aib untuk keluarga kami. Lebih baik kau cepat kemasi barang-barangmu dan segera pergi dari sini. Kami tidak ingin menampungmu lagi!"

Liana menggeleng. Dia pun merendahkan dirinya dengan bersimpuh memohon belas kasih pada mereka.

"Ayah, ibu, tolong jangan mengusirku dari sini. Kalau kalian mengusirku, aku akan tinggal di mana? Aku tidak memiliki siapa-siapa selain keluarga ini. Aku rela melakukan apapun untuk kalian, tapi izinkan aku untuk tetap tinggal di sini."

Dengan tatapan jengkel Karina langsung mendorong tubuh Liana cukup keras hingga membuatnya limbung ke lantai. Sudah cukup lama ia memiliki niatan untuk mengusirnya, namun masih  belum memiliki alasan yang jelas, kali ini ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk membuatnya hengkang dari kediamannya.

"Dasar anak tidak tahu diri! Apa kau tak punya malu masih ingin tetap bertahan di sini huh? Kami sudah muak padamu! Sebelum perutmu membesar cepat pergi dari kehidupan kami! Kami tak peduli kalaupun kau tak memiliki tempat tinggal. Kau itu diambil dari tempat sampah, dan sudah selayaknya kembali menjadi sampah!"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!