NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara

Kultivator Pengembara

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi Timur / Balas Dendam / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:117.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

​Jian Feng, seorang anak haram dari keluarga bejat, dipaksa menikahi Lin Xue, gadis cantik namun cacat dan sekarat.

​Dipertemukan oleh takdir pahit dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, Jian Feng menemukan satu-satunya alasan untuk hidup: menyelamatkan Lin Xue. Ketika penyakit istrinya memburuk, Jian Feng, yang menyimpan bakat terpendam, harus bangkit dalam kultivasi. Ia berjanji: akan menemukan obat, atau ia akan menuntut darah dari setiap orang yang telah membuang mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6- Kabar buruk

​Setiap langkah terasa berat, seolah Jian Feng membawa beban seluruh dunia. Ia takut bahwa Lin Xue akan meninggalkannya di tengah jalan. Darah di bahunya terasa dingin dan lengket.

​“Ku mohon bertahan! Aku yakin kau pasti bisa, Lin Xue. Kau kuat! Kau harus kuat!” bisik Jian Feng, meskipun ia tahu suaranya hanya menenangkan dirinya sendiri.

​Setelah berlari sangat jauh, ia akhirnya mencapai klinik tabib terdekat, yang papan namanya sudah terlihat usang.

​“Tuan Zhao, tolong istri saya! Dia butuh pertolongan darurat!” teriak Jian Feng, suaranya sudah serak dan kering.

​Beberapa saat kemudian, pintu terbuka dan menampilkan Tabib Zhao, seorang pria paruh baya dengan sorot mata lelah. Ketika melihat kondisi Lin Xue yang berlumuran darah, Tabib Zhao terkejut.

​“Ya ampun! Cepat bawa istrimu masuk!”

​Dengan sigap, mereka membawa Lin Xue dan membaringkannya di sebuah kasur empuk yang bersih. Tabib Zhao segera memeriksa denyut nadi dan kondisi paru-paru Lin Xue, sementara Jian Feng menunggu di luar ruangan.

​Jian Feng mondar-mandir tidak jelas, tinjunya mengepal, berharap Lin Xue baik-baik saja. Ia menunggu dalam keheningan yang penuh teror.

​Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Tabib Zhao keluar dengan ekspresi sedih, kecewa, dan putus asa.

​“Bagaimana dengan kondisi istri saya, Tuan?” tanya Jian Feng, suaranya tercekat.

​Tabib Zhao menghela napas berat, matanya bertemu dengan mata Jian Feng yang penuh harap. Ia memberitahu kebenarannya dengan suara rendah.

​“Mohon maaf, Tuan Jian. Sepertinya kondisi Nona Lin Xue memang sudah parah dan penyakitnya—kerusakan pada paru-paru dan tulang belakang—tidak ada obatnya. Saya hanya dapat meringankan batuknya sementara dan menstabilkan Qi vitalnya. Tapi, ada kemungkinan besar... istri Anda bisa meninggal kapan saja karena penyakitnya.”

​Mendengar berita buruk itu, Jian Feng seperti disambar petir di siang bolong.

​“Apa?! Tidak mungkin!” raungnya. Jian Feng menerobos masuk ke dalam ruangan Lin Xue dirawat.

​Di sana, Lin Xue terbaring kaku, namun tenang, dalam kondisi menyedihkan. Pakaiannya penuh darah kering dan wajahnya semakin pucat. Ia tampak seperti kepingan porselen rapuh yang siap pecah kapan saja.

​Jian Feng kembali menggendong Lin Xue untuk pulang. Ia mengambil koin emas dari saku dan meletakkannya di kasur, di samping perban baru Lin Xue.

​“Ini bayarannya, Tuan.” ucapnya datar.

​“Hei, Tuan! Ini terlalu banyak!” Tabib Zhao berusaha mengembalikan koin emas tunggal itu, yang merupakan jumlah fantastis untuk pengobatan di klinik biasanya.

​Tapi Jian Feng tidak ingin menerima uang itu kembali. “Tidak apa-apa. Ambil saja, Tuan. Terima kasih telah menolong istri saya.” Jian Feng melangkah keluar dari klinik Tabib Zhao dengan air mata kesedihan yang bercampur dengan kemarahan dingin.

​Dia berjalan pelan. Beban di depannya terasa sangat berat, bukan hanya karena Lin Xue, tetapi karena keputusasaan.

​“Aku berjanji, Lin Xue,” bisik Jian Feng, menatap jalanan gelap. “Aku akan mengembalikan koin emas ini seribu kali lipat, dan aku akan menagih bayaran atas perlakuan buruk mereka semua—orang tuaku dan Keluarga Lin! Tunggu saja!”

​Jian Feng kembali ke rumahnya di hutan. Setelah itu ia menidurkan Lin Xue di ranjang, menyelimutinya dengan hati-hati.

​“Istirahatlah. Aku pasti akan mencari cara agar penyakitmu sembuh. Tidak ada yang tidak mungkin!” Ucapnya mantap. Tekadnya kini sekuat baja.

​Ia keluar dari rumah dan masuk ke dalam hutan. Amarahnya ia salurkan menjadi energi untuk berlatih.

​Ia mengambil sebuah kayu dan mengingat setiap gerakan ilmu pedang yang pernah ia lihat dari Sekte Pedang Langit. Dengan sangat mudah, ia menggunakan teknik dari sekte tersebut—Teknik Pedang Langit Tahap Dasar—padahal ia hanya melihatnya sekilas saat masih kecil. Kayu di tangannya bergerak layaknya pedang sungguhan.

​Tiba-tiba, suara tepuk tangan terdengar dari belakangnya.

​Pria tua tadi—dengan jubah biru dan lambang Petir Emas—muncul, berdiri di atas dahan pohon.

​“Luar biasa, anak muda. Bakatmu sungguh gila. Seandainya kau sedari kecil sudah berlatih dan diberi sumber daya yang melimpah, aku yakin kau akan menjadi Legenda Sepuluh Ribu Alam.”

​Jian Feng segera berbalik, memosisikan kayu di depannya. “Siapa kau?! Kenapa aku tidak dapat merasakan hawa keberadaanmu sama sekali?”

​“Aku adalah seorang kultivator yang akan segera mati, anak muda,” jawab pria tua itu santai. “Dan aku sedang mencari penerus yang cocok untuk mewarisi teknik Petir Emas-ku.”

​Sebagai bukti kehebatannya, tanpa bergerak sedikit pun, pria tua itu melayang ke udara, tubuhnya dikelilingi oleh kilatan cahaya biru elektrik.

​“Aku akan mengangkatmu sebagai muridku,” ucap pria tua itu, suaranya menggema di hutan. “Aku hanya memiliki batas waktu satu pekan sebelum racun di tubuhku menyebar dan mati. Jika kau menerimanya, aku yakin, kau pasti dapat menyembuhkan istrimu itu.”

1
Daniel Simamora
Puluhan ribu, enggak myngkinlah.
Jangan terlalu hiperbola.
Bucek John
harta perang dibiarkan sia sia hambar sangat...
Halloo semuanya, mohon dukungannya ke karya saya yaaa😍🙏 mampir klik aja profil terimakasih 🤗
Bucek John
sayang sekali seribu sayang harta menang perang kantong penyimpanan sia sia tdk dimanfaatkan pemenang hambar sangat...!!
Bucek John
harta menang perang gak diambil sia sia cincin ruang tuan muda setidaknya ada 10 coin emas cukup tambahan biaya ...hambar sangat...
Luthfi Aamiin
122
Triyono
wah baru ada kultivator udah miskin udah sering bantai tetap miskin aja harusnya rampas yg di bantai
Luthfi Aamiin
111
👍👍👍👍👍
💪💪💪💪💪
y@y@
💥👍🏿🌟👍🏿💥
bob
rekomendasi novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur👍👍👍
Agen One: /Doge/
total 1 replies
bob
baca juga novel " zaman para dewa" bagi yang suka novel fantasi timur 👍👍
Azka Ghazi Yansen
saya yakin pembaca akan malas kalo mc naif ,istri terlalu membebani
Azka Ghazi Yansen
picik dan bodoh ,MC Abal Abal
Andi Heryadi
MCnya msh lemah tp trus dibebani istri yg lumpuh dan skrg ditambah 10 anak2,hadeuh.....kuatkan MCnya thor💪
Agen One: pasti kuat kok
total 1 replies
Andi Heryadi
harta banditnya knp gak dikuras,pasti byk hartanya disarang bandit.
Andi Heryadi
mampus loe,mantap thor
Ilham Fuadi
terus berjuang💪
OldMan
mantapp Thor biar seru jadikan istri kedua
Herman Kleden
👍👍
Zainal Tyre
ceritax melarikan diri melulu, sampah
Agen One: di bab 50 baru gk lari. santai aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!