NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Sang Mantan

Pagi itu, kediaman Arman yang biasanya tenang mendadak terasa dingin. Arman, yang kondisinya mulai melemah akibat usia, duduk di kursi rodanya di beranda depan. Namun, ia tidak sendirian. Di hadapannya, duduk seorang wanita dengan pakaian formal yang sangat elegan. Rambutnya disanggul rapi, kacamata berbingkai emas bertengger di hidungnya, dan senyumnya... senyum itu menyimpan duri.

"Namaku Clarissa, Pak Arman. Aku pengacara yang mewakili kepentingan Ardiansyah, putra sah Donny Adiwangsa," ucap wanita itu dengan suara yang halus namun tegas.

Arman mengernyitkan dahi. "Anak sah? Donny baru punya anak dari Katya. Siapa pemuda itu?"

Clarissa membuka tas kulit mahalnya, mengeluarkan beberapa berkas legalitas. "Dunia mungkin tahu begitu, Pak Arman. Tapi kenyataan sering kali disembunyikan di balik kemegahan nama Adiwangsa. Ian adalah putra yang selama dua puluh tahun ini 'dibuang' oleh Donny. Dan sebagai sahabat lama Donny... aku merasa bertanggung jawab untuk meluruskan sejarah."

Arman terdiam. Kata 'sahabat lama' yang diucapkan Clarissa memiliki penekanan yang aneh. "Kamu... sahabat lama Donny?"

Clarissa tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar getir. "Lebih dari itu. Aku adalah wanita yang pernah dijanjikan masa depan olehnya, sebelum ia memilih 'kepentingan bisnis' dan akhirnya menikahi putri Anda yang jauh lebih muda. Saya tidak bermaksud mencampuri urusan keluarga, tapi apakah Anda tidak merasa aneh? Seorang pria sekuat Donny, tiba-tiba ingin menikahi anak sahabatnya sendiri di saat perusahaan Anda sedang goyah?"

Hasutan itu mulai masuk ke pikiran Arman bagai racun yang merayap perlahan. Selama ini, Arman memang merasa berhutang budi pada Donny karena telah menyelamatkan keluarganya. Namun, di sudut hatinya yang paling dalam, ada rasa bersalah karena membiarkan Katya menikahi pria yang seumuran dengannya.

"Donny mencintai Katya," bantah Arman, meski suaranya sedikit bergetar.

"Cinta? Atau obsesi terhadap masa lalu?" Clarissa menatap Arman tajam. "Apakah Anda tahu bahwa wajah Katya sangat mirip dengan Sarah, wanita pertama yang pernah dihancurkan Donny? Donny tidak menikahi Katya karena Katya adalah dirinya sendiri. Dia hanya membeli 'kembaran' dari masa lalunya untuk memuaskan rasa bersalahnya."

Sementara itu, di kediaman Adiwangsa, suasana tak kalah mencekam. Donny sedang bersiap berangkat ke kantor saat Katya muncul di ruang tamu dengan wajah pucat.

"Mas mau ke mana?" tanya Katya dingin.

"Ada rapat mendesak, Sayang. Ian mulai melakukan pergerakan di bursa saham melalui pengacaranya," jawab Donny terburu-buru tanpa menatap mata Katya.

"Pengacaranya? Clarissa maksudmu?"

Langkah Donny terhenti. Ia berbalik, menatap Katya dengan kaget. "Bagaimana kamu tahu nama itu?"

"Aku menemukan foto itu, Mas. Foto Sarah. Dan aku tahu siapa Clarissa. Dia wanita yang sering muncul di kliping koran lama tentang perusahaanmu, bukan? Kenapa semua orang di masa lalumu tiba-tiba muncul dan menyerang kita?"

Donny mendekat, mencoba memegang pundak Katya, namun Katya menghindar. "Ini rumit, Katya. Clarissa adalah masa lalu yang seharusnya sudah selesai. Dia ambisius, dan sekarang dia menggunakan Ian untuk membalas dendam padaku."

"Lalu bagaimana denganku? Apakah aku juga bagian dari rencanamu untuk membalas dendam pada masa lalu?" Pertanyaan Katya membuat Donny terdiam seribu bahasa. Tanpa menjawab, Donny justru berbalik dan pergi, meninggalkan Katya dalam keraguan yang semakin dalam.

Siang harinya, Clarissa kembali mendatangi Arman. Kali ini, ia membawa sebuah alat perekam kecil.

"Pak Arman, saya tidak tega melihat Anda terus dibohongi. Donny selalu mengaku sebagai penyelamat, tapi dengarlah ini. Ini adalah percakapan rahasia Donny dengan asisten pribadinya sebulan sebelum dia melamar Katya."

Clarissa menekan tombol play.

Suara Donny terdengar dari alat itu. Suaranya terdengar dingin dan penuh perhitungan.

"...perusahaan Arman sudah di ujung tanduk. Jika aku menikahinya, semua aset tanah di wilayah selatan akan jatuh ke tanganku secara otomatis tanpa perlu melalui proses akuisisi yang rumit. Arman sudah tua, dia tidak akan sadar bahwa ini adalah investasi jangka panjangku. Katya? Dia hanya bonus. Gadis itu mudah dikendalikan."

Mata Arman membelalak. Jantungnya berdegup kencang hingga dadanya terasa sesak. Itu suara Donny. Ia sangat mengenal intonasi dan cara bicara sahabatnya itu. Ia tidak tahu bahwa rekaman itu adalah hasil manipulasi teknologi AI yang canggih yang dipersiapkan Ian dan Clarissa.

"Tidak... tidak mungkin..." bisik Arman. Napasnya mulai tersengal-sengal.

"Dia memanfaatkan kebaikan Anda, Pak Arman. Dia menjadikan Katya sebagai alat penjamin aset," tambah Clarissa dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

Arman mencoba berdiri dari kursi rodanya, tangannya mencengkeram dadanya yang terasa seperti dihantam palu godam. Rasa sakit itu menjalar ke lengan kirinya. Pengkhianatan dari orang yang paling ia percayai terasa lebih mematikan daripada penyakit apa pun.

"Donny... teganya kamu..."

Tiba-tiba, Arman mengerang kesakitan. Alat perekam itu terjatuh ke lantai saat tangan Arman terkulai lemas. Wajahnya membiru, dan dalam hitungan detik, tubuh tua itu ambruk dari kursi roda, jatuh tersungkur di atas lantai marmer yang dingin. Clarissa hanya berdiri diam, menatap tubuh yang tak berdaya itu dengan senyum tipis, sementara dari kejauhan, Katya yang baru saja tiba di rumah ayahnya berteriak histeris melihat pemandangan tragis di depannya.

Berikut adalah pengembangan Bab 24 (sesuai urutan alur: Racun di Dalam Gelas Emas) dengan narasi yang penuh ketegangan, manipulasi psikologis, dan emosi yang memuncak.

1
Agriphina Amoretta
keren 👍😍
Luwi Utami
maju terus.. restu udah di depan mata Donny.. usia bukan jd masalah dlam. suatu hubungan..
Luwi Utami
menarik sih judulnya.. baru mulai baca.. seru juga mnikah sm sahabat ayahnya
Perempuan
Ceritanya cukup mendebarkan
Perempuan
Gak ada kelanjutannya yaa?
Erna Na
sangat Bagus
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
Alvaraby: 👌👌👌 ok lanjut kak bacanya. selamat menikmati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!