Adelia Embun Chalandra mengalami kecelakaan mobil saat dia pulang dari camping dengan teman kampusnya. Namun, siapa sangka saat dia membuka matanya dan tersadar bahwa rohnya tidak mampu memasuki tubuhnya kembali. Berkali-kali dia mencoba untuk masuk ke dalam tubuhnya namun entah mengapa seakan ada sesuatu yang membuat dia ditolak oleh tubuhnya sendiri. Dalam keputusasaan Adelia, dia justru mengetahui banyak rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarganya. Selain itu dia juga bertemu dengan sosok pria yang mampu melihat bahkan menyentuh roh seperti dirinya.
Bagaimana kelanjutannya, yuk simak terus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niken Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Adelia beneran menunggu sampai pagi menjelang. Dia tidak menyerah begitu saja. Meski dia harus kembali merasakan sakit saat melihat kemesraan sang kakak dan juga mantan kekasihnya. Ya, Adelia sudah memutuskan bahwa dia akan segera memutuskan hubungan dengan Gilang begitu dia sadarkan diri nanti. Meskipun dia kehilangan ingatan saat menjadi roh. Akan tetapi Adelia tetap bertekad menghapus nama Gilang dari hatinya.
Roh Adelia masih menunggu dimana orang yang semalam bisa melihat dirinya. Kenapa sampai sekarang dia belum juga turun dari apartemennya ya. Adelia menjadi gelisah sendiri dibuatnya. Apalagi sebagai roh dia belum mendapatkan kekuatan apapun untuk bisa menghilang. Padahal setahunya kalau seorang hantu bisa melakukan apapun. Eh, tapi dirinya belum mati kan? raganya masih terbujur koma di rumah mati. Apakah ini rasanya menjadi setengah mati.
"Adelia...."
Tiba-tiba sebuah suara memanggil nama Adelia. Membuat roh Adelia menoleh ke asal suara. Dan dia begitu terkejut saat melihat sosok tampan yang tersenyum ke arahnya.
"Si... siapa kamu? Dan kenapa kamu bisa mengenaliku dan juga melihatku?" tanya Adelia dengan gugup.
"Ikutlah denganku, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu."
Adelia yang bingung mengikuti langkah lelaki tampan tersebut. Dia penasaran bagaimana dia bisa melihat Adelia. Padahal semua orang yang ketemu dengannya hanya melintasi dirinya saja.
"Namaku Marsel. Aku adalah malaikat yang ditugaskan untuk mengurus roh kesasar seperti dirimu," ucapan lelaki tampan yang barusan mengenalkan dirinya tersebut membuat Adelia langsung terbelalak.
Malaikat? Malaikat pencabut nyawa maksudnya?
"Kamu malaikat? maksudnya? aku akan mati begitu?" tanya Adelia beruntun.
Dia sudah bisa menebak bahwa malaikat sampai menemui dirinya berarti dirinya akan segera pergi dari dunia ini. Bukankah begitu jika didatangi seorang malaikat. Itu pemikiran Adelia saja tentunya.
"Bukan itu. Kamu seharusnya sudah kembali ke langit sana. Tetapi rohmu justru masih tertahan di bumi. Jadinya aku ingin melihat permasalahan apa yang kamu alami sehingga kamu tidak mau kembali ke langit sana," ujar Marsel.
Adelia menundukkan kepala. Dia memikirkan apa yang telah terjadi dibelakangnya selama ini. Dia tak tega melihat ayahnya yang seorang diri. Lalu melihat kecurangan kakak tirinya karena diam-diam berhubungan dengan kekasihnya. Padahal dulu terang-terangan menolak saat Gilang menyatakan cinta padanya. Akan tetapi dibelakang Adelia, sang kakak justru bersikap sebaliknya.
"Aku belum rela kembali sebelum mengetahui kondisi ayah lebih baik. Mereka yang ku anggap begitu menyayangi kami ternyata memiliki niatan yang tidak baik selama ini. Aku hanya ingin memastikan saat aku harus pergi nantinya. Aku ingin melihat ayah dalam kondisi baik," ucap Adelia dengan mata berkaca-kaca.
......................
Sementara itu di sebuah apartemen mewah. Seorang pria sedang merebahkan diri diranjang empuk apartemennya. Banyak pekerjaan yang harus dia selesai di kantor. Dan hanya dengan rebahan mampu membuat dirinya lebih rileks. Akan tetapi tiba-tiba dia teringat dengan gadis yang dia tabrak tadi tidak sengaja di depan lift.
Berkali-kali dia memejamkan matanya. Selalu bayangan gadis itu yang tampak di dalam ingatannya. Kenapa wajah gadis itu terasa tidak asing baginya ya. Dan kenapa pula dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan si gadis. Dia merasa ada kesedihan yang tampak dari tatapan matanya. Dan itu membuat jiwa si lelaki merasakan kesedihannya.
"Astaga! Aku sudah gila apa ya? kenal saja tidak? Kenapa aku jadi memikirkan dia segala? Haiiishhh!" lelaki itupun langsung menutup wajahnya dengan bantal.
Berharap dia segera memejamkan matanya. Sampai menghitung banyaknya domba-domba sampai kantuk menjemput dirinya.
❤️❤️❤️
TBC