seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 | murid baru
happy reading
*
"pagi semuanya" ucap mis Nara
"pagi nis" jawab semua murid yg ada di kelas
"semuanya, hari ini kita kedatangan murid baru loh" ucap mis nara
yang lain langsung pada berbisik satu sama lain, dan ada juga yang penasaran.
"devi sini masuk" ucap mis Nara kepada Devi
"iya Bu" jawab Devi lalu memasuki ruang kelas
"devi, perkenalkan diri kamu" ucap mis nara, setelah melihat Devi sudah masuk kedalam kelas.
"hai semuanya, kenalin nama gue serli devia Artika kalian bisa panggil gue devi aja"
"bener dugaan gue, kalo dia anak dari orang yang udah nabrak Tante rara" batin Afan
mis Nara mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari tempat duduk untuk Devi. dan bangku di samping Afan kebetulan kosong.
"devi, kamu duduk di samping Afan yah" ucap mis Nara
"kenapa harus sama Afan mis?" tanya devi
"kebetulan tempat duduk Afan belum ada orang di sampingnya" jawab mis Nara
"oh baik nis" Devi akhirnya mengiyakan, dan berjalan ke tempat duduknya di sebelah Afan.
"Lo yang tadi kan?" tanya Afan, ketika Devi sudah duduk di sampingnya.
"iya" jawab devi
bell istirahat sudah berbunyi, Kini semua murid sedang berbondong bondong pergi ke kantin.
"fan, gue boleh nanya gak kantin disini ada dimana?" tanya devi kepada afan
"ayo bareng gue" ajak Afan
"ayo" jawa Devi,
Lalu ia pergi ke kantin bersama Afan, berdua.
di kantin, Kini semua murid sedang menatap histeris dan heboh kepada kedatangan Afan dan devi barengan.
"mereka pacaran yah?"
"iya kek nya Deket banget"
"padahal baru kenal langsung satset dapet afan"
"jelas langsung satset lah, org murid baru itu cakep"
"iya juga si"
Seperti itulah, semua ucapan para siswa dan siswi yang ada di kantin.
"fan" panggil devi
"apa?" jawab afan
"mereka kenapa ngeliatin kita?" tanya Devi
"oh udah biasa itu mah" jawab Afan entebg
"haa?" Devi kebingungan
"masa Lo gak kenal gue si Dev?" tanya Afan dengan bangganya
"enggak" jawab devi singkat padat nan jelas
"gue itu cowok terpopuler di sekolah ini" ucapnya dengan senyum kebanggaan nya
"oh ya? kok gue baru tau ya" jawab devi, sambil mengangkat satu alis nya.
"makanya jangan ketinggalan zaman"
Devi berdecak kesal, "ya deh iya"
"btw ayo duduk masa mau berdiri Mulu" ajak Afan
"eh iya ayo fan" jawab devi
disisi lain, mala dan vio, yang melihat Afan dan Devi barengan ke kantin nya langsung pada bertanya tanya dan takjub.
"buset keren banget devi, bisa duduk berdua sama Afan. cowok terpopuler itu" ucap vio sambil menatap kagum ke arah Devi
"iyalah keren, temen kita gitu loh" jawab Mala
"eh btw samperin yuk mereka" ajak vio
"kata gue jangan deh, biarin mereka berdua" jawab Mala
"eh mal, gimana kalo kita coba deketin devi sama Afan" ucap vio
"boleh" jawab Mala
di dalam kelas, guru nya sedang ada keluar kelas sebentar. dan mereka kebetulan di beri tugas oleh guru, tugas MTK.
"fan" panggil devi
"apa?" jawab Afan, tanpa menoleh ke samping.
"itu disuruh ngerjain MTK yah?" tanya devi
"iya, enang kenapa?" tanya balik Afan
"gue belum punya rumus mtk nya" ucap devi
"rih catatan gue catet aja" jawab Afan sambil menyerahkan buku catatan nya
"makasih fan" ucap devi lalu mengambil buku catatan Afan
"iya" jawab Afan lalu tersenyum tipis
"you are so beautiful dev" batin Afan
"eh gue bilang apaan si, inget fan niat Lo itu cuman buat balas dendam" batin Afan
akhirnya bell pulang sekolah terdengar, dan saatnya mereka semua pulang.
di depan gerbang sekolah, kini ada gadis yang sedang menunggu jemputan nya. tetapi ia tak kunjung kunjung di jemput, ia mendengus sebal.
"dev, Lo ngapain masih disini?" tanya Afan
"gue lagi nunggu bokao gue jemput" jawab Devi
"bareng gue sini" ajaknya
"enggak ah takut ngerepotin" jawab Devi merasa akan merepotkan afan
"enggak ngerepotin kok, ayo buruan naik gue anter" ajak Afan sekali lagi
"iya" jawab Devi menyerah, lalu ia naik ke motor afan.
"fan btw thanks, karna hari ini Lo udah banyak bantu gue" ucap Devi
"iya sama sama" jawab Afan
"pegangan dev, gue mau ngebut" sambung Afan
"enang gapapa?" tanya devi
"ya gapapa" jawab Afan
"okey" ucap Devi
(anggap aja kek gitu ya gays, dan anggap aja itu make seragam sekolah)
sesampainya di rumah Devi, Afan langsung menghentikan motornya di depan gerbang rumah nya Devi.
"makasih fan udah nganterin gue" ucap Devi, setelah turun dari motor afan
"iya Dev sama sama"
"mau masuk dulu gak?" tanya devi
"gausah, ini juga udah sore" jawab afan
"yaudah kapan kapan Lo jangan lupa mampir yah"
"iya Dev"
"gue pamit pulang dulu yah"
"iya fan hati hati"
"iya"
"eh iya lupa minta nomernya Afan" batin Devi
"eh bentar gue tanya Mala aja deh, siapa dia punya nomernya" batin Devi