NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 20

Vanya berdiri mematung di ambang pintu kamar utama. Matanya mengerjap tidak percaya. Kamar itu sangat luas, didominasi warna putih dan abu-abu maskulin, namun sentuhan dekorasi di atas ranjang king size itu membuatnya ingin pingsan saat itu juga.

​Taburan kelopak mawar merah membentuk simbol hati di atas sprei sutra putih. Di sudut ruangan, terdapat lampu temaram yang memberikan kesan romantis sekaligus sensual.

Harum sandalwood dan vanilla bercampur menjadi satu, menciptakan atmosfer yang benar-benar menyesakkan bagi gadis semanja Vanya.

​"Kak... ini... ini maksudnya apa?!" pekik Vanya sambil menunjuk ranjang itu dengan jari gemetar.

​Aiden berjalan melewati Vanya dengan santai, melemparkan kunci apartemen ke atas meja nakas.

"Mami Bella yang atur. Katanya biar kita latihan buat besok malam."

​"Latihan apa?! Kita kan belum sah, Kak Aiden!" Vanya berbalik, wajahnya merah padam.

"Gue.... eh, aku nggak mau tidur di sini! Aku mau di sofa depan aja!"

​Aiden berbalik secepat kilat.

Sebelum Vanya sempat lari, Aiden sudah mencengkeram pinggangnya dan menariknya hingga dada mereka bersentuhan.

"Sofa di depan itu keras, Sayang. Lo mau besok pas akad nikah badan lo pegal-pegal terus muka lo ditekuk? Lagian..."

Aiden merunduk, membisikkan sesuatu di dekat leher Vanya yang sensitif.

"....Gua nggak akan biarkan kesayangan gua tidur jauh-jauh dari gua."

​Vanya bergidik, ia merasakan dadanya kembali berdenyut kencang.

Mungkin karena stres pindahan dan godaan Aiden yang tidak ada habisnya.

"Tapi kan belum nikah, Kak..."

​"Cuma tidur, Vanya. Kecuali kalau lo yang minta lebih,"

goda Aiden dengan senyum miring yang sangat menyebalkan.

​Sore harinya, suasana apartemen yang tadi sunyi mulai berubah sibuk. Vanya mencoba menyibukkan diri dengan merapikan pakaian di dalam walk-in closet yang sangat besar.

Ia memisahkan baju-baju santainya dengan deretan kemeja kerja dan seragam Aiden yang sudah tertata rapi.

Melihat pakaian mereka bersandingan di satu lemari memberikan perasaan aneh yang menghangatkan sekaligus menakutkan bagi Vanya.

​Sekitar pukul tujuh malam, bel apartemen berbunyi. Vanya segera merapikan dress selututnya dan berlari ke depan dengan gugup. Begitu pintu dibuka, serombongan orang yang sangat ia kenal masuk dengan wajah penuh suka cita.

​"Tata Anyaaa! Rumah balunya bagusss!"

Teriak Vino yang langsung berlari memeluk kaki Vanya.

Bocah kecil itu membawa sebuah boneka beruang besar sebagai hadiah.

​"Vino! Sayang, makasih ya hadiahnya,"

Vanya menggendong Vino dan mencium pipinya gemas.

​Di belakang Vino, muncul Papa Airlangga dan Mama Olivia, disusul oleh Papi Andi dan Mami Bella.

Kedua keluarga itu tampak sangat serasi. Papi Andi yang terlihat tegas namun berwibawa tampak merangkul pundak Mami Bella yang tetap tampil modis dan elegan.

​"Wah, Aiden... apartemennya sudah siap ya,"

ucap Papi Andi sambil menepuk bahu putranya.

​"Sudah, Pi. Semua sudah sesuai instruksi Papi," jawab Aiden sopan.

​Mama Olivia langsung menghampiri Vanya, mengelus rambut putrinya yang terlihat masih sedikit tegang.

"Gimana, Sayang? Betah nggak di sini? Nggak nangis lagi kan kayak tadi pagi?"

​Vanya melirik Aiden yang sedang

memperhatikan dari kejauhan, lalu tersenyum malu pada Mamanya.

"Nggak kok, Ma. Vanya... Vanya sudah tenang sekarang."

​Mereka semua kemudian duduk di ruang makan yang cukup luas.

Mami Bella ternyata sudah memesan katering mewah yang menyajikan hidangan internasional untuk makan malam bersama ini. Suasana makan malam itu terasa sangat hangat, penuh dengan obrolan tentang masa depan dan persiapan untuk besok.

​"Jadi, besok jam sepuluh pagi petugas dari KUA akan datang ke sini ya,"

buka Papi Andi Mahesa.

"Hanya kita berdua keluarga inti yang ada di sini. Tidak ada tamu lain, tidak ada resepsi besar untuk saat ini. Ini pernikahan privat demi kenyamanan kalian sekolah."

​Papa Airlangga mengangguk setuju.

"Vanya, kamu dengar kan? Besok kamu sudah jadi tanggung jawab Aiden sepenuhnya. Papa sudah serahkan kamu ke dia."

​Vanya menunduk, memainkan garpu di piringnya.

"Iya, Pa. Vanya tahu."

​Mami Bella yang duduk di samping Vanya tiba-tiba memegang tangan calon menantunya itu.

"Vanya sayang, Mami tahu ini berat buat kamu. Tapi Mami sangat bersyukur Aiden dapat istri seperti kamu."

"Kamu tahu kan kalau Aiden itu punya kondisi kesehatan ynan unik Mami harap kamu bisa

sabar melayani kebutuhannya nanti."

​Wajah Vanya memerah sampai ke telinga. Ia melirik Aiden yang justru asyik memotong daging steak-nya dengan tenang seolah tidak ada beban.

​"Aiden juga harus sabar,"

sambung Mama Olivia.

"Vanya ini manja sekali, belum bisa masak, belum bisa ngurus rumah. Tolong dibimbing pelan-pelan ya."

​"Pasti, Ma,"

jawab Aiden mantap.

Ia menatap Vanya dengan tatapan yang dalam.

"Aiden bakal bimbing Vanya... dalam segala hal."

​Vino yang asyik makan kentang goreng tiba-tiba menyahut,

"Nanti kalau Tata Anya jadi istrinya Abwang Aden, boleh main ke lumah Nino telus ya?"

​"Tentu dong, Sayang,"

jawab Vanya sambil mengacak rambut Vino.

​Setelah makan malam selesai, Papi Andi dan Papa Airlangga melanjutkan obrolan soal bisnis di balkon, sementara para ibu sibuk memeriksa perlengkapan akad untuk besok di dalam kamar.

Vanya dan Aiden ditinggal berdua di ruang tengah.

​Vanya merasa suasana menjadi sangat canggung. Ia duduk di sofa, memeluk bantal erat-berat.

"Kak... beneran besok ya?"

​Aiden duduk di sampingnya, meletakkan lengannya di sandaran sofa di belakang kepala Vanya.

"Kenapa? Lo mau kabur?"

​"Enggak... cuma ngerasa kayak mimpi aja,aku masih pengen main sama Elsa, masih pengen jajan bakso pedas..."

​"Lo masih bisa lakuin itu semua, Vanya."

Aiden menarik dagu Vanya agar menatapnya.

"Besok, setelah Pak Penghulu bilang Sah, lo bukan lagi milik Papa Airlangga. Lo milik gue. Dan gue nggak akan biarkan lo ngerasa kekurangan sedikitpun, baik itu kasih sayang... atau asupan."

​Vanya menelan ludah.

"Terus... malam ini?"

​"Malam ini ortu kita bakal nginep hotel dekat sini supaya besok pagi mereka bisa langsung ke sini. Jadi, cuma kita berdua lagi di sini,"

bisik Aiden.

Ia mendekatkan wajahnya, menghirup aroma leher Vanya yang kini mulai mengeluarkan aroma susu yang kuat karena jam pumping nya sudah lewat.

"Lo udah penuh banget ya?"

​Vanya memukul dada Aiden pelan.

"Ih! Malu kalau kedengeran mereka!"

​Aiden terkekeh.

Tak lama kemudian, para orang tua keluar dari kamar dan berpamitan untuk menuju hotel.

​"Vanya, Aiden, Papa sama Mama pergi dulu ya. Istirahat yang cukup, jangan begadang! Besok harus segar pas akad!"

pesan Papa Airlangga.

​"Iya, Pa!"

jawab Vanya.

​Setelah pintu apartemen tertutup rapat dan suara langkah mereka menghilang di koridor, kesunyian yang mencekam kembali menyelimuti unit penthouse itu.

Aiden berdiri, lalu mulai melepas kancing kemejanya satu per satu sambil berjalan menuju kamar.

​"Gue mau mandi dulu. Habis itu, gue tagih janji lo yang tadi di mobil,"

ucap Aiden tanpa menoleh.

​Vanya mematung di tengah ruangan. Jantungnya berdebar sangat kencang.

Besok adalah akad nikah, tapi rasanya malam ini akan menjadi malam yang jauh lebih panjang bagi Vanya Gabriella..

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!