Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. perasaan Nova
karena waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore, Tiara dan Aulia langsung mengantarkan Nova terlebih dahulu ke kosannya. apalagi, Nova membawa banyak barang. sesampainya mereka di kosan Nova, Nova pun langsung turun.
"makasih ya kawan, udah nganterin. kalian berdua hati-hati di jalan. nanti kapan-kapan kita main lagi."
"Oke guys!! perlu bantuan nggak..?" tanya Tiara.
"nggak papa!! ini juga nggak terlalu berat kok.!"
"okelah!!"
"da.. hati-hati ya.."
"oke!!" mobil Tiara pun langsung meninggalkan rumah kosan Nova terlebih dahulu. baru setelah itu Nova langsung masuk ke dalam kamar kosannya.
Nova masuk ke dalam kamarnya tampak sangat kegirangan. apalagi, dia benar-benar telah panen sistem hari ini. bahkan uang yang masuk ke dalam rekeningnya, hampir mencapai 5 miliar.
"alhamdulillahirobbilalamin!! terima kasih ya Allah. akhirnya keinginanku terwujud." ujarnya langsung sujud syukur di dalam kamar kecilnya itu. hari ini Dia meneteskan air matanya karena bahagia dan sekaligus memanjatkan rasa syukurnya.
dia paham dan mengerti, semua ini terjadi bukan karena kebetulan, tetapi karena rezeki dan garis takdir yang telah ditentukan oleh Tuhannya.
setelah selesai melakukan sujud syukur, kini dia pun langsung berbalik pada tumpukan barang yang telah ia beli.
"sekarang waktunya unboxing!!" girangnya lagi.
dia pun langsung membuka satu persatu barang yang ia beli. sorot matanya yang terlihat memang tidak pernah bohong. Nova hari ini benar-benar sangat bahagia. lihat saja, binar matanya itu sangat kentara.
"alhamdulillahirobbilalamin!! akhirnya aku dapat barang yang sangat berguna. kalau sudah ada kamera seperti ini, waktunya untuk bekerja kan..? hehehe." entah apa maksudnya mengatakan kata bekerja itu. padahal dia tidak paham apa-apa.
" HP, laptop, drone dan kamera sudah dapat. sekarang beli motor aja lagi. sepertinya aku memang harus beli motor. setelah beli motor, aku harus cari waktu untuk melengkapi hal-hal yang harus dilengkapi untuk membuka usaha." ujarnya.
"begitu aja deh!! terus, setelah beli motor aku harus cari hunian yang agak lebih besar dari ini. aku harus beli kompor, beli segalanya yang dibutuhkan." tuturnya lagi sambil mengedarkan pandangannya melihat barang-barangnya yang hanya sedikit saja. di sana juga, baju-bajunya cuma sedikit.
"hah!! insya Allah satu persatu di angsur. sekarang, waktunya untuk beli ikan yang sudah jadi. karena kalau beli yang mentah, aku nggak punya kompor untuk masak." Nova pun langsung beranjak lagi dari tempatnya, kemudian mengambil uang di dalam tasnya, kemudian keluar dari kosannya dan tak lupa mengunci pintu.
dia akan berjalan kaki sekitar 20 menit, untuk membeli sambal jadi di rumah makan. di kosan ini, anak-anak kosnya memang jarang di tempat. kalaupun penghuni kosnya ada, Nova hanya tahunya sekedar menyapa saja. mereka juga tidak terlalu dekat kecuali dengan Aulia.
sesampainya Nova di tempat penjualan nasi, dia pun langsung membeli ayam satu potong, dan juga ikan satu potong. dan transaksi itu, dia harus membayar 22.000
"berapa bang..?" tanyanya.
"rp22.000 Kak." Nova pun langsung memberikan uang pecahan rp50.000 itu kepada abangnya. kemudian, dia mendapatkan kembalian rp30.000.
"terima kasih ya bang"
"Iya Kak sama-sama." setelah selesai membeli, dia pun langsung bergegas kembali ke kosan kecilnya. dan ketika dalam perjalanan, suara sistem kembali aktif dan terdengar.
Ting
"terdeteksi, tuan rumah telah melakukan transaksi sebesar rp20.000. cashback-nya sudah masuk ke rekening tuan rumah." mendengar itu, Nova langsung senyum-senyum sendiri karena senang.
(aa.. lumayan dapat 1 juta.. ini benar-benar harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. takutnya suatu saat nanti, sistemnya mati.) batinnya.
sesampainya Ia di kosan, dia meletakkan sambal itu terlebih dahulu dan kemudian berlalu pergi untuk mandi dan membersihkan dirinya. dia merasa kalau tubuhnya sangat lengket dan bau keringat.
ditambah lagi, ini memang sudah waktunya untuk membersihkan diri.
****
malam harinya, tak terasa waktu berlalu begitu cepat hari ini. dan terlihat wajah Nova masih berbinar-binar Karena rasa bahagianya di siang hari masih belum luntur.
dia mengambil handphone barunya kembali, dan mulai mengotak-atiknya. dia memindahkan semua file-file penting ke handphone barunya. begitu pula dengan nomor telepon serta emailnya.
Tak hanya itu, di laptop pun dia ikut menyetel. namun nova hanya memindahkan tugas-tugasnya saja, karena walaupun laptop ini dibeli untuk kepentingan pemetaan, di sana masih belum ada aplikasi yang digunakan untuk pemetaan.
setelah selesai memindahkan semuanya, matanya pun langsung berbinar-binar.
"sekarang waktunya melakukan pertukaran dengan sistem.." gumamnya.
"sistem. Saya ingin menukar handphone dan juga laptop bekas ini." tuturnya dengan serius.
Ting
Klik klik klik
Seketika, sistem pun langsung aktif.
"baik. Tuan rumah ingin menukar barang dengan sistem. Telah terdeteksi, harga handphone 1.800.000, dan laptop bekas seharga rp2.300.000. sistem menerima barangnya, cashback senilai 205 juta, telah masuk ke dalam rekening. terima kasih Tuan rumah sudah melakukan transaksi."
mendengar nominal yang disebutkan oleh sistem, dengan rasa kegirangan dalam hatinya, Nova langsung mengintip mobil banking miliknya. dan benar saja, sebanyak 205 juta telah masuk ke dalam rekening.
"woaaahhh...ini benar-benar hoki banget.." ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya beserta dengan tangannya yang juga ikut bergerak karena senang.
"terimakasih banyak ya Allah.. terima kasih karena sudah melebihkan rezekimu kepada hamba.!!" serunya dengan penuh kebahagiaan. bahkan kalau bisa, dia akan melompat lompat saking bahagianya ia.
saat ia sedang senyum-senyum karena bahagia, tiba-tiba panggilan telepon masuk dari keluarganya di kampung.
melihat nomor telepon yang tidak asing itu, dan juga merupakan milik tetangganya yang judes, membuat hati Nova seketika tercubit. tapi dengan cepat dia mengangkat panggilan itu.
"halo! assalamualaikum.!" ujarnya dengan suara yang penuh dengan kelembutan.
"nih!! sudah diangkat.!! ngobrolnya jangan lama-lama ya.!! nanti paket kuota saya jadi habis.!"
Deg
mendengar kata-kata yang ditujukan kepada kedua orang tuanya, seketika Nova merasakan perasaan kesal dalam hati. bahkan dia sampai mengepalkan tangannya. dan di sana juga terdengar suara ibunya yang terdengar lemah penuh dengan keraguan.
"Iya nak.. hanya sebentar saja.." lagi-lagi perasaan Nova menjadi tercubit. tapi ini adalah terakhir kalinya kedua orang tuanya mengemis pada tetangga mereka. sekarang dia sudah memiliki uang, dan dia akan memanfaatkan uang ini untuk membuka usaha kedua orang tuanya.
"halo, nak.. assalamualaikum.."
Deg
Nova menahan tangis dalam hatinya. dan sedikit lama menjawab ibunya.
"i-iya Bu.. waalaikumsalam.." jawabnya dengan suara sedikit berat dan parau. memikirkan kemiskinan kedua orang tuanya, yang merupakan satu-satunya warga yang tidak berpunya di desanya itu, entah kenapa perasaannya menjadi kalut dan kacau.
"ada apa nak? kok suaramu sangat tidak bersemangat. Apa kamu sedang sakit.?" tanya Ibu Nova dengan suara yang panik. Nova yang menyadari hal itu langsung cepat-cepat menenangkan ibunya.