NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Sudah satu minggu Mami Elsa dirawat di rumah sakit. Setiap hari dokter datang memeriksa perkembangan kakinya yang cedera. Tulang panggul, paha, dan betis kirinya masih belum cukup kuat untuk menopang tubuhnya. Untuk sementara waktu, ia harus menggunakan kursi roda.

Sebuah kenyataan yang sangat sulit diterima oleh wanita yang selama ini terbiasa hidup elegan, mandiri, dan selalu terlihat sempurna di hadapan orang lain.

Hari kepulangannya dari rumah sakit akhirnya tiba. Enzo mendorong kursi roda ibunya keluar dari ruang rawat. Di belakang mereka, Azalea membawa tas berisi obat-obatan, dokumen medis, dan beberapa barang pribadi.

Setibanya di rumah, suasana terasa berbeda. Rumah besar itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Erza dan Elora langsung berlari mendekati nenek mereka.

“Oma sudah pulang!” seru Elora riang.

Erza berdiri di samping kursi roda dengan wajah penuh perhatian. “Oma sakit, ya?”

Mami Elsa hanya mengangguk pelan. Dia merasa sedikit tidak nyaman dilihat cucu-cucunya dalam keadaan seperti ini.

Azalea segera mengambil alih. “Kak Erza, Elora ... Oma perlu istirahat dulu, ya.”

“Baik, Mommy,” jawab mereka kompak.

Enzo membantu membawa ibunya ke kamar. Setelah itu ia harus kembali ke kantor karena beberapa urusan yang tertunda selama seminggu terakhir.

Sejak saat itu, hampir semua keperluan Mami Elsa diurus oleh Azalea. Mulai dari memberi makan, membantu berpindah dari kursi roda ke tempat tidur, hingga mengingatkan jadwal obat.

Pada hari kedua di rumah, Azalea membawa sebuah ember kecil berisi air hangat dan perlengkapan kebersihan. Mami Elsa menatapnya dengan bingung.

“Apa itu?”

Azalea tersenyum lembut. “Nyonya perlu dibersihkan. Perawat rumah sakit bilang harus sering dibersihkan supaya tidak infeksi.”

Wajah Mami Elsa langsung berubah kaku. Ia baru sadar bahwa sejak pagi perutnya terasa tidak nyaman. Namun, karena kakinya belum bisa berjalan ke kamar mandi, ia hanya menahan diri. “Tidak usah,” katanya cepat.

Beberapa saat kemudian, wajah Mami Elsa berubah semakin gelisah.

Azalea mengerti. Ia sudah pernah menghadapi situasi seperti ini. “Nyonya tidak perlu malu,” ucapnya lembut.

Mami Elsa menunduk.

Beberapa menit kemudian, Azalea dengan sabar membersihkan kotoran ibu mertuanya. Gerakannya tenang, tidak menunjukkan sedikit pun rasa jijik.

Mami Elsa memperhatikan wajah menantunya dengan perasaan campur aduk. Akhirnya ia tidak tahan untuk bertanya.

“Kamu tidak merasa jijik?”

Azalea berhenti sebentar, lalu tersenyum kecil. “Tidak, Nyonya.”

Wanita berjilbab moka itu melanjutkan pekerjaannya dengan telaten. “Sebelumnya aku pernah melakukan hal ini selama tiga tahun.”

Mami Elsa mengernyit. “Maksudmu?”

Azalea mengangkat wajahnya sebentar. “Dulu, mertuaku mengalami stroke.”

Suasana kamar tiba-tiba menjadi hening. Azalea melanjutkan dengan suara pelan. “Selama tiga tahun aku yang mengurus beliau. Memberi makan, memandikan, juga membersihkan seperti ini.”

Mami Elsa terdiam. Ia tidak menyangka. Selama ini ia selalu menganggap Azalea hanya wanita sederhana dari kampung yang beruntung bisa masuk ke keluarga mereka. Namun, ternyata wanita itu pernah menjalani hal yang jauh lebih berat.

Setelah semuanya selesai, Azalea membantu Mami Elsa mengenakan pakaian bersih. “Sudah selesai, Nyonya.”

Mami Elsa tidak berkata apa-apa. Namun, di dalam hatinya, sesuatu mulai bergerak. Sesuatu yang selama ini terkunci rapat.

Beberapa hari kemudian, kondisi Mami Elsa mulai sedikit membaik. Meski masih menggunakan kursi roda, setidaknya rasa sakit di kakinya sudah berkurang.

Sore itu, setelah dokter pulang, Mami Elsa berkata pelan, “Aku ingin berendam air hangat.”

Azalea langsung menoleh.

“Dengan aroma terapi,” lanjut Mami Elsa.

Azalea tersenyum. “Baik, Nyonya.”

Azalea segera menyiapkan semuanya. Air hangat mengisi bathtub besar di kamar mandi utama. Ia meneteskan minyak aroma terapi lavender yang menenangkan. Harum lembut segera memenuhi ruangan. Azalea kembali ke kamar.

“Nyonya, airnya sudah siap.”

Azalea kemudian membantu Mami Elsa berdiri dari kursi roda. Meski tubuh Azalea terlihat kurus, tenaganya ternyata cukup kuat. Dengan hati-hati ia menopang tubuh ibu mertuanya.

“Pelan-pelan, Nyonya.”

Azalea menggotong Mami Elsa masuk ke kamar mandi. Lalu, membantu menurunkannya ke dalam bathtub.

Air hangat langsung menyelimuti tubuh Mami Elsa. Wanita itu memejamkan mata. Selama berminggu-minggu tubuhnya terasa kaku karena terlalu lama terbaring di ranjang rumah sakit. Kini perlahan rasa itu mulai hilang.

Azalea mengambil spons mandi. Dengan lembut ia menggosok punggung, lengan, dan kaki ibu mertuanya. Gerakannya hati-hati, tidak tergesa-gesa. Seperti seorang anak yang sedang merawat ibunya sendiri.

Beberapa menit kemudian, Mami Elsa menghela napas panjang. “Ah … segarnya.” Sejak kecelakaan itu, tubuhnya sekarang benar-benar terasa rileks.

Setelah selesai mandi, Azalea membantu mengeringkan tubuhnya dengan handuk besar. Kemudian membantu mengenakan pakaian rumah yang bersih.

“Kalau begitu aku pergi dulu, Nyonya,” kata Azalea pelan. “Mau ganti pakaian.”

Azalea berbalik hendak keluar kamar.

“Lea ...,” panggil Mami Elsa.

Azalea langsung berhenti. Tubuhnya kaku seketika. Jantungnya mencelos. Itu pertama kalinya ia mendengar panggilan itu dari bibir ibu mertuanya. Perlahan ia menoleh.

“I-ya … Nyonya?”

Mami Elsa menatapnya lama. Tatapan yang biasanya dingin kini terasa berbeda.

“Mulai sekarang jangan panggil aku Nyonya.”

Azalea terdiam.

“Panggil saja Mami. Seperti Enzo.”

Seolah waktu berhenti sejenak. Azalea tidak bergerak. Matanya perlahan berkaca-kaca. Selama ini ia selalu berusaha sabar menghadapi sikap dingin ibu mertuanya. Tidak pernah membantah. Tidak pula pernah menuntut. Ia hanya berharap suatu hari wanita itu bisa menerima dirinya. Dan hari itu akhirnya tiba.

“I-ya … Ma-mi.” Suara Azalea bergetar. Matanya menatap wanita di hadapannya dengan perasaan haru yang tidak bisa disembunyikan.

Mami Elsa memalingkan wajahnya sedikit. Namun di sudut matanya, ada kilau air yang nyaris jatuh. Tembok yang selama ini ia bangun begitu tinggi akhirnya mulai runtuh sedikit demi sedikit.

***

1
Yasinta Niken
bingung bacanya separuh2 🤭
Yasinta Niken
seru lanjut
Yasinta Niken
ya balas yang lebih elegan dan segera bangkit kemuning masih banyak yang lebih baik 💪
Yasinta Niken
terimakasih 👍👍👍
Yasinta Niken
hati2 dalam bertindak Enzo ingat pengalamanmu dengan Jasmin semangat
YuWie
Luar biasa
Yasinta Niken
sabar Lea
Yasinta Niken
ayo Enzo pulang jangan ulangi lagi lihat Azalea yang gelisah hati2 dgn kandungan nya
Yasinta Niken
karmamu sudah di depan mata ya Karmila makanya jadi orang jangan jahat
Yasinta Niken
Karmila harus segera dibasmi semoga Azalea dan keluarga tetap dalam lindungan Allah SWT
Yasinta Niken
kenapa kok ada kisah yang tidak baik di ceritakan lagi kasihan Enzo dan Lea 🤭
Yasinta Niken
penyesalan yang tak berguna untuk Reza 😄😄😄
YuWie
menang banyak tho kamu rez... gitu kok blm dpt balasan ya..jahatt
Hk Hk
kerennnnn
Yasinta Niken
orang baik pasti bertemu dengan yang baik ya Lea semangat
Yasinta Niken
penyesalan yang tak berguna untuk Reza
Yasinta Niken
Enzo berdoa yang baik untuk semuanya
Yasinta Niken
semangat Lea
Yasinta Niken
pasti saya baca Thor semangat
Yasinta Niken
makanya Enzo jangan teman aja yang dikedepankan utamakan keluarga terlebih anak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!