NovelToon NovelToon
Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Status: tamat
Genre:CEO / Showbiz / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"

Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.

Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ledakan di Jantung Kota

Jakarta tidak pernah terasa sesesak ini bagi Sasha. Udara lembap dan polusi seolah merayap masuk ke paru-parunya, namun tak ada yang lebih menyesakkan daripada melihat putra kandungnya berada dalam dekapan wanita lain dari kejauhan. Bom waktu itu tidak lagi berdetak; ia telah mencapai angka nol. Dan ledakan pertamanya terjadi di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Jakarta Pusat, tempat Maya sering membawa Arthur untuk sekadar keluar dari pengapnya apartemen yang kini terasa seperti medan perang.

Sasha, dengan penyamaran yang mulai berantakan karena keringat dan air mata, membuntuti mereka dari kejauhan. Ia melihat Maya duduk di sebuah kafe eksklusif, sementara dua orang pengawal berdiri tegak beberapa meter darinya. Arthur diletakkan di dalam kereta bayi yang sangat mahal. Saat Maya sedang sibuk menerima telepon—mungkin berdebat dengan ibunya atau pengacara keluarga—ia berjalan menjauh beberapa langkah untuk mendapatkan sinyal yang lebih baik.

Itulah celahnya.

Naluri keibuan Sasha mengambil alih kewarasannya. Dengan langkah gemetar namun cepat, ia mendekati kereta bayi itu. Begitu ia menunduk, matanya bertemu dengan mata Arthur yang bulat dan bening. Bayi itu tidak menangis; ia justru tersenyum dan meraih jemari Sasha. Tangisan Sasha pecah saat itu juga. Ia membelai pipi lembut Arthur, merasakan kehangatan yang selama ini hanya ia bayangkan dalam kedinginan Warsawa.

"Arthur... ini Mama," bisiknya parau, mengabaikan fakta bahwa dunia di sekitarnya bisa hancur detik itu juga.

"Apa yang kau lakukan?!" Sebuah teriakan melengking membelah suasana kafe. Maya berbalik dan melihat seorang wanita asing sedang menyentuh anaknya. Para pengawal langsung bergerak, namun saat Sasha menoleh dan kacamatanya terjatuh, Maya membeku. Wajah itu—wajah yang selama ini menghantui mimpinya—kini berdiri nyata di depannya. "Sasha?!"

Ledakan kedua terjadi hampir bersamaan di kantor pusat Ardiwilaga Group. Adrian sedang dalam rapat darurat saat Reza Mahardika masuk tanpa izin, membawa serombongan wartawan dan pengacara. Reza, dengan bekas luka di wajahnya yang masih memerah akibat kejadian di Polandia, melemparkan bundel dokumen ke meja rapat Adrian.

"Permainan berakhir, Adrian!" teriak Reza, suaranya bergema di ruang kaca yang luas itu. "Publik harus tahu bahwa pewaris Ardiwilaga adalah hasil dari kontrak rahim ilegal dengan seorang mahasiswi asing! Aku punya saksi, aku punya bukti transfer, dan aku punya data klinik di Singapura!"

Para wartawan mulai menyalakan lampu kilat kamera. Adrian berdiri, wajahnya mengeras bagai batu granit. Di saat yang sama, ponselnya bergetar. Pesan singkat dari pengawal Maya masuk: Nona Sasha ada di sini. Terjadi keributan di Grand Indonesia.

Dunia Adrian runtuh secara simultan. Rahasia bisnisnya dibongkar oleh Reza di depan pers, sementara rahasia pribadinya meledak di depan publik melalui kehadiran Sasha. Tanpa mempedulikan Reza atau wartawan, Adrian berlari keluar ruangan, memacu mobilnya dengan kecepatan gila menuju tempat Maya dan Sasha berada.

Saat Adrian tiba di kafe itu, suasana sudah sangat kacau. Maya sedang menjerit-jerit menyuruh pengawalnya menjauhkan Sasha, sementara Sasha memeluk tiang kereta bayi dengan histeris, menolak untuk dilepaskan. Kerumunan orang mulai berkumpul, merekam kejadian itu dengan ponsel mereka.

"Lepaskan anakku! Kau wanita gila! Kau hanya orang asing yang kami sewa!" teriak Maya, suaranya parau karena panik.

"Dia anakku! Darahku! Kau tidak punya hak untuk menjauhkanku darinya!" balas Sasha, tangisnya merobek udara.

Adrian menerobos kerumunan, berdiri di tengah dua wanita yang dicintainya dengan cara yang berbeda. Namun, sebelum ia bisa berkata apa pun, sebuah sosok lain muncul dari kerumunan. Lukas. Ia baru saja mendarat di Jakarta dan berhasil melacak Sasha melalui GPS ponsel yang sengaja ia pasangkan di tas gadis itu sebelum berangkat.

"Sasha, hentikan! Kita harus pergi dari sini!" Lukas mencoba menarik Sasha, namun matanya bertemu dengan mata Adrian. Dua pria yang memiliki ikatan dengan Sasha kini berdiri berhadapan di tengah pusaran skandal yang paling memalukan dalam sejarah keluarga Ardiwilaga.

Bom itu telah meledak dengan sempurna. Dalam hitungan menit, siaran langsung mengenai keributan itu menyebar ke seluruh media sosial. Haryo Ardiwilaga yang menonton dari ranjang rumah sakitnya hanya bisa memejamkan mata saat melihat kehancuran martabat keluarganya di layar televisi. Sementara Reza Mahardika, yang menonton dari layar di kantor Adrian, tertawa puas. Ia telah berhasil menyeret semua orang ke dalam lumpur yang sama.

Sasha terduduk lemas di lantai marmer, tangannya masih berusaha meraih kaki kereta bayi Arthur yang kini ditarik menjauh oleh pengawal. Adrian menatap Sasha yang hancur, lalu menatap Maya yang ketakutan, dan menyadari bahwa mulai hari ini, tidak ada lagi istana untuk dilindungi. Yang tersisa hanyalah puing-puing kebenaran yang akan menghakimi mereka semua.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!