NovelToon NovelToon
Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cintapertama
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.

Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.

Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho

" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Icha Murka

Setelah sarapan, Icha kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan secara perlahan. Dia tidak tahu apakah Gilang dan Kenan telah berangkat atau belum.

Icha mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur. Sikap ketus yang dia perlihatkan pada Gilang dan putra sambungnya itu hilang di kamar ini. Di saat sendiri seperti ini Icha seolah merasa menjadi diri sendiri.

"Papa.." Gumam Icha seorang diri. Selain dia merindukan orang tua angkatnya Icha juga merindukan Mendiang Papanya.

Ya, Dimas memang telah meninggal sekitar beberapa tahun yang lalu karena terkena penyakit lambung. Dulu pria itu sering datang menemuinya di lokasi syuting tempat ia bekerja. Bahkan saat ia menikah dengan Gilang pun, Tak jarang Icha mengajak suaminya itu ke ibu kota hanya untuk mengunjungi makam sang Papa. Sayangnya, Gilang enggan ikut dan hanya Icha sendiri saja.

Mungkin memang itu alasan Gilang, Papanya adalah orang telah menghabisi nyawa tante pria itu, Jadi wajar kalau pria itu bersikap demikian.

"Kenapa aku merasa mengantuk sekali.." Icha merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut. Putri angkat Brian dan Arumi itu memejamkan mata pagi itu karena rasa ngantuk yang tak tertahankan.

Cukup lama Icha tidur di kamarnya. Saking nyenyaknya, Wanita itu tak mendengar apapun. Hingga tepat pada pukul satu siang, Icha membuka matanya dan terbangun.

Samar-samar telinganya mendengar suara berisik di bawa sana. Icha terdiam untuk mengumpulkan nyawanya lebih dulu karena memang dia baru saja bangun tidur.

Setelahnya Icha duduk lalu pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka. Setelah mencuci muka, Icha keluar dari kamar dia merasa penasaran saja suara apa yang berisik itu sampai terdengar ke kamarnya.

"Siapa sih? Ada tamu apa bagaimana?" Icha yang penasaran pun melangkahkan kakinya menuruni anak tangga melihat siapa sih yang berisik itu.

Deg!

Jantung Icha tentu saja berdetak tak karuan. Di depan sana, Kenan sedang bergurau dengan Lula. Ternyata Gilang benar-benar mengajak wanita itu masuk ke rumah ini. Sepertinya apa yang telah dia lakukan dengan mengundang wartawan semalam dan mencoba mempermalukan wanita tak membuat wanita itu jera.

"Nyonya.. Nyonya sudah bangun?" Suara Bibi mengalahkan atensi Lula dan Kenan yang sedang asyik bergurau itu.

"Iya, Aku tidur dengan nyaman sampai tidak mendengar apapun. Tapi aku terbangun karena ada suara berisik yang mengganggu tidurku.. " Sindirnya pada Lula yang tersenyum mengejek itu.

"Kenaaan.. Main yoook!!" Kenan menjadi sumringah mendengar suara temannya.

"Tante Lula, Aku pamit main dulu ya.. Tante disini aja dulu. Gak usah malu anggap aja rumah sendiri.." Kata bocah itu pada Lula. Icha yang melihat itu sungguh merasa muak sekali. Bahkan Kenan melihat kalau ada dia disini, Kenapa harus Lula yang di pamiti sementara dia tidak.

Bibi pun juga ikut kesal melihatnya. Dasar anak tidak tahu di untung. Di kasih ibu yang baik mala milih ratu medusa.

"Nyonya , Tadi kata Nyonya ada suara yang berisik?

"Hm, Suara ib-lis kali.. Makanya sampai terdengar ke dalam kamar.." Usai mengatakan itu, Icha berlalu ke dapur untuk mengambil air minum.

"Sayang, Sepertinya Bunda kamu gak suka tante ad disini.." Kata Lula, Wanita itu memasang wajah sedih untuk menarik simpati bocah delapan tahun ini.

"Udah biarin aja Tante Lula.. Nanti juga sembuh sendiri marahnya. Dia memang seperti itu.. " Kata Kenan, Lula tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Kenan.

Dalam hati Lula berkata, Dia harus banyak menghasut Kenan dulu lalu menyakinkan Ayahnya. Lula akan buat sepasang ayah dan anak itu membenci Icha.

"Ya udah kalau kamu mau main, Kenan hati-hati ya.. Daaa..

"Daaa Tante.." Bocah itupun berlari keluar lalu pergi bersama para teman-temannya.

...****************...

"Aku tahu, Kamu pasti kesel kan lihat aku akrab dengan Kenan.. Secara sebelumnya anak itu lebih dekat sama kamu.." Icha yang tengah membuat kopi itu melirik sekilas pada Lula yng tiba-tiba saja datang Padanya.

Tapi Icha tetap tak peduli, Dia masih asyik mengaduk kopinya. Tak suka di abaikan, Lula mendekat dan menarik tangan Icha membuat cangkir kopinya ya terjatuh hingga pecah.

"Kau!.

"Aku bicara denganmu.. Kau dengar tidak? " Icha menghempaskan tangan Lula dengan kasar. Dia menatap tajam wanita itu.

"Kenapa aku harus mendengarkan ucapan busukmu itu.. Kau pikir kau siapa yang harus di dengarkan? Apakah karena kau dosen? Dasar dosen gatal.." Lula marah dan tak terima dengan ucapan sarkas Icha itu.

"Apa kau bilang?

"Kenapa kau tak terima dengan apa yang ku ucapkan barusan? Iya, Kau itu adalah dosen gatal dan itu memang kenyataannya.. Mungkin sekarang kau hanya dk tegur, Siapa tahu nanti kau juga di pecat..

Lula terdiam, Dia terkejut. Lula memang belum di pecat, Gilang dan dia hanya masih di beri surat peringatan. Jika sampai terjadi lagi sudah pasti pemecatan itu akan terjadi.

"Kau tahu darimana soal itu?

"Soal itu? Kau tak perlu tahu.. Yang jelas aku tahu segalanya.." Dada Lula naik turun, Sungguh dia emosi sekali sekarang. Sepertinya Icha bukan lawan yang sembarangan..

"Kau.. Aaaaarrrrggghh!!

Icha mengernyit heran dengan Lula yang tiba-tiba saja terjatuh lalu menangis sambil memegang pipinya..

"LULA!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sekarang Icha mengerti, Wanita itu pura-pura terjatuh karena ada Gilang. Sungguh pintar sekali aktingnya.

Akting? Okey, Kita tunjukkan siapa ratu drama yang sesungguhnya.

Gilang berlari mendekat ke arah Lula. Menelisik tubuh wanita itu seolah memastikan kalau Lula baik-baik saja.

"Kamu gapapa?

"Gilang.. Tadi, Icha tampar dan dorong aku.. Sakit banget. " Icha membuka mulutnya, Apa katanya tadi? Dia menampar Lula dan mendorongnya?

"Kamu jangan asal bicara ya? Jelas-jelas kamu yang narik-narik aku duluan.. Gak usah ngarang deh!

Gilang menatap tajam Icha..

"Icha! Lula itu tamu di rumah ini.. Dan aku yang minta dia buat datang ke rumah ini.. Harusnya kamu hormati dia dong, Bukan malah tampar dan dorong dia sampai jatuh kayak gini.." Lula tersenyum penuh kemenangan. Dan pada akhirnya aktingnya berhasil.

"Tapi aku gak ngalakuin apa yang dia tuduhkan Gilang. Ayolah jadi pria itu yang cerdas dikit.. Masa gak bisa bedain mana yang salah sama yang bener..

"Minta maaf sekarang juga ke Lula.." Icha maju satu langkah, Tatapan mata itu menajam.

"Aku gak bakalan minta maaf, ngerti!!." Tatapan mata Icha mengarah pada Lula yang diam-diam tersenyum.

"Kamu gak tahu apa-apa Gilang.. Yang kamu tahu dia udah bersimpuh di lantai dan ngadu kalau aku tampar dan dorong dia.. Dan, Aku paling gak suka di tuduh sembarangan. Tapi ya, Karena dia tadi udah fitnah aku, Aku akan kabulkan apa yan dia omongin tadi. Tadi dia bilang di tampar dan di dorong kan? Okey..." Icha melangkah maju, Lula mundur dan mulai merasa takut dengan Icha yang langkahnya semakin dekat dengannya.

"Icha..

PLAAAK

PLAAAK

PLAAAK

PLAAAK

Bugh!!

"Aaaaarrrrggghh!

"Icha! Hentikan Icha!!

Berkali-kali Icha tampar pipi Lula sampai memerah. Icha juga menonjok hidung Lula hingga berdarah. Tak sampai di sana, Icha juga menjambak rambut Lula menyeret wanita itu ke kamar mandi dekat dapur. Menenggelamkan kepala Lula membuat wanita itu gelagapan.

Gilang tak tinggal diam, Pria itu menyusul sang istri yang saat ini tengah murka itu.

"Ini rasakan! Kau boleh merebut suamiku.. Kau boleh merebut Kenan. Tapi satu hal yang paling aku benci, Aku paling benci di tuduh dan fitnah.. Apalagi di fitnah oleh Wanita murahan seperti mu!!

"Haap.. Haap.." Lula lemas, Dia mulai susah bernafas sekarang.

"ICHA!!

Gilang berhasil menarik Icha hingga dua wanita itu terpisah.

PLAAAK!!

Satu tamparan mendarat di pipi putri angkat Brian dan Arumi itu. Icha menatap gilang yang terdiam setelah pria itu menampar nya.

"Kau, Kau menamparku Gilang??

"Icha, Aku..

PLAAAK!

PLAAAK!

Tentu saja Icha tak mau kalah, Dia balik tampar Gilang hingga tangan wanita itu mengecap di pipi ayah Kenan itu.

"KAMU TAMPAR AKU DEMI DIA??! DASAR PRIA BADJINGAN KAMU GILANG!!

BUGH!

"Aaaaarrrrggghh!! " Gilang menunduk kesakitan setelah Icha memberikan hadiah berupa tendangan maut pada benda pusaka pria yang masih menjadi suaminya itu.

"Ichaa...

"Rasain! Itu akibatnya kalo suami tukang selingkuh.. Aku doain tuh barang gak hidup lagi.. Semoga aja impoten seumur hidup..." Icha menendang tempat sampah yang berada di dalam kamar mandi itu membuat semua isinya tumpah berantakan.

"Gilaang.. Tolong aku..." Rengek Lula pada Gilang. Pria itu menggelengkan kepalanya..

"Diam Lula! Aku juga kesakitan!!!

TBC

1
Evi alvian
widihhh Icha semakin didepan deh..awas Lula bentar lg kau akan mati kutu
Dew666
🌻🌻🌻
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saat gilang tau kebenarannya, pasti nyesal setengah mati
Yus Nita
hajar trus si pelakor, jangan kasih ampun.
hancur kan siaoa saja yg pernah menyakiti mu Icha.
Naviah
semoga kejahatan Lula dan neneknya Gilang segera terbongkar, dan ngeliat reaksi Gilang kayak apa setelah tau selama ini dia dikhianati orang terdekatnya, istri dan ibu kandungnya dibunuh orang yang selama ini Gilang percaya👀
Naviah
hadeh ngehalu trus nih Lula 😂
Naviah
typo thor, seharusnya bertemu bukan berhenti 🙏
Les Tary
anak pembantu aja belagu
Naviah
Lula terlalu percaya diri
lanjut thor
Ita rahmawati
masih aja sombong ya si alul 🤦🙄🙄
Ayudya
Lula seharusnya kamu tu sadar diri napa.uda anak orang susah tapi belagak anak orang kaya🤣🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
heh anak pembantu dan juga sekalian pelacur murahan, kamu benar-benar ga idiri yah, kamu itu disuruh berlutut ga mau, ya sudah masukkan saja ke dalam penjara, biar mampus sekalian
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
lanjutkan
Ayudya
hais Lula kamu harus siapkan mental kamu buat hadapi pipi Brian agar ga shock jantung🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
idihhh si lula pede bgt yg ada nanti.km di buat malu karna gilang msu minta maaf dgn berlutut
Les Tary
lanjut thor
Yus Nita
ttinggi x ah rasa ke PD an si Pelakor jalang. blom tau aja dia bakal di hempas kan ke jurang yh plg dlm
Lucy
Lula pelakor kau yg akn berlutut dan memohon bukan memenjarakan icha🤣🤣
Evi alvian
akhirnya Gilang menyerah jg dan memohon pada Icha...huhuuu kaciaannnn
Ariany Sudjana
heh pelacur murahan, kamu pikir polisi akan menangkap Icha? kamu ngaca dong, Icha bukan orang sembarangan, kamu hanya anak pembantu dan jadi pelacur lagi, kamu itu hanya butiran debu 😂😂
Yuni Songolass: salah pilih lawan mereka kpn kejahatan si lula itu terbongkar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!