NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Kesempatan Kedua Untuk Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Pada kehidupan sebelumnya Ashilla dipaksa menikah dengan seorang pria yang dikabarkan kejam dan diduga sadis namun secara tegas Ashilla melawan keinginan ayahnya itu sehingga ia malah dibebankan hutang yang sangat besar karna sudah dibesarkan oleh keluarga Clinton namun tidak membalas budi.

Bertahun-tahun kemudian saat ia hendak membayar hutang tersebut, ibu tirinya datang dan memaksanya untuk menanggung kesalahan atas putrinya yang menabrak seseorang saat mengendarai mobil dengan ugal-ugalan.

Saat itulah kehidupannya hancur, untungnya waktu kembali berputar pada hari dimana semua tragedi tersebut belum terjadi dan kali ini Ashilla bertekad untuk menikahi pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 5 - Mengapa Ken Menatapku?

Pemuda itu membelalakkan mata saat mendengar jawaban setuju dari Ken.

“Serius? Kau memilihnya semudah itu?” desaknya. “Kalau begitu, kenapa selama ini kau selalu menolak semua calon yang diatur bibimu di setiap kencan buta?”

Ken tidak menjawab. Ia hanya mengetuk-ngetukkan jarinya di pagar pembatas lantai dua, matanya tetap mengarah ke aula di bawah.

Melihat sikap itu, pemuda tersebut menghela napas. “Baiklah, baiklah. Kalau kau sudah memutuskan, aku akan memberi tahu bibimu dan yang lain. Jadi mereka tak perlu repot-repot lagi menjamu para keluarga bangsawan itu.”

Sebenarnya, ini adalah pesta sekaligus kencan buta untuk Ken. Namun sejak awal, ia bahkan tidak turun ke aula. Yang bersosialisasi hanyalah ibunya dan anggota keluarga lain, sibuk menghadapi para wanita bangsawan yang berusaha ‘menjual’ putri mereka.

Tak satu pun dari mereka tahu bahwa keputusan akhirnya sudah dibuat—oleh pria yang berdiri santai di lantai atas.

Dan ironisnya, calon Nyonya Adam itu telah dipilih dengan cara yang begitu sederhana.

Ashilla tentu saja tidak tahu semua itu.

Namun ia sangat sadar bahwa sejak tadi, ada seseorang yang terus menatapnya.

Ia mencoba berpura-pura tidak peduli, menunduk seperti di kehidupan sebelumnya. Tapi tatapan itu terlalu terasa—seolah menempel di kulitnya.

Akhirnya, Ashilla mengangkat kepala dan menatap balik.

Dan langsung menegang.

“...!”

Sepasang mata tajam menatapnya dari lantai dua. Dingin, menekan, dan sama sekali tidak berusaha menyembunyikan pengamatannya.

Ashilla refleks ingin menunduk lagi.

Kenapa rasanya seperti murid yang ketahuan baca novel di kelas… batinnya panik.

Namun detik berikutnya, ia tersadar.

“Ken… Mateo Adam?” gumamnya pelan.

Posisi pria itu memang agak tersembunyi dari cahaya, sehingga baru sekarang Ashilla benar-benar mengenalinya. Wajah itu sering muncul di gosip internet—namun di kehidupan sebelumnya, ia bahkan tidak pernah melihatnya langsung.

Dan sekarang… pria itu menatapnya tanpa berkedip.

Beberapa detik berlalu.

Ashilla mulai tidak nyaman. Ia memalingkan wajah dan menunduk, lalu memeriksa gaunnya sendiri.

'Apa ada yang salah denganku? Riasanku? Gaunnya? Rambutku?'

“Ashilla, kenapa?” suara Laura terdengar di sampingnya.

Laura kembali sambil membawa kue mousse kecil di piring. Alisnya berkerut saat mengikuti arah pandang Ashilla tadi.

“Kenapa kau menatap ke sana?” tanyanya, nada suaranya berubah waspada. “Jangan bilang kau menarik perhatian pria yang salah.”

Ashilla cepat menggeleng. “Tidak. Aku cuma… merasa seperti ada yang menatap.”

Laura mendengus pelan, lalu memaksakan senyum. “Sudahlah. Ini, makan dulu. Kau belum makan banyak, kan?”

Ashilla menatap kue itu, kepalanya tiba-tiba terasa sedikit pening.

Ia ragu.

Namun sebelum sempat menolak, Laura tiba-tiba berseru, “Hah? Kenapa Nyonya Adam dan yang lain pergi sekarang?”

“Apa?” Ashilla refleks ikut menoleh.

Di ujung aula, beberapa orang memang terlihat bersiap meninggalkan tempat duduk mereka.

Laura menggigit bibir. “Jangan-jangan mereka sudah memilih seseorang? Padahal aku belum sempat benar-benar berbicara dengan mereka…”

Ia tampak kesal dan panik. “Aku bahkan sudah menunggu momen yang tepat supaya kesannya lebih mendalam.”

Ashilla mengerutkan kening.

'Siapa wanita yang mereka pilih? Aku bahkan belum bergerak merayu Ken yang ada di lantai atas..'

Jantungnya berdebar tak nyaman.

'Kalau ibu Ken benar-benar sudah memilih orang lain, lalu untuk apa semua rencananya?'

Tanpa sadar, Ashilla kembali melirik ke lantai dua.

Ken masih di sana, tapi kini ia menoleh ke arah lain.

'Jadi… kenapa tadi dia menatapku? Ekspresinya juga tidak terlihat seperti tertarik. Lebih seperti… tidak puas. Seperti orang tua yang kecewa melihat nilai ujian anaknya.'

Ashilla menggenggam tangannya sendiri.

'Kalau aku tidak terpilih kali ini… apakah keluarga Clinton akan membiarkanku begitu saja? Aku benar-benar tidak ingin di bebankan hutang dari mereka!'

Ia menunduk lagi, tidak tahu bahwa di lantai dua, Ken kembali mengalihkan pandangannya ke arahnya.

Saat itu, ibu Ken dan Lio–sepupu Ken yang tadi sudah naik ke lantai dua.

“Ken,” kata ibunya tanpa basa-basi, “Lio bilang kau sudah memilih seseorang. Benarkah?”

Lio langsung menyeringai. “Bibi lihat sendiri saja. Dari tadi dia tidak berhenti menatap satu orang.”

Ibu Ken dan bibinya ikut mengikuti arah pandang Ken.

Yang mereka lihat hanyalah seorang gadis dengan kepala sedikit tertunduk, tampak biasa saja di tengah keramaian.

“Anak siapa itu?” tanya ibunya bingung. “Kenapa ibu tidak ingat pernah bertemu dengannya?”

Bibinya ikut mengangguk. “Iya, aku juga tidak ingat.”

Ken akhirnya bicara, suaranya datar. “Aku juga tidak tahu.”

Ibunya menoleh padanya. “Lalu kenapa kau memilihnya kalau kau bahkan tidak tahu siapa dia?”

Ken terdiam sejenak, lalu berkata santai, “Bukankah tugas ibu memang untuk mencari tahu latar belakang calon menantu itu?”

Lio tertawa kecil. “Wah, kali ini benar-benar menarik.”

Ibunya menatap lagi ke arah Ashilla, kali ini dengan sorot mata penuh minat.

“Kalau begitu… kita harus segera cari tahu tentang gadis itu.”

1
Rossy Annabelle
ooh bahagianha hatiku 🥳melihat penderitaan orang lain/Facepalm/
Rossy Annabelle
next,,klo bs Doble up deh 😁tiap hari /Chuckle/
Rossy Annabelle: oke lah,, ditunggu karya lainnya mungkin.semngt 💪😁
total 2 replies
Rossy Annabelle
ditunggu next-nya😁
Lynn_: Ok kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!