NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Penguasa Langit

Reinkarnasi Penguasa Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: JUNG KARYA

Ranu Wara lahir di tengah kemiskinan Kerajaan Durja sebagai reinkarnasi Dewa Tertinggi, ditandai dengan mata putih perak dan tanda lahir rasi bintang di punggungnya. Sejak bayi, ia telah menunjukkan kekuatan luar biasa dengan memukul mundur gerombolan bandit kejam hanya melalui tekanan aura.

Menginjak usia tujuh tahun, Ranu mulai menyadari jati dirinya dan menggunakan kekuatan batinnya untuk melindungi orang tuanya dari penindasan pendekar asing. Pertemuannya dengan Ki Sastro, seorang pendekar tua misterius, mengungkap nubuat bahwa Kerajaan Durja berada di ambang kehancuran akibat konspirasi racun dan ancaman invasi. Kini, Ranu harus memilih: tetap hidup tenang sebagai anak saudagar miskin atau bangkit memimpin perjuangan demi melindungi keluarga dan tanah kelahirannya dari lautan api peperangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNG KARYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Bayangan dari Alam Antahberantah

Malam setelah kemenangan di gerbang kota, Kerajaan Durja berpesta pora. Namun, di puncak menara tertinggi istana, Ranu duduk sendirian. Ia tidak menyentuh kolak pisang pemberian ibunya yang terletak di sampingnya. Mata peraknya menatap kosong ke arah rembulan yang malam ini tampak memiliki lingkaran merah tipis di sekelilingnya.

"Den Ranu?" suara Ki Sastro memecah keheningan. "Mengapa Anda di sini? Diajeng Sekar Arum dan Baginda Raja sedang menunggu Anda di aula utama."

Ranu tidak menoleh. "Sastro, apakah kau merasakan udara malam ini terasa sedikit... amis?"

Ki Sastro menghirup napas dalam-dalam. "Hanya bau sate kambing dari pasar malam, Den."

Ranu tersenyum pahit. "Itu bagi penciuman manusia. Tapi bagi jiwaku, bau ini adalah bau yang sangat aku kenal. Bau pengkhianatan yang menyeretku jatuh ke rahim Dinda Ibu delapan tahun lalu."

Tiba-tiba, suhu di puncak menara turun drastis hingga membeku. Cahaya bulan yang tadinya merah tipis mendadak padam seolah-olah ditelan oleh kegelapan yang pekat. Dari tengah bayangan di lantai menara, muncul kepulan asap hitam yang perlahan membentuk sosok pria jangkung dengan kulit sepucat mayat dan tanduk kecil yang mencuat di balik rambut merahnya yang menyala.

"Sudah lama tidak berjumpa, Sang Pemilik Bintang," ucap sosok itu. Suaranya terdengar seperti gesekan logam yang berkarat.

Ranu berdiri perlahan. "Sang Prahara. Jadi, Dewa Amangkrat mengirim anjingnya untuk mengecek apakah aku sudah mati atau belum?"

Ki Sastro langsung menghunus pedangnya, namun sebelum ia sempat bergerak, sosok iblis itu hanya menjentikkan jarinya, dan Ki Sastro terpaku di tempat, membeku dalam waktu.

"Jangan libatkan manusia malang ini dalam pembicaraan kita," ucap Sang Prahara sambil melayang mendekati Ranu. "Amangkrat sedang menikmati takhtamu di langit. Namun, dia merasa tidak tenang selama jiwamu masih bernapas. Dia mengirimku untuk memastikan kau tidak pernah mencapai bintang ketujuh."

Ranu tertawa, suara tawa yang mengandung getaran energi yang membuat menara itu bergetar. "Kalian pikir dengan mengirimkan kroco-kroco seperti Eyang Jagad Satru bisa menghentikanku? Kalian hanya memberiku latihan pemanasan."

"Hahaha! Eyang Jagad Satru hanyalah alat untuk mengumpulkan energi ketakutan manusia guna memperkuat segel kegelapan di bumi," sahut Sang Prahara. "Sekarang, aku sendiri yang akan turun tangan. Di dunia fana ini, kekuatan dewamu dibatasi oleh tubuh daging itu. Sedangkan aku... aku bisa menggunakan seluruh kebencian manusia di kerajaan ini sebagai kekuatanku!"

Iblis itu menerjang. Tangannya berubah menjadi cakar hitam panjang yang membawa hawa kematian. Ranu tidak menghindar dengan gaya komedi seperti biasanya. Ia tahu, lawan di depannya adalah entitas yang setara dengan Ranah Setengah Dewa Puncak namun dengan daya tahan iblis yang abadi.

BUM!

Ranu menangkis cakar itu dengan tangan kosong. Benturan keduanya menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan atap menara istana.

"Sastro, bangunlah!" teriak Ranu sambil mengalirkan sedikit energi murni ke arah pengikutnya untuk memecahkan pembekuan waktu. "Pergi dari sini! Beritahu Raja untuk mengevakuasi istana sekarang juga!"

"Tapi Den Ranu—"

"Cepat! Ini bukan lagi urusan pendekar, ini urusan pembersihan langit!" bentak Ranu.

Bintang keempat di punggung Ranu mulai menyala dengan cahaya biru yang sangat terang. Tubuh remajanya kini diselimuti oleh baju zirah transparan yang terbuat dari rasi bintang.

"Jurus Bintang Keempat: Penjara Cahaya Abadi!"

Ranu menciptakan ribuan benang cahaya yang mengikat Sang Prahara. Namun, sang iblis hanya menyeringai. Tubuhnya mencair menjadi bayangan dan menyelinap keluar dari ikatan tersebut.

"Sia-sia, Ranu! Selama ada kebencian dan rasa takut di hati rakyat Durja dan Mahesa, aku tidak bisa dibunuh!" Sang Prahara menghilang dan muncul tepat di depan wajah Ranu, memberikan tendangan yang membuat Ranu terpental hingga menembus dinding istana dan jatuh di alun-alun kota.

Ranu bangkit dari reruntuhan, batuk kecil mengeluarkan sedikit darah perak. Ia mengusap bibirnya. "Tubuh ini memang masih terlalu lemah. Tapi, kau lupa satu hal, Prahara."

"Apa itu?" tanya sang iblis yang mendarat dengan anggun di depan Ranu.

"Manusia tidak hanya memiliki kebencian. Mereka juga memiliki harapan," ucap Ranu sambil menatap rakyat Durja yang mulai keluar dari rumah mereka dengan obor, bukan untuk lari, tapi untuk melihat apa yang terjadi pada pahlawan mereka.

Di tengah kerumunan, Ranu melihat ibunya, Nyai Sumi, dan ayahnya, Ki Garna, yang menggenggam tangan satu sama lain sambil berdoa. Ia juga melihat Diajeng Sekar Arum yang menatapnya dengan penuh keyakinan.

Energi harapan dari ribuan orang itu mulai mengalir ke arah Ranu. Di mata Sang Dewa Tertinggi, energi itu terlihat seperti jutaan kunang-kunang emas yang masuk ke dalam pori-pori kulitnya.

"Bintang kelima... bangkitlah lebih awal!" teriak Ranu.

Cahaya di punggungnya meledak. Bukan lagi perak, tapi emas murni. Tubuh Ranu sedikit terangkat dari tanah. Ia kini tidak lagi terlihat seperti pemuda 15 tahun, melainkan sosok agung yang diselimuti kemuliaan.

"Prahara, sampaikan salamku pada Amangkrat di neraka," ucap Ranu.

Ranu merapatkan kedua telapak tangannya. "Satu Kata Jagat: LENYAP."

Sebuah gelombang energi putih yang sangat halus keluar dari tubuh Ranu. Gelombang itu menyapu seluruh alun-alun. Bagi manusia, itu hanya seperti angin sejuk, namun bagi Sang Prahara, itu adalah racun yang paling mematikan.

"TIDAK! INI TIDAK MUNGKIN! KEKUATAN INI—" Suara Sang Prahara terputus saat tubuh bayangannya terkoyak-koyak oleh cahaya harapan yang dimurnikan oleh Ranu. Iblis itu musnah tanpa sisa, meninggalkan bau wangi bunga melati di udara.

Suasana menjadi sangat sunyi. Ranu jatuh berlutut, napasnya tersengal-sengal. Memaksa membangkitkan bintang kelima hampir saja merusak jalur energinya sendiri.

Diajeng Sekar Arum berlari mendekat dan memegang bahu Ranu. "Ranu! Kau tidak apa-apa?"

Ranu menoleh, matanya kembali ke warna perak yang tenang, meski ia terlihat sangat lelah. "Aku... aku baik-baik saja, Diajeng. Hanya saja, sepertinya aku butuh tidur selama tiga hari... dan tolong, jangan bangunkan aku kecuali ada nasi goreng spesial."

Ranu pun pingsan di pelukan Sekar Arum.

Malam itu, Kerajaan Durja menyadari bahwa musuh mereka bukan hanya manusia dari kerajaan seberang, tapi sesuatu yang jauh lebih gelap. Dan pahlawan mereka, sang pemuda bermata perak, adalah satu-satunya dinding yang berdiri di antara mereka dan kehancuran abadi.

Dengan musnahnya Sang Prahara, Dewa Amangkrat di Alam Dewa mulai merasa terancam. Ia kini menyiapkan rencana yang lebih besar, sementara Ranu harus segera memulihkan diri untuk membuka dua bintang terakhir di punggungnya.

......................

1
JUNG KARYA
bantu supportnya kak 🙏
JUNG KARYA
Komentarnya dong kak, juga satu like kalian sangat berarti untuk semangat author ini lho, apalagi kalau mau beri rating di novel ini 😁...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!