"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Bawah Langit yang Sama
Kediaman Keluarga Ruella, Jakarta.
Kenzo masuk ke rumah dengan langkah gontai, wajahnya pucat seolah baru saja melihat hantu. Di ruang tengah, sang ayah dan ibu tiri Kyra sudah menunggu dengan cemas, berharap ada kabar baik tentang Nathan.
"Gimana? Kyra mau balik? Mas Nathan sudah marah-marah terus!" tanya sang ayah tidak sabaran.
Kenzo menggeleng lemas. "Kita sudah tamat, Yah. Pria yang menyembunyikan Kyra... dia bukan orang sembarangan. Dia Herjuno Allegra. Pemilik Allegra Group."
Ayah Kyra tertegun, dahinya mengernyit. "Allegra? Nama itu... kenapa rasanya aku pernah dengar?"
"Dia Juno, Yah! Juno si anak desa yang dulu tinggal di sebelah rumah Mbah Darmi! Anak dekil yang selalu Ayah usir kalau mau main sama Kyra!" Kenzo berteriak frustrasi. "Ternyata dia cucu konglomerat Inggris. Dia jauh lebih kaya dari Nathan! Bahkan Nathan bukan apa-apanya di depan dia!"
Bruk!
Ayah Kyra mendadak memegang dadanya, matanya terbelalak sebelum akhirnya tubuhnya ambruk ke lantai. Ia pingsan karena syok yang luar biasa. Penyesalan menghantamnya telak—ia baru saja menyadari bahwa pria yang dulu ia hina dan ia cegah untuk mendekati anaknya adalah sosok yang bisa menyelamatkan seluruh keturunannya.
Setelah siuman beberapa saat kemudian, dengan napas tersengal, sang ayah bergumam licik. "Cari... cari cara. Kyra pasti masih sayang ibunya. Kita gunakan ibunya untuk memancing dia kembali. Bilang pada panti asuhan, jangan biarkan siapa pun membawanya!"
Mereka belum tahu, bahwa benteng pertahanan terakhir mereka sudah lama diruntuhkan oleh Juno.
Penthouse Juno, Malam yang Sama.
Di balkon luas yang menghadap kerlip lampu Jakarta, suasana begitu tenang. Langit malam itu bersih, menampakkan beberapa bintang yang mencoba bersaing dengan lampu kota. Kyra duduk di pangkuan Juno, tubuhnya tenggelam dalam pelukan pria itu.
Juno membelai rambut Kyra, mencium tengkuknya berkali-kali seolah sedang menghapus sisa-sisa kesedihan yang pernah ada di sana.
"Ra," bisik Juno, suaranya berat dan penuh kerinduan. "Kamu tahu betapa gila aku saat kamu meninggalkan ku di Bandung? Aku bekerja di gudang sampai pagi, tidur hanya tiga jam, lalu lanjut kuliah dan menjadi kurir. Semuanya hanya untuk menabung agar aku bisa menemuimu di Jakarta, membawamu keluar dari hidup yang sulit. Aku ingin menjemputmu dengan layak."
Juno menghela napas panjang, menatap bintang di langit. "Pagi itu, saat aku sampai di Jakarta, Kenzo memberitahuku bahwa kamu akan menikah dengan pengusaha kaya,"
Kyra tersentak. "Kamu... kamu datang ke Jakarta?"
"Iya. Tepat di hari pernikahanmu, Ra. Aku berdiri di pojok ruangan dengan pakaian yang tidak pantas untuk pesta semegah itu," Juno tertawa pahit. "Aku melihatmu memakai gaun pengantin. Matamu kosong, Ra. Sangat kosong. Tapi sorak sorai dan kemewahan di sana membuatku berpikir... mungkin ini yang kamu inginkan. Mungkin hidup dengan Nathan adalah kebahagiaan yang tidak bisa aku berikan saat itu."
Juno mengeratkan pelukannya pada pinggang Kyra, membuat tubuh mereka tak berjarak. "Saat kamu berlari ke balkon hotel dan menangis sendirian, aku berada hanya beberapa meter darimu. Aku ingin sekali lari, memelukmu, dan bertanya: 'Kenapa kamu menangis di hari bahagiamu?'. Tapi saat itu ponselku berdering,
Kakekku di Inggris sakit keras, dan tidak ada lagi penerus selain Ayah dan aku. Aku harus ikut Ayah saat itu juga."
"Jadi kamu pergi tanpa menyapaku?" air mata Kyra mulai menetes.
"Aku pergi dengan hati yang hancur, Ra. Tapi aku tidak benar-benar meninggalkanmu. Dari Inggris, aku membayar seseorang secara khusus hanya untuk memantau hidupmu. Setiap bulan, aku menerima laporan. Saat aku tahu Nathan mulai memperlakukanmu seperti barang, aku mempercepat semua proses bisnisku di London agar bisa kembali dan menghancurkannya."
Juno memutar posisi Kyra hingga mereka saling berhadapan. Ia menatap mata Kyra dengan gairah yang intens, mencium bibir Kyra dengan kelembutan yang perlahan berubah menjadi tuntutan yang panas.
"Belasan tahun aku menahan ini, Ra. Belasan tahun aku hanya bisa melihat fotomu dari jauh," gumam Juno di sela ciumannya.
Kyra mendesah, menyandarkan kepalanya di bahu Juno. Rasa intim yang mereka bagi malam itu bukan sekadar nafsu, melainkan penebusan atas waktu yang terbuang. Di bawah langit berbintang, Juno membuktikan bahwa meskipun dunianya sudah berubah menjadi kerajaan bisnis yang megah, hatinya tetaplah milik gadis kecil dari masa lalunya.
"Aku nggak akan membiarkanmu menangis di balkon lagi, Ra. Mulai sekarang, balkon ini adalah tempat kita melihat dunia bersama. Tanpa Nathan, tanpa Ayahmu, hanya kita," janji Juno sebelum kembali menyatukan bibir mereka dalam kemesraan yang semakin dalam.
"Aku sangat mencintaimu sampai gila" ucap juno.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/