NovelToon NovelToon
Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nelramstrong

Malu memiliki suami seorang kuli bangunan, Nadira Maheswari terus mendesak Arga untuk menceraikannya.

Semula permintaan itu ditolak oleh Arga. Ia tidak ingin putri semata wayang mereka tumbuh tanpa orangtua yang lengkap.

Namun, setelah mengetahui istrinya ternyata telah memiliki pria lain, akhirnya Arga menyerah. Ia merasa egois karena menahan wanita yang tidak bisa dia bahagiakan, bahagia bersama pria lain.

"Kalau kamu merasa sanggup bertanggung jawab atas dia, datanglah kemari. Temui aku secara jantan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nelramstrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nadira Pulang

Sebuah bus melaju membelah jalanan gelap di bawah langit malam. Di salah satu kursi, Nadira duduk sambil memeluk boneka yang sempat dia beli di pasar setelah pulang dari warung nasi.

"Andini pasti suka sama boneka ini. Boneka lamanya yang dibelikan Mas Arga kan pasti udah kucel, dan sudah waktunya dibuang."

Ia menatap boneka doll berambut panjang diikat dua dengan mata berbinar. Ekspresi bahagia Andini sudah terpatri dalam benaknya.

Nadira menyandarkan kepala di jendela dan memejamkan mata. Dia berpikir, masa sulitnya telah berakhir karena berhasil pulang ke desa.

"Mas Arga dan Andini pasti terkejut kalo tiba-tiba aku berdiri di depan pintu rumah." Ia mengulum senyuman, semakin merasa tak sabar.

Bus berhenti sesaat di tepi jalan, menaikan beberapa penumpang. Salah seorang wanita paruh baya duduk di samping Nadira.

Nadira tidak peduli. Imajinasinya terlalu indah untuk diakhiri. Beberapa saat kemudian, akhirnya ia terlelap sambil tersenyum. Namun, senyuman itu tak berlangsung lama.

Ekspresinya berubah gelisah dan keringat bermunculan di kening.

Perempuan yang duduk di sebelahnya, memperhatikan dengan ekspresi bingung juga penasaran. Ia berinisiatif membangunkan Nadira, dan menepuk-nepuk bahunya.

"Mbak, Bangun! Mbak!"

Kesadaran Nadira tertarik. Ia langsung membuka mata, napasnya tersengal seolah baru saja lari maraton. Ia menoleh ke samping, pada wanita yang menatapnya bingung.

"Apa sudah sampai terminal?" tanya Nadira sambil mengusap keringat di kening. Ia baru saja bermimpi tentang Arga bersama putrinya yang naik motor pergi meninggalkannya, dan dia mencoba mengejar.

"Masih jauh," jawab wanita paruh baya itu.

Nadira berusaha menormalkan pernapasannya lalu menyandarkan kepala dan menatap keluar jendela. "Itu hanya mimpi, Nadira. Tenanglah," batinnya.

"Mau ke mana?" tanya wanita di samping Nadira.

Nadira melirik sekilas sebelum menjawab, "Mau pulang ke desa Mekar Wangi."

"Oh, emangnya abis dari mana?" tanya wanita itu lagi sambil mengamati penampilan Nadira yang nampak lusuh dan kurus kering.

"Kerja di kota," jawab Nadira seperlunya.

Wanita asing itu manggut-manggut. "Pasti udah lama nggak pulang, ya? Kamu punya anak perempuan?"

Nadira hanya mengangguk menanggapi.

"Sesulit-sulitnya perekonomian rumah tangga, jangan terlalu banting tulang cari uang buat bantuin suami, Mbak. Kadang suami yang nggak tahu diri malah manfaatin kita."

"Dia jadi nggak tanggung jawab. Lebih parahnya dia nikah lagi dengan perempuan lain."

"Kita itu harus smart. Cari penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah, biar tetep bisa ngurus rumah tangga dan suami. Jadi, dia nggak punya alasan buat selingkuh," tutur wanita itu menggebu-gebu, seolah dia tengah menceritakan pengalaman hidupnya.

Nadira tersenyum kaku. "Suami saya nggak gitu. Dia orang yang setia dan sayang sama saya," sanggahnya.

"Jelas-jelas aku yang salah karena ninggalin dia demi pria lain. Padahal Mas Arga sudah banting tulang buat nyukupi kebutuhanku," lanjutnya dalam hati.

Wanita paruh baya itu berdecih. "Jangan percaya kalo suami kamu ngomong manis di telpon. Justru ucapan manisnya itu yang patut dicurigai. Dia pasti sedang menyembunyikan sesuatu."

Nadira tidak menanggapi lagi. Ia memalingkan wajah keluar jendela, mengabaikan wanita di sampingnya yang terus bercerita.

Bus berhenti di depan pintu masuk desa bertepatan dengan suara adzan subuh yang berkumandang. Nadira, tanpa membawa apapun selain boneka untuk putrinya turun dengan langkah yang ringan.

Perempuan itu menatap gapura pintu sambil tersenyum lebar, lalu menarik napas dalam-dalam. "Andini, Ibu datang..."

Ia mengayunkan kaki dengan penuh semangat melewati gapura itu, tanpa menyadari ada sebuah janur kuning yang terpasang di salah satu tiang dengan kertas bertuliskan nama Arga dan Rini.

Angin pagi berhembus kencang menerpa tubuh Nadira. Namun, semangatnya yang membara tidak memedulikan itu. Dia terus melangkah menuju rumah Arga sambil terus mengulas senyuman.

Nadira memperlambat langkah setelah melihat penampakan rumah yang sudah dia tempati selama 10 tahun. Air mata tanpa disadari menetes. Itu adalah air mata haru. Ia terharu sekaligus lega karena telah kembali ke rumahnya.

Nadira berusaha mengulas senyuman meskipun air mata tak henti-hentinya menetes. Ia mengetuk pintu beberapa kali dan menunggu beberapa saat. Tatapan perempuan itu tertuju pada pintu, menunggu dengan penuh kesabaran dua sosok yang sudah sangat dia rindukan.

Namun, setelah cukup lama menunggu dan pintu tak kunjung terbuka, ia kembali mengetuk pintu.

"Mas Arga dan Andini ke mana? Ini masih gelap, nggak mungkin Andini sekolah dan Mas Arga kerja, kan?" gumamnya merasa kebingungan.

"Cari siapa, Mbak?"

Nadira memutar tubuh saat mendengar suara wanita dari belakang tubuhnya.

Perempuan yang menyapa Nadira itu terkejut saat melihat keberadaan Nadira. "Loh, Mbak Nadira? Kok pulang?" tanyanya.

"Bukannya udah nikah lagi sama orang kota itu?" Perempuan itu istri dari Ruslan. Ia mengamati penampilan Nadira yang terlihat lebih buruk dari terakhir kali meninggalkan desa.

"Di mana Mas Arga dan Andini, Mbak?" tanya Nadira tanpa menanggapi pertanyaan perempuan itu.

"Mau apa kamu nyari mereka? Bukannya kamu sendiri yang udah ninggalin mereka?!" tanya perempuan itu ketus. Sebagai seorang istri sekaligus ibu, dia ikut kesal dengan kelakuan Nadira.

"Itu bukan urusan kamu. Aku tanya, di mana Andini dan Mas Arga?!" desak Nadira memaksa.

Istri Ruslan tersenyum miring. "Lebih baik kamu nggak tau. Kamu balik lagi aja sana ke kota. Bukannya kamu udah bahagia bersama suami baru kamu yang kaya itu?" Nada suaranya penuh ejekan.

Nadira mengepalkan tangan. Ia melangkah maju, mendekat. "Di mana Mas Arga?!" bentak Nadira, napasnya memburu seperti banteng yang siap menyeruduk lawannya.

"Aku nggak bakal kasih tau!" tegas istri Ruslan. Ia tidak ingin pernikahan Arga dan Rini gagal karena kemunculan Nadira.

"Lebih baik kamu balik lagi ke kota, Mbak. Mas Arga dan Andini sudah bahagia tanpa kamu!" usir istri Ruslan.

"Berani banget kamu usir aku, ya. Kamu pikir kamu siapa?! Kamu cuma pendatang di desa ini. Aku orang asli sini!" Nadira mengangkat dagu menantang.

Istri Ruslan berdecih. "Tubuh kurus kering gitu, jangankan melawanku, ditiup angin juga kebawa terbang," ejeknya.

Nadira sudah tak bisa menahan diri lagi. Dia menjatuhkan boneka di tangannya begitu saja lalu menerjang istri Ruslan.

"Kamu bilang apa? Apa kamu pikir aku nggak bisa nutup mulut kamu?!" Satu tangan Nadira menjambak rambut istri Ruslan, tangan yang lain berusaha menutup mulut perempuan itu.

Istri Ruslan tidak diam saja. Dia mendorong dada Nadira. "Lepas!"

Dalam satu dorongan, tubuh Nadira berhasil dibuat mundur. Tenaganya tak cukup kuat melawan istri Ruslan.

"Tolong! Ada orang gila di sini!" jerit Istri Ruslan histeris.

"Dia ingin mencelakiku!"

Nadira memeluk leher istri Ruslan, berusaha menutup mulutnya. "Kamu panggil aku apa barusan? Gila?"

"Kamu yang gila! Kamu udah nyembunyiin keberadaan suami dan anakku!"

Istri Ruslan mencoba teriak lagi, namun teredam oleh telapak tangan Nadira. Sampai tiba-tiba sebuah suara menginterupsi pertikaian mereka.

"Kalian sedang apa?"

Tubuh Nadira seketika membeku mendengar suara familiar itu.

Istri Ruslan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meloloskan diri. "Mas Arga! Mantan istri kamu itu sudah gila. Dia ingin membunuhku," adu istri Ruslan.

Kening Arga berkerut dalam mendengar kata "mantan istri". Ia mengamati perempuan yang berdiri membelakanginya dengan tatapan penuh selidik. Perubahan tubuh Nadira membuat Arga merasa asing, bahkan tidak mengenalinya.

Namun, sebutan istri Ruslan tentang mantan istri, membuat dia segera tersadar jika perempuan yang berdiri di hadapannya, adalah mantan istrinya.

"Nadira," panggil Arga datar.

Perlahan, Nadira memutar tubuh. Kakinya gemetar saat menunjukkan wajahnya yang pucat dan berekspresi sendu.

"Mas Arga," panggilnya dengan suara bergetar, menahan isak tangis haru karena telah berhasil bertemu dengan Arga.

Bersambung...

1
Wanita Aries
makanya dira jgn keras kepala
Wanita Aries
nah gtu arga harus tegas.
bagusan tu nadira pergi jauh2 deh dr hidup arga
Nelramstrong: biar kuhempaskan
total 1 replies
Ani
🤣🤣🤣🤣kenapa warnanya harus hijau tau kuda sih...
Ani: 😂😂😂😂😂😂
total 2 replies
Yuli Ana
lanjut thor
Nelramstrong: siap, kak
total 1 replies
Wanita Aries
nah lhoo dtunjukan kejantaan arga tuh rin 🤭
ceuceu
Sedikit thor up nya
ceuceu: Masyaa Allah lancar trs puasanya KK,menjelang garis finish
total 2 replies
Wanita Aries
bikin males ah ma sikap nadira yg gk tau diri
Wanita Aries
hadeh si nadira makin lma makin nyebelin
Wanita Aries
move on nadira
Nelramstrong: doain semoga cepet Nemu jodoh, kak
total 1 replies
ceuceu
Hadeuh maya kenapa ga teriak minta tolong ke orang proyek
ceuceu: iya tapi si nadira jd caper,entar arga 'g aj yg belain
total 2 replies
ceuceu
Lagian arga kaya ga ada orang lain yg gendong nadira/Drowsy/
guntur deketin nadira aj di larang arga,hawatir yg berlebih bisa memicu kecemburuan bidan rini.
Nelramstrong: Masih belum terbiasa kayaknya 😆
total 1 replies
ceuceu
Tuh kn arga masih perhatian sama nadira.
bibit" clbk nh
Nelramstrong: iya, kak. semoga 🤭
total 3 replies
Wanita Aries
namanya penyesalan mmng selalu di akhir nadira, kl di awal pendaftaran namanya
Nelramstrong: xixixix bener 🫰
total 1 replies
ceuceu
Arga hati" jgn ada celah CLBK,krn tiap hari bertemu
Nelramstrong: semoga ya, kak 🫢
total 1 replies
ceuceu
jangan aj menggoda arga krn udah punya jabatan
Nelramstrong: hai, kak. terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Wanita Aries
makin seru nih 🤣
Nelramstrong: makasih, kak
total 1 replies
aroem
bagus
Nelramstrong: terimakasih 🙏
total 1 replies
Wanita Aries
kaget yaaa mntan suami udh naik jabatan
Wanita Aries
dasar nadira gak sadar2. gmn andini mau ikt kl kelakuanmu sebagai ibu aja jahat
Wanita Aries
selamat yaa arga dan bidan rini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!