setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 5 ceroboh
Setelah semua ular kembali bersembunyi, ary kembali menunggu beberapa saat kemudian mengulangi tindakanya.
Kelompok ular itu terus keluar masuk lubang nya untuk memeriksa situasi, namun, setelah beberapa saat, semakin sedikit ular yang keluar dari lubang nya.
Kelompok ular ini adalah ular yang menunggu mangsa mendekat dan melancarkan serangan mendadak, mereka akan keluar dari lubang mereka namun tak akan terlalu jau sebelum kembali ke lubang mereka.
Kecerdasan ular dengan tingkat kultivasi ini masih sama saja dengan hewan biasa sehingga ary mampu mempermainkan mereka.
Setelah mengulanginya beberapa kali, ular-ular itu semakin sedikit yang keluar dari lubang nya.
Ary merasa sudah saat nya jadi dia meraih tombak kayunya.
Ary kembali mengambil sebuah batu kemudian melemparkannya pelan ke tanah tempat beberapa lubang ular yang paling dekat dengannya.
Wusss
Buk buk
Batu itu memantul beberapa kali di tanah sebelum berhenti.
Beberapa ular yang berada di lubang terdekat dari pantulan batu segera mengeluarkan kepalanya dari mulut lubang mereka namu, sebelum mereka bisa melihat lihat.
Wusss wuss wuss.
Beberapa tombak kayu melesat dan langsung menembus kepala mereka.
Segera setelah itu Ary segera melesat keluar dari persembunyian nya kemudian mencabut tombak-tombak nya yang menancap di tanah, gerakan nya sangat gesit seperti sudah di rencanakan berulang kali.
Saat tombak tercabut, terdapat ular yang kepalanya tertembus tombak yang masih meronta.
Setelah Ary mengumpulkan semua tombak, iya ingin melesat kabur namun beberapa ular yang lubang nya sangat dekat dengan posisinya melompat dan melesat ke arah ary, kecepatan mereka sangat sepat, mereka semua membuka mulut mereka memperlihatkan taring panjang dan runcing yang putih.
Ary terpaksa berhenti dan berbaik kemudian secara reflek mengayunkan sebuah tombak kosong tanpa ular yang tertancap di ujung nya.
Buk buk buk
Sebelum ular-ular itu mendekati ary, mereka segera terpukul kembali dan terlempar jauh, tak ada yang tahu apakah masih hidup.
Setelah memukul semua ular yang menyerang nya, ary melirik ke arah ular-ular itu terpental namun perhatian nya segera teralihkan ke hal lain.
Banyak sekali ular yang telah keluar dari lubang mereka dan bergegas ke arah nya. Untungnya, mereka masih berlum mencapai jarak serangan mereka.
Melihat hal itu, bulu di tubuh ary berdiri, dia segera melesat kembali ke arah utara tanpa menoleh ke belakang dengan kecepatan tercepat nya.
"Wahahahah aku akan kembali" Ucap ary tertawa terbahak bahak saat menghilang ke arah utara.
Saat itu, sangat banyak ular yang keluar dari lubang persembunyian mereka, jumlah mereka memang sangat banyak, mungkin ribuan.
mereka keluar dan berkerumun ke arah tempat ary melarikan diri namun mereka tak mengejar jauh.
ular jenis ini adalah ular yang suka menunggu di tempat hingga mangsa mendekat, mereka tak akan mengejar mangsa mereka jauh dari tempat tinggal mereka kecuali raja ular memimpin mereka.
lagipula, mereka semua hanya hewan bodoh, mereka keluar bukan karena dendam dan ingin membalas dendam namun karena mereka merasakan ada mangsa yang enak atau juga mencium darah sesama mereka yang merupakan sinyal ancaman
ary yang telah melarikan diri berlari hingga mencapai goanya. setelah sampai di goanya, ary segera membuang semua tombak yang masih terdapat ular yang tertancap ke dalam goa secara sembarangan kemudian buru-buru kembali kearah selatan.
ary kembali ke jarak setengah jarak ke arah tempat sarang ular dan goanya berada untuk memantau.
ary menunggu dan mengawasi di tempat itu kalau-kalau kawanan ular mengejar.
2 jam kemudian, ary tak melihat bayangan ular apapun yang mengarah ke tempatnya sehingga iya memutuskan untuk kembali ke goanya. saat ary hampir sampai ke goanya, cahaya di tempat itu sudah hampir menghilang.
tempat itu yang berada di celah sempit patahan tebing memang tak terlalu terang bahkan di siang hari, saat ary kembali ke goanya, sepertinya matahari sudah hampir terbenam sehingga cahaya hampir tak cukup untuk melihat lagi.
Untungnya, 2 hari di tempat itu cukup untuk ary mengingat tempat itu sehingga iya menemukan goanya dengan mudah.
ary memasuki goanya namun iya sedikit ceroboh dan menginjak taring ular mati yang tergeletak di tanah.
sedikit racun ular memasuki tubuhnya menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.
ary menjerit dan segera meraih ular itu merobek tubuhnya dan menggigit bagian yang terdapat empedu ular kemudian menelan nya beserta daging ular yang tergigit.
meskipun empedu ular hanya dapat meringankan gejala racun ular, bukan penawar racun,
rasa sakit tetap mengigit tubuh ary.
"Anj*** bab* ngen**t" ary masih sempat mengumpat merasakan sakit yang luar biasa kemudian tubuh nya menggigil.
setelah mengumpat beberapa kali, karena tak dapat menahan rasa sakit, ary segera pingsan di tempat.