Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Firasat Niko
Tetes air mata wanita ini jatuh begitu saja di pipi karena merasa penderitaan yang dia alami sungguh begitu berat, sudah dua bulan lamanya dia menderita dengan sakit yang demikian dan sudah berobat ke sana kemari namun tetap saja tidak ada perubahan walau hanya sedikit saja sehingga yang mengurus pun sudah mulai merasa bosan.
Yuli ingin memprotes kepada Tuhan namun dia tidak bisa karena ini semua dianggap sebagai cobaan karena mungkin saja selama ini dia kurang bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan, jadi dia hanya bisa menikmati rasa sakit tersebut dengan perasaan yang agak takut juga bila nanti ternyata Nando akan pergi meninggalkan dirinya.
Orang sakit memang memiliki perasaan yang begitu sensitif karena mereka takut akan di tinggal oleh pasangan, jarang seorang suami akan mau tetap bertahan kepada istri yang tengah menderita seperti ini karena mereka semua akan merasa bahwa sang istri sudah tidak ada guna sama sekali sehingga tidak layak untuk di perjuangkan lagi.
Yuli sendiri sudah mulai merasa bahwa Nando mulai enggan untuk mendekati dia dan mengurus dengan sepenuh hati seperti dulu, dulu masih sempat mereka ngobrol atau Nando memberikan semangat agar Yuli bisa sembuh seperti sedia kala dan dia tidak perlu merasa terbebani dengan ini semua karena Nando akan mengurus dan merawat dia sebagai seorang suami yang penuh pertanggung jawaban.
Namun yang namanya perasaan manusia maka sudah pasti akan cepat berubah begitu saja karena rasa jenuh dan bosan mulai bersarang di dalam diri, Yuli juga tidak bisa untuk memaksa bila nanti Nando akan pergi dari dia karena tidak ingin bertahan dengan orang sakit seperti dia ini.
Mungkin cepat atau lambat maka Nando akan mengambil keputusan itu, Yuli yang harus bisa menerima dengan segala kemungkinan hal yang akan terjadi walau saat ini dia bisa di bilang Tengah menderita dengan rasa sakit yang begitu besar namun bila ditinggal suami maka itu adalah penderitaan yang jauh lebih besar lagi.
Ini justru bertambah pula ketika kulit di tubuh sudah mulai terkelupas begitu saja akibat nanah yang terus keluar dan menyatu dengan kain yang ada di sekitar, bahkan mungkin sebentar lagi Yuli tidak akan bisa berbaring di atas kasur biasa Karena jelas itu akan mengelupas seluruh kulit.
Tapi mau mengeluh juga tidak mungkin bisa karena nanti Nando akan menanggapi dengan ucapan kasar serta begitu dingin, Yuli hanya bisa pasrah sehingga kemudian nanti Nando akan menyadari sendiri lalu dia akan bergerak mencari solusi agar tubuh sang istri tidak semakin membusuk karena terbaring begitu saja di atas kasur.
"Sakit sekali, Ya Allah! beri lah kesembuhan untuk hamba mu ini." isak Yuli karena bagian kaki memang sangat sakit.
"Mama kenapa?!" Yudith datang kembali karena dia mendengar suara Yuli berteriak.
"Tolong Mama, Nak." Yuli berkata dengan mata basah karena dia memang sambil menangis.
"MAMA BERDARAH!" Yudith terperanjat ketika melihat keadaan kaki Yuli.
"Tolong ambil kain kasa itu agar Mama bisa membalut luka yang ada di kaki ini." pinta Yuli dengan suara yang begitu lemah.
"Sebentar ya, aku akan ambil untuk Mama." Yudith bergerak cepat untuk mengambil kotak obat dan memberikan kepada Yuli saat ini juga.
"Ssssh sakit sekali." Yuli meringis kesakitan karena memang ini sangat perih.
"Aku akan menghubungi Papa sekarang ya." Yudith bergerak mengambil ponsel yang di miliki oleh Yuli.
Yuli hanya mengangguk saja walau dia agak takut namun tetap dia membutuhkan teman untuk mengatakan apa yang telah terjadi sekarang ini, bila hanya bersama dengan Yudith maka itu tidak akan bisa mengatasi permasalahan yang sedang terjadi sekarang.
Entah saat ini Nando ada di mana tapi yang jelas Yuli memang membutuhkan suami untuk membantu dia yang sedang kesakitan, sebab keadaan yang parah seperti ini maka pasti membutuhkan pendamping agar tidak terlalu cemas memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
...****************...
"Keadaan nya Yuli gimana, Sayang?" tanya Niko kepada Tina.
"Masih sama seperti kemarin dan bahkan kali ini malah jauh lebih parah." Tina menjawab dengan nada lirih karena dia sangat iba kepada Yuli.
"Kalau menurut aku lebih baik ganti berobat dulu jangan hanya fokus kepada dokter kulit saja." saran Niko karena dia juga tidak bisa ikut campur terlalu jauh.
"Menurut kamu dia sakit apa ya?" Tina ingin meminta pendapat dari sang suami.
"Mungkin benar kalau dia sakit kulit tapi kan tidak salah juga bila sambil mencoba pengobatan lain." ucap Niko.
"Kamu merasa curiga juga kalau dia kena santet?" Tina agak kaget karena sang suami malah mulai kepikiran ke arah sana.
Niko terdiam sesaat karena dia memang sudah lama tinggal di kota ini dan tentu saja sebagian besar orang kota tidak akan percaya dengan penyakit yang seperti itu, tapi kalau melihat keadaan Yuli yang semakin hari justru semakin bertambah parah dan obat yang di berikan oleh dokter kulit sama sekali tidak ada efek maka siapa saja bisa menaruh rasa curiga.
Tapi mau berkata terus terang Niko masih agak sedikit ragu karena dia adalah orang yang dulu tinggal di desa dan pasti nanti akan di katakan bahwa dia masih saja membawa tradisi kuno, Niko juga menyadari bahwa Nando begitu keras kepala.
"Aku bukan hanya asal bicara tapi itu mungkin saja membutuhkan pengobatan lain." jelas Niko kembali.
"Tapi menurut aku bila memang dia kenal santet maka siapa yang tega melakukan itu semua?" Tina antara percaya dan juga tidak.
"Ya kita kan tidak tahu pikiran orang, sayang!" jawab Niko lagi.
"Sebab selama ini Yuli juga jarang keluar dan dia tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga, jadi aku rasa tidak mungkin kalau dia kena santet." Tina ragu karena Yuli memang tidak pernah keluar rumah untuk hal yang tidak penting.
"Kita tidak pernah tahu isi pikiran orang itu bagaimana jadi kita tidak bisa mau menyimpulkan begitu saja, namun kita juga tidak bisa berpikir bahwa santet itu tidak ada." ujar Niko.
"Hahhhh Ya Allah, aku juga bingung sekarang." Tina menarik nafas panjang akibat rasa bingung ini.
"Coba kamu ajak bicara Nando secara perlahan agar dia mau menemui ustaz atau yang paham tentang hal itu lah." saran Niko lagi.
Tina hanya mengangguk walau dalam hati dia masih menyimpan rasa ragu karena dia pun mengetahui bahwa Nando pasti tidak akan setuju, Nando sangat keras kepala dan dia akan menentang keras segala sesuatu yang bertentangan dengan pemikiran dia sekarang.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
klu kyk gini dia ngk tau jg
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...