NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:125.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 35

...TIRAN BERAMBUT PUTIH...

Benua Roh Abadi - Wilayah Selatan.

Dunia telah berubah warna.

Lima tahun lalu, Wilayah Selatan adalah tanah yang subur dengan ratusan sekte yang saling bersaing. Hutan hijau, sungai jernih, dan kota-kota yang ramai.

Sekarang, Selatan adalah Tanah Abu.

Langit tertutup awan mendung permanen yang menghalangi sinar matahari. Hutan-hutan dibakar untuk membuka jalan bagi pabrik senjata dan benteng pertahanan. Sungai-sungai mengalir merah karena limbah darah dan besi dari penempaan senjata perang.

Tidak ada lagi Sekte Serigala Besi, Sekte Pedang Awan, atau Klan Wang.

Hanya ada satu bendera yang berkibar di setiap sudut benua: Bendera Teratai Hitam Asura.

Pusat pemerintahan dunia baru ini terletak di Puncak Asura, yang kini telah diubah menjadi Kota Iblis (Devil City) raksasa yang melayang di udara, ditopang oleh akar-akar Pohon Dunia Bawah yang menembus kerak bumi.

Di aula tertinggi istana melayang itu, suasana hening dan mencekam.

Seorang pria duduk di atas sebuah takhta yang mengerikan.

Takhta itu tidak terbuat dari emas atau giok. Ia terbuat dari Sepuluh Ribu Pedang Patah milik para patriark dan tetua sekte yang telah dia taklukkan. Pedang-pedang itu dilelehkan dan dipadatkan menjadi kursi besi yang dingin dan tajam.

Pria itu menyandarkan kepalanya di tangan kanan, matanya setengah terpejam karena bosan.

Rambutnya panjang menyapu lantai, Putih Sempurna seperti salju di kuburan. Jubah hitamnya yang mewah disulam dengan benang emas darah. Di lehernya, tergantung sebuah Liontin Giok sederhana yang dia sentuh setiap beberapa menit tanpa sadar.

Shen Yu (Patriark Asura). Ranah: Transformasi Dewa Puncak (Peak Soul Transformation). Status: Penguasa Mutlak Selatan.

Selama lima tahun ini, dia telah membantai jalan kultivasinya. Dia meminum darah musuh, menyerap inti jiwa monster, dan merampok setiap sumber daya alam di Selatan untuk mencapai puncak ranah mortal ini. Dia hanya selangkah lagi menuju Ascendant, tapi dia sengaja menahannya.

Kenapa? Karena dia belum selesai dengan dunia ini.

Di hadapan takhta pedang itu, tiga jenderal berlutut.

Jenderal Kiri: Ye Qing (Pedang Iblis Bulan). Wajahnya kini penuh bekas luka goresan pedang. Matanya dingin dan tajam. Dia tidak lagi tersenyum jahil seperti dulu. Dia adalah algojo paling efisien di benua ini.

Jenderal Kanan: Feng Jiu (Penyihir Api Beku). Wanita ini telah membuang sisi kemanusiaannya. Dia mengenakan jubah yang terbuat dari kulit musuh. Apinya kini berwarna biru pucat, membakar jiwa tanpa menyisakan abu.

Jenderal Depan: Cang Wu (Titan Tulang). Dia bukan lagi manusia. Tubuhnya setinggi tiga meter, sepenuhnya terbungkus zirah tulang putih yang menyatu dengan dagingnya. Dia adalah benteng berjalan yang tidak bisa bicara banyak, hanya mesin pembunuh setia.

"Lapor," suara Shen Yu memecah keheningan. Suaranya datar, tanpa emosi, namun membuat udara di aula bergetar.

Ye Qing mengangkat kepalanya sedikit, tidak berani menatap mata Shen Yu langsung.

"Yang Mulia," lapor Ye Qing. "Pemberontakan terakhir di Pesisir Timur telah dipadamkan. Klan Nelayan yang menolak menyerahkan Mutiara Roh Laut telah dimusnahkan. Tidak ada yang tersisa."

"Sumber daya?" tanya Shen Yu.

"Tiga juta Mutiara Roh Laut telah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam Gudang Perbendaharaan untuk bahan bakar Array Dimensi."

Shen Yu mengangguk pelan. "Bagus. Tapi itu masih kurang."

Shen Yu berdiri dari takhtanya. Dia berjalan menuruni anak tangga, jubahnya menyeret di atas lantai batu hitam.

"Selatan sudah kering," gumam Shen Yu. "Aku sudah memeras setiap tetes darah dari tanah ini. Tapi Celah Dimensi itu masih belum mau terbuka lebar."

Dia berhenti di depan peta raksasa yang terukir di lantai. Matanya menatap ke seberang lautan luas.

Ke arah Benua Tengah.

Di sana, sumber daya melimpah ruah. Di sana, Tian Fa dan Aliansi Langit Suci bersembunyi di balik dinding cahaya mereka.

"Feng Jiu," panggil Shen Yu.

"Hamba siap," Feng Jiu bersujud.

"Bagaimana persiapan Armada Laut?"

"Sepuluh ribu Kapal Perang Tulang siap berlayar, Yang Mulia. Tiga juta Pasukan Mayat siap menjadi umpan. Dan lima ratus ribu Kultivator Asura siap menyerbu."

"Hanya saja..." Feng Jiu ragu sejenak.

"Katakan."

"Benua Tengah telah mendirikan Tembok Cahaya Dewa (Wall of Divine Light) di sepanjang garis pantai mereka. Tembok itu ditenagai oleh Nadi Roh Surgawi. Kapal kita akan hancur sebelum menyentuh pasir pantai."

Shen Yu tertawa kecil. Tawa yang kering dan hampa.

"Tembok Cahaya?"

Shen Yu menyentuh Liontin Giok di dadanya. Dia ingat bagaimana Tian Fa menggunakan cahaya untuk membunuh Su Ling. Dia ingat bagaimana cahaya itu merenggut segalanya.

"Aku benci cahaya."

Shen Yu mengangkat tangannya. Aura hitam pekat (Dao Ketiadaan) berkumpul di telapak tangannya, memadatkan ruang di sekitarnya hingga retak.

"Jika mereka punya tembok, kita punya palu."

"Cang Wu."

"Ya... Tuan..." suara Cang Wu berat seperti batu bergesekan.

"Kau akan menjadi ujung tombak. Bawa Meriam Penghancur Bintang (artefak yang dibuat dari inti bumi Selatan). Tembak tembok itu sampai runtuh."

Shen Yu berbalik menghadap jendela raksasa yang menampilkan pemandangan pasukannya yang tak terhitung jumlahnya.

"Perintahkan invasi total."

"Tujuanku bukan hanya menaklukkan Benua Tengah."

"Aku ingin setiap batu roh, setiap tanaman obat, dan setiap tetes darah kultivator di sana."

"Aku akan menumpuk mayat mereka setinggi langit..."

Mata Shen Yu berkilat dengan kegilaan obsesif.

"...Hingga aku bisa memanjat tumpukan itu dan merobek pintu Neraka dengan tanganku sendiri."

Ye Qing dan Feng Jiu merinding. Mereka tahu Tuan mereka sudah gila. Perang ini bukan untuk kekuasaan. Perang ini adalah Ritual Pengorbanan Massal demi satu jiwa yang sudah mati.

Tapi mereka tidak punya pilihan selain patuh.

"DAULAT YANG MULIA! HIDUP RAJA IBLIS!"

Mereka bertiga bersujud, lalu mundur untuk mempersiapkan kehancuran bagi Benua Tengah.

Shen Yu kembali duduk di takhtanya yang dingin. Dia menatap tangannya yang pucat.

"Tunggu aku, Su Ling," bisiknya pada ruangan kosong. "Dunia ini terlalu berisik. Aku akan membungkamnya untukmu."

1
Dedi Sopandi
singkat nya di atas langit masih ada langit, jangan bangga dengan apa yang kita miliki 🤣🤣🤣🤣
Indah Hidayat
andai ada cinta sejati spt itu????
Indah Hidayat
jarang ada novel genre ini yg mc nya setia, biasanya si mc hobby kawin dan herannya yg like banyak artinya reader itu juga hobby kawin ya.
Amad R Laros
jooos
Dedi Sopandi
semangat Kaka
Indah Hidayat
ada sepatu bot ya di jaman itu? tetuanya ada 3 kan yang 2 mana?
Indah Hidayat
makin kerrn ceritranya
Amad R Laros
sakti duluaan sebelum kahir
Indah Hidayat
baru kali ini baca novel si mcnya iblis kejam
Indah Hidayat
si thor itu membuat ceritra si mc terlalu naif, tidak cerdas
Indah Hidayat
agak aneh kenapa mesti hrs ketemuantan musuhnya apalagi jelas tahu akan dijebak dan tdk cari cara dulu utk mengatasinya...si mc kurang cerdas hanya ikut nasib saja
Amad R Laros
piye to ki kok bingung law bisa berubah jadi ultra raksasa knpa kemarin lari
Amad R Laros
apa kekuatanmu sudah bisa mengungguli pengadilan langit shen yu
Dedi Sopandi
coba kalo dari awal, kekuatan itu muncul mungkin su lin selamat kali yah 🤣🤣🤣🤣
Duan Iwan
one vote and secangkir kopi tuk kelanjutan ceritamu thor💪👍
Duan Iwan
mantaaaaaap lanjoooootken ceritamu thor
Dedi Sopandi
nggak punya cara apa gitu, padahal sudah ada bayangan apa yg akan terjadi,,, 🤣🤣🤣🤣
Amad R Laros
harat jar banjar💪💪💪
Dedi Sopandi
ide cerita yang gila tapi seru untuk di ikuti
Dedi Sopandi
sudah pasti kalah, tapi otak nya cerdas 😄🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!