NovelToon NovelToon
Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Reinkarnasi / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vhiy08

Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Salah Ruangan

"Kak Axel... Bintang sudah dilantai bawah, kalian ada dimana?" Tanya Bintang melalui ponselnya.

"Lantai 2 kamar room private no 308, oh ya... Didepan pintu ada bunga Dandelion," Sahut Axel.

"Apakah kadonya kau bawa juga?" Tanya Axel.

"Tenang, ini sudah dalam tas," Sahut Bintang cepat.

"Bagus... Ini saatnya aku membalas Narendra... Aku akan mengatakan jika aku adalah orang yang juga ikut andil dalam proses pembuatan kadomu itu... Ayo cepatlah." Ucap Axel terdengar sangat bersemangat dan tidak sabar.

"Sudah, ayo cepatlah naik, kami semua sudah berkumpul, hanya kau saja yang belum datang..." Sambung Axel lagi sebelum memutus panggilan itu.

"Depan kamarnya ada bunga Dandelion, bukankah ini bunga Dandelion?" Ucap Bintang pelan sambil mengamati bunga yang terdapat dipinggir pintu masuk kamar itu.

"Sepertinya tidak salah lagi, inilah ruangannya." Ucap Bintang sambil mendorong pintu.

"Kak... Maaf Bintang terlambat..."

*

*

*

"Kak... Apakah kau sedang menunggu seseorang?" Tanya Aurora memperhatikan Dewa yang tampak beberapa kali melirik pintu masuk.

"Tidak ada, siapa lagi yang kita tunggu, ini sudah lengkap, hanya saja sayang Daddy tidak bisa ikut datang, karena sedang ada tugas ke daerah lain." Sahut Dewa seolah sedang menutupi hatinya yang tampak gelisah.

"Akh ya... ini kado dari Rora, ini Rora beli khusus untuk Kak Dewa... Demi agar bisa membeli kado untuk kak Dewa, Rora rela menabungkan uang jajan Rora..." Aurora menyerahkan satu kotak kecil berwarna hitam pada Dewa.

"Cobalah lihat, apakah Kak Dewa suka?" Ucap Aurora dengan tidak sabar, membuat ketiga kakaknya itu tersenyum gemas.

Dewa tampak tertegun sejenak, dirinya kembali teringat saat ulang tahunnya di tahun lalu, Bintang juga memberikannya kado yang sama untuknya,

Tapi, dirinya bahkan tidak menyentuhnya, bahkan memerintahkan Saka untuk langsung membuangnya ke kotak sampah.

Saat itu dirinya masih ingat jelas, ekspresi wajah Bintang yang tampak sangat sedih dan kecewa, tapi gadis kecil itu bahkan masih bisa mengulas senyum penuh kesabaran untuknya.

Saat Dirinya teringat kejadian itu, dirinya sekan baru sadar, dirinya tidak pernah menyimpan satupun kado yang diberikan Bintang untuknya, jika dirinya akan menyimpannya maka Aurora langsung memasang wajah sedih, lalu nasib kado itu akan selalu sama, berakhir dikotak sampah.

"Apa Kakak suka?" Tanya Aurora dengan tersenyum polos.

"Suka... Terima kasih, Sayang... Dan tenang saja, kakak pasti akan menggantikan uang jajan mu," Ucap Dewa sambil mengelus kepala Aurora lembut, dan berusaha menekan perasaan perih yang tiba-tiba saja datang, tapi dengan cepat ditepisnya, lalu tangannya mengambil ponsel di atas meja, dan mengetikkan beberapa angka, sebelum Dia taruh kembali.

"Akh... Kak Dewa memang kakak yang terbaik, Kalau begitu, ayo sini akan bantu Aurora pasangkan. Tapi, terima kasih kak, dan syukurlah kalau kak Dewa suka kado dari Rora." Lalu Aurora berdiri dan mengambil isi kadonya dan memasangkannya di dasi Dewa, dengan berbinar setelah melihat notif Tf di ponselnya

Ya, hadiah dari Aurora itu berupa penjepit dasi, sama seperti yang diberikan oleh Bintang tahun lalu padanya.

Bahkan jika Dewa bisa jujur, penjepit dasi yang diberikan Bintang jauh lebih cantik dan bagus dari pada yang diberikan oleh Aurora.

Dewa teringat saat itu, demi untuk bisa memberikan dirinya sebuah kado, Bintang yang kala itu tidak mempunyai uang, dengan rela dan tetap semangat, Dia membuatkan penjepit dasi dari tangannya sendiri, dihiasi dengan ukiran cantik.

Waktu itu, Dewa juga sangat tahu, jika demi untuk kado itu, Bintang rela tangannya penuh luka, karena terkena pisau ukir, tapi, entah mengapa mereka semua malah mengabaikannya.

"Kak... Ayo mulai saja acaranya," Rengek Aurora sambil bergelayut manja di bahu Dewa yang duduk disampingnya.

Brakkk

"Kak... Maaf Bintang terlambat..." Terdengar satu suara yang benar-benar lembut dan sangat familiar ditelinga mereka membuat mereka semua menoleh.

"Hei... Siapa Lo? Kami sudah tidak menerima tamu untuk bergabung bersama kami," Ucap Saka sini.

"Iya, enggak ada tempat buat Lo disini?" Timpal Kalla yang mendadak merasa kesal melihat kehadiran Bintang yang tiba-tiba saja sudah ada didepan pintu mereka.

"Sudah biarkan saja..." Ucap Dewa.

"Maaf aku salah ruangan..." Sahut Bintang datar sambil mendekap erat tas punggungnya yang berisi lukisannya.

"Hei! Jaga sikap Lo... Jangan terlalu sombong..."

"Iya Bintang... Lo tadi ngomong jika Lo salah ruangan... Lalu ini apa?" Tanya Saka sambil merampas tas punggung Bintang lalu mengambil kado yang ada dalam tas itu, dan memamerkan kontak panjang yang terdapat dalam tas itu.

"Bukan kah ini kado?" Ucap Aurora lalu segera merebut kotak itu dari tangan Saka.

"Kado itu bukan untukmu," Sahut Bintang sambil menatap datar Dewa.

"Akh... Sudahlah tidak usah berpura-pura lagi, memangnya siapa lagi yang sedang berulang tahun, selain Kak Dewa? " Tanya Kalla sinis.

"Akh.. M sudah gue duga, kalau kado dari Lo itu pasti tidak berguna, dan murahan, kayak Lo," Ejek Saka sambil membuka gulungan lukisan milik Bintang.

"Walau sebenarnya aku tidak menyukai kado darimu, tapi, kali ini aku akan dengan sangat terpaksa menyimpannya." Sabut Dewa yang menyembunyikan binar kagum saat melihat lukisan tangan Bintang.

"Aku tidak perduli dengan penilaian mu, suka atau tidak itu tidak berpengaruh untukku, karena kado ini bukanlah untuk mu..." Sahut Bintang berusaha merebut kado itu dari tangan Saka.

Namun, dengan cepat Saka mengangkat tangannya tinggi-tinggi, hingga Bintang tidak bisa meraihnya.

Setelah itu, Saka melemparkan lukisan itu pada Kalla, dan Kalla melemparkan nya pada Aurora, dan begitulah seterusnya.

"Kembalikan kado ku, sudah aku katakan jika kado itu bukan untukmu, dan aku memang salah masuk ruangan." Ucap Bintang dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal.

"Sudahlah... Untuk apa lagi L beralasan... Oh ya, bukankah Lo berhutang maaf pada Aurora? Sekarang saatnya Lo untuk membayarnya... Berlutut! " Ucap Saka sambil melemparkan lukisan itu pada Kalla, lalu didinya melangkah mendekati Bintang.

Dan, tanpa aba-aba lagi, Saka menendang lutut belakang Bintang, hingga bintang terjatuh dengan lutut yang menghantam lantai dengan kerasnya.

Bintang yang terkejut refleks berteriak keras, dan memejamkan matanya, tangannya langsung menapak lantai agar menopang tubuhnya.

"Ayo minta maaf... Kau sudah mempermalukan Aurora serta membuatnya sedih, hingga penyakitnya kambuh lagi, " Ucap Saka keras.

"Untuk apa aku minta maaf, aku tidak bersalah." Sahut Bintang tegas.

"Apa! Sayap Lo ternyata sudah keras ya... Lo sudah bisa membantah kita, sepertinya mulut Lo ini perlu di disiplinkan..." Teriak Saka penuh emosi, lalu mengangkat tangannya tinggi.

Tapi..

BRAKKK

"BERHENTI!!!

1
Yusni Masryanimasdar
lagi dong thor
Rossy Annabelle
next thor 💪
Vhiy08: siap... lagi proses pengetikan, sabar ya kak..👍❤️
total 1 replies
Vhiy08
siap👍
Vhiy08
❤️
Vhiy08
👍
Vhiy08
maaf ya kalo author telat balas... 🙏
Sulati Cus
diawal kukira mereka sepupu g taunya adik tiri 😅
Vhiy08: Hah... iyakah... Seperti kisah di novel... kayaknya itu sangat seru👍🤣 Kapan-kapan bisa lah bernagi sama kita
total 5 replies
Alissia
/Sob//Sob/
Sulati Cus
jgn galak2 awas tar suka sm sepupumu🤣
Sulati Cus
sesuai namanya udah pasti lah dia py cahaya dan sinar yg berbeda dg aurora😅
Sulati Cus
kunci sukses mereka kan bintang🤔 krn bintang out apa mereka msh akan sukses🤣
Vhiy08: Bener sayangnya mereka enggak pada sadar... selamat bergabung kak... dan terima kasih atas like dan support nya🙏❤️
total 1 replies
Viana
lanjut....
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Sahira
Next...💪
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Rossy Annabelle
lanjut iih🤯
Rossy Annabelle
next🤯
Vhiy08: siap... selamat bergabung kak, terima kasih ata like dan dukungannya, kuti terus ya kisah bintang dan Xavier. 👍❤️
total 1 replies
Viana
lanjut... 💪
Vhiy08
Siap...
Vhiy08
Terima kasih Doa nya kak... 🙏
Viana
lanjut
Sahira
yang sabar ya Thor... Dan tetap semangat💪/Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!