NovelToon NovelToon
My Sexy Daddy

My Sexy Daddy

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Eva sangat membenci ibunya yang terus-menerus membuat masalah, sementara ia harus bekerja keras seorang diri demi bertahan hidup.

Untuk meredakan stres, Eva gemar menari. Ia bekerja sebagai cleaning-service di sebuah perusahaan balet dan kerap mencuri waktu untuk menari sendirian saat gedung sudah kosong.

Hingga suatu malam, pemilik gedung yang tampan itu memergokinya, mengira Eva adalah penari balet sungguhan, dan Eva memilih tidak meluruskan kesalahpahaman itu. Pekerjaan ini terlalu penting untuk dipertaruhkan.

Farris Delaney.

Hampir semua perempuan di perusahaan itu tergila-gila padanya. Banyak yang berharap bisa menjadi kekasihnya. Eva berbeda. Ia hanya ingin rahasianya aman dan sebisa mungkin menjauh darinya.

Masalahnya, dosa-dosa ibunya kembali menyeretnya ke masalah yang lebih dalam. Dan perlahan Eva menyadari, Farris memiliki kuasa untuk mengubah hidupnya, bahkan menyelamatkannya dari kematian. Tetapi ia tidak tahu harus berbuat apa.

୨ৎ MARUNDA SEASON IV ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun Bekas

...୨ৎ──── E V A ────જ⁀➴...

Saat Nasrin membuka pintu depan, aku bertanya, "Kamu mau ikut belanja gaun bareng aku?"

Dia menghela napas dan bergumam, "Biar aku ambil jaket dulu."

Aku tersenyum ke dia, dan saat dia selesai mengunci pintu, aku menyelipkan lenganku ke lengannya.

"Aku butuh gaun yang elegan buat pertunjukan balet. Soalnya aku diundang sebagai pendamping Farris."

Mata Nasrin membelalak saat kami turun tangga menuju pintu keluar. "Itu berarti dia tahu kamu kerja buat dia?"

Aku mengangguk.

"Tadi malam ada kejadian di sanggar ballet. Salah satu penari nuduh aku nyuri cincin kawinnya."

Langsung kesal, Nasrin pun jawab, "Dasar lonte!"

"Iya. Dia nampar aku begitu Farris masuk ke kantor." Aku menggeleng, enggak menyangka. "Dia marah banget."

"Kenapa dia marah sama kamu?!" serunya.

"Bukan, bukan sama aku. Dia marah ke Nyonya Hadibroto dan Beatrice … Beatrice itu yang nampar aku."

Begitu kami sampai di trotoar, kami berdua langsung melihat Yoyot, berdiri di seberang jalan.

"Kamu ngapain di sini?" teriak Nasrin.

"Cuma jagain jalan biar aman!" jawab Yoyot.

"Aneh banget," gumamku sambil kami melangkah ke arah halte bus.

"Iya," bisik Nasrin. "Kayaknya mereka lagi siap-siap kalau ada bentrokan lagi."

Nasrin melingkarkan lengannya di bahuku dan kami jalan sedikit lebih cepat.

"Jadi, apa yang terjadi setelah Farris lihat si lonte itu nampar kamu?"

Aku lanjut cerita ke Nasrin bagaimana Farris membelaku dan meyakinkan aku kalau dia enggak peduli sama perbedaan di antara kami.

"Kayaknya dia udah jatuh cinta setengah mati sama kamu." Nasrin tertawa. "Lihat tuh, bocah aku dapat ikan gede."

"Farris bukan ikan gede," gumamku. Senyum melebar di wajah aku. "Aku minder sih sebenarnya."

"Kalian orang-orang baik, Eva. Cowok itu beruntung punya kamu."

"Iya?"

"Iya," gumamnya sambil kasih senyum penuh kasih sayang ke aku.

Kami enggak perlu menunggu lama di halte dan sebentar kemudian sudah melaju ke arah toko barang bekas.

"Kayaknya kita harus bahas gaun buat pesta dansa kamu," gumam Nasrin.

Aku tertawa.

"Ingat gaun ungu jelek yang pernah aku pakai? Aku kelihatan kayak permen kapas."

"Kamu kelihatan cantik," bantahnya.

"Aku selalu kelihatan cantik di mata kamu."

"Itu karena kamu gadis aku."

Aku menyandarkan kepala di bahunya, merasa sebahagia ini sampai enggak ada apa pun yang bisa merusak suasana hatiku.

Saat bus berhenti, kami turun dan jalan sebentar menuju tujuan kami.

Masuk ke toko barang bekas, aku bilang, "Hai, Cece. Aku lagi nyari gaun kamu yang paling cantik tapi paling murah."

"Jangan," bantah Nasrin. "Aku yang bayar. Tunjukin ke dia gaun terbaikmu."

"Jangan, Nasrin," bisikku.

Dia menepuk punggungku lalu mendorongku ke arah Cece.

"Biar aku lakuin ini buat anak aku."

Hatiku copot, dan aku harus berkedip cepat-cepat saat rasa sayang ke pria ini memenuhi dadaku.

Cece mengubek-ubek semua gaunnya dan kami menemukan beberapa yang cantik.

"Kamu mungkin perlu duduk?" Aku tertawa ke Nasrin sebelum menghilang ke balik tirai ruang ganti.

"Ambilin aku kursi!" Aku dengar dia bilang ke Cece.

Aku pakai gaun hitam ketat, tapi langsung enggak suka sama cara kainnya yang kaku di pinggul aku.

Aku coba merapikannya dengan tangan sambil menarik tirai.

Nasrin butuh waktu sebentar buat melihat, lalu bergumam, "Kebanyakan terbuka. Ini musim dingin."

"Aku bakal pakai jaket," bantahku sambil menutup tirai lagi.

Gaun demi gaun selalu menjadi jawaban 'tidak' dari Nasrin, dan aku sibuk keringatan.

Yang terakhir adalah gaun model duyung ala Morticia Addams dengan manik-manik di bagian depan. Sekilas aku pikir aku enggak bakal suka, tapi begitu aku pakai, aku menatap cermin dengan bibir menyungging, lalu aku tarik tirai.

Sekali lagi, Nasrin butuh waktu buat melihat gaunnya, lalu matanya berhenti di wajahku dan dia mengangguk.

"Ini yang benar."

"Iya, kan? Ini bikin aku kelihatan kayak ratu."

"Jelas. Ganti baju biar kita bisa bayar. Aku pingin martabak dari gerobak di pojokan tuh."

"Kalau gitu, martabaknya aku yang bayar!"

Kita jalan ke kasir.

Semenit kemudian kami keluar dari toko. Saat berhenti buat beli dua kotak Martabak Spesial, salah satu anak buah Ambon lewat di dekat kami.

Perasaan enggak enak menjalar di tulang belakangku.

Nasrin benar.

Sepertinya ada yang enggak beres.

Setelah Nasrin makan setengah martabaknya, dia bilang, "Tahu enggak apa yang enak?"

"Apa?"

"Cheesecake yang kamu kasih ke aku beberapa minggu lalu."

"Itu dari Starbucks dekat tempat kerja. Mau aku beliin lagi buat kamu besok?"

"Boleh."

Kami makan sambil menunggu bus. Saat bus datang, kami harus berdiri karena semua kursi penuh.

Sepanjang perjalanan, aku melirik tas di tanganku, berharap Farris bakal suka gaunnya.

Aku cuma perlu semir ulang sepatu hak hitamku pakai spidol, dan aku siap berangkat.

Rambut aku bakal aku tata dengan ikal lembut. Riasan mata smoky dengan lipstik merah, bakal cocok banget sama gaunnya.

Rasa antusias bergelembung di dadaku, dan aku enggak sabar menunggu hari esok.

1
Macrina Catharina
Selalu ada saja penghalang, semoga kamu ttp kuat Eva.
Macrina Catharina
🤭
Adellia❤
eva punya mama tapi enggak berfungsi spt mama.. 😭😭
Adellia❤
farris bakal balesin kematian zella evaa😢
Adellia❤
terharu bangett... mewek... tissu mana tissu... 😭😭😭
Adellia❤
aaaa terhuraa Eva akhirnya ketemu farriss kangen banget tuch... 😭😭
Adellia❤
ikut deg" aaan
D_wiwied
lah udah tamat aja
D_wiwied: siapp ditunggu season selanjutnya👍👍
total 2 replies
erza elisah
terbaik
DityaR: Makasih kak🙏
total 1 replies
safaana
bagus banget,feelnya dapet gak berat ceritanya,kata perkatanya mudah di pahami,alurnya nympe ke hati pembaca dan pastinya ambil manfaatnya
DityaR: Yey, macii kak. /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Ita Putri
gila sih ini ceritanya bagus banget🥰
DityaR: wkwkwk macii 🙏
total 1 replies
D_wiwied
dasar mafia kejam kau bahkan calon ibu mertuamu pun kau bunuh 😆😂😂
D_wiwied: hooh ya, berhubung dia pecandu dikasihnya racun yg dia sukai 😂😆
total 2 replies
Ita Putri
haaaa......serruuuuu
Ita Putri
very very lucky girl
D_wiwied
aah.. Eva bikin terharu, walaupun kehidupannya sdh mulai berubah tp kebaikannya ttp tdk berubah.. good job Va 👍👍
D_wiwied
gila! Faris emang gila, mafia yg baik hati, baik dg caranya sendiri.. smg kamu bener2 bs membahagiakan Eva 👍🥰🥰
Ita Putri
seruuuuuu🥰
D_wiwied
subuh yg hottt 🔥🔥
Adellia❤
whattt balik lagi ke gang royal ???
Adellia❤
semangatt farriss..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!