NovelToon NovelToon
Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Bu Guru Cantik Milik Dokter Dingin

Status: tamat
Genre:Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:167k
Nilai: 4.9
Nama Author: lala_syalala

Alisa Putri adalah seorang guru TK yang lembut dan penuh kasih, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk keceriaan anak-anak.

Namun, dunianya yang berwarna mendadak bersinggungan dengan dunia dr. Niko Arkana, seorang dokter spesialis bedah yang dingin, kaku, dan perfeksionis.

Niko merupakan cucu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja dan memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi keluarganya.

Pertemuan mereka bermula lewat Arka, keponakan Niko yang bersekolah di tempat Alisa mengajar.

Niko yang semula menganggap keramahan Alisa sebagai hal yang "tidak logis", perlahan mulai tertarik pada ketulusan sang guru.

Sebaliknya, Alisa menemukan bahwa di balik dinding es dan jubah putih Niko, tersimpan luka masa lalu dan tanggung jawab berat yang membuatnya lupa cara untuk bahagia.

Bagaimana kelanjutan???

Yukk baca cerita selengkapnya!!!

Follow IG: @Lala_Syalala13

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Sekolah

Matahari pagi di Jakarta baru saja menyembul malu-malu di balik deretan gedung bertingkat, namun bagi Alisa Putri harinya sudah dimulai sejak dua jam yang lalu.

Alisa selalu menyukai aroma pagi di sekolah tempatnya mengajar yaitu TK dan SD Pelangi Bangsa.

Ada perpaduan wangi rumput yang baru dipangkas, aroma krayon yang khas dari ruang kelas dan keharuman pembersih lantai yang segar.

Baginya sekolah ini bukan sekadar tempat kerja melainkan tempat di mana ia bisa melupakan segala kerumitan dunia luar melalui tawa tulus anak-anak.

Alisa merapikan blus berwarna peach yang dikenakannya, memastikan tidak ada kerutan yang mengganggu.

Ia menyisir rambut panjangnya yang berwarna cokelat gelap dengan jari, lalu mengikatnya menjadi ekor kuda yang rapi.

Sebagai seorang guru Alisa dikenal dengan kelembutannya, ia memiliki suara yang tenang jenis suara yang mampu meredakan tangisan balita yang sedang tantrum hanya dalam hitungan detik.

“Pagi, Bu Alisa! Segar sekali kelihatannya hari ini.” sapa Pak Bambang satpam sekolah sambil membuka gerbang lebar-lebar.

Alisa memberikan senyum manisnya, jenis senyum yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa dihargai.

“Pagi Pak Bambang, iya nih semalam tidurnya nyenyak sekali dan ini ada sedikit gorengan untuk teman minum kopi Bapak.” ucap Alisa lembut sembari menyerahkan bungkusan kecil berisi camilan yang ia beli di jalan tadi.

Sifat Alisa memang begitu baik dan penuh perhatian pada hal-hal kecil dan itulah yang membuatnya menjadi guru favorit bagi banyak murid dan orang tua.

Namun di balik kelembutan itu Alisa adalah seorang wanita yang sangat menjaga perasaannya.

Ia jarang mengeluh dan lebih sering menyimpan kegelisahannya sendiri di balik senyum yang seolah tak pernah pudar.

Sekitar pukul 07.30, suasana sekolah mulai ramai, mobil-mobil mulai mengantre menurunkan anak-anak.

Di tengah keriuhan itu Alisa berdiri di lobi utama menyalami satu per satu muridnya, namun ada satu pemandangan yang tak biasa pagi ini.

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik berhenti tepat di depan lobi.

Mobil itu tampak sangat kontras dengan lingkungan sekolah yang penuh warna ceria.

Pintu pengemudi terbuka dan seorang pria keluar dari sana.

Alisa merasa waktu seolah melambat selama beberapa detik.

Pria itu mengenakan kemeja biru navy yang sangat pas di tubuhnya yang tegap.

Lengannya digulung hingga ke siku memperlihatkan jam tangan perak yang berkilau di bawah sinar matahari.

Wajahnya sangat tampan dengan garis rahang yang tegas dan hidung mancung yang sempurna.

Namun ada satu hal yang mencolok yaitu ekspresinya, pria itu tampak sangat dingin seolah-olah ia baru saja keluar dari lemari pendingin rumah sakit.

Matanya yang tajam menatap sekeliling dengan datar, tanpa sedikit pun keramahan.

Dari pintu belakang seorang anak laki-laki berusia sekitar enam tahun keluar dengan wajah cemberut.

Itu adalah Arka, salah satu murid kesayangan Alisa yang biasanya diantar oleh pengasuhnya.

“Ayo masuk, jangan lambat.” suara pria itu terdengar rendah dan bariton, tidak ada nada manis sama sekali untuk ukuran seorang paman kepada ponakannya.

Arka berlari kecil menuju Alisa dan langsung memeluk kaki gurunya itu.

“Bu Guru Alisa! Arka nggak mau sama Om Niko, Om Niko galak!” keluh Arka dengan polosnya.

Alisa merasa sedikit canggung, ia menatap ke arah pria yang dipanggil "Om Niko" itu.

Pria itu kini berdiri tepat di hadapan Alisa dari jarak sedekat ini Alisa bisa mencium aroma parfum pria itu tapi bukan wangi maskulin yang menyengat melainkan aroma segar, bersih dan sedikit ada sentuhan aroma antiseptik khas rumah sakit yang entah bagaimana terasa sangat menenangkan.

“Maaf Bu.” ucap pria itu singkat.

Suaranya datar dan matanya menatap Alisa dengan tatapan menyelidik yang membuat Alisa merasa sedikit gugup.

“Saya Niko pamannya Arka, mulai hari ini mungkin saya akan sering mengantar-jemputnya karena orang tuanya sedang di luar negeri.” ucap Niko.

Alisa berusaha mempertahankan senyum profesionalnya, meski dalam hati ia merasa ada ribuan kupu-kupu yang tiba-tiba berterbangan di perutnya.

“Oh baik pak Niko, saya Alisa wali kelas Arka, jangan khawatir Arka anak yang sangat baik di kelas.” ucap Alisa.

Niko hanya mengangguk pelan ia tidak membalas senyuman Alisa ia hanya melirik jam tangannya lalu kembali menatap Alisa.

“Saya harus segera ke rumah sakit karena ada operasi pagi ini, Arka jangan nakal.” ucap pamit Niko dan memperingatkan sang ponakan.

Tanpa menunggu balasan dari Alisa atau pelukan perpisahan dari Arka, Niko langsung berbalik dan masuk ke dalam mobilnya.

Sedan mewah itu meluncur pergi, meninggalkan Alisa yang masih terpaku di tempatnya.

“Bu Alisa, Om Niko itu dokter hebat lho tapi dia nggak pernah senyum.” celoteh Arka sambil menarik-ngarik ujung blus Alisa.

“Kakek bilang Om Niko itu es batu.” terusnya.

Alisa tertawa kecil dan berusaha menutupi rasa penasarannya.

“Es batu? Mungkin Om Niko cuma sedang lelah Arka, yuk kita masuk kelas.”

Sepanjang hari mengajar pikiran Alisa entah mengapa terus kembali pada sosok pria dingin tadi.

Alisa sudah banyak bertemu dengan berbagai macam orang tua murid mulai dari yang sangat cerewet hingga yang sangat ramah.

Namun Niko berbeda, ada sesuatu di balik tatapan matanya yang dingin itu yang membuat Alisa merasa ada sebuah cerita besar yang disembunyikan pria itu.

Sementara itu di sebuah rumah sakit swasta terbesar di kota dr. Niko Arkana, Sp.B, sedang berjalan menyusuri lorong dengan jubah putih dokternya yang berkibar.

Setiap perawat yang berpapasan dengannya menunduk hormat, namun Niko hanya menanggapi dengan anggukan minimalis atau bahkan tidak sama sekali.

Niko dikenal sebagai "Dokter Jenius yang Dingin".

Sebagai cucu dari pemilik rumah sakit tersebut ia bisa saja bersikap santai namun ia justru bekerja lebih keras dari siapa pun.

Baginya emosi adalah gangguan dalam pekerjaan medis, segala sesuatu harus logis dan terukur.

Namun saat ia duduk di ruangannya untuk menyesap kopi hitam tanpa gula sebelum operasi, bayangan seorang wanita dengan blus peach dan senyum hangat tiba-tiba melintas di pikirannya.

Wanita itu... Alisa.

Niko menyentuh dagunya dan teringat bagaimana Alisa menyambut Arka tadi.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

YEYYY AKHIRNYA UPLOAD CERITA BARU NIHHHH....

JANGAN LUPA MAMPIR BACA, FAVORITKAN, JANGAN LUPA VOTE JUGA, ULASAN BINTANGNYA, LIKE, KOMEN SAN HADIAH BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT UPDATE BAB SELANJUTNYA

JANGAN LUPA MAMPIR KE IG AKU YAAA DI

@Lala_Syalala13

Jangan lupa beri aku dukungannya ya biar semangat buat upload kelanjutan Babnya....

Dan jangan lupa follow IG @LALA_SYALALA13 ada banyak rekomendasi cerita seru aku lainnya di sana....

1
Nuri 73749473729
kok sudah end sich... lanjut dong thor sampai niko junior lahir💪
Rahma Inayah
akhir yg bahagia
Rahma Inayah
lnjut Thor
Asyatun 1
keren banget thoor
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
kebeneran dan kejujuran pasti menang asal kita sabar
Atim Harsijanah Aminah
Sangat bagus dan banyak ilmu yg sy dapat dari cerita ini.terutama pengetahuan daru duania medis👍
Lala_Syalala: terima kasih kak atas ulasan baiknya, semoga suka ya sama ceritanya, kalau ada kesalahan dalam penulisan boleh saling belajar yaaa,,, jangan lupa boleh banget mampir dicerita author lainnya 🙏😊🤗🤗
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Lala_Syalala
tinggal beberapa bab lagi, rencananya bakalan selesai hari ini,, yukkk pantengin terus ya ceritanya...🙏😊🤗🤗🤗
Asyatun 1
lanjut
Rina Rembah
crazy up
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
monica tidak secara langsung membunuh orang pasien dan tidak layak jd seorang dokter
Marie Louis AK
dasar Monica tdk ada akhlak SBG dokter. basmi saja orang bejat itu. dan bawa kakeknya Nico yg sdh bau tanah tdk bertobat.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
thor jadi kan Alisa cewek yang kuat jangan dikit dikit sakit kasian niko pikul beban sendiri.
monica kasih pelajaran biar dya g ganggu nikah n alisa
sumala trulala 🌟🌠
thor tolong episode selanjutnya niko bawa alisa ke luar negeri aja biar hidup nya gak kayak gini terus males gw baca nya (💢`Д´)
sumala trulala 🌟🌠: serius?, oke ku tunggu pokok nya harus happy ending 😍
total 2 replies
Lala_Syalala
pantengin terus yukkk, udah berada di ujung cerita nihhh, tinggal beberapa bab lagi up🙏😊🤗🤗🤗
Mutia
Sudah bbrp hari mereka menikah, biasanya setiap pria sdh tak sabar ingin belah duren, tp apakah disini sdh terjadi, knp gak pernah disinggung, selalu berputar2 dg istilah medis apapun kondisinya... apakah mereka gak punya hasrat setelah sll berdekatan, SPT-nya TDK logis...
Asyatun 1
lanjut
Mutia
Apakah ada org sampe segitunya spt Niko?😄
Mutia
Masa sih penyakit lambungnya gak sembuh2 dg melakukan diet ketat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!