NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perjamuan berbisa di negri tengah

Langit malam Negeri Tengah dihiasi oleh ribuan lampion emas yang diterbangkan ke udara, menandai kedatangan rombongan megah dari Negeri Timur. Putri Isabella tiba dengan kereta kencana yang dilapisi perak, memancarkan aura kebangsawanan yang tak tertandingi. Namun, di balik kemeriahan itu, sebuah badai besar sedang bersiap untuk menghancurkan satu hati yang rapuh.

​Ibu Suri Aurora telah menyiapkan perjamuan besar di aula utama. Semua bangsawan, menteri, dan jenderal hadir. Jian Feng, dengan jubah kebesaran naga hitamnya, melangkah masuk ke aula. Namun, yang membuat seluruh ruangan berbisik adalah sosok wanita yang berjalan di sampingnya. Mei Lin mengenakan gaun sutra ungu tua yang menutup rapat bagian dadanya—menyembunyikan segel naga yang membara—namun kecantikannya tetap bersinar seperti bulan di tengah bintang-bintang.

​Mei Lin merasa tubuhnya kaku. Ia bisa merasakan ribuan mata menghujamnya dengan kebencian dan rasa ingin tahu. Saat mereka duduk, Ibu Suri Aurora berdiri, memberikan isyarat agar musik dihentikan.

​"Malam ini adalah malam yang diberkati oleh leluhur," suara Ibu Suri Aurora menggema dingin. "Putri Isabella telah tiba dari Timur untuk mengukuhkan aliansi kita. Hanya wanita dengan darah murni dan kehormatan tinggi yang pantas berdiri di samping putraku sebagai Ratu Negeri Tengah."

​Ibu Suri melirik tajam ke arah Mei Lin, senyum meremehkan terukir di bibirnya. "Negeri ini tidak butuh bunga liar yang tumbuh di parit untuk menghiasi singgasana. Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak memiliki asal-usul, yang hanya mengandalkan paras untuk merangkak naik. Benar begitu, Jian Feng?"

​Mei Lin menoleh ke arah Jian Feng. Pria itu tampak tenang, menyesap cawannya tanpa sepatah kata pun. Wajahnya datar, seolah tidak peduli dengan penghinaan ibunya terhadap istrinya sendiri. Hati Mei Lin mencelos; ia merasa sendirian di tengah lautan musuh. Namun, ia tidak tahu bahwa di bawah meja, tangan Jian Feng mencengkeram lututnya sendiri hingga buku jarinya memutih. Di dalam hatinya, Jian Feng ingin sekali bangkit dan menyayat mulut ibunya sendiri, namun ia harus menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan mereka semua sekaligus.

​Tiba-tiba, suasana semakin gaduh saat sesosok wanita berlari ke tengah aula sambil terisak. Mei Lin tersentak, jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat siapa wanita itu. "Lin Hua?" bisiknya tak percaya.

​Adik keduanya itu tampil dengan pakaian yang jauh lebih mewah dari biasanya, namun wajahnya dipenuhi air mata palsu. Lin Hua langsung bersujud di depan Ibu Suri, lalu berbalik menunjuk Mei Lin dengan jari gemetar.

​"Hamba mohon perlindungan! Tolong hentikan dia!" raung Lin Hua, suaranya sengaja dikencangkan agar terdengar ke seluruh penjuru aula. Jenderal Gao segera berdiri di samping Lin Hua, merangkul bahu gadis itu dengan protektif sebagai tunangan resminya.

​"Ada apa ini, Jenderal Gao?" tanya Ibu Suri dengan nada yang sudah diatur.

​"Kekasih hamba, Lin Hua, telah diancam oleh kakaknya sendiri!" lapor Jenderal Gao dengan suara lantang.

​Lin Hua menatap Mei Lin dengan sorot mata penuh kebencian yang dibalut akting ketakutan. "Berhentilah, Kak! Berhentilah menggunakan ilmu hitam jasmine itu untuk memikat Kaisar dan mengancam kami! Kau sudah menjual jiwamu pada iblis agar bisa duduk di sana, sementara kau menyiksa keluargamu sendiri!"

​Gema kata-kata "Ilmu Hitam" membuat para tamu undangan berseru ngeri. Tuduhan Lin Hua sangat mematikan di negeri yang sangat membenci klenik. Mei Lin terpaku, dunianya runtuh seketika. Adiknya sendiri, orang yang ia beri makan dengan kepingan emas hasil penderitaannya, kini berdiri di depan publik untuk menjatuhkan vonis mati padanya.

​Isabella, yang duduk di samping Ibu Suri, hanya tersenyum anggun sambil mengipasi wajahnya, menikmati tontonan di mana sang "Harta Karun Langit" diinjak-injak oleh darah dagingnya sendiri.

​Jian Feng perlahan meletakkan cawannya. Suasana menjadi hening seketika—keheningan yang jauh lebih menakutkan daripada teriakan Lin Hua. Ia menatap Lin Hua dan Jenderal Gao dengan tatapan yang bisa membunuh tanpa pedang. "Ilmu hitam, katamu?" suara Jian Feng rendah, seperti geraman naga yang siap menyemburkan api.

​Mei Lin hanya bisa menunduk, air matanya jatuh ke atas gaun ungunya. Di tengah penghinaan ibu suri, kedatangan Putri Isabella, dan pengkhianatan Lin Hua, Mei Lin menyadari bahwa pernikahan rahasianya hanyalah sebuah mimpi indah yang kini berubah menjadi mimpi buruk yang paling nyata di hadapan seluruh kekaisaran.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!