Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjumpaan Pertama Grace
Bayi Nael sudah satu bulan lebih. Papi Marten berusaha liburan kali ini semua keluarga di bawa dengan pesawat Jet Pribadi punya sahabatnya. Tidak ada masalah buat Visa dan Paspor buat berlibur kali ini. Baby Nael yang sudah berusia dua bulan, sedangkan Baby Liu sudah satu tahun. Jarak mereka memang tidak terlalu jauh, karena ini memang yang di rencanakan oleh Nathan dan Sofi.
Ijin orangtua Grace sudah diperoleh, karena David sudah akrab dengan keluarga Grace yang sederhana itu, namun sangat baik hati. Pertama kali David memberitahu dia siapa, ada sedikit was- was dalam diri orangtua Grace yang sederhana namun berpendidikan itu.
Penerbangan belasan jam hanya dirampung menjadi delapan jam, waktu yang diperlukan buat mereka sampai di kota London. Jemputan empat mobil sudah menanti kedatangan mereka. Turun dari pesawat Nael digendong papinya sedangkan Liu digendong oleh unclenya.
Di bandara kedatangan banyak pasang mata memandang ke arah dua laki - laki yang sedang mengendong anak - anak. Kerena merasa di pandang, Nathan langsung mengandeng Sofi istrinya dan dicium bibir manis istrinya yang mulai terasa kedinginan. Sedangkan David dengan cepat mengandeng Grace sayangnya David hanya bisa mencium kening calon istrinya.
"Curang kalian???"
"Curang kenapa???
"Mas Nathan ngak adil, masak cium Sofi di bibir sedangkan aku hanya di kening."
"Aku kan istrinya mas Nathan. Boleh dong. Kalau kamu yang ngak boleh. Di larang sangat karena belum sah."
Di peternakan dan perkebunan yang luas, ada bangunan masion yang sangat megah. Ya itu kediaman keluarga Alexander. Para asisten rumah tangga sudah berbaris menyambut kedatangan mereka.
"Sayang, aku takut dan malu ketemu orangtuamu."
"its oke sayang." Mami Ester mamanya Sofi menenangkan Grace.
Apa yang dipikiran Grace jauh berbeda. Mami Olive waktu melihat calon menantunya langsung memeluk dan menciumnya.
"Selamat datang nak."
Grace langsung mengangguk. Air matanya jatuh di pipi. Lolos begitu saja dari pelupuk matanya.
"Terima kasih tante, terima kasih sudah mengundang Grace kesini dan menyambut kami."
"Sama - sama sayang. Mami bahagia kamu bisa membuat anak mami ini bahagia."
David langsung memeluk mami dan pacarnya, calon istrinya.
"Terima kasih mami. David bahagia sekali."
Semua orang yang melihat kejadian itu tersanjung. Langsing dikejutkan dengan papi Marten yang mengajak mereka makan bersama. Bukan hanya Grace namun kedua cucunya juga menjadi idola di dalam rumah ini. Makan malam saat ini penuh dengan kebahagian.
Malam harinya anak - anak sudah tidur, Briel, Liu dan Nael. Sofi memperhatikan ketiga anaknya yang kelelahan karena ini pertama kali mereka melakukan penerbangan jauh. Nathan melihat istrinya sedang memperhatikan ketiga anaknya. Dia langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Mas, kamu buat aku kaget."
"I love you sayang."
"Love you more mas."
"Terima kasih, kamu mami yang hebat buat ketiga anak kita."
Nathan langsung mencium bibir istrinya begitu lembut. Dan digendong perempuan yang membuat dia sangat berarti ada ditengah - tengah keluarga, bahkan masyarakat. Karena dia tidak malu menerima kekurangan suaminya.
"Ampun kedua orang ini, mesra amat."
"Iya dong harus mesra, kan sudah halal."
"Ngeledek terus."
Sofi membisikan sesuatu ditelinga suaminya. Kemudian Nathan menurunkan istrinya dari gendongan. Dan mereka bergabung bersama semua orang dewasa di ruang keluarga yang sedang ngeteh. Jelas mereka sedang membahas kesiapan, melamar Grace.