Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Ibu Yang Bahagia
Ibu telah menerima kiriman uang dari Dampsey pertama dia menerim dua puluh ribu pound dan kedua dia menerim lima puluh ribu pound, sebenarnya dia terkejut bagaimana mungkin putranya mendapatkan uang sebanyak itu, salam surat yang ditulis putranya meminta agar ayah, ibu dan keempat adiknya bersenang senang dan juga memasukan adik adik nya ke bangku sekolah.
" Bagaimana mungkin ibu bersenang senang nak, sementara kamu mengorbankan tubuhnya menjadi samsak pukulan orang lain, membayangkan saja ibu sudah tak sanggup " katanya sambil meremas surat itu dan memeluk kedadanya dengan derai air mata.
Tidak ada satupun seorang ibu yang sanggup melihat putranya terluka, apalagi seorang putra yang baik dan sangat berbakti kepada keluarga, dia akan mengabulkan permintaan putranya agar keempat adiknya bisa masuk sekolah, soal bersenang senang nanti dulu, kalau bisa dia juga menyimpan sedikit untuk masa depan Dampsey nanti, dia percaya dengan sifat baik hati yang dimiliki oleh anaknya pasti tidak ada satupun uang yang tersisa di tangan, semua dikirimkan untuk keluarga.
Jika hari tua nanti dia tidak berkerja setidaknya Dampsey sudah punya tabungan yang banyak, seandainya adik adiknya tidak mempedulikan dia maka uang itu bisa menjadi pegangannya dan tidak mengemis ke orang lain pikir ibunya sambil merinding sendiri.
Di ruang bawah tanah latihan terlihat Damsey diikat dengan beban yang berat pada bagian perutnya, dengan beban itu dia harus berlatih pukulan dan gerakan, mister memerintahkan agar jangan memikirkan roda yang mengikat tubuhnya sebagai suatu beban, tapi pikir dan berlatihlah seperi biasa, pertama memang terasa menggangu tapi kemudian menjadi biasa dan tidak berpengaruh kepada gerakan dan pukulannya.
Dia diajarkan untuk menghilangkan rasa takut dalam pikiran dan benaknya, ini merupakan simulasi jika terkena pukulan keras sehingga badan shock secara bawah sadar, pelatihan ini sangat jarang dipakai oleh petinju, makanya ketika mereka menerima pukulan keras maka alam bawah sadar tidak akan mau melanjutkan pertarungan.
Ilmu yang diajarkan mister ini membuat Dampsey terkagum kagum, dia mendapat banyak manfaat dari ilmu yang diajarkan, tidak tahu bagimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya, tapi satu hal yang pasti, dia akan menjaga mister di hari tua dengan baik dan penuh kebahagiaan.
Pertarungan kedua di kelas bantam lima puluh enam kilogram mempertemukan antara Dampsey dengan Aguiera petinju yang tidak pernah terkalahkan sejak dia merintis kariernya, petinju ini sangat diidolakan oleh para pengamat karena mempunyai gerakan yang sangat indah dalam menghindar dan menyerang balik, kalau diibaratkan dia adalah the art punch ( raja seni dalam bertinju ).
Pamflet pertandingan beredar dimana mana, termasuk juga surat khabar dan media televisi, siapa yang memenangi pertandingan ini akan mendapat hak melawan juara kelas bantam yang tidak pernah kalah selama lima tahun yaitu Miguel.
Dalam pasar taruhan menjagokan Aguiera dengan angka 1 banding 7, lagi dan lagi mister kemudian mempertaruhkan seluruh uang yang ada dalam tabungan yaitu dua ratus lima puluh ribu pound untuk memegang Dampsey. Jumlah taruhan ini mungkin di mata umum besar tapi dalam dunia taruhan ini hanya remah remah saja.
Walaupun penonton mengetahui cara Dampsey bertanding dengan sering melakukan KO pada ronde pertama tapi mereka yakin pengalaman dan keahlian dari Aguiera masih yang terbaik, dia sudah matang di kelas bantam ini dan belum pernah terkalahkan, rekornya mentereng 26 kali bertanding 24 KO dan 2 menang angka, bandingkan saja dengan Dampsey yang baru bertanding 5 pertandingan dengan 5 KO, masih jauh sekali jaraknya jika dibandingkan antara satu dengan lainnya.
Malam ini di arena Holywings penonton penuh sesak, semua karcis terjual habis baik yang biasa maupun yang VIP, semua masyarakat butuh hiburan apalagi masalah tinju, bahkan tinju di Inggris seakan akan menjadi agama yang kedua, sudah berapa banyak negara ini menciptakan legenda tinju yang mengharumkan nama negara
Makanya para anak muda berlomba lomba untuk menjadi petinju, mereka ingin mengikuti jejak pendahulu mereka, apalagi dengan iming iming uang dan popularitas, tapi tidak sedikit pula yang hancur gara gara tinju, mereka yang hancur menjadi cacat permanen dan tidak bisa bangkit kembali dalam kehidupannya.
Mereka sudah memasuki ring tinju dengan ciri khas yang berbeda, tampilan dari Dampsey memakai celana berwarna hitam dengan tulisan the puch sedangkan Aguiera memilih memakai celana berwarna emas dengan tulisan The King, seakan akan berkata bahwa dialah raja dari segala raja tinju, sorak sorai antar pendukung mengema di arena.
Mereka kebanyakan pendukung fanatik dari Aguiera, maklum saja selama bertahun tahun dia berkecimpung wajar saja banyak pendukungnyaz berbeda dengan Dampsey yang pendukungnya hanya kebanyakan dari kaum wanita, rambut ikal hitam legam, mata hitam, hidung mancung, muka tirus dan kulit putih bersih membuat citranya sangat tinggi di mata wanita.
Setelah wasit menjelaskan aturan dalam pertandingan maka segera saja ronde pertama dimulai, keduanya saling mengawasi dengan berjalan perlahan sambil mengamati lawan masing masing, terlihat gerakan indah dan ringan dari Aguiera, dia sesekali melayangkan pukulan jab secara mendadak, pukulan kejutan ini berhasil di blocking oleh Dampsey, dia kemudian memutar dan tidak mau terjebak ke tepi tali ring.
Aguiera merasa arogan karena Dampsey tidak dapat memukul dirinya yang sangat lincah menghindar, dia kemudian memainkan kaki kiri dan kanan dengan cepat sambil memutar kedua tangannya, atraksi ini mendapatkan sambutan hangat dari penonton, di lain sisi Dampsey tetap tenang sambil mencari celah, bibirnya tersenyum tipis melihat gaya dari lawannya, ketika Aguiera melepaskan kedua tangannya dengan kecepatan kilat Dampsey menyergap seperti harimau menyergap babi sangat cepat sekali.
Dia mengeluarkan pukulan straigth dan kemudian di susul dengan jab, Aguiera kaget ketika dia disergap tanpa bisa menghindar dan melalukan blocking karena posisi tangan sudah turun ke bawah dia mencoba melemparkan kepalanya ke kiri untuk meminimalisir kekuatan pukulan lawan, tapi yang terjadi di malah terlempar ke sudut tali ring, seketika Dampsey datang dengan mengeluarkan pukulan beruntun, dari swing, rusuk kiri dan kanan dilanjutkan dengan jab ke wajah lalu terakhir dalah sebuah hook yang kuat membuat kepalanya terpelintir ke belakang tali tetapi tidak roboh.
Dampsey tidak membiarkan lawannya roboh dia terus memukul dengan ganas, melihat Aguiera seperti samsak dan mayat hidup pelatihnya segera melemparkan handuk tanda menyerah, wasit segera melerai dan memisahkan kedua belah pihak, Dampsey kembali ke sudut tali sementara Aguiera roboh seperti kayu yang jatuh tanpa bisa bangkit lagi, wasit lalu menghentikan pertandingan dengan memberikan kemenangan TKO buat Dampsey, seluruh arena seketika menjadi sunyi, sorak dan sorai para pendukung Aguiera berubah menjadi banjir airmata.